cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 149 Documents
Therapeutic Communication in Trauma Recovery for Students Surviving of Sexual Violence
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.13951

Abstract

Sexual violence is one of the unresolved issues up to now. Several efforts have been made by the government such as providing LPA protection and safe houses in several areas in order to minimize the case of sexual violence. However, this issue has still been found in the community, in the area of City and District of Kediri. The research used a multi case study approach by conducting interviews and observing sexual violence survivors and associates from NGOs KIBAR and WCC Kilisuci. The researcher was actively participated and involved in mentoring activities. It was found that there were 3 stages of therapeutic communication; The first stage is the pre-counseling process in the form of collecting data from survivor reports, survivors' friends or survivors' families. The second stage, the counseling process is carried out by taking a persuasive approach to build the level of trust of the survivors and their families towards the assocaites volunteers. The third stage, post mentoring process for recovery communication after all case counseling processes are completed.
Menyoal Pemulihan Anak Korban Kekerasan di Indonesia
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2049

Abstract

Kekerasan terhadap anak menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Indonesia saat ini yang menuntut langkah-langkah terstruktur untuk mencegahnya. Perlindungan anak dari tindak kekerasan sangat penting karena menyangkut masa depan bangsa ini sekaligus merupakan tanggungjawab negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan instrumen hak asasi manusia internasional khususnya Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Paper ini menilai pemulihan adalah hak bagi anak korban kekerasan dan negara melalui pemerintah berkewajiban untuk melakukan dan mengupayakan hasil pemenuhan hak pemulihan tersebut. Patut dihargai bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah legislasi serta membangun mekanisme pemulihan dengan membangun lembaga-lambaga penyedia layanan untuk anak korban kekerasan, namun berbagai tantangan masih harus dihadapi oleh pemerintah dan berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemulihan ini. Paper ini mengidentifikasi tantangan-tantangan sekaligus menawarkan rekomendasi yang harus dilakukan oleh berbagai pihak terkait pemulihan untuk anak korban kekerasan di Indonesia. 
POLITIK ETIS KEPAHLAWANAN RA KARTINI: MENGUAK SPIRITUALISME KARTINI YANG DIGELAPKAN
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1022

Abstract

Artikel ini membahas tiga isu utama terkait kepahlawanan RA Kartini di Indonesia: (1) Apa saja pertimbangan politikpemerintah dalam menetapkan Kartini sebagai pahlawanannasional?; (2) Bagaimana arkeologi pemikiran Kartiniterbentuk sehingga dikenal sebagai tokoh emansipasiwanita di Indonesia?, (3) Mengapa spiritualisme Kartinicenderung tersembunyi?, Makalah ini ditulis berdasarkanpenelitian perpustakaan dengan pendekatan filosofis.Kesimpulan dari artikel ini adalah: (1) Penentuan Kartinisebagai pahlawan tak lepas dari kepentingan politik. (2)Telah terjadi intervensi dari orientalis yang mengesankanKartini sebagai seorang sekuler dan penganut feminis Barat.(3) Kartini adalah seorang Muslim yang kritis bahkan diatidak ragu-ragu untuk memberikan gugatan dan kritik tajamdari fenomena keagamaan yang kurang mendidik, termasukdalam pembelajaran dari Al-Qur’an. Hal ini telah benar benar mencapai tingkat tertinggi kesadaran Kartini sebagai “hambaAllah” yang anti-feodalisme dan kolonialisme.kata kunci: Kepahlawanan Kartini, Spiritualisme, kolonialisme, politik etis This article discusses three focus issues: (1) What kindsof political interest in deciding behind the heroism ofKartini?; (2) What is the archaeological thought of  Kartinidespite his heroic figure?, (3) Why does the spiritualismof Kartini inclined hidden behind the frenzied heroismKartini that tends to make it as an object of ethical politics of dutch colonialism? This paper was writtenbased on library research with philosophical approaches.Conclusions of this article are: (1) the determinationof Kartini as an hero could not be separated from thepolitical intrigues. (2) Due to the intervention of theOrientalist writer has impressed Kartini be secular andWestern feminist adherents. (3) Kartini is a Muslimcritical even she did not hesitate to give the lawsuit andsharp criticism of the religious phenomenon which doesnot educate, including the learning of the Qur’an. It hasactually reached the highest degree of Kartini’s awareness as a servant of God that anti-feudalism and colonialism.Keywords: Heroism of Kartini, Spiritualism, Colonnialism, Ethics Political
Desacralization of Marriage in the Islamic Community of Javanese Farmers
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7412

