cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 149 Documents
PEREMPUAN DALAM TANTANGAN PENDIDIKAN GLOBAL : KONTRIBUSI KAUM PEREMPUAN DALAM MEWUJUDKAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.965

Abstract

Partisipasi perempuan dalam pendidikan semakin mendapatkan momentumnya melalui indikator GDI (Gender Development Index) yaitu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam usia harapan hidup, pendidikan dan jumlah pendapatan. Kenyataannya angka partisipasi perempuan dalam pendidikan masih rendah. Sejumlah faktor baik agama, budaya, sosial, politik dan budaya ditengarai menjadi penyebab. Pandangan perempuan yang penting melek huruf perlu diubah dengan meningkatkan kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan. Peningkatan persentase pendidikan perempuan di Indonesia pada gilirannya akan dapat meningkatkan pencapaian MDG’s yaitu menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian anak, dan memberantas kemiskinan.The participation of women in education is increasingly gaining its momentum through indicators GDI (Gender Development Index) which is concerning about equality between men and women in life expectancy , education and income amount . In fact the numbers of female participation in education is still low. A number of factors such as religious, cultural, social,and political factors suspected to be the main cause. The views about women’s literacy are important to be changed to improve access to education for women’s equality. The increase in the percentage of female education in Indonesia in turn will be able to improve the achievement of the MDG’s is to reduce maternal mortality, reduce child mortality, and combating poverty.
Economic Violence Against Women: A Case of Mental Health Perspective
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.14930

Abstract

As a group who are considered weak, it is not surprising that the cases of violence against women tend to happen repeatedly in Indonesia. Although there are a plethora of violence such as physical violence, psychological violence, sexual violence, and economic violence, these days physical violence remains the number one case in society. Generally economic violence is completely an invisible form of violence in society. This is essentially deemed a small matter, in which one of the causes is the concept of authoritarianism embedded in society. This study aims to investigate the forms of economic violence frequently experienced by women and its impact on women’s mental health. A qualitative method was employed with a case study approach. A purposive sampling was presented in this study with the sample consisting of two people. The findings showed that there are several varieties of economic violence against women such as inhibiting the development of women’s career, taking women’s financial well-being without permission, controlling family assets strictly, and obligating women to create a financial report. In addition, this violence has a significant deteriorating effect on women's mental health including frustration, conflict, fright, stress, and threats. As the last point, it was found that there is a relevance between economic violence and other types of violence
Fenomena Pernikahan Sikum dan Di Bawah Umur Di Dukuh Ploso Kerep, Desa Prawoto, Kecamatan Sukoilo, Kabupaten Pati
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2442

Abstract

Tulisan ini diawali ketertarikan penulis terhadap fenomena banyaknya pernikahan dini yang terjadi di dusun Ploso Kerep salah satu wilayah Desa Prawoto yang berbeda dari daerah lain, antara lain soal motif dan dampak. Jika di tempat lain umumnya disebabkan factor ekonomi, di sana tidak. Jika di tempat lain pernikahan dini berkorelasi dengan tingginya tingkat perceraian, dan terganggunya fungsi reproduksi perempuan, di sana pun tidak terjadi hal yang demikian. Motif pernikahan dini di sana adalah: 1) Kebanggaan orang tua jika anaknya menikah di usia belia; 2) Kemauan sendiri anak untuk menikah sebab menganggap kebahagiaan hidup adalah dengan berkeluarga; 3) Pemahaman terhadap satu prinsip “menolak mafsadat lebih utama daripada mengambil maslahat”, maka menikah dini lebih utama bagi mereka sebagai pencegah terjadinya zina; dan 4) Telah hamil duluan. Pernikahan di bawah umur dilaksanakan dengan dua model, yaitu: 1) system sikum atau pernikahan yang tidak tercatat di KUA; 2) Pernikahan di bawah umur tercatat di KUA melalui pengajuan dispensasi nikah ke pengadilan. 
PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1027

Abstract

Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin.kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu. This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders.Keywords: Political act, Samin’s women, Election.
Perempuan dan Warung Kopi: Persepsi, Simbol dan Eksistensi
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7359

