cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 149 Documents
Perkawinan Anak dalam Jebakan Sosio-Kultural Masyarakat Bajo Pesisir di Sulawesi Tenggara
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i1.11690

Abstract

Child marriage is a complex issue that is still rife in recent times, especially in marginalized communities. This study aims to analyze the social background and cultural construction that facilitates the context of child marriage in the Bajo community in Southeast Sulawesi. Primary data were collected through interviews with child brides, parents and local communities; make observations on the settlement, the behavior of the community and their interactions with each other, especially for child brides. Using a sociological perspective, this study finds that there are four factors that underlie the occurrence of child marriage cases, firstly the mindset and lifestyle that ignores risk; second, poverty in education, economy, and religion; third, live comfortably in a cultural shell; and fourth, a house without a private/intimate space. These four factors become the background context that traps the community as if they are unable to get out of the problem
EFEKTIVITAS PELATIHAN PENERAPAN PHBS ANAK USIA DINI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN ORANG TUA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2253

Abstract

Keterlibatan dan kemampuan orang tua terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia dini sangat menentukan kualitas kesehatan anak. Kemampuan orang tua mengenai PHBS ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan seperti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan penerapan PHBS terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua siswa PAUD.Penelitian  quasy experimental ini menggunakan desain pre-test and post-test design. Sampel 36 orang tua (19 orang tua PAUD Tunas Harapan Desa Karangmangu dan 17 orang tua PAUD Kasih Ibu Desa Kemutug Kidul). Pengumpulan data menggunakan angket untuk pengetahuan dan sikap, serta kuesioner untuk peran yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Data diuji dengan uji wilcoxon untuk perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum-sesudah diberikan pelatihan, sedangkan uji paired t test untuk perbedaan peran sebelum-sesudah diberikan pelatihan.Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan peran sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan nilai p pengetahuan 0,000, sikap 0,000, dan peran 0,000 (<0,05).Pelatihan penerapan PHBS anak usia dini efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua. Kata Kunci : PHBS, orang tua, anak usia dini
KETIDAKADILAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN : STUDI PANDANGAN POLITIK PEREMPUAN ANGGOTA LEGISLATIF DI KABUPATEN KUDUS
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1030

Abstract

Penelitian ini ingin mengidentifikasi bentuk-bentuk kesenjangan gender dalam pembangunan pertaniandi Kabupaten Kudus serta seberapa jauh pandangan politik perempaun anggota legislatif di Kudus menjangkau pembangunan di bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasusdan fenomenologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam pengambil keputusan, tidak ada kebijakankhusus untuk perempuan, tetapi arah kebijakan menujukesetaraan gender di mana perempuan sudah mulai terlibat aktif dalam gabungan kelompok tani tetapijumlah perempuan yang diakses teknologi baru ataumodal pertanian dari pemerintah dan wanita yangmengelola pertanian, masih kurang dari laki-laki. Dalammenyikapi hal ini legislator perempuan menyatakan perlunya pendidikan khusus sesuai dengan potensi petani lingkungan perempuan, sehingga mereka memiliki rasa kepercayaan diri dan mendapatkan posisi tawar yanglebih baik.Kata kunci: Perempuan legislator; kesenjangan gender;pertanian This article investigates the women legislator facing  gender gap in faming developmen in Kudus Central Java. This reasearch used a case study and phenomenological approach. The congclution of this article are women farm workers are always behind the men in terms oftecnological access. In the level of decicion maker, thereis no specific policy for women, but the policy directionis towards the gender equality where women have startedto be involved actively in the Joint Group of Farmers butthe number of women that accessed new technologiesor farming capital from government and women whomanage agricultural, still less than male. In addressingthis matter of women legislators expressed the needfor special education in accordance with the potentialof neighborhood women farmers, empowering womenthrough cooperatives and recitation, and revitalize thePKK as a means of distributing information, so they havemore capability, resulting sense of confidence and gain a better bargaining position.Keywords: Woman legislator, Gender gap, Agricultural
Nikah Subarang Ayie Kontestasi Nikah Formalistik di 50 Kota Sumatera Barat
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7448

Abstract

Subarang Ayie marriage, marriages that are performed through marriage services that are not regulated by the state, or not through procedures that have been established by applicable laws and regulations, so that this marriage does not have official documents, as regulated  by the state.  Ayie's Subarang marriage still occurs due to practices carried out by actors who need and need each other, making it difficult to be eliminated.  Marriage under the hand is still a rational and normative choice, especially among those who have problems in marriage.  Therefore, Subarang Ayie's marriage still survives.
MANAJEMEN KELUARGA PEREMPUAN SINGLE PERENT : TELAAH GENDER KEHIDUPAN KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.937

