cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 149 Documents
DUKUNGAN KELUARGA, PERAN GENDER, EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR, DAN PENGHARAPAN AKAN HASIL TERHADAP CAREER INDECISION SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA MADIUN
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2054

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara peran gender, dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil  terhadap career indecision siswa SMA. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan kepada 280 siswa dan dianalisis dengan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil berpengaru langsung yang signifikan dan negatif terhadap career indecision, sementara peran gender berpengaruh signifikan dan positif terhadap carer indecision. Dukungan keluarga melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, peran gender melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, dan efikasi diri pengambilan keputusan karir melalui harapan hasil berpengaruh signifikan dan negatif terhadap career indecision. Peran gender ditemukan tidak berpengaruh pada harapan hasil dan career indecision melalui harapan hasil. Direkomendasikan bagi konselor untuk melakukan layanan konsultasi bagi orang tua dalam rangka mengurangi tingkat career indecision siswa.
PENGENDALIAN PERKAWINAN DINI (CHILD MARRIAGE) MELALUI PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN PENYADARAN HUKUM : STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUBKULTUR MADURA DI DAERAH TAPAL KUDA, JAWA TIMUR
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.972

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan modul pendidikan berorientasi pengakuan hukum untuk menghindari praktik pernikahan anak di bawah umur, terutama di Madura Sub-Budaya Masyarakat di daerah tapal kuda. Hasilnya adalah modul pendidikan yang terdiri atas tiga paket. Paket I berisi istilah perkawinan dan anak-anak di bawah usia sahnya dalam perspektif hukum Islam, hukum nasional dan hak asasi manusia internasional. Paket II resiko dan bahaya pernikahan anak di bawah umur, baik fisik, psikologis, medis dan seksual. Paket III berisi rencana kebijakan dan rencana aksi untuk pencegahan praktik pernikahan anak di bawah umur yang dirancang secara sinergis di segala bidang, baik hukum, politik, pendidikan, agama dan sosial-ekonomi. Bahan Modul dikembangkan berdasarkan pendekatan kompetensi. Seperti biasa bahan berbasis kompetensi, maka modul adalah hasil dari perkembangan ini akan terdiri dari: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tema, strategi, media, penilaian, dan alokasi waktuABSTRACT This research tried to develop educational module orientated in law recognition to avoid the practice of child marriage under age, especially in Madura Sub-Culture Community in Horseshoe Area. The result is an educational module which consist three packages. Package I contains the terms marriage and children under the age of legality in the perspective of Islamic jurisprudence, national laws and international human rights. Package II risks and dangers of the marriage of child marriage under age, whether physical, psychological, medical and sexual. Package III contains policy plan and action plan for the prevention of child marriage practices designed underage synergistically in all fields, whether legal, political, educational, religious and socio-economic. The materials module was developed based on the competency approach. As usual competency-based material, then the module is the result of this development will consist of: competency standards, competency base, indicators, themes, strategies, media, assessment, and time allocation
Work-Life Balance of Regional Midwife During the Covid-19 Pandemic Time
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.13518

Abstract

Perempuan pekerja pada masa kini mulai banyak, begitu pula pada profesi dalam bidang seperti seorang bidan yang di Indonesia hanya menilai seorang perempuan saja.Seorang bidan yang bekerja di puskesmas dan membuka praktik sendiri di rumah sangat rentan terhadap virus. Wabah COVID-19 yang telah hidup bersama masyarakat selama hampir tiga tahun ini menjadi ancaman nyata bagi setiap orang, khususnya tenaga kesehatan. Apa saja bidan tersebut juga merupakan bidan wilayah yang memiliki tanggung jawab kesehatan satu wilayah desa atau kelurahan. Selain beban, sebagai seorang perempuan yang selalu dilekatkan dengan pekerjaan domestik menjadikkannya beban ganda. Tulisan ini akan melihat bagaimana seorang bidan wilayah menyeimbangkan dan menganalisis terhadap WLB (Work-Life Balance).Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya, seorang bidan wilayah dapat mencapai keseimbangan kehidupan-kerja atau WLB (Work-Life Balance) sehingga mampu memenuhi faktor-faktor WLB seperti adanya keseimbangan waktu, keterlibatan, dan kepuasan. Dalam tulisan, bidan wilayah yang menjadi objek kajian mampu mencapai WLB sebab mampu mengatasi faktor-faktor tersebut.
POLITIK KEPEMIMPINAN PESANTREN : PERAN PUBLIK PEREMPUAN DI PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1033

