cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Peningkatan Mutu Hasil Uji Kompetensi Personil Sebagai Strategi Pengawasan Tenaga Nuklir Aris Sanyoto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 9 Nomor 1-2, November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2757.243 KB)

Abstract

ABSTRAK Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memberikan rekomendasi kepada Badan Pengawas untuk melakukan review dan pengujian terhadap kompetensi personil yang terlibat dalam pengoperasian instalasi nuklir. Untuk menjamin mutu, pengujian tersebut harus berdasarkan pada kompetensi standar tertentu. Makalah ini mengkaji sistem uji kompetensi yang dikembangkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang meliputi tiga pilar utama yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Lembaga Diklat Profesi (LDP) & Lembaga Serti?kasi Profesi (LSP) dan BAPETEN dalam memberikan Surat Ijin Bekerja (SIB) Petugas Proteksi Radiasi (PPR). Sistem yang dikembangkan oleh BNSP lebih ditekankan pada kompetensi standar suatu jenis pekerjaan, sedangkan sistem yang dikembangkan oleh BAPETEN mengacu pada silabus/materi pelatihan. Untuk meningkatkan mutu, sistem pengujian dapat mengacu pada kompetensi standar yang dikembangkan oleh BNSP. Dari sudut pandang pengawasan, penempatan personil berkompeten akan meminimalisir terjadinya kesalahan dan kecelakaan yang disebabkan faktor manusia.   ABSTRACT The International Atomic Energy Agency (IAEA) give recommendation to regulatory authority to review and assess the competence of personnel involved in the operation of nuclear installation. In order to assure the quality, the assessment should based on defined standard competency. This paper evaluate the two system that had been developed by BNSP which is consist of three mind building (that are SKKNI, LDP and LSP) and BAPETEN in the process granting of license for Radiation Protection Officer. The previous system mainly based on standard competency for defined task, meanwhile for the later based on training syllabus. To improve the quality, the assessment method can refer to system that had been developed by BNSP. From the regulatory authority's stand point, the selection of qualified personnel will minimize the occurrence that may lead to accident, especially human error factor.  
Operasi Manajemen Kualitas Terpadu Untuk Penelitian Guritno Lokollo
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.063 KB)

