cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
ESTIMASI LAJU EROSI LAHAN BERLERENG DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN TEKNIK 137Cs Barokah Aliyanta; Rahmadi Suprapto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.826 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.530

Abstract

Penelitian erosi dengan menggunakan teknik 137Cs telah dilakukan di daerah Nganjuk. Penelitian dilakukan dalam cakupan daerah Kecamatan Sawahan, Ngetos dan Loceret, dengan luas area yang diteliti lebih dari 11000 ha. Pengambilan contoh tanah dilakukan dengan pendekatan pengelompokan berdasarkan lokasi, peta jenis tanah, peta tataguna lahan, peta topografi dan peta drainase. Dari tiap kelompok tanah, contoh tanah diambil secara sloping transek dengan kedalaman 30 cm. Adapun contoh pembanding diambil pada empat lokasi yaitu 2 dari lokasi hutan lindung, 1 dari teras kebun penduduk dan 1 dari lerengan bukit (hill slope) dengan ciri tertutup secara baik dengan tanaman rumput. Hasil inventori pembanding rerata adalah 281 Bq/m2, dan nilai ini digunakan untuk menghitung laju erosi rata-rata tahunan dari rentang waktu tahun 1963 sampai 2006. Estimasi laju erosi yang didapat bervariasi dari transek T1 sampai transek T28 yaituantara 2 sampai lebih dari 100 ton/ha/th, dan nilai SDR dari 17 % sampai 100 %.
REPRODUCTIVE DISORDER STUDIES USING RADIOIMMUNOASSAY (RIA) PROGESTERONE ON DAIRY CATTLE Totti Tjiptosumirat; Bokky Jeane Tuasikal; Nuniek Lelananingtyas
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.195 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.1.563

Abstract

Two intensive systems of husbandry practices, Garut West Java and Yogyakarta Central Java, were chosen for this study. Both areas have been voluntarily made into a pilot farm for theapplication of RIA progesterone to improve reproductive performance. Five dairy cattle from Garut West Java, which according to Health Extension and Artificial Insemination Technicians anamneses and according to farmers who own the animal, were showing reproductive failure and were selected from those cattle for the study. Other fifteen dairy cattle from Yogyakarta area, with anamneses of having low reproductive performance, were also selected for this study. Milk progesteronesample were collected twice a week for five consecutive weeks period of time to follow the biological reproductive status of every animal, while samples from dairy cattle at Yogyakarta were collected three times post Artificial Insemination (AI) services, as according to Artificial Insemination Database Application (AIDA) procedure, to monitor the failure of AI, success rate of AI, and ovarian activities of the cattle. Result of the study in Garut shows that RIA progesterone indicates that animals need special treatments and most AI failed due to lack of historical information of the dairy cows. RIA progesterone leads to a suggestion that it can be use as a tool to monitor the reproductive disorder, as the recommendation made for those cows to anticipate reproductive disorder overcome the problems. Similar result found in Yogyakarta, which almost 50% of the observed animals failed to AIdue to miss-estrus detection. Furthermore, from the RIA for milk progesterone, information of the reproductive disorder figures can be drawn and early suggestion could be made to anticipate losses. Overall, beside the reproductive historical record, RIA progesterone is important tool to be applied in the animal husbandry system in Indonesia as to improve the herd productivity and has an economical value to reduce operational cost at waiting period for feeding animal up to INS Rp 224,000 — 336,000 per head animal.
Iradiasi Bahan Pangan: Antara Peluang dan Tantangan untuk Optimalisasi Aplikasinya Nurul Asiah; Kezia Nadira Kusaumantara; Arianti Nur Annisa
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.612 KB) | DOI: 10.17146/jair.2019.15.1.4703

