cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN" : 7 Documents clear
SEKSISME PEREMPUAN DALAM BUDAYA POP MEDIA INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.985

Abstract

Kehadiran perempuan dalam media bagaikan buah simalakama. Di satu sisi, Media dapat berfungsi sebagai wadah aktualisasi diri bagi perempuan, namun di sisi yang lain seringkali perempuan hanya dilihat sebelah mata bagi para laki-laki maupun mesin-mesin yang memproduksinya sebagai sebuah obyekobjek. Mediacenderung  mereduksi perempuan hanya semata persoalan tubuh. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana permasalahan seksisme perempuan dalam media. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini menyimpulkan bahwa, seksisme dalam media berasal dari pandangan bias gender terhadap perempuan  baik dalam masyarakat umum maupun pelaku industri media, terutama  melalui chanel-chanel saluran kapitalisme. kata kunci: Perempuan, Media The presence of women in the media makes an awry conditions. In one side, tThe media may seencan serve asa forum for women’s self-actualization, but on the othersidehand women are oftenly  only seen onnext to the eye for the men and machines that produce as an objects. Themedia tend to reduce women merely as a body issues. Thise article aimed to explore the women sexism in media.Through the qualitative method, this article  concludesthat sexism in the media formed by rom the view ofgender bias against women in both the public and themedia industry players  especially through the channel of capitalism.keywords: Women, Media
KONSTRUKSI DAN REPRODUKSI BUDAYA KHITAN PEREMPUAN : PERGULATAN ANTARA TRADISI, KEBERAGAMAAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DI JAWA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.979

Abstract

Pada masa sekarang ini, keberadaan khitan perempuan masih dalam perdebatan. Hal ini disebut sukarela sunat sukarela perempuan atau juga dikenal sebagai mutilasi Alat Kelamin Perempuan (FGM). Di sini, sunat perempuan sering dikaitkan dengan ajaran agama dan tradisi masyarakat yang harus selalu dijaga. Bagi Untuk beberapa feminis, sunat perempuan dianggap sebagai praktik kekerasan yang harus dihilangkan dari masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana tradisi, keberagamaan dan juga isu gender berpengaruh dalam membentuk pandangan masyarakat terkait praktik sunat perempuan ini. Budaya masyarakatdan tradisi keagamaan yang lebih bernuansa patriarki,menjadi legitimasi kelangsungan praktek ini. Melalui metode kualitatif, tulisan ini menemuka njelaskan beberapa tren sunat perempuan, pelaksanaannya padaperempuan, dimensi agama, tradisi dan tinjauan kritis dari praktek ini .Kata kunci: sunat perempuan, tradisi, agama dankekerasan jender. In today’s world, the existence of female circumcision isstill in debate. It is called  voluntary female circumcisionor it is also known as Female Genital Mutilation (FGM).Here, female circumcision is often associated with religiousteachings and traditions of society that must always bemaintained. For some feminists, female circumcision is considered as the practice of violence that should beeliminated from society. This paper aimed to explore howdoes the tradition, religiousity and also gender issue effectthe community way of thingking about circumcision.Community culture and religious traditions that havebeen more nuanced patriarchal, became the legitimacyof the continuity of this practice. Trough the qualitativemethod, this paper finds ssome trends of circumcision,it’s implementation for women, the religious dimension, tradition and critical review of this practice.Keywords: female circumcision, traditions, religious and gender violence
AKTUALISASI DIRI PEREMPUAN DI TENGAH KEPENTINGAN DOMESTIK DAN PUBLIK
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.984

