cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 149 Documents
PENDIDIKAN KELUARGA BERWAWASAN GENDER PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KUDUS
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran orang tua dalam pendidikan berwawasan gender keluarga pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini mneggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara mendalam yang diperoleh dari subyek penelitian sebanyak tiga orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek 1 menganggap bahwa memiliki anak laki-laki berumur 6 tahun berkebutuhan khusus dengan menderita cerebral palsy. Subyek 2 menyatakan memiliki anak perempuan yang berumur 23 tahun yang berkebutuhan khusus berupa cacat kaki. Subyek 3 memiliki anak perempuan berumur 30 tahun berkebutuhan khusus yaitu hidrosefalus. Subyek 1 dan 2 menganggap bahwa pendidikan tetap diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan berkeadilan gender. Subyek 3 menganggap bahwa pendidikan tidak perlu diberikan kepada anak berkebutuhan khusus .Perbedaan mendidik dalam keluarga ini dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan, kenyakinan, harapan masa depan, faktor ekonomi dalam keluarga.  This study aims described the role of parents in the education gender responsive family on children with  special needs. This study used qualitative research approach. The collection of data by the method of observation and in-depth interviews were obtained from three research subjects. The results showed that subjects one considers that having a boy was 6 years old with special needs suffering from cerebral palsy. Subjects 2 states had a daughter who was 23 years old with special needs in the form of deformed feet. 3 subjects had a 30 year-old daughter with special needs, namely hydrocephalus. Subjects 1 and 2 assumed that education still be given to children with special needs by gender. Subjects 3 considers that education should not be given to children with special needs in the family . The difference of education is influenced by the level of education, the assurance, the future expectations, economic factors in the family.
Gendered Lenses: Women in the News Photography of the 2019 Riau Forest Fires
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 18, No 1 (2025): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v18i1.31928

Abstract

This study critically examines the visual representation of women in the news photography of the Riau Pos during the 2019 forest fires, addressing a gap in disaster media research on gendered imagery in Indonesia. Although environmental crises have received scholarly attention, the depiction of women in regional Indonesian newspapers remains underexplored. Using a qualitative methodology that combines visual semiotic analysis and Critical Discourse Analysis, the study explores how women are portrayed across four thematic roles: responders, victims, activists, and religious participants. Our findings demonstrate that while women are increasingly visible in disaster news, their portrayal is consistently shaped by traditional gender norms. Images that suggest female agency are frequently accompanied by captions or articles that reframe this visibility within roles of caregiving, motherhood, or moral virtue. Even in politicized or public contexts, women’s participation is legitimized only when aligned with culturally sanctioned femininity. As a result, their presence is symbolically acknowledged but not discursively empowered. By situating these localized visual practices within broader frameworks of representation and gender discourse, this study advances research in disaster communication, feminist media studies, and Indonesian journalism. It underscores the importance of analyzing how visual media not only reflects, but actively constructs socio-political boundaries of gendered participation in times of crisis, with implications for more equitable disaster risk communication.
TRADISI PEMBERIAN PITI BALANJO PADA PEREMPUAN DALAM MASA PINANGAN DI NAGARI MANGGILANG
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.3750

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendalami dan mengungkapkan satu tradisi unik masyarakat Nagari Manggilang di Kabupaten Lima Puluh Kota. Laki-laki yang melamar seorang perempuan memberikan piti balanjo setiap minggu kepada perempuan yang dilamarnya selama dalam masa pertunangan. Piti balanjo itu adalah sejumlah uang yang diberikan oleh laki-laki pada tunangannya dan tidak bagian dari mahar. Dalam hukum Islam, lamaran dan masa tunggu sampai pada akad perkawinan tidak menimbulkan kewajiban terhadap seorang laki-laki untuk memberikan uang belanja atau nafkah apapun pada perempuan yang menerima lamarannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan bertunangan maupun pasangan menikah yang sebelumnya memberikan piti balanjo, keluarga inti, ninik mamak kepala suku dan ulama lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi maagiah pitih balanjo sudah ada sejak lama dan turun-temurun di Nagari Manggilang. Makna pemberian piti balanjo adalah bukti kesungguhan, pengikat dan tanggung jawab laki-laki pada tunangannya. Adapun piti balanjo ini diberikan kepada perempuan melalui wali perempuan dan tidak dibenarkan adat untuk langsung diberikan oleh laki-laki yang melamar. Alasan masyarakat Manggilang mempertahankan tradisi ini adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa seorang perempuan telah dilamar oleh seorang laki-laki agar laki-laki lain tidak mengambil kesempatan untuk melamar perempuan dalam pinangan. Oleh karena itu, piti balanjo ini termasuk pada kelompok hibah, karena piti balanjo ini diberikan atas dasar kerelaan hati dan bertujuan memuliakan perempuan.
GELIAT PEREMPUAN PENJUAL IKAN DALAM PENGUATAN EKONOMI KELUARGA (STUDI PADA TEMPAT PENJUALAN IKAN BANYUTOWO-PATI)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2021): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i2.10007

