cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Short Communication : Studi Awal Efek Perlindungan Benalu Kakao (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) terhadap Kerusakan Limfosit Akibat Radiasi Gamma: Analisis Sitogenetik Teja Kisnanto; S. Y. Rosida; R. Bintang S. P; Suryadi Suryadi; Mukh Syaifudin; A. Mara; Salni Salni; M. Lubis; S. Nurhayati; Sofi Purnami
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.1.5951

Abstract

Efek paparan radiasi gamma terhadap pekerja radiasi dapat menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS) dan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan biologis pada sel normal, terutama DNA dan kromosom. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi berantai radikal bebas, yaitu dengan sifatnya yang mudah teroksidasi. Beberapa tanaman telah terbukti memiliki senyawa antioksidan, salah satunya adalah benalu kakao (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak benalu kakao (EBK) dalam melindungi sel limfosit akibat radiasi gamma. Sampel darah diperoleh dari seorang responden laki-laki sehat, yang dibagi ke dalam enam perlakuan, yaitu tanpa radiasi (0 Gy); EBK; radiasi 1,5 Gy; EBK + 1,5 Gy; radiasi 3 Gy; dan EBK + 3 Gy. Kemudian dilakukan pengkulturan sel darah limfosit, pemanenan, pewarnaan dan pengamatan preparat. Frekuensi aberasi kromosom (ABK) disentrik dan fragmen dievaluasi setiap 100 sel, sedangkan frekuensi mikronuklei (MN), nuclear buds (NBUDs), dan 8-shaped dievaluasi setiap 1000 sel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi ABK disentrik, MN, NBUDs, dan 8-shaped pada perlakuan dengan EBK lebih kecil dibandingkan tanpa EBK. Akan tetapi, frekuensi fragmen pada perlakuan dengan EBK lebih besar dibandingkan tanpa EBK, baik pada 1,5 Gy maupun 3 Gy. Kesimpulan dari penelitian ini adalah EBK memiliki potensi dalam melindungi sel limfosit terhadap kerusakan akibat radiasi gamma.
Dosis Sterilisasi Kemasan Lip Gloss Hasil Iradiasi Gamma Olivera Purnomo; Bimo Saputro; Ade Cici; Syalwa Ersadiwi Shalsabilla; Diannisa Syahwa Rahma Fadila; Riris Lindiawati Puspitasari; Akhmad Rasyid Syahputra; Devita Tetriana; Irawan Sugoro
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6555

Abstract

Lip gloss merupakan produk kosmetik yang berfungsi untuk melembabkan dan memberikan kilau pada bibir. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada produk lip gloss dibutuhkan kemasan yang steril. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mencegah adanya kontaminasi yang berasal dari kemasan adalah sterilisasi dengan memanfaatkan radiasi gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis sterilisasi radiasi gamma pada kemasan lip gloss dan dampak terhadap fungsionalnya. Tahapan penelitian terdiri dari analisis bioburden, penentuan dosis verifikasi dan sterilisasi serta pengujian fungsional kemasan lip gloss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kemasan lip gloss terdeteksi adanya bioburden bakteri dan fungi. Berdasarkan ISO 11137, Sterility Assurance Level (SAL) 10-2, maka dosis verifikasi radiasi gamma untuk kemasan lip gloss adalah 7,7 kGy, sedangkan dosis sterilisasi untuk SAL 10-6 adalah 20,9 kGy. Iradiasi terhadap kemasan lip gloss dengan dosis verifikasi dan sterilisasi menghasilkan kondisi steril kemasan dari bioburden. Akan tetapi, iradiasi menyebabkan terjadinya perubahan fungsional kemasan lip gloss dilihat dari warna kemasan, tetapi tidak mempengaruhi bagian applicator, wiper dan bulu applicator.
Determination of the Optimum Gamma Ray Lethal Dosage for Mutation Breeding of Indonesian Cassava Genotype Mentega 2 Hani Fitriani; Ahmad Fathoni; N Sri Hartati; Enny Sudarmonowati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6133

