cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Kopolimerisasi Cangkok Polivinilpirolidon dan Akrilamida pada Selulosa untuk Adsorben Ion Logam Cu Rahma Nurfatimatuz Zahra; Meri Suhartini; Santoso Prayitno; June Melawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.753 KB) | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5652

Abstract

Selulosa merupakan polimer alami yang berlimpah ketersediannya. Selulosa tidak memiliki rantai samping, sehingga molekul penyusunnya terstruktur dengan baik yang menyebabkan selulosa sulit untuk berinteraksi dengan senyawa lain. Pencangkokan menggunakan metode iradiasi simultan dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan adsorben ion logam berat berbahan dasar selulosa. Polivinilpirolidon (PVP) dan akrilamida (AAm) dicangkokkan pada selulosa menggunakan inisiator sinar gamma (γ) dari sumber kobalt-60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kopolimerisasi cangkok selulosa-g-PVP-AAm tertinggi didapat pada dosis iradiasi 30 kGy, dengan komposi PVP-AAm sebesar 50% masing masing dari berat selulosa. Derajat pembengkakan sel-g-PVP-AAM menurun 127% dibandingkan dengan selulosa asli. Kapasitas adsorpsi maksimum sel-g-PVP-AAm terhadap ion logam Cu (II) adalah 25,58 mg/g, naik 82,71% lebih tinggi dibandingkan selulosa asli. Keberhasilan pencangkokan dibuktikan dengan adanya penyerapan bilangan gelombang pada 1655 cm-1 yang merupakan gugus C=O dari PVP dan AAm dan bilangan gelombang 1424 cm-1 yang merupakan gugus C-C dari PVP dan gugus C-N dari AAm. Adsorpsi  ion logam Cu (II) oleh  kopolimer sel-g g-PVP-AAm mengikuti mekanisme isoterm Langmuir.
Penentuan Kisaran Dosis Iradiasi Gamma Optimal dalam Pemuliaan Mutasi Nepenthes ampullaria Jack. secara In Vitro Yeyen Novitasari Novitasari; Yupi Isnaini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.802 KB) | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5647

Abstract

Nepenthes atau kantong semar menjadi tren saat ini sebagai tanaman hias komersial Indonesia karena memiliki kantong yang unik dengan berbagai bentuk, pola, dan warna. Seiring berjalannya waktu, permintaan variasi nepenthes oleh masyarakat terus meningkat sehingga perlu dilakukan peningkatan keragaman genetik melalui mutasi induksi untuk memperoleh varietas tanaman hias yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis iradiasi gamma yang optimal (Lethal Dose 50 atau LD50) dan mengetahui respon dua varian Nepenthes ampullaria terhadap iradiasi gamma. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu dua varian N. ampullaria (nam dan nam riau) dan 6 taraf dosis iradiasi (0, 5, 10, 15, 20, dan 25 Gy).  Planlet yang telah diiradiasi disubkultur ke media 1/2 MS dengan satu planlet per botol kultur dan diinkubasi di dalam ruang kultur. Hasil penelitian ini belum mendapatkan LD50 untuk kedua varian yang diradiasi. Selanjutnya berdasarkan pengolahan data menggunakan Curve-Fit Analysis diprediksi bahwa LD50 berada pada dosis 31,013 Gy untuk varian nam dan dosis 41,570 Gy untuk varian nam riau. Semakin tinggi dosis iradiasi, kemampuan tanaman untuk membentuk kantong pada varian nam riau menurun, sedangkan pada varian nam tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Pada karakter kualitatif, semakin tinggi dosis iradiasi, warna daun berubah dari hijau menjadi kuning hingga coklat dan mati pada varian nam, sedangkan pada varian nam riau warna daun masih didominasi warna hijau dan mulai berwarna kuning pada dosis iradiasi 25 Gy. Dari hasil penelitian ini juga didapatkan tanaman kerdil, daun kecil dan membentuk roset, dan daun bergelombang hingga keriting.
Respon Kerapatan Stomata dan Kandungan Klorofil Padi (Oryza sativa L.) Mutan terhadap Toleransi Kekeringan Hasna Dama; Syarifah Iis Aisyah; Azri Kusuma Dewi; S Sudarsono
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5689