Abstract

Field research with a phenomenological approach, in the District of Kabuh-Jombang. The barren rural socio-geographical setting makes tradition basics a reference and measure of norms of action. The uniqueness of this study with previous research is the process of reducing the sacredness of marriage by placing the status of Widower or Widow better than the status of an old spinster or old age. Research with a Phenomenological approach with Robert Merton's Structural-Functional analysis knife rests on deep interview techniques of 20 informants consisting of couples who experience young and divorced couples, families, and community leaders. produce conclusions that the tradition of underage marriage is a social fact, a habit that still continues to this day, constructed with noble and sacred meaning. In the social process the Nobleness of meaning is not supported by other social facts, that being a widower or widow is better than being an old woman or old woman. This puts divorce better than maintaining marriage. This pragmatic outlook is contrary to the ideal ideals of a sacred marriage. The result of a complex divorce is a negative new social fact that is neglecting the rights of children to be paid by their parents. This negative social fact is due to the dysfunctional social control and social structure of the process of adaptation to change.
URGENSITAS MANAJEMEN WAKTU DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL ANAK : STUDI KASUS PADA KOMUNITAS PENGAJIAN MUSLIMAT DINOYO, KOTA MALANG, JAWA TIMUR
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola pengelolaan waktu dalam upaya mengembangkan kecerdasan spiritual anak di komunitas pengajian muslimat Dinoyo Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan studi kasus untuk menemukan keunikan manjemen keluarga komunitas muslim. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa 80% kegiatan perempuan di waktu luang tidak digunakan secara efektif untuk mendidik moral dan mentalitas anak-anak mereka.Ini mengimplikasikan efektivitas waktu luang sebagai waktu produktif dalam meningkatkan kualitas keluargayang belum mencapai pola ideal yang diharapkan.Kecenderungan aktivitas yang dilakukan oleh ibu rumah tangga dalam mendampingi anak-anak mereka adalah aktivitas perawatan fisik. Banyak kegiatan yang tidak produktif tanpa memberikan pemahaman tentang nilai-nilai spiritual bagi anak. Dampaknya, anak-anak belajar tentang konflik , mimpi materialistis, dan sejenisnya.kata kunci: Manajemen Waktu, Kecerdasan Spiritual Anak.
Inequality of Sexual Violence Reporting in Online Media during the New Normal Era: A Feminist Perspective
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 2 (2023): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i2.19051