Abstract

This study aimed to determine the optimum lethal dosage (LD50) of gamma rays in cassava and to study the effect of gamma irradiation on the morphological characters. Gamma rays is one of the physical mutagens that has been widely used for mutation breeding to improve the genetic traits of several crops including cassava. A total of 72 plantlets of Indonesian cassava genotype (Mentega 2) were cultured on Murashige & Skoog (MS) medium containing 2% of sucrose and were exposed to 0, 5, 15, 30, 50, and 75 Gray (Gy) using a Cobalt-60 source at dose rate of 600 Gy/h. Morphological characters such as plant height, leaf number, leaf width and length, and root number and length were measured. The percentage of plant survival decreased with the increase of gamma rays dose. The lowest survival rate (17%) was shown by 75 Gy-treated samples. The morphological characters’ observation at 60 days of treatment showed the highest plant height was obtained from 15 Gy-treated samples (12.41±1.84 cm), while the lowest plant was from 75 Gy-treated samples (2.08±1.98 cm) compared to control (4.17+1.46 cm). The LD50 value was calculated to be 29.7 Gy which will be referred for further studies.
Cover Vol. 17 No.2 Asep Syaefullah, S.Kom
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6568

Abstract

CoverVol.17 No.2 Desember 2021
Pengaruh Iradiasi Gamma pada Karakter Kuantitatif dan Kualitatif Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack.) Yupi Isnaini; Yeyen Novitasari; Irfan Martiansyah; Sasanti Widiarsih
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6208

Abstract

Kantong semar (Nepenthes) merupakan tanaman yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias. Peningkatan keragaman genetik diperlukan dalam pengembangan tanaman ini, salah satunya dengan menggunakan iradiasi gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis iradiasi gamma terhadap pertumbuhan kantong semar (Nepenthes ampullaria). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu dosis iradiasi (0 (kontrol), 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 Gy) dan diulang sebanyak tiga ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah planlet N. ampullaria yang berumur 10 bulan lalu diaklimatisasi pada botol kultur dengan media sphagnum moss dan disimpan pada ruang kultur. Planlet N. ampullaria yang telah diiradiasi kemudian dipindahkan pada botol kultur baru yang telah diisi sphagnum moss kemudian disimpan di ruang kultur dan diamati pertumbuhannya. Berdasarkan hasil pengamatan selama 12 minggu setelah perlakuan, belum didapatkan LD50 pada penelitian ini. Karakter kuantitatif yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah kantong mengalami penurunan akibat peningkatan dosis iradiasi dibandingkan dengan kontrol. Semakin tinggi dosis iradiasi, pertumbuhan N. ampullaria semakin terhambat. Selain itu, pada dosis 30 Gy sebagian besar pucuk mengalami nekrosis (menguning) dan lama-kelamaan menjadi coklat. Variasi tanaman paling banyak ditemukan pada dosis 15 Gy yaitu variasi pada bentuk daun dan kantong. Daun yang terbentuk hanya dari tulang daun tanpa helaian daun dan terbentuk kantong pada ujung tulang daun. Selain itu, didapatkan helaian daun yang bergelombang dan terbentuknya bagian penutup kantong (lid) pada ujung daun.
Dosimetry Characteristic of Co-60 Calibration Source in SSDL Jakarta Facility After Source Replacement Assef Firnando Firmansyah; Okky Agassy Firmansyah; Sri Inang sunaryati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6258