Abstract

Iradiasi bahan pangan merupakan salah satu teknologi yang telah mapan dan berkembang di dunia pangan dalam upaya peningkatan keamanan dan kualitas pangan. Penelitian beberapa dekade telah membuktikan bahwa ir­adiasi bahan pangan merupakan teknologi yang aman. Teknologi ini memiliki potensi yang sangat besar dan sudah banyak diterapkan di berbagai negara. Namun demikian dalam aplikasinya selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor kritis dalam peluang dan tantangan aplikasi iradiasi bahan pangan di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan menggunakan 40 jurnal sebagai sumber referensi. Berdasarkan hasil pengkajian, terdapat berbagai faktor kritis yang mempengaruhi optimalisasi aplikasi iradiasi bahan pangan. Faktor kritis tersebut meliputi sumber daya, teknologi, proses, keamanan produk, persepsi konsumen dan regulasi. Dengan mengetahui posisi semua aspek ini, maka diperlukan rancangan tindakan agar proses optimalisasi dapat diwujudkan. Hal ini bisa dilakukan dengan eksplorasi, pemetaan dan inventaris sumber daya yang ada, peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas dan kegiatan penelitian, pengetatan teknik pengemasan dan pelabelan, monitoring dan pengawasan kualitas produk sepanjang rantai proses dan distribusi dari produsen kemudian distributor hingga konsumen, edukasi kepada konsumen terkait terminologi iradiasi bahan pangan, dan penetapan regulasi terkait baik di dalam negeri maupun di negara lain melalui bilateral agreements. Langkah-langkah optimalisasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam dunia pangan. Hal ini sejalan dengan tantangan peningkatan jumlah populasi manusia dan terbatasnya lahan pertanian, isu globalisasi dan perdagangan internasional yang membutuhkan keamanan maupun ketahanan pangan yang baik. Semua ini bisa diwujudkan dengan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku dunia industri pangan, pemegang pasar serta masyarakat sebagai konsumen.
Kualitas Nyamuk Jantan Mandul Aedes aegypti L. Hasil Iradiasi Gamma: Efek Iradiasi Pada Fase Pupa dan Dewasa Hadian Iman Sasmita; Beni Ernawan
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.045 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.2.2722

Abstract

Pemandulan nyamuk dengan radiasi sinar gamma lebih mudah dilakukan pada fase pupa dibandingkan dengan fase dewasa. Di sisi lain, diduga iradiasi pada fase pupa akan membuat nyamuk jantan mandul menjadi tidak kompetitif terhadap jantan di alam. Penelitian tentang fase hidup yang tepat untuk memandulkan nyamuk telah dilakukan pada genus Anopheles, tetapi belum pernah ada penelitian serupa pada jenis Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dan daya saing kawin jantan mandul yang diiradiasi pada fase pupa dan dewasa, untuk kemudian dipilih fase terbaik dalam memandulkan. Penelitian dilakukan pada dua fase hidup nyamuk, pupa dan dewasa. Baik pupa dan dewasa masing-masing diiradiasi dengan dosis 0 (kontrol), 20, 40, 60, 80 dan 100 Gy. Semua perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Parameter penelitian yang diukur untuk menentukan kualitas nyamuk jantan yang telah diiradiasi dengan sinar gamma adalah umur nyamuk, tingkat sterilitas, nilai daya saing kawin dan persentase kemunculan nyamuk dewasa. Umur nyamuk ditentukan dengan mencatat kematian nyamuk harian. Tingkat sterilitas ditentukan dengan persentase jumlah telur yang tidak menetas. Nilai daya saing kawin ditentukan dengan Fried index. Persentase kemunculan nyamuk dewasa diperoleh dari banyaknya jumlah pupa yang berhasil muncul sebagai dewasa dibagi dengan jumlah awal pupa yang diperlakukan. Umur nyamuk jantan yang diiradiasi pada fase pupa dan dewasa tidak memiliki perbedaan yang nyata (p ≤ 0.05), demikian juga dengan tingkat sterilitas, nilai daya saing kawin dan persentase kemunculan nyamuk dewasa jika dibandingkan pada dosis yang sama. Maka dari itu, dengan penanganan proses radiasi yang lebih mudah, metode pemandulan nyamuk jantan pada fase pupa dapat digunakan sebagai salah satu prosedur aplikasi Teknik Serangga Mandul untuk menekan populasi nyamuk Ae. aegypti. Kata kunci : Teknik serangga mandul, daya saing kawin, sterilitas, Fried index, Aedes aegypti
Aplikasi Hidrogel Poli-(akrilamida) Hasil Iradiasi Gamma untuk Adsorpsi Zat Warna Biru Metilen dalam Larutan Erizal .; Hendig Winarno; Basril Abbas
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.072 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.1.498

