cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Estimasi Laju Deposisi Sedimen di Muara Gembong Sungai Citarum Barokah Aliyanta; Annisa Khairina; Anggita Kartikasari; Ali Arman Lubis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.026 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.1.4097

Abstract

Telah dilakukan perhitungan estimasi laju deposisi sedimen melalui teknik analisis Pb-210 menggunakan alat spektrometer alpha di muara Gembong sungai Citarum.Muara Gembong sungai Citarum mengalami pendangkalan yang menganggu aliran sungai ke laut. Pendangkalan yang terjadi diduga karena rusaknya daerah hulu sungai. Dengan mengetahui profil Pb-210 excess pada sampel sedimen muara dapat diestimasi laju deposisi sedimen. Sampel sedimen muara diambil di dua lokasi, masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri muara dengan menggunakan paralon berdiameter dalam 3,7 cm denganmetode gravitasi. Sedimen yang diperoleh diperlakukan sebagai sedimen undisturbed yang disimpan dan dibekukan dengan es campur garam di lapangan, yang selanjutnya disimpan dalam freezer di laboratorium. Sedimen yang telah beku dipotong-potong dalam interval yang diinginkan dan dimulai dari sedimen paling dalam. Sedimen yang telah dipotong dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC selama 72 jam, dilakukan perlakuan kimia, dideposisikan dalam plat tembaga murni, dan diukur aktivitas Pb-210 dengan alat spektrometer alpha. Penanggalan umur sedimen dilakukan dengan metode constant of the rate of supply (CRS). Melalui penanggalan umur ini, lebih lanjut diketahui laju deposisi sedimen tiap kurun waktu di kedua lokasi.Laju deposisi rata-rata bulk sedimen cenderung semakin tinggi dari tahun ke tahun, yaitu sebelum tahun 1976 berkisar 0,58 cm/th dan 0,14 cm/th; antara tahun 1976 s/d 1998 berkisar 0,82 cm/th dan 0,89 cm/tahun;  antara 1999 s/d 2016 berkisar 1,28 cm/tahun dan 1,28 cm/tahun, masing-masing untuk lokasi I dan lokasi II.
Studi Penentuan Umur dan Laju Pertumbuhan Terumbu Karang terkait dengan Perubahan Iklim Ekstrim Menggunakan Sinar-X Ali Arman; Neviaty P. Zamani; Tsuyoshi Watanabe
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.399 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.850

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan umur dan laju pertumbuhan terumbu karang dengan sinar-X dan kaitannya dengan kejadian El-nino serta perubahan iklim di daerah Kepulauan Seribu. Sampel karang massif jenis Porites Lutea diambil secara vertikal menggunakan alat bor pneumatic diameter 5 cm. Sampel terumbu karang dipreparasi dan disinari dengan sinar-X dan dianalisis dengan software Image-J untuk menentukan umur, arah dan laju pertumbuhan linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan terumbu karang pada tiga lokasi penelitian tidak jauh berbeda, tetapi penurunan yang lebih besar terjadi di daerah yang lebih dekat dengan daratan Jakarta. Berdasarkan analisis laju pertumbuhan dapat diidentifikasi dua kejadian El-Nino terbesar yaitu tahun 1997-1998 dan 1982-1983.
Seleksi Mikroba Rizosfer Lokal Untuk Bahan Bioaktif pada Inokulan Berbasis Kompos Iradiasi Dadang Sudrajat; Nana Mulyana; Arief Adhari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.295 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.1.2730

