cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Prospek Batuan Volkanik Sebagai Batuan Induk Mineralisasi Uranium di Sumatera: Aspek Litologi Sumantri Sumantri; Ramadanus Ramadanus; Soeprapto Soeprapto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 1, Februari 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5013.779 KB)

Abstract

ABSTRAK Kajian litologi pada batuan volkanik dilakukan pada empat kaldera tua di daerah Sibolga, Singkarak, Pelepat dan Baturaja yang telah dilokalisir sebagai daerah prospek Uranium melalui kajian aspek geodinamik. Kajian litologi ini dilakukan untuk menentukan urutan daerah prioritas kedapatan Uranium dengan menggunakan data sekunder. Aspek yang dianalisis dari data sekunder ini adalah kondisi reaktivitas magma, volkanisme, gejala alterasi, kadar uranium dan radioaktivitas. Dari hasil kajian didapatkan urutan prioritas dari yang tertinggi adalah Singkarak, Sibolga, Pelepat dan Baturaja. ABSTRACT Litological assessment of volcanic rocks has been implemented on the six old calderas located in Sibolga, Singkarak, Pelepat and Baturaja that had been localized as uranium prospect areas through geodinamical assessment. The litological assessment is done to construct the priority scale on the possibility of uranium occurences in the areas, by using secondary data. Aspects evaluated from the data are magmatic and volcanic reactivation, alteration, uranium content. and radioactivity. It has been found that the priority scale of the old calderas from the highest is Singkarak, Sibolga, Pelepat and Baturaja.
Penyiapan SDM Untuk PLTN Pertama di Indonesia Hendriyanto Hadi Tjahyono
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4668.223 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2007, Indonesia merencanakan untuk mengoperasikan PLTN yang pertama pada RPJMN ke III yaitu antara tahun 2015 - 2019. Salah satu persyaratan infrastruktur penting yang harus dilaksanakan sebelum tahap pembangunan dan pengoperasian PLTN tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia. Perlu diperhatikan bahwa langkah pengembangan SDM memerlukan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Sebenarnya program penyiapan SDM ketenaganukliran sudah dilaksanakan oleh BATAN sejak puluhan tahun yang lalu meskipun tidak secara khusus di bidang PLTN. Pada tahun 2008, telah dibentuk sebuah tim nasional di bawah koordinasi Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan tugas menyusun infrastruktur penyiapan SDM PLTN. Tulisan ini akan mempresentasikan kegiatan penyiapan SDM PLTN yang telah dilaksanakan baik oleh tim nasional tersebut di atas maupun oleh Pusdiklat - BATAN, mencakup antara lain kebutuhan personil PLTN (kuantitatif dan kualitatif), disain pelatihan PLTN, serta konsep fasilitas pelatihan PLTN.   ABSTRACT Human Resource Planning Program for the first NPP in Indonesia. Referered to the indonesian Act No. 17, 2007, Indonesia plans to operate the first Nuclear Power Plant (NPP), in the 3th of medium-term program, between 2015 to 2019. One of the critical infrastructure requirements that must be implemented prior to construction and operation of NPP is the development of human resources. The human resources development need to be considered because takes a very long time and requires a commitment from stakeholders. Actually, human resource development program of nuclear teknology has been carried out by BATAN for last 4 decaded, although not specifically in the field of nuclear power plants or nuclear energy. In 2008, the national team on HRD for NPP has been set up under the coordination of Training Agecy in the Ministry of Energy and Mineral Resources (Badan Diklat - ESDM), with the responsible for preparing infrastructure on human resource development program for nuclear power plant. This paper reports the National Team and ETC-Batan activities in the preparation on HRD for NPP, covering personnel needed on the NPP program in qualitatively and quantitatively especiallty on operation and maintenance program, the training design for NPP personnel, as well as the concept of Nuclear Training Center.  
Pusat Pendidikan dan Latihan Untuk Iptek Nuklir di Abad 21 Sudarmadi Sudarmadi; Sudi Ariyanto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya peranan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dalam memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan nuklir perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, dan oleh karena itu dibutuhkan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) yang andal. Dalam tulisan ini dipaparkan pemikiran tentang Pusdiklat di abad 21.
Osiloskop dan Pembangkit Gelombang Virtual Berbasis LabVIEW Menggunakan Antarmuka Kartu Suara Sukanta Sukanta
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 1, Juli 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6001.279 KB)