Abstract

Pada keluarga yang  pra sejahtera di pedesaan ditemukan banyaknya perempuan yang menjadi kepala keluarga sementara ketika ditinggal suaminya kerja merantau. Artikel ini memotret wawasan gender dan manajemen keluarga yang dilakukan para perempuan tersebut.Kesimpulannya wawasan gender para perempuan pedesaan ini sangat rendah meskipun dalam beberapahal mereka secara tidak sadar telah melaksanakan prinsip adil gender seperti perlakuan adil dan seimbang dalam menugaskan anak membantu pekerjaan rumah tangga.  Manajemen keluarga dalam pengelolaan keuangan dilakukan oleh responden dengan memilah milah kebutuhan dengan mementingkan pemenuhan kebutuhan papan, sandang dan pangan walaupun dalam kesederhanaan.  Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri dan pendidikan keagamaan dilakukan dengan aktif mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggal.Kata kunci: Manajemen Keluarga, TKI, Telaah Gender.
The Traces of Qur’anic Women’s Hakiki Justice Interpretation in KUPI's Fatwas
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 17, No 1 (2024): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v17i1.26496

Abstract

Mainstream Islamic epistemologies are gender biased due to two primary reasons. First, women are often seen as men’s sexual tools and reproductive machinery, making them sexual objects. Second, legalistic interpretations of the Qur’an require formal interpretation. The Indonesian Women Ulama Congress (KUPI) proposes an alternative Qur'anic women's Hakiki Justice interpretation. In this context, women are respected as whole persons with physical, intellectual, and spiritual qualities deserving of respect as complete subjects. Islamic welfare ideals are shaped by their unique bodily and social human experiences. Islamic teaching system consists of vision, moral foundation, and method verses. As a process of transformation, the verses comprise the starting point, intermediate, and final goals verses. KUPI’s fatwas are examined for Qur'anic women's hakiki justice interpretation. The library research method is employed using credible books and online resources. The key texts are Nalar Kritis Muslimah, Metodologi Fatwa KUPI books, and KUPI's fatwas documents on the Kupipedia website. The results highlight that the traces of Qur'anic women's hakiki justice interpretation in KUPI's fatwas are indicated by how KUPI integrated women's bodily and social experiences in understanding the issues and the Qur'an. 
Citra Diri Maskulin Para Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3827

Abstract

Persoalan kekerasan terhadap anak di Indonesia menjadi persoalan yang sangat serius. Pemerintah menyatakan bahwa ‘Indonesia Darurat Kekerasan terhadap Anak.’ Kasus kekerasan terhadap anak terus mengalami peningkatan. Kasus kekerasan seksual merupakan kasus terbanyak. Kasus kekerasan seksual tidak lepas dari gagasan maskulinitas yang sangat cenderung patriarkhis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan tentang gagasan maskulinitas para pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang berkenaan dengan makna dan struktur sosial yang melingkupi mereka. Untuk meraih tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini adalah: tindakan seksual para pelaku kejahatan seksual tidak dapat dilepaskan dari pemaknaan mereka tentang gender dan seksualitasnya, laki-laki dianggap sebagai sang penakluk, pemangsa, dan perempuan sebagai pihak yang ditundukkan (objek seksual). Bagi kaum paedofil (pelaku sodomi), perempuan adalah sosok yang selalu membuatnya sakit hati. Anak-anak dijadikan pelampiasan hasrat seksualnya; para pelaku kejahatan seksual menganggap persetubuhan dengan anak dilakukan atas dasar suka sama suka, tidak ada ancaman dan paksaan, bukan merupakan kekerasan atau tindak kejahatan; struktur sosial yang melingkupi para pelaku adalah: tingkat sosial ekonomi rendah, lingkungan pergaulan buruk, ketiadaan figur ayah, ketiadaan istri dalam jangka waktu lama, cenderung menutup diri dari lingkungannya, konsumsi obat-obat terlarang, minuman keras, materi pornografi serta seks bebas                                Kata kunci: kejahatan seksual, anak, maskulinitas, makna, struktur sosial Abstract"Indonesia Emergency Violence against Children" is the statement delivered by the government to show how the issue of violence against children in Indonesia has become a very serious problem. Currently the case of violence against children is increasing and cases of sexual violence cases occupy the highest among the other kinds of violence. This study aims to analyze and explain the idea of masculinity perpetrators of sexual crimes against children that focuses on the meaning and social structures that surround sexual offenders. The findings in this study are: 1) The sexual act of sexual offenders can not be separated from their meaning about gender and sexuality, in which the male sex is considered as the conqueror, predators, and women as the subjugated (sexual object). For the pedophile, the woman is a person who always made it hurt. Only the children can freely vent to his sexual desires; 2) According to sex offenders, that sexual intercourse with a child on the basis of consensual, there is no threat and coercion is not the violence or crime; 3) social structure that surrounds the sex offenders are: socio-economic level is low, the social environment is bad, the absence of a father figure, the absence of the wife in the long term, tend to close themselves from the environment, the consumption of illegal drugs, alcohol and pornographic material as well as free sex.Keywords: sexual crimes, child, masculinity, meaning, social structure
PERAN GANDA PEREMPUAN DI LINGKUNGAN PARIWISATA BANDUNGAN, JAWA TENGAH
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.981