Abstract

Perakitan varietas padi toleran cekaman kekeringan dengan teknik pemuliaan mutasi mampu meningkatkan keragaman genetik tanaman sehingga memberi peluang untuk mendapatkan genotipe mutan yang toleran dengan mengetahui respon kerapatan stomata dan klorofil daun pada suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kerapatan stomata dan kandungan klorofil dengan ketahanan terhadap kekeringan pada genotipe padi mutan. Sampel menggunakan salah satu genotipe, daun yang digunakan adalah daun kedua dari daun bendera, perhitungan jumlah stomata dilakukan pada luas bidang pandang 40x dengan perhitungan jumlah stomata dibagi dengan satuan luas bidang pandang dan untuk klorofil daun diamati menggunakan klorofil meter (SPAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe padi mutan menunjukkan ketahanan terhadap cekaman kekeringan dengan respon kerapatan stomata paling tinggi dan skor penggulungan daun terkecil.
Studi Intrusi Air Laut di Tegal - Jawa Tengah Menggunakan Isotop Stabil Oksigen-18 (18O) dan Deuterium (2H) Hikmah Setia Wati; Elda Rayhana; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.031 KB) | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5380

Abstract

Logam Berat dalam Lingkaran Tahun Kerangka Kapur Karang Platygyra sp. Pulau Pari, Kepulauan Seribu: Perbandingan Sekarang dan Zaman Pertengahan Holosen Ali Arman; Aditya Dwi Permana Putra; Dienda Shintianata; Untung Sugiharto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.129 KB) | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5742

Abstract

Terumbu karang dapat berfungsi sebagai perekam perubahan lingkungan daerah pesisir yang tersimpan dalam kerangka karangnya. Pada penelitian ini digunakan terumbu karang jenis Platygyra sp. untuk kajian perubahan lingkungan daerah pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Terumbu karang hidup (karang modern) diambil dari lokasi penelitian dan dipotong menjadi bentuk lempeng dengan ketebalan 1 cm, dicuci dengan akuabides dan dikeringkan dalam oven. Selanjutnya digunakan radiografi sinar-X untuk menentukan umur karang melalui lingkaran tahun dan arah pertumbuhan. Sub sampel diambil menggunakan alat bor tangan dari setiap lingkaran tahun dan dianalisis kandungan logam berat Ca, Sr, Cr, Cu, Pb dan Zn dengan alat Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometer (ICP-OES). Sebagai pembanding dan database kandungan logam berat, dilakukan analisis fosil karang dengan spesies yang sama dari Kepulauan Seribu. Pada sampel fosil terlebih dahulu dilakukan analisis umur dengan radio-karbon 14C dan kandungan aragonit dengan Difraksi sinar-X (XRD). Berdasarkan radiografi sinar-X diperoleh umur karang modern adalah 12 tahun dan berdasarkan 14C diperoleh umur fosil karang adalah 3255 tahun BP (mid-holocene). Analisis XRD menunjukkan bahwa fosil karang mengandung 100% aragonit. Rata-rata konsentrasi logam berat unsur utama karang Sr dan Ca tidak menunjukkan perubahan antara zaman pertengahan holosen dan kondisi saat ini dengan perbedaan di bawah 1 %.  Logam lainnya (Cr, Cu, Pb, dan Zn) yang merupakan antropogenik mengalami peningkatan pada saat sekarang dibanding dengan zaman pertengahan holosen dengan persentase yang bervariasi yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manusia dan industri.
Cover VOL. 16 NO. 1 Asih Nariastuti, B.Sc
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.088 KB) | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5946

Abstract

Cover VOL. 16 NO. 1
Uji Kemampuan Mikoriza dalam Meningkatkan Serapan P, Efisiensi Pupuk dan Hasil Tanaman Sorgum pada Tanah Latosol Menggunakan Teknik Isotop 32P Nur Robi Fahmi; Iswandi Anas; Yadi Setiadi; Ishak Azis; Ania Citraresmini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.1.5782