Abstract

ABSTRAK Osiloskop dan pembangkit gelombang adalah perangkat yang sangat penting khususnya dalam bidang elektronika baik untuk penelitian maupun praktikum. Agar data hasil pengukuran dapat langsung tersimpan komputer dan gambar sinyal dapat terekam dalam bentuk file adalah efektif jika alat ukur tersebut terintegrasi di dalam komputer dalam bentuk perangkat lunak. Perangkat lunak yang dibuat adalah Osiloskop dan Pembangkit Gelombang menggunakan bahasa pemrograman berbasis grafis LabVIEW versi 5.11. dengan antarmuka kartu suara. Alasan penggunaan antarmuka kartu suara karena merupakan perangkat standar komputer saat ini dengan harga relatif murah. Hasil pengujian unjuk kerja sistem perangkat lunak ini terutama untuk pengukuran amplitudo dan frekuensi menunjukkan adanya linieritas antara masukan dan keluaran. Dengan bantuan terminal penghubung yang berisi rangkaian pembagi tegangan perangkat lunak osiloskop secara teori mampu mengukur amplitudo sampai dengan 120 Vpp dan secara paktek telah dilakukan pengukuran sampai dengan 60 Vpp. Pengukuran frekuensi terbatas sampai dengan 22 KHZ karena laju pencuplikan kartu suara hanya 44100 Hz. ABSTRACT The Virtual Osciloscope and Function Generator Based on LabVIEW programme using Sound Card Interface has been made. The oscilloscope and function generation are very important tools especially in electronic field whether for research or practice exercise. These are effective if the oscilloscope and Function Generator tools are packed as a software so that the meassured data and picture of waveform can directly be saved on computer. The software is made by LabVIEW programming using sound card interface by the reason that it is cheaper and has been a standard of computer today even has built in a motherboard. The result of testing the performance of this software, there are linear relationship between input and output. By using a terminal connector of voltage devider, this software is capable for meassuring input signal teoritically up to 120 Vpp and practically has meassured 60 Vpp. Meassuring of frequency is limitted up to 22 KHz because the sampling rate of sound card is just 44100 Hz.
Penentuan Faktor Konversi Dosis TLD Glass CaSO4 dan Pendose Digital PDM-102 Terhadap Film Badge Sugito Sugito
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 7 Nomor 2, Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3807.229 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan evaluasi dosis TLD glass CaSO4 dan pendose digital PDM-102 terhadap film badge. Dalam penelitian ini dilakukan irradiasi terhadap ketiga jenis personal dosimeter menggunakan sumber standar Cs-137. Variasi dosis diatur dengan memvariasi waktu 0,5 jam, 1 jam dan 2 jam. Pembacaan dosis TLD glass CaSO4 dilakukan dengan TLD reader yang dimiliki Pusdiklat, sedangkan dosis film badge dievaluasi di PTKMR. Dengan membandingkan nilai evaluasi dosis ketiga jenis personal dosimeter dapat ditentukan suatu nilai faktor konversi. Diperoleh nilai faktor konversi untuk TLD glass CaS04 antara 0,76 - 0,94 sedangkan untuk Pendose digital PDM-102 adalah 0,82 - 1,58.  
Verifikasi Dosis H*(10) Pada Evaluasi Dosis Radiasi Lingkungan Menggunakan Dosimeter OSL B.Y. Eko Budi Jumpeno; Egnes Ekaranti; Fendi Nugroho
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 16 Nomor 1, November 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3672.096 KB)

Abstract

Telah dilakukan verifikasi dosis H*(10) pada evaluasi dosis radiasi lingkungan menggunakan dosimeter OSL tipe EX. Pertama, disiapkan dosimeter OSL tipe EX sebanyak 16 buah yang dibagi menjadi 4 grup yaitu Grup Kontrol, Grup 1, Grup 2 dan Grup 3 yang masing-masing grup terdapat 4 buah dosimeter. Kemudian, dosimeter OSL pada Grup 1, Grup 2, dan Grup 3 disinari dengan radiasi dari sumber Cs-137 dengan dosis H*(10) masing-masing 1 mSv, 2,5 mSv, dan 5 mSv. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio nilai measured dose terhadap true dose adalah 0,87 - 0,95 (deviasi measured dose terhadap true dose berkisar antara 7 - 13%) pada penyinaran 1 mSv, 1,03 - 1,07 (deviasi berkisar 3 - 7 %) pada penyinaran 2,5 mSv, dan 1,07 - 1,13 (deviasi sekitar 7 - 13%) pada penyinaran 5 mSv. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai deviasi measured dose terhadap true dose ≤ 13% sehingga pengukuran dosis radiasi lingkungan/daerah kerja menggunakan dosimeter OSL tipe EX di Subbidang KKPR PTKMR BATAN dapat dipercaya. Namun demikian perlu dilakukan kajian lebih lanjut terhadap tingkat kepercayaan hasil evaluasi dosis H*(10) dengan dosis kurang dari 1 mSv.
The World As I See It Albert Einstein
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 3 Nomor 2, Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.527 KB)