Abstract

Issues of sexual violence have been reported as imbalanced by online media. This imbalance can be seen in the media's intensity, object, and motives for writing the news. This tendency indicates that the media is still taking sides in disclosing the incidents of sexual violence that occurred. The purpose of this study is to complement the findings of previous studies by focusing on how online media reports of sexual violence issues. This study uses a descriptive qualitative research based on content analysis through a feminist approach. Data was obtained through primary and secondary sources. Primary data is obtained from 5 online mainstream media selected using purposive sampling. The five media are cnnindonesia.com; Detik.com; Kompas.com; Tempo.co, and Tribun.com. At the same time, secondary data was obtained from online sources from several sites related to the research theme, including the Press Council, the Indonesian Broadcasting Commission, the Ministry of Women's Empowerment and Children Protection, and the National Commission for Women. This study focuses on three months between January – March 2022 to investigate news about sexual violence in online media. The results of this study indicate that first, the high incidence of violence during the three months reached 119 reports. Second, in writing essays, the media tend to lean towards the point of view (object) of the apparatus rather than victims and perpetrators. Third, the media has a high motive for reporting warnings and exploitation motives. Based on the three results of the mapping of sexual violence reporting, the five online media tend to show injustice in writing reasons. 
PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERPERSPEKTIF GENDER DALAM HUBUNGANNYA TERHADAP PEMILIHAN PERMAINAN DAN AKTIVITAS KEAGAMAAN UNTUK ANAK
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga PAUD maupun dalam lingkungan keluarga serta hubungannya terhadap pemilihan permainan dan aktivitas keagamaan AUD. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embedded. Penelitian dilaksanakan di eks-karesidenan Madiun dengan pemilihan sampel melalui purposive sampling pada data yang diperoleh menggunakan metode kualitatif dan random sampling pada data kuantitatif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan wawancara yang kemudian dianalisis berdasarkan karakteristiknya melalui deskriptif kualitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan Pertama masyarakat telah responsif gender pada pengasuhan AUD dan cenderung bebas pada aspek stereotipe, subordinasi, dan marginalisasi, Kedua, pemahaman responsif gender dalam pemilihan pemainan yang dimiliki guru lebih baik daripada orang tua/pengasuh, sedangkan pemilihan aktivitas keagamaan tidak ada perbedaan, dan Ketiga adanya hubungan signifikan antara pola asuh dalam lingkungan keluarga dan lembaga PAUD terhadap pemilihan permainan, namun berbeda pada pemilihan aktivitas keagamaannya dimana hubungan signifikan hanya pada lingkungan keluarga.Kata Kunci: Pengasuhan Anak, Berperspektif Gender, Pemilihan Permainan, Aktivitas Keagamaan
BIAS GENDER DALAM KONSTRUKSI HUKUM ISLAM DI INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.997

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat.Pengaturan peran laki-laki dan perempuan dalamkeluarga berdampak pada peran dan kedudukannya dalam masyarakat. Rumusan dalam Kompilasi Hukum Islam (KID) yang membedakan peran perempuan dan laki Iaki perlu  dikritisi.Pembagian peran di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHl) yang sangat patriarkis dalam banyak hal cenderung banyak diilhami oleh aturan aturan jauh sebelumnya yang bersifat diskriminati.  Ditingkat nasional, pemerintah Indonesia pada tahun 1974melakukan reformasi hukum keluarga berupa Undang Undang Perkawinan Nomor 1/1974 yang kemudian dilengkapi dengan Kompilasi Hukum Islam. Pada aturanfornal pemerintah itu, dapat ditemukan sejumlah normayang ambivalen. Di satu pihak pemerintah mengakuilegal capacity kaum perempuan, di satu pihak justru mengukuhkan peranan berdasarkan jenis kelamin (sexroles) dan stereotype terhadap perempuan dan laki laki dengan membagi secara kaku, peran perempuan di sektor domestik dan peran laki-Iaki di sektor publik.Kata Kunci: Rekonstruksi, Gender, Kompilasi Hukum Islam The family is the smallest unit of society. Setting theroles of men and women in the family have an impact onthe role and position in society. The formulation in theCompilation of Islamic Law which distinguish the roleof women and male-to be scrutinized. The division ofroles in the Compilation of Islamic Law very patriarchalin many cases tend to more or less inspired by the rulesahead of time that is diskriminati. At the national level,the Indonesian government in 1974 to reform familylaws such as the Marriage Law No. 1/1974 which wasthen fitted with Islamic Law Compilation. Fornal on therules of the government, can be found a number of normswere ambivalent. On the one hand it recognizes the legalcapacity of women, on the one hand it confirms the roleof gender (sex roles) and stereotypes of women and menby dividing rigidly, the role of women in the domestiksector and the role of male-in the public sector.Keywords: Reconstruction, Gender, Compilation ofIslamic Law
Sense of Community Responsibilty (SOCR) dan Respon Cepat Pengajian Annisa dalam menangani dampak Covid-19
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.7994

