cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Hidrogel Superabsorben Berbasis Asam Akrilat Hasil Iradiasi Gamma Erizal Erizal; Marisa Lana; R. Setyo A.K.; Basril Abbas
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.943 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2697

Abstract

Dalam kerangka mendapatkan hidrogel dengan kemampuan menyerap airyang relatif tinggi, telah dilakukan sintesis hidrogel superabsorben (HSA) berbasis asam akrilatmenggunakan teknik radiasi. Satu seri larutan asam akrilat dengan derajat netralisasi (Dn) 0;0,20; 0,40; 0,60; 0,80 dan 1 masing-masing diiradiasi sinar gamma pada dosis10 kGy (lajudosis 5 kGy/j). Pengaruh derajat netralisasi terhadap nisbah pengembung hidrogel dipelajari.Sifat termal hidrogel diukur menggunakan Differential scanning calorymetry (DSC). Perubahanstruktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier transform infra red (FTIR), dan morfologihidrogel diobservasi menggunakan Scanning electron microscope (SEM). Hasil eveluasimenunjukan bahwa pada kondisi optimum (Dn=0,80, 10 kGy, 20 menit), hidrogelmenunjukkan kemampuan menyerap air yang relatif tinggi (~600 g/g). Hasil pengukuranDSC mengkonfirmasi kemungkinan terbentuknya jenis produk akhir hasil iradiasi asamakrilat. Spektra FTIR menunjang bahwa reaksi polimerisasi asam akrilat melalui ikatanrangkap dua dalam struktur molekul asam akrilat. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwahidtogel berpori ukuran makro.Kata kunci : Hidrogel, superabsorben, asam akrilat, irradiasi, derajat netralisasi.
Biosolubilisasi Batubara Hasil Iradiasi Gamma oleh Kapang Trichoderma sp. Pingkan Aditiawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.854 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.487

Abstract

Biosolubilisasi batubara adalah proses yang memiliki potensi untuk mengubah batubara padat menjadi bahan bakar cair dengan bantuan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untukmengamati kemampuan kapang Trichoderma sp. dalam mencairkan batubara dari jenis subbituminus hasil iradiasi gamma. Dosis iradiasi yang digunakan adalah 5, 10, dan 20 kGy dan sebagai pembanding adalah kontrol, yaitu batubara tidak diiradiasi. Metode yang digunakan adalah submerged culture dan inkubasi dilakukan pada suhu ruang dan agitasi 150rpm selama 28 hari. Parameter yang diukur adalah kolonisasi, pH medium dan produk solubilisasi berdasarkan nilai absorbansi pada λ250nm dan λ450nm serta analisis GC/MS untuk perlakuan terbaik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa biosolubilisasi batubara dapat ditingkatkan dengan iradiasi gamma. Kapang dapat tumbuh dengan baik dalam medium yang mengandung batubara hasil iradiasi dan pH medium menjadi lebih asam. Tingkat biosolubilisasi mengalami peningkatan tidak sebanding dengan dosis iradiasi. Dosis terbaik perlakuan adalah 20 kGy dengan produk biosolubilisasi berupa senyawa yang cenderung setara dengan bensin dan solar. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkanbahwa pra perlakuan batubara dengan iradiasi gamma memiliki potensi untuk digunakan dalam meningkatkan biosolubilisasi.
Studi Daerah Imbuh Sistem Air Sungai Bawah Tanah Gunungkidul–Yogyakarta Menggunakan Isotop Stabil δ18O dan δ2H Satrio Satrio; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.97 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.2.2986