Abstract

Salah satu komponen utama sebagai bahan aktif dalam bahan pembawa (carrier) kompos iradiasi untuk pembuatan pupuk organik hayati (POH) adalah isolat mikroba potensial yang berperan dalam penyedia hara serta hormon pemacu pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan isolat-isolat mikroba pada daerah perakaran tanaman (rizosfer), selanjutnya dilakukan isolasi dan seleksi sehingga diperoleh isolat potensial yang berkemampuan fiksasi nitrogen (N2), menghasilkan hormon pertumbuhan (Asam Indol Asetat), dan melarutkan fosfat. Isolat potensial tersebut kemudian digunakan sebagai bahan bioaktif pada pembuatan formulasi inokulan konsorsium mikroba rizosfer berbasis kompos radiasi. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah isolasi mikroba dari beberapa lokasi di wilayah Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hasil isolasi mikroba dari 48 contoh tanah rizosfer, diperoleh 116 isolat. Selanjutnya dilakukan seleksi, dan identifikasi mikroba, untuk memperoleh isolat yang unggul. Parameter yang diukur adalah analisis kandungan Asam Indoksil Asetat (AIA) dengan metode kolorimetri, uji penambat N2 dengan metode Acetylene Reduction Assay (ARA) menggunakan Gas Khromatografi, uji kelarutan fosfat secara kualitatif dalam media Pikovskaya dan uji kuantitatif fosfat terlarut (spektrofotometri). Evaluasi kemampuan isolat terpilih terhadap pertumbuhan tanaman jagung dilakukan di dalam pot. Isolat hasil evaluasi akan digunakan sebagai inokulan konsorsium mikroba rizosfer berbasis kompos iradiasi. Berdasarkan hasil seleksi terhadap isolat bakteri diperoleh 8 isolat unggul bakteri yang sudah diidentifikasi sebagai Bacillus circulans (3 isolat), Bacillus stearothermophlllus (1 isolat), Azotobacter sp (3 isolat) Pseudomonas diminuta (1 isolat). Kemampuan pelarutan fosfat yang tertinggi diperoleh isolat BD2 (Bacillus circulan) yaitu sebesar 91,21 mg/l dengan ukuran zona bening dalam medium pikovskaya 1,32 cm. Kemampuan produksi hormon AIA yang paling tinggi dicapai isolat Pseudomonas diminuta (kode KACI) yaitu sebesar 74,34 µg/ml, sedangkan Kemampuan fiksasi N2 tertinggi dicapai isolat Azotobacter sp (kode KDB2) yaitu sebesar 235,05 nmol/jam. Hasil uji viabilitas sel delapan (8) isolat terpilih dalam bahan pembawa kompos iradiasi sedikit mengalami penurunan selama 3 bulan penyimpanan. Inokulan dalam bahan pembawa kompos iradiasi mampu memacu pertumbuhan tanaman jagung. Inokulan yang berisi isolat Azotobacter sp (KDB2) merupakan inokulan paling potensial.Kata kunci :  Mikroba rizosfer, isolasi, seleksi, kompos iradiasi, inokulan
Orientasi Dosis Iradiasi Streptococcus agalactiae untuk Bahan Vaksin Mastitis Subklinis pada Sapi Perah Bokky Jeane Tuasikal; S. Estuningsih; F.H. Pasaribu; I.W.T. Wibawan
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.2 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.2.501

Abstract

Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui pengaruhiradiasi sinar gamma dalam melemahkan Streptococcus agalactiae sebagai bahan vaksin untuk pencegahan penyakit Mastitis subklinis (radang ambing) pada sapi. Bakteri S. agalactiae yang telah diisolasi dari kasus Mastitis subklinis pada sapi perah di lapangan, kemudian diamati pertumbuhannya. Bakteri ini yang telah mencapai pertengahan fase log dari pertumbuhannya, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yang diiradiasi dengan dosis 0; 25; 50; 75; dan 100Gy. Bakteri yang telah diradiasi selanjutnya ditanam pada media agar Brain Heart Infusion (BHI), untuk dilakukan penghitungan koloni bakteri bagi penentuan LD50-nya. Dari perlakuan tersebut diperoleh kurva Pengaruh Iradiasi terhadap % Viabilitas bakteri dengan persamaan Y=95,414e-0,0371X ; R2=0.9979 (Y=%Viabilitas dan X= dosis iradiasi). Dari perhitungan ini diketahui dosis iradiasi sebesar 17,4 Gy untuk melemahkan bakteri S. agalactiae sampai taraf LD50.
Evaluation of Peripheral Blood Lymphocytes Proliferation in Botteng Village, Mamuju Inhabitants Using Binucleate Index Dwi Ramadhani; Sri Sardini; Masnelli Lubis; Mukh Syaifudin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.592 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3564