Abstract

Laki-laki dan perempuan diciptakan dalam suatu bagan kemitraan simbiosis mutualistik. Penciptaan keduanya secara niscaya bertumpu kepada qudrah dan iradah Tuhan. Perempuan diberi hak dan kewajiban sebagaimana laki-laki. Perempuan mampu memerankan kewajiban kodratinya dan memiliki keinginan untuk mengaktualisasikan dirinya, ikut berperan sebagai mitra laki-laki dalam mengemban tugas sebagai khalifatullah di bumi, aktif di ranah publik, baik melalui kegiatan sosial, intelektual, dan politik. Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan tidak menjadi pembeda yang membedakan antara superior dan inferior, meski naturalisasi sebagai seorang perempuan yang menstruasi,hamil, dan menyusui tetap dijalankan.kata kunci: qudrah, iradah, kesetaraan, mitra, publik,domestik, kesepahaman Men and women are created in a frame mutualisticsymbiotic partnership. Creation of the two is necessarilyrelying on Qudrah and will of The Lord. Women were given the rights and obligations as men. Women wereable to portray her nature obligations and have the desireto actualize herself, had a role as a male counterpart inthe task as representative of Allah on earth, active in thepublic sphere, whether through social, intellectual, andpolitical. Biological differences between men and womenis not a differentiator that distinguishes between superior and inferior, although natural character as a womanwho is menstruating, pregnant, and lactating are keeprunning.Keywords: Qudrah, will of god, equality, partners, public,domestic, understanding
KONSTRUKSI SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM LITERATUR PESANTREN KLASIK: (STUDI TERHADAP KITAB UQUD AL-LUJJAYN KARYA NAWAWI AL BANTANI)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.978

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kitab kuning klasik yang sudah sangat populer di pesantren Indonesia. Kitab itu adalah Uqud Al-Lujjayn fi Huquq al-Zawjayn karangan Nawawi al-Bantani. Sebagai sebuah buku yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban dari pasangan dalam Islam, ada beberapa penggambaran seksualitas perempuan yang dapat dibahas dalam empat bentuk,yaitu identitas diri, tindakan seksual, perilaku seksual danorientasi seksual. Penelitian ini mendapatkan pernyataan penutup bahwa pandangan Nawawi terhadap seksualitas perempuan tidak terlepas dari kondisi zaman yang membesarkannya. Karenanya, perlu dilakukan beberapa upaya untuk merekonstruksi pandangan Nawawi pada seksualitas perempuan di Pesantren dengan membaca ulang teks Islam.Kata kunci: Seksualitas Perempuan, Pesantren, KitabKuning. This research focuses on an old yellow book which hasbeen very popular in the Indonesian Islamic boarding schools (pesantren). It is Uqud Al-Lujayn  fi Huqu qal-Zawjayn of  Nawawi al-Bantani.  As a book whichdealts with the right and obligation  of a couple in Islam,there are some  illustrate women’s sexuality which canbe discussed in four forms, namely self identity,  sexualaction, sexual behavior and sexual orientation. Thisresearch get a concluding remark that Nawawi’s view on women’s sexuality depend on his zeitgeist, so we needsome attempts to reconstruct Nawawi’s view on women’ssexuality  in pesantren by rereading Islamic text.  Keywords : Women’s Sexuality, Islamic Boarding Schools, Kitab Kuning.
KERENTANAN PEREMPUAN TERHADAP PENULARAN HIV & AIDS : STUDI PADA IBU RUMAH TANGGA PENGIDAP HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.983

Abstract

Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia terus meningkat. Di Kabupaten Pati angka prevalensi kasus HIV & AIDS daritahun 1996 hingga bulan September 2014 sebanyak 642 kasus dan angka sebaran infeksi seksual menular yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Pati. Kerentanan perempuan terhadap penularan penyakit seperti HIV ini didasarkan pada beberapa faktor yang terjadi pada level yang berbeda yaitu dari level individu, rumah tangga dan masyarakat serta level makro yang sering membuat perempuan tidak menyadari bahaya HIV danAIDS. Gambaran perilaku berisiko yang menyebabkan kerentanan perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga karena perilaku beresiko dialami oleh pasangannya,pemaksaan secara seksual dan penggunaan kondom yang rendah karena ketidaktahuan dan perasaan tidak enak untuk meminta pasangannya menggunakan kondom. Stigmatisasi dan diskriminasi masih dialami oleh para ODHA perempuan dalam hal ini Ibu Rumah Tangga.Kata Kunci : Kerentanan Perempuan, Perilaku Berisiko,HIV & AIDS. HIV and AIDS epidemic in Indonesia continues toincrease. Pati Regency prevalence rate in HIV and AIDScases from 1996 to September 2014 as many as 642 casesand the number of sexually transmitted infections spreadin every district in Pati regency. Women’s vulnerabilityto transmission of diseases like HIV is based on several factors that occur at different levels, namely on the levelof individuals, households and communities as well as themacro level often make women aware of the dangers ofHIV and AIDS. Overview risky behavior that led to thevulnerability of women in this case Housewife becauserisky behaviors experienced by their partner, sexualcoercion and low condom use because of ignoranceand feel bad to ask their partners to use condoms.Stigmatisation and discrimination still experienced by HIV positive people are women in this case Housewife.Keywords: Women’s Vulnerability, Risk Behavior, HIV and AIDS
PERAN GANDA PEREMPUAN DI LINGKUNGAN PARIWISATA BANDUNGAN, JAWA TENGAH
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.981