Abstract

Mikoriza berfungsi untuk menghasilkan enzim fosfatase dan mampu melepaskan fosfat dari Fe2+, Al3+ dan Ca2+ sehingga fosfat dapat diserap oleh tanaman. Berbagai jenis pupuk sumber P memiliki kandungan P2O5 yang berbeda-beda dan karakteristik ketersediaan P yang berbeda. Untuk mengetahui kemampuan fungi mikoriza melarutkan P dari berbagai sumber P pada jenis tanah latosol pada lokasi yang berbeda maka dilakukan penelitian dengan menggunakan sumber fosfat guano, fosfat alam (FA) Maroko, FA Blora dan pupuk SP-36 pada tanah latosol asal Pasar Jumat dan Cikabayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikoriza dalam meningkatkan penyerapan P, pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum serta mengetahui efisiensi pupuk P, sumbangan P berasal dari aktivitas mikoriza, pupuk (fosfat alam dan SP 36) pada tanaman sorgum dengan menggunakan teknik isotop 32P. Teknik isotop 32P digunakan untuk merinci kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza, fosfat alam dan SP-36, serta mempelajari pengaruhnya terhadap efisiensi pemupukan P pada tanaman sorgum. Parameter yang diamati adalah hasil tanaman sorgum dan kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza dan berasal dari berbagai sumber P. Hasil  penelitian pada tanah latosol Pasar Jumat menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza terhadap FA Maroko memberikan hasil  tertinggi sebesar 22,53 g per tanaman; kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza atau sumber P (P-bdp) sebesar 24,71 mg per tanaman; dan efisiensi pemupukan P sebesar 16,32% pada tanaman sorgum berumur 145 hari setelah tanam (HST). Hasil pada tanah latosol Cikabayan menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza terhadap FA Blora pada sorgum umur 63 HST memberikan hasil tertinggi pada bobot kering brangkasan (6,18 g  per tanaman), kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza atau sumber P (P-bdp) sebesar 36,77 mg per tanaman, dan efisiensi pemupukan P sebesar 34,20%. Kombinasi mikoriza dengan fosfat alam dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan P dan produksi tanaman sorgum.
DISTRIBUTION OF NATURAL AND ANTHROPOGENIC RADIONUCLIDES IN SURFICIAL SEDIMENTS OF JAKARTA Ali Arman Lubis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.570

Abstract

The concentration and distribution of natural and anthropogenic radionuclide in surficial sediments of Jakarta Bay were investigated with the aim of evaluating its level and environmental radioactivity. Sediments were sampled in 30 locations using Smith-McIntyre Grab sampler. Sediments were dried, homogenized and sealed for 1 month for equilibration and for the detection, analysis and data acquisition, a high purity germanium (HPGe) detector coupled with a high resolution multichannel analyzer (MCA) was used. Additionally, the grain sizes were analyzed by means of hydrometer. The result shows that the specific activity of 238U, 226Ra, 232Th, 40K and 137Cs range from 6.71±1.01 Bq/kg to 28.63±4.29 Bq/kg, 6.46±0.97 Bq/kg to 28.21±4.23 Bq/kg, 16.62±2.49 Bq/kg to 40.46±6.07 Bq/kg, 115.80±12.16 Bq/kg to358.69±30.49 Bq/kg, and 0.03±0.01 Bq/kg to 1.99±0.34 Bq/kg with the average value are 12.83±2.11 Bq/kg, 12.03±1.98 Bq/kg, 26.55±4.36 Bq/kg, 235.55±19.37 Bq/kg, and 0.77±0.13 Bq/g, respectively. It shows that the activity of radionuclides in the research area are in natural level and the variation may be influenced by the grain size distribution in the sample. The absorbed dose rate and radium equivalent of gamma radiation was estimated to be 32.06±7.72 nanoGrey/h and 68.14±11.20Bq/kg, respectively.
Cover VOL. 15 NO. 1 Asih Nariastuti, B.Sc
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.1.5480

Abstract

Cover Vol.15 No.1
SINTESIS HIDROGEL POLIETILEN OKSIDA BERIKATAN SILANG DAN IMOBILISASI ANTIBIOTIK DENGAN CARA INDUKSI RADIASI GAMMA UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA Erizal .; Dewi Sekar Pangerteni; Adjat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.533

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakter fisik hidrogel polietilen oksida (PEO) berikatan silang hasil iradiasi gamma serta mempelajari kemampuannya sebagai matriks pelepasan obat yang akan dipakai sebagai bahan pembalut luka. PEO berikatan silang telah disintesis dalam bentuk hidrogel menggunakan teknik iradiasi pada dosis 20; 30 dan 40 kGy dengan konsentrasi PEO 1-7 % b/v. Kandungan gel yang mencerminkan derajat ikatan silang, dan kemampuan hidrogel dalam menyerap air sebagai rasioswelling diukur secara gravimetri. Kandungan gel meningkat dengan naiknya dosis iradiasi mencapai nilai tertinggi 95 % pada dosis 40 kGy. Rasio swelling maksimum yang terukur selama 8 jam perendaman berkisar 10-15 g/g pada dosis 20 kGy. Uji pelepasan obat dilakukan dalam media air suling pH = 7,4 dengan antibiotik sebagai model obat diukur dengan spektrofotomer UV-Vis. Konsentrasi PEO yang digunakan untuk immobilisasi antibiotik adalah 7 % (b/v) yang dimuati dengan 10 mg antibiotik.Antibiotik yang dilepaskan dari matriks hidrogel adalah berkisar 80- 90 % dari jumlah total pada selang waktu 24 jam. Hidrogel PEO perlu dipertimbangkan sebagai carrier antibiotik dalam pembalut luka dan untuk pemakai luar (transdermal