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari kemampuan hidrogelpoli(akrilamida)(PAAM) mengadsorpsi zat warna sintetik biru metilen (BM) dalam larutannya.Hidrogel PAAM disintesis menggunakan iradiasi gamma pada beragam dosis (20-40 kGy),selanjutnya diproses menjadi serbuk kering dan diaplikasikan untuk mengadsorpsi larutanBM. Pengujian adsorpsi secara batch dilakukan pada variasi waktu kontak (0-120 menit),konsentrasi awal BM (2-10 mg/L), dan berat hidrogel (0-120 mg) serta perubahan strukturkimia hidrogel dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil evaluasimenunjukkan bahwa hidrogel hasil iradiasi 20 kGy berkapasitas adsorpsi terhadap BM relatiflebih besar dibandingkan hasil iradiasi 30 dan 40 kGy. Meningkatnya berat hidrogelmenyebabkan meningkatnya BM yang diadsorpsi oleh hidrogel. Hasil uji isotermis Langmuirdan Freundlich pada sistem adsorpsi BM menghasilkan koefisien korelasi (R2) 0.9914 dan0,9964 dengan kapasitas adsorpsi maksimum 1,67 mg/g pada pH 6,5. Hasil uji spektrum FTIRmenunjukkan bahwa proses adsorpsi hidrogel PAAM pada BM adalah melalui ikatanhidrogen. Modifikasi hidrogel PAAM sangat potensial sebagai adsorben zat warna. The aim of theresearch is to study the capacity of poly(acrylamide)(PAAM) hydrogel to adsorp a syntheticdye of methylene blue (MB). PAAM hydrogel was synthesized by varying gamma radiationdoses (20-40 kGy), and was then processed to dried powder (120 mesh) and used to adsorbMB dye from the aqueous solution. The batch adsorption experiment was carried out byvarying contact time (0-120 min.), initial concentration of MB (2-10 mg/L), adsorbent dose (0-120 mg), and the chemical changes of hydrogels were characterized by Fourier Transforminfra red (FTIR). The adsorption process of MB was examined with Langmuir and Freundlichisotherm models. The results showed that the hydrogel prepared at 20 kGy had higheradsorption capacities onto MB compare to the hydrogel at 30 and 40 kGy. With increasinghydrogel doses, the MB adsorbed increase. The results of Langmuir and Freundlich isothermexamination obtained the coefficient correlation (R2) of 0,9914 and 0,9964 with maximumadsorption capacity 1.67 mg/g at a solution pH of 6.5. Modification of PAAM hydrogels willbe potentially as dyes adsorbent.
Pemuliaan Mutasi Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Menggunakan Iradiasi Gamma untuk Perbaikan Varietas Nanas Smooth Cayenne Prof. Dr. Soeranto Human, M.Sc; S. Loekito; M. Trilaksono; A. Syaifudin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3399.433 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.1.3197