Abstract

Penelitian dasar maupun penelitian aplikasi (teknologi) merupakan landasan kemajuan industri di segala bidang. Hasil dan kemajuan industri yang telah dinikmati oleh berbagai negara maju maupun negara yang sedang berkembang saat ini terwujud dalam ketahanan atau peningkatan taraf/kualitas hidup. Kemajuan industri tersebut umumnya hanya dapat dicapai dengan kemampuan industri tersebut untuk berkiprah dalam persaingan bebas. Apabila di masa silam kompetisi hanya dimenangkan oleh pihak yang menguasai modal besar (kapital, sumber daya alam, dan tenaga kerja murah), pada saat ini kualitas merupakan suatu parameter utama yang harus diperhatikan untuk memenangi kompetisi. Dengan semakin terbukanya pilihan bagi konsumen di pasar bebas, industri dihadapkan pada suatu situasi untuk menyediakan produk dengan mutu yang kompetitif dengan harga yang relatif murah. Penelitian sebagai komponen penting demi kelangsungan industripun dihadapkan pada situasi keterbatasan dana. Hal ini mengingat bahwa bagian dari marjin keuntungan yang dapat dialokasikan untuk penelitianpun terbatas, walaupun untuk produk dengan mutu baik. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah penelitian yang merupakan bagian dari industri dapat dikelola sebagai mana industri itu scndiri dengan mengimplementasikan teknik-teknik manajemen modern seperti Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) yang umum dikenal sebagai Total Quality Management (TQM). Apakah manajemen penelitian dapat dikelola dan menikmati sukses sebagaimana sukses yang dinikmati industri? Perlu dipahami bahwa TQM dikembangkan untuk sistem yang lebih process related, dari pada sistem yang employee related. Sedangkan di sisi lain telah kita sadari bahwa kunci organisasi untuk tetap kompetitif adalah inovasi produk yang didukung oleh komitmen yang kuat terhadap penelitian dan pengembangan.
Rancang Bangun Alat Ukur Densitas Film Hasil Radiografi Nurdin Nurdin
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 1, Juli 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2566.151 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dibuat suatu perangkat pendukung radiografi dengan tujuan untuk mengukur densitas film hasil radiografi dengan menggunakan perangkat komputer. Perangkat keras terdiri dari sensor cahaya, rangkaian pengubah tegangan ke digital dan rangkaian antarmuka, sedangkan perangkat lunak menggunakan bahasa program LabVIEW. Sensor cahaya dipasang pada rangkaian pembagi tegangan sehingga tegangan keluaran yang dihasilkan dari rangkaian tersebut besarnya berbanding terbalik dengan intensitas cahaya yang masuk. ADC-0804 digunakan untuk mengubah tegangan analog menjadi digital dan antarmuka PPI-8255 digunakan untuk berkomunikasi data dengan komputer. Selanjutnya data diproses oleh perangkat lunak LabVIEW. Data hasil pengukuran intensitas ditampilkan dan diolah secara otomatis menjadi nilai densitas, variasi densitas dan kesimpulan untuk menentukan film hasil radiografi. Hasil pengujian alat ukur densitas film hasil radiografi ini mempunyai persamaan garis lurus Y = l,08X — 0,827 dan tingkat kesalahan sebesar 7,46 %. ABSTRACT A propotipe of radiographic apparatus for film density measurement was made and run using a computer. The apparatus consists of a light censor, an analog-to-digital converter (ADC-0801), and an interface peripheral (PPI-8255). The LabVIEW software was applied to run the system. The light censor absorbed light with different intensity passing through the film. Signals of light were changed to into analog voltages by a voltage divider which was inserted inside the probe. The analog voltages, then, were converted to digital voltages by ADC-0801. The digital voltages, as computer data inputs, were sent by a programmable input-output (PPI-8255) to a computer. The LabVIEW software calculated the data and then displayed to a computer monitor. Value of density and variation density can be viewed at the computer monitor, then conclusion can be made. The measurement results have a linear equation: Y=1.08 X + 0.827, where Y = density from measurement and X = density standard from film stepwedge. Relative error of the measurement was 7.16 %.  
Peran Strategik Pelatihan dalam Pengembangan Sumberdaya Manusia untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Hisyam Said
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 7 Nomor 2, Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.987 KB)

Abstract

ABSTRAK Pelatihan merupakan perangkat strategik untuk menguatkan daya saing organisasi melalui pengembangan sumberdaya manusia. Untuk mendorong tercapainya sasaran strategik, penting bagi suatu organisasi untuk mengaitkan program pelatihan dengan perencanaan strategik organisasi tersebut. Terdapat lima prinsip utama pembelajaran dalam disain pelatihan agar diperoleh hasil yang lebih baik. Dalam contoh kasus akan ditunjukkan bahwa menerapkan prinsip tersebut membuat daya saing suatu tim meningkat.   ABSTRACT Training is a strategic tool to strengthen the competitiveness of organizations through human resource development. To support achieving the strategic objective of organization, it is important to establish a link between strategic planning of organization and its training program. There are five core principles of learning in training design to guarantee better results. A case study will be presented to indicate that applying those principles into practice will increase the competitive edge of a team.  
Analisis Instrumen Evaluasi Hasil Belajar Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi Bidang Industri Tingkat 3 Tahun 2017 Indragini Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 16 Nomor 1, November 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.941 KB)