Abstract

Botteng Village in Mamuju, West Sulawesi was known for the high natural background radiation exposure. Botteng Village inhabitants exposed to high natural radiation in their daily life. Radiation exposure can inhibit the mitosis mechanism at various phases. Our previous study revealed that mitotic and nuclear division indexes in Botteng Village inhabitants were lower compared to control samples. To validate our previous study results here we evaluate the binucleate index in peripheral blood lymphocytes of Botteng Village inhabitants. Blood samples were collected from thirteen healthy adult subjects in Botteng Village and thirteen healthy adult subjects in normal background radiation area. Binucleate index was calculated as the proportion of binucleated cell (BNC) in 500 cells for each sample. Our study showed that the BI in Botteng Village was higher compared to control group (23.58 ± 9.60 vs 23.47 ± 6.24). Statistical analysis revealed that the different was not significant (p=0.973). It is possible that the small sample numbers used in this study were not adequate to represent the BI value in Botteng Village inhabitants. This study also showed that there was insignificant difference of BI in respect to gender and age for all samples. Further study using larger sample number should be conducted to ensure the possibility of BI to evaluate the effect of chronic low radiation dose exposure on lymphocytes proliferation.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI NUKLIR UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN DAYA SIMPAN BAHAN PANGAN Zubaidah Irawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.19 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.2.558

Abstract

Ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan tidak mengalami perubahan cita rasa saat dikonsumsi merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus selalu tersedia dengan jumlah yang cukup dan dalam jangka panjang untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya. Radiasi pengion, apabila diterapkan secara tepat dan benar sesuai dengan ketentuan standar (Good Manufacturing Practices (GMP) dan Good Radiation Practices (GRP) dapat memenuhi kebutuhan tersebut, karena teknologi radiasi lebih efektif, efisien dan praktis dibandingkan dengan teknik konvensional. Meskipun demikian aplikasi teknik nuklir untuk tujuan keamanan dan pengawetan komoditi pangan memerlukan regulasi dan legalisasi dari pemerintah, sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas. Komersialisasi bahan pangan iradiasi di Indonesia antara lain diatur dengan PERMENKES No. 826/MENKES /PER/XII/1987, No.152/MENKES/SK/II/1995 dan Undang Undang Pangan RI No.7/1996. Selain Indonesia, beberapa negara di kawasan Asia Pasifik seperti India, Thailand dan Vietnam juga telah mengimplementasikan teknologi nuklir pada komoditi pangan secara komersial untuk tujuan karantina, sanitasi dan sterilisasi baik untuk konsumsi lokal maupun untuk ekspor ke Eropa, Amerika dan Australia. Sosialisasi dan disimenasi pemanfaatan teknologi nuklir atau teknologi radiasi kepada publik yang tidak berkesinambungan dan kurang efektif dapat menimbulkan kesalah-pahaman tentang makna teknologi itu sendiri.
Cover Vol. 14 No. 2 Asih Nariastuti, B.Sc
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.782 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.5287

Abstract

Cover Volume 14 Nomor 2
Keanekaragaman Bakteri Serta Kandungan Unsur Mikro dan Logam yang Dianalisis Secara Teknik Nuklir pada Beberapa Makanan Olahan Asap Harsojo Harsojo; Made Sumarti Kardha
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.888 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.2.2707

Abstract

Makanan tradisional seperti daging ayam dan dendeng sapi asap kemungkinan dapat tercemar bakteri dan mengandung unsur mikro serta logam yang melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI: 7388:2009). Telah diteliti keanekaragaman bakteri serta kandungan unsur mikro dan logam yang terdapat dalam makanan olahan asap berupa daging ayam dan dendeng sapi. Analisis bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total sedang untuk analisis Salmonella dilakukan menggunakan media perbenihan. Analisis unsur mikro dan logam dilakukan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, bakteri koli, Staphylococcus spp, Salmonella, dan kandungan unsur mikro serta logam. Iradiasi dilakukan dengan sinar gamma (Co60) pada dosis 3 kGy dengan laju dosis 1,140 kGy/jam dan kontrol sampel tanpa iradiasi. Penyimpanan dilakukan pada suhu lemari es (6o C)dengan interval waktu pengamatan 0, 1 dan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis bakteri pada makanan olahan asap terdiri dari bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. Pada dosis 3 kGy tidak ditemukan adanya bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. pada daging ayam asap. Akan tetapi, pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy bakteri aerob dan koli terjadi penurunan masing-masing sebesar 2 dan 1 desimal. Kandungan bakteri Staphylococcus spp pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy tidak ditemukan lagi. Kandungan seng pada daging ayam dan dendeng sapi asap masingmasing adalah 261,734 dan 206,058 ppm yang telah melebihi ambang batas SNI. Pada semua sampel yang diteliti tidak ditemukan adanya Salmonella. Ditemukan beberapa unsur mikro dan logam dalam makanan olahan asap. Teknik nuklir membantu analisis kandungan unsur mikro dan logam serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging ayam asap dan dendeng sapi asap yang diteliti.Kata kunci : makanan tradisional, SNI, bakteri koli, Staphylococcus, iradiasi, AAN, ALT
Profil Kit-Kering Radiofarmaka Siprofloksasin Wadah Tunggal Nurlaila Z.; Maula Eka S; Eva Maria W. Maria W.
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.177 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.493

