cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Keragaan Malai Mutan Padi Generasi M1 Hasil Iradiasi Gamma Sherly Rahayu; Via Destavany; Dasumiati Dasumiati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5763

Abstract

Pemanfaatan iptek nuklir dalam pemuliaan tanaman di Indonesia telah banyak dirasakan dengan telah dihasilkan beberapa varietas padi dalam kurun waktu empat dekade terakhir. Perubahan keragaan tanaman padi pada generasi awal merupakan akibat dari pengaruh radiasi yang bersifat acak terhadap genetik tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaan karakter agronomi, khususnya morfologi malai mutan padi pada generasi M1 hasil mutasi induksi pada dosis optimum 200 dan 300 Gy. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan, mengunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan satu bibit per lubang. Dosis radiasi yang digunakan yaitu 0, 200, dan 300 Gy, menggunakan dua varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter malai seperti jumlah malai, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, dan jumlah gabah isi mengalami penurunan seiring meningkatnya dosis iradiasi hingga 300 Gy. Hal ini berbanding terbalik dengan karakter jumlah gabah hampa yang semakin meningkat sebagai respon terhadap dosis iradiasi, sedangkan karakter panjang malai tidak mengalami perubahan berarti akibat perlakukan iradiasi gamma pada generasi M1.
Radon (222Rn) Radioactivity Level at the BATAN Workplace using RAD7 Arsita sita; Dahlang Tahir; June Mellawati; R Pradana
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.6000

Abstract

Measurement of Radon (222Rn) radioactivity level at BATAN office Jakarta has been done. Radon is a radioactive emitting alpha particle, very dangerous to the health because if it is inhaled, will be accumulated in the lungs and cause lung cancer. The purpose of the research was to determine the activity concentration of 222Rn in the workplace and to estimate the dose received by workers. The sampling method is purposive sampling, in several office rooms of the BATAN office (staff room, laboratory, and warehouse), measurement 222Rn using RAD7 continuously for 24 hours. Based on the activity concentration of 222Rn in the rooms, an estimate of the effective dose received by the workers while working indoors can be calculated. The results showed that exposure of 222Rn gas radiation in the workplace was relatively varied, radiation exposure in warehouses was 18.90-32.90 (25.90) Bq.m-3 higher than in laboratory 8.20-34.00 (22.43) Bq.m-3 and staff room 5.40-29.60 (16.68) Bq.m-3. The estimated effective dose received by workers in the warehouse is 0.1865 mSv.year-1, laboratory 0.1615 mSv.year-1, and in the staff rooms 0.1267 mSv.year-1, and this value still meets the quality standards of radiation exposure required by the Ministry of Health No. 7 of 2019 and is categorized as safe.
Keragaan dan Produksi Padi Gogo Lokal Aceh Kultivar Sileso Generasi M1 Hasil Iradiasi Sinar Gamma Ainul Mardiyah; Yenni Marnita; Muhammad Syahril
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.6231