Abstract

Efektivitas suatu program pelatihan dapat diukur dari pencapaian evaluasi hasil belajar. Agar pengukuran terhadap efektifitas program pelatihan tersebut benar, maka dibutuhkan alat ukur yang reliabel dan valid. Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas instrumen evaluasi hasil belajar, maka dilakukan analisis butir soal. Telah  dilakukan analisis butir soal ujian tulis Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi Industri Tingkat 3 yang diselenggarakan selama tahun 2017 menggunakan aplikasi ANATES. Dari hasil analisis diperoleh rentang tingkat reliabilitas rendah - sangat tinggi dengan nilai korelasi (rtt) 0,40 - 0,89. Sedangkan untuk validitas butir soal, dengan korelasi signifikan dan sangat signifikan (r > 0,251), memiliki rentang 44% - 70%.
Tokoh Dalam Sejarah Penemuan Atom dan Radiasi Rini Rindayani; Bagiyono Bagiyono
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 3 Nomor 2, Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2284.697 KB)

Abstract

ABSTRAK Dipaparkan riwayat singkat beberapa tokoh, Ernest O. Lawrence, Herman Joseph Muller, Jean Frederic Joliot dan Irene Curie, Lise Meitner, Rutherford dan Roentgen yang berperan dalam sejarah penemuan dan pemahaman atom, radiasi dan pemanfaatannya. ABSTRACT This paper notes about some people, Ernest O. Lawrence, Herman Joseph Muller, Jean Frederic Joliot and Irene Curie, Lise Meitner, Rutherford and Roentgen who have significant role on the discovery of and understanding on atom, radiation and its usage.
Sistem Pencacah Berbasis Komputer Hendriyanto Hadi Tjahyono
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 6 Nomor 2, Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6167.936 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam kegiatan ini telah dibuat suatu sistem pencacah berbasis berbasis komputer dengan memanfaatkan kemajuan teknologi mikro-kontroler dan perangkat lunak yang bersifat user friendly sehingga kegiatan pencacahan berulang dapat dilakukan dengan mudah, menyenangkan dan akurasi yang tinggi.
Analisis Evaluasi Program Pelatihan di Pusdiklat BATAN Endra Susila
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 13 Nomor 1, November 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4978.692 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan analisis terhadap evaluasi program pelatihan Pusdiklat BATAN. Sampel data diambil dari pelaksanaan pelatihan pada Triwulan III tahun 2013 dengan 5 pelatihan yang telah dilakukan yaitu pelatihan: Tanggap Darurat, Pengkajian Dosis, ITN Guru SMA (II), Proteksi Fisik I untuk Medik dan Pengelolaan Limbah Radioaktif. Hasil analisis digunakan untuk perbaikan pelatihan yang akan datang. Analisis dilakukan terhadap hasil evaluasi pada semua komponen program pelatihan yang memiliki nilai pencapaian target mutu kurang dari 70% atau yang memiliki banyak keluhan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis evaluasi program pelatihan dengan nilai komponen program kurang dari 70% adalah pelatihan Pengkajian Dosis. Pelatihan yang memiliki banyak keluhan pelanggan pada komponen program adalah pelatihan Tanggap Darurat, ITN Guru SMA (II), Proteksi Fisik I, Pengelolaan Limbah Radioaktif.   ABSTRACT Training program evaluation analysis in the Center for Education and Training - BATAN has been done. Data are taken from 5 training courses in third Quarter of 2013, i.e. Emergency Response Training Course, Dose Assessment Training Course. Nuclear Technique Introduction for Senior High School Teacher II Training Course and Physic Protection 1 for Medical and Radioactive Waste Management Training Course. The result of the analysis is used for maintaining the next training course. Analysis has been done for all training program components which have quality less than 70% or have a 10/ of customer complaints. Based on the training program evaluation result with program component's grade less than 70% is Dose Assessment Training Course. Training courses which has a lot of customer complaints are Emergency Response Training Course, Nuclear Technique Introduction for Senior High School Teacher II Training Course and Physic Protection 1 for Medical and Radioactive Waste Management Training Course.  
The Basic Safety Standard (Standar Keselamatan Radiasi) B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam kerangka kerja the Inter-Agency Committee on Radiation Safety (IACRS), telah dibentuk suatu sekretariat bersama oleh enam organisasi internasional pada tahun 1991. Beberapa anggota komite ini yaitu IAEA, ILO, OECD/NEA, FAO, PAHO dan WHO kemudian mensponsori terbentuknya the International Basic Safety Standards for Protection against Ionizing Radiation and for the Safety of Radiation Sources atau dikenal dengan the Basic Safety Standard (BSS). Setelah disetujui oleh semua organisasi sponsor, BSS diterbitkan dalam IAEA Safety Series No. 115 pada tahun 1996. Dalam tulisan ini akan diuraikan sejarah singkat standar keselamatan radiasi, pengertian tentang efek radiasi, practices dan interventions, tujuan pembentukan BSS, ruang lingkup BSS, kewajiban dalam BSS, serta persyaratan dalam pelaksanaan BSS. ABSTRACT Under an umbrella of the Inter-Agency Committee on Radiation Safetv (lACRS) and under coordinationship of the International Atomic Energy Agency, six international organizations have founded a joint-secretariate in 1991. The members of the secretariate. i.e. IAEA, ILO, OECD/NEA, FAO, PAHO and WHO then worked on to establish the International Basic Safety Standards for Protection against ionizing Radiation and .for the Safety of Radiation Sources or the Basic Safety Standard (BSS). The standard was issued as IAEA Safety Series No. 115 in 1996. This paper covers a brief discussion on radiation safety standard radiation effects, practices and interventions. It also covers a presentation on the goal and scope of the BSS and what have to be prepared for the implementation of the BSS.
Column Mode Study to Evaluate The Behavior of Metal Adsorption of Phosphoric Adsorbent Synthesized by Radiation Induced Graft Polymerization Fatmuanis Basuki; Noriaki Seko; Masao Tamada
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3341.807 KB)