Abstract

Masalah peran ganda perempuan tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga terjadi diindustri pariwisata yang saat ini merupakan andalan bagi pendapatan asing setelah sektor minyak dan gas. Selain tu, sektor pariwisata selama ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesempatan kerjabagi perempuan. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bentuk peran (produktif) perempuan di bidang pariwisata di kawasan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah. (2) Peranapa yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan menunjukkan kebutuhan untuk memberdayakan bidang perempuan di sektor yang terkait dengan pariwisata.Pemberdayaan ini juga akan memberikan efek dalam meningkatkan kualitas kegiatan pariwisata di daerah yang bersangkutan. Menyadari heterogenitas perempuandan keragaman kegiatan pariwisata, penentuan langkah langkah untuk pemberdayaan perempuan di bidangpariwisata harus menarik dan beragam terutama yang diperlukan selama pelaksanaan.kata kunci: Peran perempuan, pariwisata, pemberdayaan. The problem of multiple roles of women not only occurin the field of economy and social but also occur in thetourism industry which  now is a mainstay for foreignincome after oil and gas sector. In addition, the tourismsector during this period, does not show significantresults to increase employment opportunities for women. The focus of this research are: (1) The shape of the role(productive) women in the field of tourism in the areaof Tourism Bandungan, Central Java. (2) What role canimprove the income of a family. The findings indicatethe need of women empowerment in the sectors relatedto tourism. This empowerment will also give effect inimproving the quality of tourism activities in the areasconcerned. Recognizing heterogenity of women and thediversity of tourism activities, determination of the stepsto empowerment of women in the field of tourism shouldcharming and diverse that is especially needed duringimplementation.Keywords: Multiple Roles Of Women, Tourism, Empowerment.
PENGATURAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.980

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang menimpa perempuan diIndonesia. Pemerintah dan masyarakat harus mengambil tanggung jawab untuk mengoptimalkan pencapaiannya.Hal ini berarti bahwa kita harus terus mencoba mengurangi masalah kesehatan reproduksi perempuan,khususnya agar perempuan di daerah pedesaan dapat menikmati dan menerima pelayanan kesehatan yang maksimal, dan juga dapat mengakses dan mengontrol apa yang menjadi hak mereka. Mengingat pentingnya kesehatan reproduksi, selain peraturan di atas, ada berbagai salinan peraturan atau kebijakan publik sebagai kepedulian pemerintah untuk memajukan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan peraturan hukum reproduksi perempuan masih lemah di Indonesia, walaupun adabeberapa peraturan yang baik. Beberapa faktor yang menyangkut struktur dan budaya hukum disebabkan oleh implementasi reproduksi wanita masih belum berkembang.Kata kunci: Peraturan Pelaksanaan, Kesehatan Reproduksi Perempuan. Reproductive heatlh of women has become one of healthproblems befalling women in Indonesia. Governmentand society ought to take responsibility to optimize itsaccomplishment. It means we have to continue to tryto reduce the problems of women reproduction health,especially women in rural area can enjoy and accept maximize service of health and also can access and controlwhat becomes their rights. Considering the importanceof reproduction health, besides the regulations above,there are various copy regulations  or public policy existas governmental caring from to move forward health ofreproduction. Implementation of the legal regulation ofwomen reproduction is still weak in Indonesia, eventhoughthere are some good regulations. Some factors concerninglegal structure and culture caused of implementation ofwomen reproduction are still under-developed.Keywords: Implementation Regulations, ReproductiveHealth Of Women.

Page 1 of 1 | Total Record : 7