Abstract

Peningkatan keragaman dengan teknik mutasi melalui iradiasi sinar gamma merupakan salah satu metode dalam program pemuliaan tanaman. Penggunaan iradiasi sinar gamma telah banyak terbukti sebagai metode yang berhasil dalam upaya perakitan varietas. Perubahan keragaan dan produksi padi hasil iradiasi sinar gamma perlu diidentifikasi sebagai akibat dari mutasi yang bersifat acak pada genetik tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaan karakter morfologi dan produksi padi gogo lokal Aceh kultivar Sileso hasil iradiasi sinar gamma pada dosis iradiasi 100-400 Gy. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 5 ulangan menggunakan jarak tanam 30 cm x 30 cm dengan satu benih per lubang tanam. Faktor yang diteliti adalah mutan hasil iradiasi sinar gamma generasi M-1 yang terdiri atas 5 taraf, yaitu: 0, 100, 200, 300, dan 400 Gy. Masing-masing individu diamati karakter: tinggi tanaman (cm), panjang daun (cm), lebar daun (cm), panjang daun bendera (cm), kelengkungan daun, jumlah anakan (batang), umur berbunga (hari setelah tanam), jumlah anakan produktif (batang),  umur panen (hari setelah tanam), panjang malai (cm),  jumlah gabah total per malai  (butir.malai-1), persentase gabah hampa per malai (%),  dan produksi gabah per rumpun (g). Data yang diperoleh dianalis dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada α=5%. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tinggi tanaman dan lebar daun akibat perlakuan iradiasi tetapi tidak terjadi perubahan pada panjang daun, panjang daun bendera, dan kelengkungan daun. Terjadi penurunan umur berbunga dan umur panen akibat perlakuan iradiasi 200, 300, dan 400 Gy dari berumur dalam menjadi berumur sedang. Padi kultivar Sileso menunjukkan peningkatan produksi pada dosis iradiasi 100, 200, dan 300 Gy dan mengalami penurunan produksi pada dosis iradiasi 400 Gy.
Laju Sedimentasi Dataran Banjir Sungai Cisadane di Dusun Kranggan Berdasarkan Profil Pb-210 excess dan Cs-137 Barokah Aliyanta; Nita Suhartini; Arif Adhari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.5933

Abstract

Laju sedimentasi di dataran banjir merupakan salah satu komponen untuk menghitung sedimen budget daerah aliran sungai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status perkembangan sedimentasi di dataran banjir Sungai Cisadane. Sampel sedimen diambil di dua tempat berdekatan di dataran banjir Sungai Cisadane di Dusun Kranggan dengan interval 10 cm sampai kedalaman 100 cm. Kedua sampel sedimen digabungkan menjadi satu sampel komposit profil sedimen. Sampel profil sedimen dipreparasi dan diukur aktivitas radionuklida jatuhan Pb-210 excess dan Cs-137 dengan detektor energi rendah yang terpasang pada alat multichannel analyzer. Analisis aktivitas Pb-210 excess diperoleh melalui pengukuran Pb-210 total pada energi 46,5 keV, Pb-210 supported pada energi 351 keV dan Cs-137 diukur melalui energi 661 keV, setelah sampel ditempatkan pada tempat tertutup rapat dalam wadah selama satu bulan. Data profil Pb-210 excess digunakan untuk estimasi umur sedimen dengan model constant rate of supply (CRS) dan data Cs-137 dipakai sebagai chronostratigrafi melalui pembanding puncak tertinggi Cs-137 pada tahun 1964. Berdasarkan hasil penelitian, telah terjadi kecenderungan perubahan laju sedimentasi dan dapat dibagi dalam tiga kurun waktu yaitu dari kurun waktu tahun 1941 sampai 1983 terjadi laju sedimentasi 4,09 kg/m2/tahun, dari tahun 1983 sampai 2002 terjadi laju sedimentasi 15,61 kg/m2/tahun dan dari tahun 2002 sampai 2019 terjadi laju sedimentasi 29,36 kg/m2/tahun. Dalam bentuk laju deposisi sedimen berturut-turut adalah 0,54 cm/tahun, 2,11 cm/tahun dan 3,11 cm/tahun.
Penentuan Laju Pertumbuhan Linier dan Lingkaran Tahun Karang Masif Porites Sp. dengan Sinar-X dan Sinar-UV Untung Sugiharto; Ali Arman
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.6099