Abstract

Studi Daerah Imbuh Sistem Air Sungai Bawah Tanah Gunungkidul–Yogyakarta Menggunakan Isotop Stabil δ18O dan δ2H. Penelitian air tanah di daerah Gunungkidul, Yogyakarta telah dilakukan menggunakan isotop stabil δ18O dan δ2H. Secara geologi daerah penelitian berada di daerah karst yang didominasi oleh batu gamping (limestone) berupa batuan karbonat dalam bentuk senyawa CaCO3. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sebanyak lima alat curah hujan di lima lokasi dengan elevasi yang berbeda-beda. Sejumlah sampel air sungai bawah tanah, mata air dan air permukaan diambil untuk dianalisis konsentrasi isotop stabil δ18O dan δ2H. Penelitian ini bertujuan mengetahui daerah resapan atau daerah imbuh (recharge area) system air sungai bawah tanah di daerah Gunungkidul melalui pendekatan isotop stabil δ18O dan δ2H. Diharapkan penelitian ini dapat berperan dalam membantu kelestarian air tanah di daerah daerah Gunungkidul secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis isotop stabil δ18O dan δ2H air hujan diperoleh persamaan garis meteorik lokal untuk daerah Gunungkidul dengan persamaan: δ2H = 7,978 δ18O + 8,423 yang dapat dijadian acuan dalam penelitian air tanah selanjutnya di daerah Gunungkidul dan sekitarnya. Sedangkan dari hasil analisis kandungan isotop stabil δ18O dan δ2H diperoleh data bahwa elevasi daerah imbuh system air sungai bawah tanah daerah Gunungkidul berkisar antara 200 – 500 m di atas permukaan laut dengan perkiraan daerah imbuh di zone Baturagung yang merupakan daerah pegunungan dengan batuan induk vulkanik dan sedimen tufan serta memiliki elevasi antara 200 – 700 m di atas permukaan laut.Kata Kunci : Gunungkidul, daerah imbuh, isotop stabil, daerah karst, sungai bawah tanah
KARAKTERISTIKA KOPOLIMER LATEKS KARET ALAM-METIL METAKRILAT DALAM MINYAK LUMAS DASAR MINERAL Meri Suhartini; Rahmawati .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.57 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.2.519

Abstract

Kopolimer radiasi lateks karet alam-metil metakrilat (LKA-MMA) dilarutkan dalam xilena, kemudian dilarutkan dalam 4 macam minyak lumas dasar pada konsentrasi 0,25%; 1%; 5% dan 10%. Larutan campuran tersebut kemudian ditentukan viskositas kinematik, indeks viskositas, densitas, kadar abu, kadar logam, titik nyala, shear stability dan angka basa totalnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan indeks viskositas contoh minyak lumas dasar meningkat dengan penambahan larutan kopolimer LKA-MMA. Semakin besar kopolimer yang ditambahkan pada minyak lumas dasar, indeks viskositasnya semakin meningkat. Minyak lumas dasar HVI 60 dan campuran HVI 60 : HVI 650 memberikan indeks viskositas optimal. Hasil uji shear stability menunjukan bahwa minyak lumas mengalami penurunan viskositas kinematik sebesar 6,5% setelah diberikan perlakuan selama 60 menit.
TEKNIK PRODUKSI GAS IN-VITRO UNTUK EVALUASI PAKAN TERNAK : Volume Produksi Gas Dan Kecernaan Bahan Pakan Asih Kurniawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.717 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.1.552

Abstract

In-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk prediksi kualitas pakan. Pengaruh penambahan molase sebagai sumber karbohidrat mudah terdegradasi pada pakan sumber protein silase red clover dipelajari dengan menggunakan teknik ini. Dari data yang diperoleh menunjukkan terdapat korelasi positif antara total produksi gas dengan nilai kecernaan pakan (r = 0,96). Korelasi positif antara total produksi gas dengan produksi biomasa mikroba (r = 0,96). Penambahan molase sangat nyata meningkatkan nilai kecernaan bahan kering (P<0,01) meningkatkan bahan kering terdegradasi (P<0,01) dan produksi biomasa mikroba (P<0,01), serta meningkatkan efisiensi nitrogen pakan dalam pembentukan biomasa mikroba (P<0,01) seiring dengan peningkatan jumlah suplementasi. Penambahan 0,3 g molase menunjukan hasil yang tertinggi sementara penambahan 0,15 dan 0,225 molase memberikan hasil yang lebih bail dibanding penambahan 0,0625 molase dan red clover tanpa supelementasi. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa in-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk evaluasi dan pemilihan bahan pakan untuk ternak.
Pemanfaatan Iradiasi Gamma pada Ikan Tuna dalam Pembuatan Sushi/Sashimi Joshua Agustinus Setyawan; Efendi Oulan Gustav Nata Buana; Warsono El Kiyat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.208 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4393