Abstract

Secondary Standard Dosimetry Laboratory (SSDL) Jakarta's main task is to maintain the traceability of ionizing radiation units in Indonesia. One of their public services is calibration for nuclear instruments for therapy, consisting of dosimeter calibration and radiotherapy machine output. In the early of 2020, the dosimeter's calibration facilities have been out of date. The replacement of the Co-60 machine was done with a new one. However, the Co-60 machine re-used the Co-60 machine from Hospital radioactive nuclear waste. This paper discusses the dosimetric characteristic of the reusable Co-60 machine as a calibrator machine. Measurement data consisted of timer error, beam center and profile, dose rate in air Kerma and absorbed dose rate to water, and decaying stability. The reference used for measurement was IAEA Publication TRS No. 469. All measurement was taken by standard ionization chamber. The timer error result shows -2.52 seconds delayed after switching on the machine. The air Kerma rate was obtained at 230.15 µGy/min, meanwhile for absorbed dose rate to water was obtained 211.08 mGy/min. The source activity was monitored at 51.4 TBq on Dec 07, 2020. The decays of activity and dose rate were lies in the acceptable range. It should be lies on the 20 – 40 TBq for activity, meanwhile for dose rate should more than 100 mGy/min at 1 m distance. The stability was covered up in terms of dose rate and maintained in one percent deviation limit. Based on the result, this reusable Co-60 machine is ready to use as a calibrator source in gamma-ray facilities.                                                    Keywords: Co-60 machine, calibration, SSDL, metrology, ionizing radiation ABSTRAK             Tugas utama Laboratorium Dosimetri Standar Sekunder (SSDL) Jakarta adalah untuk menjaga ketertelusuran kalibrasi dari besaran radiasi pengion di Indonesia. Salah satu layanan publik yang disediakan adalah kalibrasi alat instrumen nuklir untuk terapi, terdiri dari kalibrasi dosimeter dan luaran radioterapi. Pada awal tahun 2020, fasilitas kalibrasi dosimeter harus diperbaharui. Pergantian sumber Co-60 telah dilakukan dengan menggunaan sumber baru. Tetapi, sumber baru tersebut merupakan sumber Co-60 hasil pemakaian kembali dari sumber bekas yang berasal dari limbah rumah sakit. Makalah ini mendiskusikan parameter dosimetri dari pemakaian kembali sumber Co-60 sebagai pesawat kalibrator. Pengukuran data terdiri dari pengukuran kesalahan pewaktu, profil berkas radiasi, laju dosis radiasi pada besaran Kerma udara, dan dosis serap air, dan stabilitas peluruhan. Referensi yang digunakan adalah publikasi IAEA TRS No. 469. Semua pengukuran dilakukan dengan menggunakan detektor ionisasi standar. Hasil kesalahan pewaktu menunjukkan adanya penundaan waktu selama -2.52 detik setelah tombol mesin dinyalakan. Laju Kerma udara didapatkan sebesar 230,15 µGy/menit, sedangkan untuk laju dosis serap air didapatkan 211,08 mGy/menit. Aktifitas sumber didapatkan sebesar 51,4 TBq pada 07 Desember 2020. Hasil peluruhan aktifitas dan laju dosis masih dalam rentang yang diterima. Aktifitas harus pada 20 -40 TBq, sedangkan untuk laju dosis harus melebihi 100 mGy/menit pada jarak 1 meter pengukuran. Stabilitas pengukuran dilakukan pada peluruhan laju dosis, dan dijaga pada deviasi satu persen. Berdasarkan hasil tersebut, pemakaian kembali mesin Co-60 telah siap untuk digunakan sebagai mesin kalibrator pada fasilitas sinar gamma.
Radiosensitivitas dan Pengaruh Dosis Radiasi Gamma terhadap Pertumbuhan Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa) Helfi Gustia; Yukarie Ayu Wulandari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6024

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi terutama tumbuhan berkhasiat obat, salah satunya tanaman rosella. Peningkatan keragaman sumberdaya genetik merupakan dasar yang penting dalam program pemuliaan tanaman rosella. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dosis radiosensitivitas rosella. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Agustus 2020 di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Induksi mutasi rosella dilaksanakan di Organisasi Riset Tenaga Nuklir– Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORTN-BRIN) Jakarta Selatan. Penelitian dilaksanakan dengan meradiasi benih rosella merah menggunakan sumber iradiasi gamma Co-60 dari iradiator Gamma Chamber 4000A dengan dosis 0, 300, 400, 500, 600, 700, dan 800 Gy dengan setiap dosis terdiri dari 25 benih. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), setiap perlakuan diulang empat kali. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif. Karakter kualitatif meliputi perubahan warna, bentuk batang, daun, bunga serta biji rosella, dan hanya karakter yang mengalami perbedaan dengan tanaman kontrol yang akan dilaporkan. Karakter kuantitatif meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, periode panen, berat bunga basah, berat bunga kering, dan jumlah biji/bunga. Data yang diperoleh dianalisis ragam fenotip dan uji lanjut Honestly Significant Difference (HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 tanaman rosella merah adalah 688,10 Gy. Iradiasi pada dosis 700 dan 800 Gy dihasilkan tanaman dengan tipe pertumbuhan determinate, terjadi perubahan bentuk daun dengan warna hijau muda, batang merah muda dan bunga yang hanya muncul pada titik tumbuh. Iradiasi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi rosella merah.
Respon Fisiologi dan Agronomi Padi Mutan Situgintung pada Cekaman Kekeringan Fase Vegetatif Mamik Sarwendah
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.6490