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan angka kemiskinan. Diperkirakan akan ada tambahan 3,78 orang miskin di Indonesia sebagai akibat COVID-19. Masalah kemiskinan akibat COVID-19 juga terjadi di Perumahan Griyo Wage Asri I (GWA I) Sidoarjo, perumahan di mana Pengajian Annisa berada. Dari pendataan terhadap kondisi warga yang dilakukan oleh Rukun Warga GWA I pada tanggal 16 Maret 2020, diketahui ada satu keluarga yang bahkan sudah tidak makan selama tiga hari karena ketidakmampuan membeli makanan. Ketika mengetahui hal ini, para pengurus Pengajian Annisa kemudian dengan cepat memberikan bantuan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan faktor apakah yang mendorong para pengurus Pengajian Annisa memberikan bantuan dengan cepat tersebut. Program dan strategi apakah yang mereka gunakan untuk mengumpulkan bantuan. Untuk menjawab pertanyaan ini, penulis melakukan analisis teks terhadap 254 pesan WhatsApp (WA) yang dikirimkan oleh pengurus pengajian ke dalam group WA mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa sense of community responsibility (SOCR) adalah faktor pendorong bagi kecepatan pengurus Pengajian Annisa dalam memberikan bantuan. Mereka berhasil mengumpulkan dana dari para anggota dengan cara mengirimkan pesan WA yang menyentuh hati, membangkitkan SOCR. Penelitian ini menguatkan penelitian-penelitian yang terdahulu bahwa SOCR berhubungan erat dengan sikap kedermawanan seseorang atau organisasi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan komunitas. 
GERAKAN DAN REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN DI KOTA TASIKMALAYA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1924

Abstract

Penelitian ini didasari atas berbagai problem lemahnya peran perempuan yang berdampak pada diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan yang diterima oleh perempuan. Penelitian yang dilakukan di Tasikmalaya ini mencoba untuk menggambarkan gerakan perempuan mulai dari akar rumput dan bagaimana aktor aktor gerakan perempuan merepresentasikan kepentingan perempuan, baik gerakan perempuan yang berasal dari akar rumput maupun yang muncul karena bentukan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif deskriptif. Paradigma ilmu politik yang digunakan menggunakan teori kritik sosial menggunakan feminisme sebagai pendekatan penelitian. Sedangkan tekhik analisis menggunakan metode interaktif dan data digali secara mendalam lewat purpose methode. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Organisaasi-organisasi perempuan yang ada di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya memiliki wadah yang dapat mempersatukan semua golongan, sehingga gerakan masih dilakukan sendiri-sendiri oleh organisasi perempuan masing-masing. 2. Keterwakilan perempuan dalam lembaga politik formal cukup terwakili dengan munculnya tokoh-tokoh yang menjadi representasi perempuan dalam lembaga politik. Secara substantif, keberadaan mereka dalam lembaga-lembaga tersebut belum memberikan implikasi positif yang sangat signifikan. 3. Keberadaaan GOW Kota Tasikmalaya sebagai salah satu wadah bersatunya organisasiorganisasi perempuan di Kota Tasikmalaya belum maksimal dalam mengkoordinir gerakan perempuan di Kota Tasikmalaya. This research is based on the various problems of the role of women which have an impact on discrimination in many aspects of women life. This research which conducted in Tasikmalaya is trying to portray the women’s movement from the grassroots and how actors represent women’s interests in both women’s movement that comes from the grass roots and other movements that affiliated to the state. The method used in this research is descriptive qualitative research methods. The paradigm of political science and the theory of social critique used as a research approaches. While analysis is using interactive methods and data explored in depth through the method purpose.The results of this study are: 1.-Women’s organizationsin the city of Tasikmalaya have no full power to unite all the groups, so that the movement is still done separately by women’s organizations respectively. 2. The representation of women in formal political institutions are adequately represented by the emergence of figures in politic. Substantively, their presence in these institutions does not provide a significant positive implication. 3. The existence of GOW Tasikmalaya as women’s organizations in the city of Tasikmalaya is not maximized in coordinating the women’s movement in this city, Women’s  organization, women’s movement, the representation of women in politic

Page 10 of 15 | Total Record : 149