Abstract

ABSTRACT Column mode study were performed to evaluate the behavior of fibrous adsorbent having phosphoric function prepared by directly synthesis of 2-hydroxyethyl methacrylate phosphoric acid onto polypropylene coated polyethylene by radiation induced graft polymerization. The parameter observed was effect of pH, adsorbent form, metal concentration, flow rate and degree of grafting. The higher degree of grafting obtained was 427% which correspond to 5.2 mmol phosphoric content. In the column mode adsorption of Pb by using column packed with phosphoric adsorbent, the optimum pH found was 6 and the breakthrough curve Na and H form of adsorbent was similar, meaning the same behavior of adsorbent kinetics. The breakthrough point and curve do not strongly depend on flow rates which indicate that the adsorbent has a high adsorption rate. The adsorbent also has good ability to adsorb Pb, Cd, Co and Zr. The highest adsorption capacity obtained was 4.2 mmol/g adsorbent for Pb and Zr.   ABSTRAK Studi mode column dilakukan untuk mengevaluasi sifat-sifat dari adsorbent serat yang memiliki gugus fungsi phosphor. Serat adsorbent disintesis langsung dengan cara polimerisasi cangkok monomer 2-hydroxyethyl methacrilate phosphoric acid pada serat polipropilene yang di coating poliethylene dengan menggunakan radiasi. Parameter yang diteliti adalah pengaruh dari pH, tipe adsorbent, konsentrasi logam, kecepatan alir dan persen grafting. Persen grafting tertinggi yang diperoleh adalah 427% setara kandungan phosphor sebanyak 5.2 mmol. Adsorpsi metoda column dengan menggunakan column packing yang mengandung adsorbent bergugus fungi phosphor untuk logam Pb diperoleh pH optimum adalah 6 dan breakthrough dari adsorbent tipe Na dan H adalah sama atau keduanya memiliki kesamaan kinetika penyerapan. Kurva dan titik breakthrough tidak secara kuat dipengaruhi oleh kecepatan alir, hal ini menandakan adsorbent memiliki kecepatan penyerapan yang tinggi. Adsorben memiliki kemampuan penyerapan yang baik terhadap Pb, Cd, Co dan Zr. Kapasitas penyerapan tertinggi adalah 4.2 mmol/gram penyerap untuk Pb dan Zr.

Page 6 of 10 | Total Record : 98