Abstract

Sushi/sashimi merupakan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan foodborne disease. Teknik suhu tinggi tidak dapat diterapkan pada makanan ini karena menyebabkan perubahan tekstur yang signifikan. Iradiasi merupakan teknik pengolahan yang tepat untuk menurunkan jumlah cemaran karena tidak menyebabkan perubahan tekstur. Sampel tuna diberi kombinasi perlakuan iradiasi gamma dengan laju dosis 1 kGy/jam (dosis 0; 2; dan 4 kGy) dan penyimpanan pada suhu 0°C (1 dan 3 hari). Pada setiap sampel dilakukan uji Angka Lempeng Total (ALT), koliform, Escherichia coli, Salmonella sp., nilai D10 dan resistensi antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sebesar 4 kGy merupakan dosis yang efektif karena dapat menurunkan jumlah cemaran ALT dan koliform sebesar ± 3 log. E. coli yang didapat dari pasar modern (D10 = 0,128 kGy) resisten terhadap antibiotik amoxicillin dan cefoxitin, sedangkan E. coli dari pasar swalayan (D10 = 0,174 kGy) hanya resisten terhadap amoxicillin. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah cemaran sampel dari pasar modern lebih besar dari pasar swalayan dan sashimi lebih besar dari ikan tuna iradiasi.
Pengaruh Pupuk Kandang dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah Taufiq Bachtiar; Setiyo H. Waluyo; Sri Harti Syaukat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.06 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.2.2739

Abstract

Sebuah penelitian telah dilakukan dengan menggunakan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik (SP-36) dalam berbagai taraf. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa P-total tertinggi diperoleh pada perlakuan A3 (pemberian 50% SP-36 bersama-sama dengan pupuk organik 5 t ha-1 pada tanah dengan residu 15 t ha-1) untuk gabah dan A7 (pemberian 100% pupuk SP-36 pada tanah dengan residu 20 t ha-1) untuk jerami. Teknik P-32 yang digunakan mampu menentukan secara kuantitatif P-berasal dari pupuk dan tanah. P berasal dari pupuk yang tertinggi pada gabah dan jerami (%) didapatkan pada perlakuan A7. P berasal dari tanah dalam gabah dan jerami yang tertinggi didapatkan pada perlakuan A0 (%) sedangkan nilai persentase P berasal dari tanah terendah pada gabah dan jerami didapatkan pada perlakuan A7. Pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi berat kering gabah, berat kering jerami, jumlah anakan dan tinggi tanaman. Pemberian pupuk anorganik (SP-36) memberikan pengaruh walaupun tanpa pemberian pupuk organik (kandang). Kata Kunci : residu, pupuk kandang, P-32, Serapan P, Padi Sawah
POTENSI HIDROGEL POLIVINIL PIROLIDON (PVP)-PATI HASIL IRADIASI GAMMA SEBAGAI PLESTER PENURUN DEMAM Darmawan Darwis; Lely Hardiningsih
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.141 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.1.510