Abstract

Warung kopi merupakan tempat ngongkrong bagi kalangan masyarakat untuk menikmati secangkir kopi panas. Budaya ngopi menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh kaum laki-laki. Pemilik warung memutar otak dengan menggunakan perempuan sebagai daya tarik menarik pelanggan dan mempertahankan eksistensi di tengah maraknya coffee shop. Warung kopi ini biasa disebut dengan warung kopi pangku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi pelayan perempuan bekerja di kopi pangku beserta simbol yang digunakan dalam menjalankan praktek prostitusi terselubung sebagai pelayan warung kopi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Lokasi penelitian yaitu pada 5 warung kopi pangku yang berada di Kabupaten Ponorogo, Propinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dan penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi perempuan bekerja di warung kopi di Kabupaten Ponorogo yaitu kebutuhan ekonomi, rendahnya pendidikan namun ingin penghasilan yang besar dan keinginan untuk hidup secara mandiri. Selanjutnya, simbol yang dilakukan pelayan perempuan dalam menjalankan prostitusi terselubung adalah berupa pakaian ketat, mini dan seksi yang digunakan; make up yang dipakai; melalui bahasa verbal dengan nada mendesah dan gestur tubuh.
INTEGRASI NILAI HARMONI DALAM PENDIDIKAN ISLAM MELALUI KELUARGA DAN SEKOLAH
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.934

Abstract

Inti dari ajaran Islam adalah tauhid dan nilai harmoni (Islam). Tulisan ini fokus pada kajian terkait teori pendidikan harmoni melalui pendidikan Islam di sekolahdan keluarga. artikel ini dimulai dari konsep pendidikan harmoni yang meliputi harmoni dari dalam, harmonisosial, dan harmoni alam. Selanjutnya mengkaji terkait pandangan Islam  terkait harmoni yang meliputi 4 dimensiyaitu (1) harmoni kaitanya hubungan manusia dengan Tuhan; (2) harmoni dengan diri sendiri; (3) harmonidengan masyarakat; dan (4) harmoni dengan lingkungan.Dengan memperkenalkan teori pendidikan harmoni baikIslam maupun non-Islam, diharapkan dapat memberikan sumbangan pada design kurikulum pembelajaran melalui pendidikan Islam dan menjadi salah satu materi pelajarandi sekolah Indonesia dan pendidikan keluarga.kata kunci: Integrasi, Pendidikan Harmoni, Sekolah,Keluarga.
Religiousity of Rural Moslem Women after Covid-19
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 2 (2023): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i2.19861

Abstract

This study aims to gain women's perceptions about Corona or COVID 19 and the factors building their perceptions, as well as its influence on their religiosity after pandemic. This study is a qualitative research. The informants of this study were moslem women in Ngembal Kulon Village who were purposively selected based on their diverse educational and professional backgrounds. Observation and interview were used to collect the data. After all data were confirmed to be correct through triangulation, the data were analyzed through data reduction, data classification, data display, and conclusion or verification. The results show that moslem women in Ngembal Kulon understand Corona differently. Some of them understand it as a medical fact, as a theological fact, and as a political fact. These differences were caused by their respective pre-structures, namely the level and type of education, personal experience, sources of obtained information, and the environment. Then, it caused variousity to their personal responses towards COVID-19, responding to health protocols and vaccines. After pandemic, they actually felt an increase in religiosity: always maintaining health, obeying the government, and increasing spirituality.  
Peran Perempuan dalam Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Studi atas Peran Nyai Halimatus Sa’diah di Kabupaten Sumenep)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.4369