Abstract

nelayan. Profesi penjual ikan adalah pekerjaan yang lazim dilakukan oleh perempuan pesisir, dan juga merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perempuan secara kodrat berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak dan juga kebutuhan rumah tangga. Pada kenyataannya peran perempuan pesisir tidak boleh lagi di anggap biasa karena sebagian besar memiliki peran ganda sebagai suatu tindakan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan hal inilah yang berusaha diungkap dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan phenomenology. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap perempuan muslim sebagai penjual ikan yang berada di Desa Banyutowo Kabupaten Pati dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapakan bahwa perempuan muslim bekerja sebagai penjual ikan dilatarbelakangi oleh faktor kemiskinan, pemanfaatan waktu luang dan tersedianya lapangan pekerjaan. Kontribusi perempuan muslim dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi yaitu adannya pemasukan ekonomi keluarga dan peran domestik perempuan di dalam rumah tangga. Upaya dalam meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga yaitu sebagai penjual ikan dan buruh pengasapan ikan. 
PEREMPUAN PENAMBANG PASIR DAN BATU DI DAERAH ALIRAN SUNGAI GENDOL (QUOVADIS STRATEGI BERTAHAN HIDUP DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DI LERENG MERAPI)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2233

Abstract

This research was conducted among sand and stone female miners in Gendol riverbank, Merapi slope, in Sleman regency. It aims at describing women’s social and economical characteristic and their life strategy and also finding the damage of the environment caused by sand and stone mining. The data of this research were collected through focus group discussion and guided in depth interview. Data consist of socio- demographic characteristic, domestic economic problems, life strategy, and their environment knowledge. Data are then analysed using content analysis method. Result shows those women are coming from poor families. Their life strategies are searching various income and limiting family expenses. They aware that sand and stone mining may damage the environment but this is their way to live.
Is It Possible to Prevent Radicalism through Women's Participation in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Education?: Challenges and Opportunities
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.4157

Abstract

Women and education as an effort to prevent radicalism are connected. If the international community tries to engage education as part of a strategy to reduce terrorism, it should be necessary to consider the content of education. One of the SDGs mandates in “equality” is the importance of women to be involved in mastering STEM. This study reveals how the challenges and opportunities for women's relationships and participation in STEM education can make it possible to prevent the emergence of radicalism. This was carried out by exploring several kinds of literature related to the level of women's participation and the usefulness of STEM education. The role of women is shown by their participation as learners, educators, and directly involved in the STEM industry as a workforce. As an educator, women's participation occupies a much better position than workforces. STEM content can be integrated with radicalism issues to be resolved in the classroom to practice critical thinking skills. Women as STEM workers face obstacles that have nothing to do with their abilities, such as stereotyping, discrimination, violence, and abuse. Religious education integrated with STEM education provides an opportunity to reduce radicalism values with women taking part in it.
PEREMPUAN DALAM RELASI KUASA TAFSIR AL QUR’AN : TELAAH ATAS CORAK TAFSIR UMMU SALAMAH R.A
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.993

Abstract

Hindun bint Abi Umayyah (Ummu Salamah) merupakansahabat perempuan terpenting kedua setelah Aishah yang paling banyak terlibat dalam penafsiran al-Qur’an. Artikelini merekonstruksi tafsir Ummu Salamah dalam halsumber tafsir, sumber dan nilai sanad serta karakteritiktafsir. Studi ini menghasilkan sejumlah kesimpulan Sumber tafsir yang digunakan oleh Ummu Salamah terdirisejumlah sumber eksternal maupun internal. Kualitas sanad tafsir merentang dari s}ah}i>h, h}asan dan dha‘i>f. TafsirUmmu Salamah menafsirkan berbagai ayat baik yang berkaitan dengan aspek teologis, hukum maupun sosial.Secara khusus, untuk tafsir yang bersumber dari Nabi,mayoritas bersumber dari pertanyaan Ummu Salamahkepada Nabi atas beberapa ayat al-Quran. Upaya UmmuSalamah ini dalam satu sisi dapat mewakili keterlibatanperempuan dalam memahami dan menafsirkan al-Quran.Di samping itu, juga ditemukan adanya ayat-ayat yang secara spesifik berbicara untuk menjawab protes Ummu Salamah yang diabadikan dalam al-Quran. Kata Kunci: Penafsiran Perempuan, Teks Suci, UmmuSalamah
Wadon Wadas: Women’s Resistance in Agrarian Conflict of Andesite Mining Construction Policy in Purworejo Regency
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2023): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i1.14695