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan hidrogel sebagai penurun demam denganteknik iradiasi gamma. Hidrogel dibuat dengan meradiasi campuran polimer PVP dengan konsentrasi 7% (b/v) dan pati singkong dengan berbagai konsentrasi menggunakan sinar gamma pada rentang dosis 20 sampai 40 kGy. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi pati yang optimum untuk membentuk konstituen padat PVP-pati sebelum diiradiasi adalah 10-15%. Fraksi gel dari hidrogel PVP-pati bertambah dengan bertambahnya dosis hingga 35 kGy, namun penambahan dosis di atas 35 kGy tidak menyebabkan penambahan fraksi gel. Padadosis iradiasi yang sama, fraksi gel tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pati. Fraksi gel maksimum dicapai pada dosis radiasi 35 kGy. Kadar air hidrogel PVP dengan konsentrasi pati 10-15 % berkisar antara 73 — 76 %. Kadar air hidrogel bergantungpada konsentrasi pati. Semakin besar konsentrasi pati, semakin kecil kadar air hidrogel. Dosis iradiasi tidak berpengaruh pada kadar air hidrogel. Kandungan air hidrogel yang cukup besar sangat potensial untuk digunakan sebagai penurun demam. Hidrogel PVP-pati hasil iradiasi gamma pada dosis 35 kGy mempunyai kemampuan menurunkan suhu air dari 40°C menjadi 36°C dalam waktu 21 menit untuk hidrogel dengan konsentrasi pati 10%, 24 menit untuk hidrogel dengan konsentrasi pati 12,5% dan hidrogel dengan konsentrasi pati 15%. Hidrogel komersial dapat menurunkan suhu air dari 40°C menjadi 36°C dalam waktu 24 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hidrogel PVP dengan konsentrasi pati 10 % mampu menurunkan suhu dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan hidrogel dengan konsentrasi pati 12,5 dan 15 % maupun hidrogel komersial. Selain keunggulan tersebut, hidrogel PVP-pati ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu tidak melekat dengan baik pada kulit sehingga absorpsi panas menjadi tidak optimal dan berwarna putih tidak transparan serta agak rapuh.
Karakterisasi Isotop dan Geokimia Area Panas Bumi Danau Toba, Sumatera Utara Rasi Prasetio; Neneng Laksminingpuri; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 13, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.292 KB) | DOI: 10.17146/jair.2017.13.2.3508

Abstract

Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dan memiliki aktifitas panasbumi. Terdapat dua wilayah di Danau Toba dengan manifestasi panasbumi berupa mata air panas, fumarol dan steaming ground, yaitu di daerah Simbolon dan Pusuk Buhit. Penelitian isotop dan geokima terhadap fluida manifestasi lapangan panas bumi telah dilakukan untuk mengetahui karakter sistem panas bumi tersebut. Pengambilan sampel mata air panas dilakukan untuk analisis kandungan kimia, isotop 18O dan 2H(deuterium) serta isotop 222Rn. Sampel gas diambil dari fumarol untuk analisis komposisi kimia gas. Interpretasi hasil analisis tersebut dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik sistem panas bumi seperti asal-usul dan evolusi fluida, temperatur reservoir hingga model konseptual reservoirdanau Toba.Hasil analisis data menunjukkan bahwa area panasbumi danau Toba memiliki estimasi potensi panasbumi dengan temperatur 265°C di Pusuk Buhit dan 235°C di Simbolon. Berdasarkan data isotop stabil (18O dan 2H) dan gas, fluida panas bumi Toba merupakan fluida meteorik dengan sedikit kontribusi sumber magmatik. Namun demikian, komposisi isotop 18O fluida panas bumi di Pusuk Buhit mengalami pergeseran akibat interaksi air-batuan yang lebih intens dibanding fluida daerah Simbolon. Kandungan 222Rn yang rendah dalam sampel air panas menunjukkan adanya pencampuran fluida reservoir dengan air permukaan yang tidak mengandung 222Rn atau air tanah lokal dengan kandungan 222Rn yang sangat rendah.
MEMPELAJARI INTERKONEKSI ANTARA SUMUR PANTAU BENDUNGAN SENGGURUH DENGAN PERUNUT TRITIUM Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.611 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.543

Abstract

Penelitian interkoneksi antara sumur pantau sekitar bendungan Sengguruh telah dilakukan dengan metode perunut radio isotop tritium. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air dari 16 titik (13 berupa sumur pantau dan 3 berupa air keluaran) yang berada di sekitar bendungan beberapa saat setelah injeksi perunut tritium. Pengambilan contoh dilakukan secara berkala dengan frekuensi pengambilan lebih rapat pada awal penelitian dan kemudian direnggangkan sebagai fungsi waktu. Untuk setiap contoh yang diambil dimasukkan dalam botol contoh untuk kemudian dinalisis di laboratorium PATIR-BATAN di Jakarta. Hasilinterpretasi analisis aktifitas tritium dari contoh yang dikumpulkan dari 16 titik pengambilan contoh menunjukkan adanya interkoneksi antara beberapa sumur pantau. Disamping itu juga, hasil interpretasi menunjukkan bahwa beberapa sumur pantau tidak berada pada akifer yang sama.

Page 9 of 25 | Total Record : 242