Abstract

Pemuliaan Mutasi Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Menggunakan Iradiasi Gamma untuk Perbaikan Varietas Smooth Cayenne. Pada saat ini, jenis nanas yang paling banyak dibudidayakan dalam berbagai perdagangan dunia adalah jenis Smooth Cayenne. Banyak klon yang berasal dari kultivar ini seperti GP1, GP2, GP3, GP4, GP5, dan F180 ditanam oleh GGP baik untuk buahsegar dan olahan. GGPC mulai melakukan usaha perbaikan varietas nanas sejak tahun 1986, yaitu dengan tujuan meningkatkan kualitas dan produksi yang tinggi. Pemuliaan mutasi nanas dimulai pada tahun 2006, yaitu melalui kerjasama dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Sejumlah 10 mahkota (crown) nanas berasal dari GP2, GP3 (A10) dan klon F180 diiradiasi sinar gamma bersumber Cobalt-60 terpasang pada iradiator gamma chamber 4000A dengan dosis 200 dan 300 Gy. Crown yang telah diradiasi kemudian ditanam di lahan percobaan dengan mengikuti budidaya standar komersial di PT. GGPC. Secara umum hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua dosis iradiasi (200 dan 300 Gy) pada fenotipe tanaman. Namun, keragaman fenotipe yang sangat tinggi dijumpai pada klon turunan tanaman vegetatif (V1). Beberapa variasi tanaman yang muncul tercatat sebagai berikut: 47% tanaman normal, 15% Rosset, 11% berduri, 5% crown bercabang, 4% tanaman memiliki banyak daun dan 18% buah berbentuk abnormal. Variasi mutan yang signifikan juga diamati pada klon-lon turunan tanaman V2 dan beberapa mutan tampak lebih stabil pada generasi V3. Program pemuliaan nanas ini akan terus dilanjutkan untuk evaluasi yang berkaitan dengan perbaikan produktivitas, kualitas, dan ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu.
PEMANFAATAN TEPUNG PREMIX BERBAHAN DASAR MUTAN SORGUM Zh-30 UNTUK INDUSTRI PEMBUATAN ADONAN DAN MIE KERING Dwi Djoko Slamet Santosa
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.074 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.1.521

Abstract

Mutan sorghum Zh-30 adalah hasil penelitian pemuliaan tanaman denganteknik mutasi induksi yang dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi,BATAN. Mutan sorghum Zh-30 dikembangkan dari varietas Zhengzu yang berasal dari China yang diintroduksi ke BATAN melalui proyek RCA — IAEARAS/5/040. Induksi mutasi pada varietas Zhengzu dilakukan dengan irradiasi sinar Gamma dengan dosis 300 Gy. Melalui proses seleksi yang dimulai pada M2, telah dihasilkan sejumlah galur mutan pada M3 dan M4. Salah satu galur mutan harapan adalah Zh-30 yang berbatang semi pendek, genjah, tahan kekeringan, produksi tinggi, dan kualitas biji yang baik. Untuk tujuan tepung premix mutan sorghum dan pengembangan dalam industri pangan, telah dilakukan penelitian terhadap kualitas tepung premix berbahan dasar mutan sorghum Zh-30 dengan melakukan berbagai analisis pada berbagai kondisi. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok percobaan, yaitu pengaruh kansui (garam alkalis Na2CO3 dan K2CO3) pada sifat reologi adonan, pengaruh penambahan telur pada sifat fisik adonan dan mie masak. Pengamatan dilakukan pada tiga jenis tepung premix berbahan dasar sorghum dengan kadar protein yang berbeda, yaitu tepung premix I kadar protein 10,2%, tepung premix II kadar protein 14,5%, dan tepung premix III kadar protein 17,4%. Dipelajari juga pengaruh masing-masing garam alkalis, dan campurannya terhadap reologi adonan, yaitu konsistensi adonan, daya tahan adonan, dan ekstensibilitas adonan. Konsentrasi kansui yang diberikan 0; 0,5; 1,0; dan 1,5%. Secara keseluruhan tepung premix I dengan penambahan 0,5% kansui memberikan nilai konsistensi, daya tahan adonan dan ekstensibilitas adonan yang optimal. Penambahan lima ml telur ayam dilakukan pada tepung premix I dengan penambahan 0,5% kansui memberikan hasil yang optimal. Peningkatan penambahan telur melembutkan adonan, dan meningkatkan sifat tekstural mie, serta mengurangi kelengketan. Penambahan lima ml sudah memberikan perbedaan kekenyalan sangat nyata, dan kekenyalan tertinggi pada 35 ml, namun antara 5 — 35 ml tidak ditemukan perbedaan nyata.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN STEK PUCUK KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat.) CV. PINK FIJI Ita Dwimahyani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.323 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.554