Abstract

Laju pertumbuhan linier dan lingkaran tahun karang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan faktor lingkungan. Pada penelitian ini digunakan sinar Ultra Violet (UV) dan sinar-X untuk menentukan laju pertumbuhan linier dan lingkaran tahun (annual band) karang serta kaitannya dengan perubahan iklim dan lingkungan. Terumbu karang Porites Sp. diambil dari lokasi penelitian di Pulau Penjaliran dan Pulau Pari di Kepulauan Seribu dengan cara dibor secara vertikal dengan alat bor pneumatik diameter 5 cm panjang 50 cm. Selanjutnya di laboratorium, sampel core karang dipotong menjadi bentuk lempeng (slab) setebal 5 mm, dicuci dengan aqua-bidest, dikeringkan dan dilakukan penyinaran dengan sinar-UV menggunakan lampu UV dan radiografi sinar-X. Hasil dari kedua teknik tersebut dianalisis dengan software Image-J. Hasil penelitian dengan sinar-UV dan sinar-X menunjukkan hasil yang hampir sama dalam besarnya laju pertumbuhan linier dan lingkaran tahun. Berdasarkan hasil analisis sinar-UV dan sinar-X teridentifikasi adanya perubahan iklim ekstrim El-Nino tahun 1997/1998 yang terlihat pada penurunan laju pertumbuhan yang signifikan dari kerangka karang yang kemungkinan diakibatkan oleh pemutihan karang (bleaching).
Analisis 14C Modern dalam Karang Goniastrea favulus di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan melalui Metode Liquid Scintillation Counting (LSC) Andi Tenrisa'na; Alfian Noor; Maming Maming; Muhammad Zakir; Syafyudin Yusuf
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.5719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentuan aktivitas spesifik 14C karang modern dari Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan dengan metode Liquid Scintillation Counting (LSC). Pengambilan sampel karang Goniastrea favulus dilakukan di Pulau Ballang Caddi dan Pulau Lamputang wilayah middle inner zone Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Penelitian ini melalui tiga tahapan, yakni: pencucian sampel karang, ekstraksi karbonat, dan pengukuran aktivitas 14C menggunakan LSC Hidex 300 SL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik rata-rata 14C dari karang Goniastrea favulus adalah 15,31 ± 0,6 dpm/g. Nilai aktivitas 14C karang modern di laut dan karang mati di daratan tidak berbeda signifikan.
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol dari Simplisia Daun Sirsak (Annona muricata L.) yang Diawetkan dengan Iradiasi Gamma Ermin Katrin; Santo Santo; Hendig Winarno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.6091

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) banyak digunakan sebagai obat tradisional dan suplemen oleh masyarakat Indonesia. Daun sirsak mengandung banyak metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, anti bakteri dan antikanker.  Penanganan simplisia maupun sediaan obat herbal daun sirsak sangat penting agar terhindar dari kontaminasi jamur dan bakteri. Teknik iradiasi gamma dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan simplisia/sediaan obat herbal. Pada penelitian ini dilakukan iradiasi daun sirsak kering pada dosis 7,5 kGy dan pengujian toksisitas akut pada mencit untuk mengetahui efek toksisitas akut sediaan uji ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) yang tidak diradiasi (0 kGy) dan yang diradiasi (7,5 kGy) pada laju dosis 7,0 kGy/jam. Pengujian toksisitas akut oral dilakukan sesuai prosedur menurut WHO dan OECD guideline 423 (Acute toxic class method) menggunakan mencit galur ddY jantan dan betina, umur 2-3 bulan, bobot badan antara 20-30 g. Ekstrak etanol daun sirsak merupakan bahan natural, sehingga starting dosis dimulai pada uji limit dosis 2000 mg/kg BB. Pengamatan dilakukan terhadap gejala-gejala toksik, kematian hewan uji, perubahan kenaikan berat badan (Average Daily Gain: ADG) dan manifestasi efek toksik sampai hari ke-14. Pada akhir uji, mencit dikorbankan dan diambil organ-organ vital dan dievaluasi adanya kelainan secara gross patologi (makroskopi) dan histopatologi. Hasil uji toksisitas akut menunjukkan bahwa pemberian sediaan uji ekstrak etanol daun sirsak yang tidak diradiasi (0 kGy) dan yang diradiasi (7,5 kGy) pada dosis ekstrak 2000 mg/kg BB dan 5000 mg/kg BB tidak menunjukkan gejala-gejala toksik maupun kematian mencit jantan dan betina. Pada pemeriksaan organ-organ vital secara gross patologi dan histopatologis juga tidak ditemukan adanya perubahan yang berarti pada organ organ vital hewan coba. Nilai LD50 sediaan uji ekstrak etanol daun sirsak adalah > 5000 mg/kg BB pada mencit, termasuk kategori 5 (tidak terklasifikasi= unclassified) atau minimal praktis tidak toksik.
Cover Vol. 17 No. 1 Asep Syaefullah, S.Kom
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.6391