Abstract

Masalah peran ganda perempuan tidak hanya terjadi di bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga terjadi diindustri pariwisata yang saat ini merupakan andalan bagi pendapatan asing setelah sektor minyak dan gas. Selain tu, sektor pariwisata selama ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesempatan kerjabagi perempuan. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bentuk peran (produktif) perempuan di bidang pariwisata di kawasan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah. (2) Peranapa yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan menunjukkan kebutuhan untuk memberdayakan bidang perempuan di sektor yang terkait dengan pariwisata.Pemberdayaan ini juga akan memberikan efek dalam meningkatkan kualitas kegiatan pariwisata di daerah yang bersangkutan. Menyadari heterogenitas perempuandan keragaman kegiatan pariwisata, penentuan langkah langkah untuk pemberdayaan perempuan di bidangpariwisata harus menarik dan beragam terutama yang diperlukan selama pelaksanaan.kata kunci: Peran perempuan, pariwisata, pemberdayaan. The problem of multiple roles of women not only occurin the field of economy and social but also occur in thetourism industry which  now is a mainstay for foreignincome after oil and gas sector. In addition, the tourismsector during this period, does not show significantresults to increase employment opportunities for women. The focus of this research are: (1) The shape of the role(productive) women in the field of tourism in the areaof Tourism Bandungan, Central Java. (2) What role canimprove the income of a family. The findings indicatethe need of women empowerment in the sectors relatedto tourism. This empowerment will also give effect inimproving the quality of tourism activities in the areasconcerned. Recognizing heterogenity of women and thediversity of tourism activities, determination of the stepsto empowerment of women in the field of tourism shouldcharming and diverse that is especially needed duringimplementation.Keywords: Multiple Roles Of Women, Tourism, Empowerment.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Tani Padi Di Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.8842

Abstract

Tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) yang ke-5 yaitu tentang isu gender, meliputi peran perempuan terhadap isu politik dan ekonomi. Pada sektor ekonomi, perempuan memiliki peran dalam bidang pertanian, namun masih banyak dijumpai ketidaksetaraan dan keadilan pemberdayaan gender. Sehingga diperlukan program pemberdayaan perempuan berwawasan gender yang dapat mempersempit kesenjangan dan ketidakadilan gender dalam bidang pertanian subsektor tanaman pangan padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi perempuan tani padi, menanalisis peran perempuan tani padi berdasarkan Model Harvard, dan merumuskan strategi pemberdayaan perempuan tani padi. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Responden yang digunakan adalah 30 sampel dari populasi perempuan tani padi di Desa Karangcangkring sebanyak 64 orang dengan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam dan kuisioner. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama adalah deskriptif kualitatif, tujuan kedua adalah analisis gender Model Harvard, dan tujuan ketiga adalah analsis SWOT
EKOLOGI BIMBINGAN KARAKTER ISLAMI RAMAH ANAK DI TK KHAS DAARUT TAUHIID BANDUNG
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2018

Abstract

Berbagai kebobrokan moral dan kekerasan terhadap anak yang terjadi akhir-akhir ini menuntut strategi terobosan dari bimbingan karakter yang ramah anak.  Riset ini membahas profil ideal ekologi bimbingan karakter Islami yang ramah anak di TK Khas Daarut Tauhiid Bandung.  Penelitian ini menggunakan metode studi kasus karena keunikannya. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian adalaha bahwa kondisi lingkungan sekolah tersebut cukup mengakomodasi dalam mengembangkan nilai-nilai moral yang meliputi: akhlak kepada Allah Swt, Rasulullah Saw, sesama manusia dan lingkungan. Penguatan ekologi Islami dilakukan dengan pengkondisian pada struktur ruang fisik dan sosial.  Sementara para guru melakukan pengauatan tiga struktur yang saling terkait yaitu: (a) Struktur peluang; diwujudkan dalam bentuk perangkat tugas, jenis dan berbagai bentuk kegiatan yang selaras dengan kebutuhan anak; (b) Struktur pendukung; perangkat sumber (resources) dan pengkondisian konteks yang sejalan dengan nilai-nilai karakter Islami; (c) Struktur penghargaan sesuai psikologi anak.Various moral depravity and violence against children happened lately demanded breakthrough strategy of a character guidance child-friendly. This research discusses the ideal ecological profile for Islamic character guidance in friendly child in TK Khas Daarut Tauhiid Bandung. This study uses a case study method because of its uniqueness. In collecting data using the method of observation, interviews and documentation methods. The results are: the ecological condition of  TK Khas Daarut Tauhiid has accommodated for Islamic character development at least in four aspect: character to Allah, the Prophet, human and environmental relations. In Strengthening of Islamic ecology  done by conditioning the physical space and social structure. Meanwhile the teacher made three interconnected structures conditioning, namely: (a) The structure of opportunities; embodied in the form of tasks, kinds and various forms of activities that are consistent with the needs of the child; (b) a supporting structure; device resources and conditioning context in line with the values of the Islamic character; (c) Structure of the award appropriate child psychology.

Page 11 of 15 | Total Record : 149