Abstract

Teknesium-99m siprofloksasin (99mTc-siprofloksasin) merupakan radiofarmaka yang digunakan dalam bidangkedokteran nuklir untuk diagnosis infeksi dengan metode pencitraan. Radiofarmaka ini tersedia dalam bentuk kit-kering yang dikemas dalam 1 vial dan penyiapannya dilakukandengan menambahkan radionuklida 99mTc ke dalam kit-kering tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kit-kering radiofarmaka siprofloksasin wadah tunggal. Telah dilakukan pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin dalam wadah tunggal dengan metode liofilisasi. Pengujian kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasin dilakukanmenggunakan 2 macam sistem kromatografi, yaitu kromatografi kertas Whatman I/metil etil keton dan instant KLT-silika gel dengan fase gerak campuran etanol - air - amonia (2:5:1). Penentuan stabilitas 99mTc-siprofloksasin, stabilitas dalam plasma secara in-vitro dan stabilitaskit-kering siprofloksasin dilakukan dengan melihat kemurnian radiokimianya. Selain itu dilakukan juga pengujian pengaruh besarnya volume larutan Na99mTcO4 terhadap kemurnianradiokimia 99mTc-siprofloksasin serta sterilitas kit-kering. Dari hasil proses liofilisasi diperoleh kit-kering siprofloksasin wadah tunggal yang steril dan vakum. Hasil percobaan menunjukkanbahwa 99mTc-siprofloksasin mempunyai kemurnian radiokimia 92,07 ± 1,39% yang stabil selama 30 menit baik pada suhu kamar (26 ± 1 oC) maupun pada suhu 4 ± 1 oC. Uji stabilitas99mTc-siprofloksasin dalam plasma in-vitro menunjukkan bahwa kemurnian radiokimia lebih besar dari 90% bertahan hingga 5 jam penyimpanan dimana penggunaan larutan Na99mTcO4 dengan volume lebih besar dari 1,6 mL memberikan kemurnian radiokimia lebih kecil dari 90%. Uji stabilitas kit-kering siprofloksasin terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 7 minggu pada suhu 4 oC, kit tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian radiokimia di atas 90 %.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA - KIMIA HIDROGEL PVP-MADU-GLISERIN HASIL IRADIASI GAMMA Darmawan Darwis; Lely Hardiningsih; Farah Nurlidar
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.706 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.2.516

Abstract

yang mengandung madu dengan konsentrasi 6% dan gliserindengan konsentrasi 0 sampai dengan 5%. Telah dibuat sebanyak 9 macam formula hidrogel PVP dengan berbagai komposisi yang kemudian diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 25 kGy. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan madu dengan konsentrasi 6% dan gliserin hingga konsentrasi 5% menghasilkan hidrogel yang bersifat steril, transparan, berwarna agak kuning, dapat meningkatkan kelenturan/fleksibilitas, kenyamanan pemakaianpada kulit, dan daya tahan terhadap jamur. Hidrogel PVP-madu gliserin juga mempunyai kemampuan penguapan air pada suhu 37 oC yang lebih rendah serta dapat mengabsorbsi air lebih banyak dibandingkan dengan formula basic (tanpa penambahan madu dan gliserin).

Page 10 of 25 | Total Record : 242