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan kultivar Pink Fiji. Stek pucuk yang telah berakar diiradiasi dengan sinar gamma masing-masing dengan dosis 0, 10, 15, 20 dan 25 Gy, kemudian ditanam di rumah plastik daerah Gadog, Ciawi. Pertumbuhan tanaman dari masing-masing dosis menunjukkan perbedaan, baik dalam tinggi tanaman maupun dalam proses pembungaan. Tanaman dosis 15 Gy ke atas berbunga lebih lambat dan tanaman menjadi kerdil. Dosis optimal untuk iradiasi kultivar Pink Fiji adalah 10-15 Gy. Mutasi yang diperoleh terbanyak adalah warna bunga kuning, kemudian diikuti oleh orange, putih, pink gelap dan pink pucat.
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Eliminasi Mikroorganisme dan Perubahan Kadar Protein Pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) Alvin Christopher; Efendi Oulan G.H.N.B.; Warsono E.K.; Harsojo Harsojo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.963 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4256

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan mudah ditemui di pasar-pasar di Indonesia. Kurangnya pemahaman akan pentingnya sanitasi menyebabkan ikan bandeng mudah terkontaminasi mikroorganisme. Teknik pengawetan makanan dengan iradiasi gamma dapat diaplikasikan untuk mengawetkan ikan bandeng karena mampu mengeliminasi mikroorganisme tanpa mengubah karakteristik dan kandungan nutrisi ikan bandeng. Pada penelitian ini, ikan bandeng yang diperoleh dari dua pasar berbeda diiradiasi pada laju dosis 1,0 kGy dengan dosis 0; 1,5; dan 3,0 kGy serta disimpan selama 0, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pengujian ALT dan total bakteri koliform menunjukkan bahwa iradiasi gamma terbukti ampuh menurunkan jumlah cemaran mikroorganisme pada ikan bandeng. Escherichia coli (E. coli) yang diisolasi dari kedua ikan bandeng memiliki nilai D10 yang berbeda. Akan tetapi, pada pengujian ketahanan E. coli terhadap antibiotik diketahui bahwa kedua isolat E. coli memiliki sensitivitas tinggi terhadap tetrasiklin dibandingkan sefoksitin dan amoksisilin. Hasil pengukuran kadar protein dengan metode Kjeldahl menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang besar pada kadar protein secara signifikan antara ikan bandeng sebelum dan sesudah iradiasi.
Karakteristik Air Tanah Dangkal Kota Semarang Pada Musim Penghujan Berdasarkan Pendekatan Isotop Stabil (18O, 2H) dan Kimia Air Satrio Satrio; Hendarmawan Hendarmawan; M. Sapari Dwi Hadian; E. Ristin Pujiindiyati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2585.583 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2701

Abstract

Pada bulan Maret 2014 telah dilakukan penelitian air tanah di wilayah Kota Semarang dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air tanah dangkal pada saat musim penghujan melalui pendekatan isotop stabil (18O, 2H) dan kimia air yang didukung dengan data hidrogeologi setempat. Sejumlah sampel air tanah dangkal diambil di beberapa lokasi dengan kedalaman antara 0 — 35 m di bawah permukaan tanah setempat (dbpts). Analisis isotop stabil 18O dan 2H serta kimia air dilakukan di laboratorium Hidrologi, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN Jakarta. Hasil analisis isotop stabil 18O dan 2H menunjukkan bahwa sekitar 63 % air tanah cenderung berada di dekat garis meteorik Semarang dan sekitar 37 % sisanya mengalami evaporasi, interaksi dengan oksida batuan dan sedikit pengaruh interaksi atau mixing dengan air laut. Dari hasil analisis kimia air dengan ionic balancesekitar 3 % menunjukkan bahwa pada saat musim penghujan akuifer air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang didominasi oleh ion bikarbonat (HCO3-) dengan tipe air didominasi CaHCO3. Sedangkan dari data parameter Chloride Bicarbonate Ratio, sekitar 24 % air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang terindikasi mengalami intrusi air laut dansisanya sekitar 76 % masih menunjukkan karakteristik sebagai air tanah tawar.Kata kunci : karakteristik air tanah, air tanah dangkal, Semarang, musim penghujan, isotopstabil dan kimia air