Abstract

Women play a critical role in agrarian social relations. Women’s interests must always be considered in land governance and utilization policies. The construction of andesite mining in Wadas Village as one of the land development policies is considered to have taken away women’s interests and harmed women’s living space. This study employed a qualitative research method.  With an ecofeminism approach and an analytical description technique, This research aimed to elaborate on the role of women in the agrarian struggle against andesite mining and the construction of the Bener Dam in Wadas Village. Based on the analysis, it can be concluded that Wadon Wadas, as one of the primary actors in agrarian social relations, has played a critical role in determining the continuity and preservation of agrarian resources in Wadas Village. Wadon Wadas’ involvement in a variety of protests can be explained, such as participating in litigation efforts to overturn the Governor’s policy in court, mujahadah (spiritual struggle), weaving besek (container made of woven bamboo), and sharing food as a cultural and symbolic action, as well as their resistance during the repressive physical conflict by the police. 
Fear of Success Perempuan Bekerja (Dalam Perspektif Budaya Jawa)
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.3556

Abstract

Fear of Success (FOS) yang dimengerti sebagai ketakutan akan konsekuensi yang akan diterima jika keberhasilan diraih, menjadikan perempuan enggan untuk berprestasi. Tidak terkecuali pada perempuan Jawa. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana dinamika FOS pada perempuan Jawa. Metode yang digunakan adalah dengan mendasarkan pada literature review dari berbagai sumber, antara lain dari hasil-hasil penelitian terdahulu dan buku-buku referensi terkait. Telaah ini menghasilkan gambaran bahwa perempuan Jawa,dengan predikatnya sebagai kanca wingking bagi suami, memang harus sedikit menahan prestasinya untuk tetap bisa diterima dalam budayanya. Agar perempuan Jawa tetap menjadi perempuan ‘baik-baik’, maka harus memperhatikan pranata-pranata yang berlaku, sehingga pada akhirnya itu yang menyebabkan munculnya  fear of success, terutama pada perempuan bekerja. Namun demikian, dengan intervensi budaya yang tidak terelakkan, FOS masih bisa direduksi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan meningkatkan self esteem, selalu merasa optimis dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa datang, serta tetap berusaha positif terutama terhadap kultur yang ada, perempuan Jawa  mampu mengaktualisasikan dirinya, meskipun tidak bisa dipungkiri FOS masih  muncul dengan tingkat yang minimal.
MENEGAKKAN HAM MELALUI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.996

Abstract

Realitas yang ada di tengah masyarakat menunjukkan bahwa masalah kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan perempuan korban kekerasan dalam bidang hukum masih sangat rendah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses penegakan hukum, yaitu:substansi, struktur dan budaya. Dalam substansi, produk hukum yang tersedia saat ini adalah Undang-UndangNomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KekerasanDalam Rumah Tangga, dan UU Nomor 21 Tahun 2007tentang Tindak Pidana Perdagangan dalam artikel Persons. Tulisan ini mencoba untuk melihat berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan baik di rumah, tempat kerja  dan juga dalam masyarakat sebagai manifestasi dari ketidakseimbangan daya tawar yang dimiliki perempuan dalam relasi  pria dan wanita. Melalui metode penelitian kualitatif peneliti ingin mengetahui bentuk kekerasan terhadap perempuan termasuk fisik,seksual, ekonomi, politik, dan penampilan psikologis yang dapat dilakukan baik oleh individu, masyarakat dan negara. Artikel ini menunjukkan bahwa penegakan hukum untuk melindungi perempuan masih rendah. kata kunci: Perlindungan hukum, perempuan, korbankekerasan The Real life of the community showed that in the legal field,the problem of violence against women and protection ofwomen victims of violence are not sufficient. Various factorsaffect the law enforcement process, namely: the substance,structure and culture. In substance, legal products availabletoday are Law Number 23 of 2004 on the Elimination ofDomestic Violence, and the Law Number 21 Year 2007concerning the Crime of Trafficking in Persons.This articlefocused on kinds of  violence against women either athome, the workplace, and in society as a manifestation ofthe bargaining power imbalance in the relationship betweenmen and women. Through qualitative research method theresearcher would like to know forms of violence againstwomen include physical, sexual, economic, political, andpsychological appearence which can be done either byindividuals, communities and countries. This article showsthat the law enforcement to protect the women is still low.Keywords: legal protection, women, violence victims

Page 7 of 15 | Total Record : 149