Abstract

Esai yang diambil dari situs http://www.aip.org/history/einstein/essay.htm ini adalah bentuk ringan dari teks aslinya yang dipublikasikan di "Forum and Century", vol. 84, pp. 193 - 194, Seri ke 13 dari Living Philosophies. Esai ini juga dimasukkan ke dalam Living Philosophies (pp. 3 - 7) New Yoen: Simon Schuster, 1931. Esai ini juga dapat ditemukan dalam "A. Einstein, Ideas and Opinions, base on Mein Wetbild," edited by Carl Seelig, New York: Bonzana Books, 1954 (pp. 8 - 11). 
Analisis 226Ra Dalam Sampel Air Melalui Pengukuran 222Rn Dengan Metode Pencacahan Sintilasi Cair (LSC) Yustina Tri Handayani
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 6 Nomor 2, Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3454.922 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengukuran 222Rn dalam sampel air menggunakan pencacah sintilasi cair (LSC) dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini memungkinkan dilakukannya pengukuran 226Ra dalam sampel air melalui pengukuran anak luruh 222Rn menggunakan LSC. Sampel yang dianalisis diambil dari mata air panas Ciseeng Bogor dan air tanah Pusdiklat BATAN. 222Rn yang ada dalam sampel dilepas dengan cara pengadukan. Selanjutnya sampel didiamkan untuk jangka waktu tertentu dengan maksud untuk menumbuhkan 222Rn. 222Rn hasil penumbuhan diambil dari sampel dengan cara ekstraksi pelarut menggunakan pelarut toluene. Untuk pengukuran dengan LSC perlu ditambahkan PPO dan POPOP sebagai sintilator. Pengukuran dilakukan dengan metode Efficiency Tracing Method (ETM). Berdasarkan aktivitas 222Rn dalam sampel air dan waktu penumbuhannya, dapat dihitung aktivitas 226Ra dalam sampel air. Kandungan 226Ra dalam air tanah Pusdiklat BATAN tidak terdeteksi (<0,054 Bq/mL), sedangkan dalam sampel air panas Ciseeng sebesar (14,9 ± 0,8) Bq/L.
Pembuatan Kurva Penyinaran Radiografi Ir-192 Menggunakan Persamaan Dosis Suparno Suparno; Makmur Rangkuti
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.82 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pembuatan kurva penyinaran radiografi dengan sumber radiasi Ir-192. Kurva penyinaran adalah kurva hubungan antara ketebalan material dengan paparan (curie menit). Kurva penyinaran dibuat dengan melakukan sederet penyinaran radiografi pada sebuah step-wedge dengan waktu penyinaran yang berbeda. Penentuan waktu penyinaran dilakukan dengan perhitungan menggunakan persamaan dosis radiasi. Perhitungan dilakukan dengan mengacu nilai dosis 1400 mRem. Kurva penyinaran dibuat dengan regresi linier hubungan antara tebal (X) sebagai absis dan logaritma paparan (Log E) sebagai ordinat, menggunakan kalkulator CASIO PX-350MS. Kurva yang dihasilkan memiliki persamaan Log E = 1,72153 + (0,022115 X) curie menit. Hasil uji radiografi terhadap kurva penyinaran pada tiga variasi ketebalan material menghasilkan nilai densitas 2,64; 2,43; 2,51.   ABSTRACT Making radiographic exposure chart of Ir-192 radiation source has been performed. Exposure chart is a curve that related between material thickness with exposure (curie minute). Exposure chart created by conducting a series of radiographic exposure on a step-wedge with exposure time varying. Determination of exposure time is done with calculations using the radiation dose equations. The calculation is performed with reference to the value of 1400 mrem of radiation dose. Exposure chart was made by linear regression relationship between the thickness (X) as the abscissa and the logarithm of exposure (log E) as ordinate, using CALCULATOR CASIO FX-350MS. The resulting curve has the equation log E = 1.72153 + (0.022115 X) curie minutes. Radiographic test results of the exposure chart at three variations of the thickness of the material produced density values of 2.64; 2.43; 2.51.  
Sumberdaya Manusia Dalam Konteks Organisasi Pada Program Pertambangan Uranium di Eko Remaja, Kalimantan Barat Wahlan Wirakusumah
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2159.44 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejumlah personil Batan dan buruh lokal, kira-kira seluruhnya berkisar 70 - 150 orang per tahun telah bekerja pada penelitian pertambangan di daerah mineralisasi uranium Eko-Remaja, yaitu meliputi pekerjaan eksplorasi sistimatik, pemboran/estimasi cadangan sehingga mendapatkan cebakan uranium dan jumlah sumberdaya yang terukur, serta penelitian lainnya meliputi penelitian-penelitian penambangan, pengolahan bijih, limbah dan lingkungan. Evaluasi paling akhir terhadap hasil penelitian tersebut, diarahkan kepada pengembangan kegiatan menuju usaha pertambangan. Dalam kegiatan usaha pertambangan, antara lain kesiapan dan tersedianya sumberdaya manusia yang memenuhi kriteria kerja. Dalam telaahan ini didapat paling sedikit 8 jenjang jabatan fungsional menjadi 8 kategori. Mereka adalah personil yang profesional tidak saja berasal dari lulusan pendidikan formal, namun diperlukan pengalaman dan telah mengikuti pelatihan keahlian. Pendidikan cara magang, berlatih sambil bekerja adalah cara paling efektif dan efisien untuk segala jabatan, khususnya untuk tingkat operator; dan selama penelitian pertambangan berlangsung telah berhasil dilaksanakan, pesertanya terdiri dari buruh lokal kemudian menjadi buruh yang terampil sebagai operator/juru (skilled labour). 

Page 8 of 10 | Total Record : 98