Abstract

Cover Volume 17 Nomor 1
Assessment of Hypoglycemic Trace Elements in Bitter Gourd (Momordica charantia) Fruit by Neutron Activation Analysis Ahmad Hasan As'ari; Istanto Istanto; Siti Suprapti; Saeful Yusuf
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.5965

Abstract

The fruit of bitter gourd (Momordica charantia) or commonly known in Indonesia by pare is believed to reduce glucose levels in the blood. It is known that several trace elements affect insulin performance, such as chromium, magnesium, zinc, and manganese. This study aims to determine the content of hypoglycemic trace elements in bitter gourd fruits using neutron activation analysis techniques. The gourd fruits were taken from four regions in Java, i.e. Bangkalan, Magelang, Cianjur, and Pandeglang. The results showed that bitter gourd fruit contained elements with average contents in mg/kg dry weight: chromium (1.647), magnesium (2881), zinc (30.1), and manganese (57). The gourd fruit from Pandeglang has three elements with the highest concentration, namely chromium, magnesium, and manganese, whereas the highest zinc concentration comes from Cianjur. Based on the recommended dietary allowance of these elements and the level of consumption, bitter gourd fruit contributed chromium, magnesium, zinc, and manganese by 31%, 6%, 2%, and 7-18% daily intake. Furthermore, in vivo studies need to be carried out based on elemental content to determine the effectiveness of bitter ground fruit against diabetes.
Penentuan Dosis Iradiasi Gamma untuk Sterilisasi Baju Hazmat Bekas Pakai Rizka Fitriana; H. Yasmine; Ade Lestari Yunus; Devita Tetriana; Akhmad Rasyid Syahputra; Darmawan Darwis; Irawan Sugoro
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.6347

Abstract

Pandemi corona virus disease (COVID-19) mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja medis. Suatu teknologi yang dapat mensterilkan APD bekas pakai sangat dibutuhkan. Sterilisasi APD bekas pakai bertujuan untuk membuat APD layak digunakan kembali. Salah satu teknologi yang terbukti dapat mensterilkan produk kesehatan adalah radiasi gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah penentuan dosis sterilisasi iradiasi gamma untuk APD berupa baju hazmat bekas pakai berdasarkan ISO 11137. Pengujian terdiri dari 4 tahap yaitu penetapan tingkat jaminan sterilitas (SAL) dan Standard Item Portion (SIP), penghitungan jumlah kontaminasi awal mikroba (bioburden), penentuan dosis verifikasi dan penetapan dosis sterilisasi. Hasil pengujian baju hazmat menunjukkan bahwa nilai bioburden rata-rata batch 1, 2, dan 3 adalah 3327, 5520 dan 3802 CFU, sehingga bioburden rata-rata keseluruhan batch adalah 4216 CFU. Berdasarkan Sterility Assurance Level (SAL) 10-2 maka diperoleh dosis verifikasi sebesar 13 kGy. Hasil pengujian pertumbuhan mikroba terhadap 100 sampel yang diiradiasi dengan dosis verifikasi menunjukkan bahwa hanya satu sampel yang terdeteksi pertumbuhan mikroba. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa dosis radiasi gamma untuk sterilisasi baju hazmat bekas pakai pada tingkat SAL 10-6 adalah 27,2 kGy.