Abstract

The majority of Hajj and Umrah pilgrims from Indonesia are women, but the management is dominated by men. Government regulations on managing the organization of pilgrimage limit the role of women in a very minimal portion. In some cases, the presence of female counselors was felt to be more effective in assisting female worshipers. The study of the women’ role in Hajj and Umrah management in Indonesia is still minimal. Therefore, this study focuses on the role of Nyai Halimatus Sya'diah as a guide of Hajj and Umrah in Sumenep Regency. The descriptive qualitative approaches are used to understand this phenomenon. Based on the data collected by interviews and documentation, it was concluded that the role of Nyai Halimatus Sya'diah as a guide of Hajj and Umrah can be divided into 4 roles: tour leader, leader of worship, travel facilitator, intermediary between worshipers and travel.AbstrakJamaah haji dan umrah didominasi oleh wanita, namun pengelolaannya didominasi oleh laki-laki. Regulasi yang disusun pemerintah dalam pengelolaan penyelenggaraan haji membatasi peran wanita dalam porsi yang sangat minim. Dalam beberapa kasus, keberadaan pembimbing wanita dirasakan lebih efektif untuk mendampingi jamaah wanita. Penelitian ini fokus pada peran Nyai Halimatus Sya’diah sebagai pembimbing haji dan umrah di Kabupaten Sumenep. Pendekatan kualitatif deskriptis digunakan untuk memahami fenomena tersebut. Berdasarkan data-data yang dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi, disimpulkan bahwa peran Nyai Halimatus Sya’diah sebagai pembimbing haji dan umrah dapat dibagi dalam 4 peran, tour leader (pemimpin rombongan), pembimbing ibadah, fasilitator perjalanan, perantara antara jamaah dan travel.Keyword : haji dan umrah; peran wanita; islam 
AKTUALISASI DIRI PEREMPUAN DI TENGAH KEPENTINGAN DOMESTIK DAN PUBLIK
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.984

Abstract

Laki-laki dan perempuan diciptakan dalam suatu bagan kemitraan simbiosis mutualistik. Penciptaan keduanya secara niscaya bertumpu kepada qudrah dan iradah Tuhan. Perempuan diberi hak dan kewajiban sebagaimana laki-laki. Perempuan mampu memerankan kewajiban kodratinya dan memiliki keinginan untuk mengaktualisasikan dirinya, ikut berperan sebagai mitra laki-laki dalam mengemban tugas sebagai khalifatullah di bumi, aktif di ranah publik, baik melalui kegiatan sosial, intelektual, dan politik. Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan tidak menjadi pembeda yang membedakan antara superior dan inferior, meski naturalisasi sebagai seorang perempuan yang menstruasi,hamil, dan menyusui tetap dijalankan.kata kunci: qudrah, iradah, kesetaraan, mitra, publik,domestik, kesepahaman Men and women are created in a frame mutualisticsymbiotic partnership. Creation of the two is necessarilyrelying on Qudrah and will of The Lord. Women were given the rights and obligations as men. Women wereable to portray her nature obligations and have the desireto actualize herself, had a role as a male counterpart inthe task as representative of Allah on earth, active in thepublic sphere, whether through social, intellectual, andpolitical. Biological differences between men and womenis not a differentiator that distinguishes between superior and inferior, although natural character as a womanwho is menstruating, pregnant, and lactating are keeprunning.Keywords: Qudrah, will of god, equality, partners, public,domestic, understanding
Usaha Kreatif Perempuan dalam Turbulensi Pandemi: Riset Longitudinal Wirausaha Industri Kreatif Perempuan 2018-2020
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.8970

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana bisnis kreatif perempuan sebelum dan selama pandemi dengan membandingkan fase 2018 dan fase 2020. Duapuluh wirausaha kreatif perempuan telah diwawancarai ditahun 2018 dan kembali diwawancarai ditahun 2020 untuk melihat bagaimanakah kelangsungan bisnis kreatif tersebut. Hampir separuh dari partisipan telah menghentikan bisnis kreatifnya dengan alasan ‘burnout’ atau kelelahan dengan tugas-tugas domestik yang semakin berat saat pandemi, terutama yang berkaitan dengan pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Partisipan lain yang masih bertahan menyatakan bahwa omsetnya menurun drastis dengan perkecualian tiga partisipan yang didukung penuh oleh partner rumah tangganya. Riset ini membuktikan dua hal, pertama, ketimpangan dalam pembagian tugas-tugas domestik masih menjadi penghalang terbesar terhadap akses perempuan dalam dunia usaha dan karir profesional. Kedua, masih minimnya usaha-usaha pemerintah maupun insentif yang responsif terhadap gender membuktikan bahwa industri kreatif masih menjadi industri yang masih jauh dari kata sempurna dalam hal pengarusutamaan gender. Beberapa laporan menunjukkan setidaknya membutuhkan waktu enam tahun atau lebih untuk kembali meraih kemajuan-kemajuan pengarusutamaan gender yang telah direnggut selama pandemi. 

Page 5 of 15 | Total Record : 149