Abstract

Perubahan iklim dapat menyebabkan gangguan tanaman pangan, seperti kekeringan yang dapat mengurangi produksi beras. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon fisiologi dan agronomi padi Gogo Situgintung pada kondisi cekaman kekeringan fase vegetatif. Percobaan ini dilakukan di rumah kaca menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor (genotipe dan perlakuan kekeringan) dengan empat kali ulangan. Genotipe yang digunakan terdiri dari Situgintung, IR20 (cek peka) dan Salumpikit (cek toleran). Semua genotipe ditumbuhkan pada dua lingkungan, kontrol (tanpa kekeringan) dan kekeringan fase vegetatif. Setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Perlakuan kekeringan diberikan pada saat fase vegetatif yaitu 15 Hari Setelah Tanam (HST). Peubah yang diamati terdiri dari klorofil a, klorofil b, total klorofil, karoten, antosianin, konduktansi stomata, MDA, prolin, bobot kering tajuk, rasio akar tajuk, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, panjang malai, bobot 100 butir, dan bobot gabah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan jika dibandingkan dengan IR20, Situgintung mampu mengurangi dampak negatif dari kondisi kekurangan air dengan cara mengurangi kerusakan klorofil dan mengurangi penurunan jumlah anakan. Penurunan bobot gabah per malai Situgintung pada kondisi kekeringan lebih kecil daripada IR20. Salumpikit merupakan varietas cek toleran kekeringan mengalami penurunan bobot gabah yang paling kecil.
KERAGAMAN MORFOLOGI TIGA KLON LILI (Lilium spp.) PASCA IRADIASI SINAR GAMMA Co- 60 DALAM KULTUR IN VITRO Rizka Untesa Putri; Sasanti Widiarsih; Rani Agustina Wulandari; Lia Sanjaya
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2021.17.2.5749

Abstract

Keunikan morfologi menjadi daya tarik konsumen terhadap tanaman hias, termasuk tanaman lili. Upaya peningkatan keragaman morfologi tentu dikehendaki, salah satunya dengan induksi mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis iradiasi sinar gamma terhadap variabel kuantitatif dan kualitatif tiga klon lili dan mengetahui klon lili yang responsif terhadap perlakuan iradiasi sinar gamma. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta Selatan pada bulan November 2018 - April 2019. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yakni genotipe klon lili dan dosis iradiasi. Genotipe klon lili berupa klon 0 – O5, K, dan Fomolongi. Dosis iradiasi yang digunakan adalah 0 Gy (kontrol), 5 Gy; 7,5 Gy; dan 10 Gy. Variabel yang diamati dan diukur berupa data kuantitatif (persentase eksplan hidup, tinggi planlet, jumlah daun, panjang daun, dan jumlah sisik (scales)) dan kualitatif (warna daun, bentuk daun, dan warna tunas). Penelitian ini memberikan hasil bahwa Iradiasi pada tunas lili mampu memberikan keragaman yang terekspresi pada warna tunas, warna daun, bentuk daun pada generasi M1V1 yang dapat dijadikan mutan potensial pada penelitian selanjutnya. Klon K pada dosis 5 Gy mampu membentuk daun, begitu pula klon O – 05 dan klon Fomolongi pada dosis 10 Gy. Klon K merupakan klon paling responsif dalam pembentukan mutan lili berdasarkan jumlah keragaman morfologi yang muncul.
Ketahanan Galur Mutan Kedelai Hitam (Glycine max L. Merr.) Terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Tarmizi Tarmizi; Sri Wahyuni Indiati; Winda Puspitasari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 18, No 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2022.18.1.6704

Abstract

Dalam budidaya kedelai, salah satu hama utama yang dianggap merugikan adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Di Indonesia, serangan ulat grayak pada fase pertumbuhan vegetatif kedelai menurunkan hasil sampai dengan 80%, dan pada serangan yang berat dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketahanan terhadap ulat grayak pada galur-galur mutan kedelai hitam. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balitkabi Malang pada bulan November 2019 hingga Februari 2020. Materi genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 galur mutan kedelai hitam, varietas Detam 1 (tetua), varietas Mutiara 3 (kontrol nasional), G100H (kontrol pembanding tahan) dan varietas Anjasmoro (kontrol pembanding rentan). Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Berdasarkan data akhir pengujian, dari 15 genotipe yang diuji, yaitu 11 galur mutan kedelai hitam A-1-PSJ, A-2-PSJ, A-3-PSJ, A-4-PSJ, A-7-PSJ, A-8-PSJ, A-8A-PSJ, B-2-PAIR, B-4-PAIR, varietas Detam 1, dan varietas Mutiara 3 menunjukkan respon ketahanan rendah (LR), 3 galur mutan kedelai hitam (B-1-PAIR, B-3-PAIR, B-5-PAIR) menunjukkan respon ketahanan menengah (MR),  dan 1 galur mutan (A-5-PSJ) menunjukkan respon rentan (S) terhadap serangan ulat grayak. G100H sebagai kontrol tahan menunjukkan respon ketahanan menengah (MR) dan varietas Anjasmoro sebagai kontrol rentan menunjukkan respon ekstrim rentan (ES).