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengapa perempuan dalam komunitas MC bisa memberdayakan perempuan melalui kegiatan dakwah dan bagaimana pola pemberdayaan dilakukan. Penelitian ini jugamenguraikan gerakan feminis pesantren berbasis.Pendekatan fenomenologis interpretatif untuk penelitian dan menafsirkan fenomena budaya yang ditemukan dalam komunitas perempuan di MC.Temuan dari penelitian ini adalah: (1) Adanya MCdi asrama DT telah memberikan warna dan pola dalam sosiologi sekolah perkotaan, dimana telah disediakan ruang publik bagi perempuan Muslim untuk mengaktualisasikan diri melalui kegiatan dakwah dan pemberdayaan perempuan, (2)Munculnya gerakan perempuan yang dilembagakan dalam MC tidak bisa lepas dari tokoh kunci, AaGym yang awalnya memberi peran khusus untuk istrinya (3) Pola gerakan berbasis pada penguatan ekonomi keluarga.Kata kunci: Politik kepemimpinan, Pesantren, Dakwah, pemberdayaan Perempuan The research also elaborates the pesantren-based feministmovement. Interpretative pheno menological approach to research and interpret the cultural phenomenon that isfound in the female community in the MC. The  findingswere: (1) The presence of MC in boarding DT has givencolor and pattern in the sociology of urban schoolsthat have provided public space for Muslim women toactualize themselves through propaganda and women’sempowerment, (2) The rise of the women’s movementwhich was institutionalized in the MC could not beseparated from key figure of Aa Gym that originally gavea special role to his wife (3) the pattern of movementbased especially on strengthening the economic family.Keywords: The politics of leadership, Pesantren, Dakwah, Women empowerment
Kontestasi Teodisi dan Aksi Antara Islam Moderat dan Radikal Dalam Bencana Palu dan Lombok
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.4056

Abstract

Bencana merupakan  keniscayaan dalam kehidupan manusia dan memunculkan berbagai respon bagi masyarakat sekitarnya. Bencana sering terjadi di Indonesia, pada tahun 2018 di antaranya adalah gempa bumi Lombok dan Palu.Objek kajian yang dipilih adalah menyangkut respon organisasi masyarakat berbasiskan Islam terhadap bencana Lombok dan Palu. Dalam penelitian ini lebih khusus lagi diambil dari pemahamahan teodisi dan aksi organisasi Islam moderat dan radikal. Organisasi keislaman  memproduksi teks berupa fatwa, surat keputusan, atau artikel-artikel yang disebarkan pada lingkup internal. Teks-teks tersebut sebagai data kontestasi teodisi dalam organisasi keislaman. Analisis terhadap interpretasi tersebut digunakan untuk melihat respon tindakan yang dilakukan organisasi keislaman sebagai pelaksanaan dari teks. Bencana Palu dan Lombok menunjukkan Islam moderat memahami teodisi dalam bencana sebagai kasih sayang Tuhan sehingga dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang fleksibel. Sedangkan Islam radikal memunculkan kontestasi teodisi bahwa bencana yang turun merupakan azab, sehingga mereka dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang keras.Kata Kunci : Kontestasi, teodisi,  islam moderat dan islam radikal, bencanaAbstract :                                                                                               Disaster is a necessity in human life and raises various responses for the surrounding community. Disasters often occur in Indonesia, so here a study of disasters is needed. The disasters that occurred in Indonesia this year included the Lombok and Palu earthquakes. The study subjects chosen were related to the response of Islamic-based community organizations to the disasters of Lombok and Palu. In this paper, it is more specifically taken from the understanding of theodicy and the actions of moderate and radical Islamic organizations.Every Islamic organization produces texts in the form of fatwas, decrees, or articles that are disseminated in the internal sphere. These texts will be the data of theodic contestation in Islamic organizations. Then, the analysis of the interpretation is used to see the response of actions taken by Islamic organizations as the implementation of the text that has been produced.Keywords: Contestation, theodicy, action, moderate Islam and radical Islam, disaster
EGALITERIANISME DALAM KELUARGA MENURUT AL-QURAN : STUDI PEMIKIRAN BARLAS BARLAS TERHADAP Q.S. AN-NISA’ AYAT 1
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.991

Abstract

Barlas Barlas merupakan salah satu tokoh feminis muslim yang kontroversial dalam memahami ayat sikap egaliterkeluarga. Penafsiran Barlas sangat berbeda dengan paramufassir sebelumnya terutama ulama klasik. Denganmetode analisis deduktif induktif dengan tingkatananalisis deskriptif, artikel ini menyimpulkan Barlasmenafsirkan tentang keluarga dalam al-Quran dengansemangat pembebasannya, menunjukkan bahwa keluargadalam Islam tidak bersifat patriarkis, mengingat bahwaperlakuan al-Quran terhadap laki-laki dan perempuandalam kapasitasnya sebagai orang tua atau pasangantidak didasarkan pada asumsi tentang keistimewaan ataukekuasaan laki-laki atau ketidaksetaraan jender bahkanal-Quran menurut Barlas telah memasukkan ibu kedalamwilayah penghormatan simbolis yang diasosiakan denganTuhan, sehingga ibu diangkat posisinya melebihi ayah.Penghormatan simbolis ini terlihat pada surat al-Nisa’ayat 1 dimana Barlas menafsirkan konsep taqwa kepadaTuhan dan kepada ibu. Barlas menegaskan bahwa ayahdalam tradisi patriarki tidak sesuai dengan al-Quran.Barlas dengan semangat pembebasan menafsiri ayatayattersebut dengan menerapkan hermenutik yang berdasarkan ontology ketuhanan.Kata Kunci: Egaliterianisme, Keluarga, Barlas Barlas. Barlas Barlas is a feminist Muslim figure who has controversial understanding about egalitarian attitudes of a family. Barlas interpretation is very different fromthe previous commentators, especially classical scholars.By using inductive deductive method of analysis withdescriptive level of analysis, this article concludes thatthe interpretation of Barlas on the family in the Koranindicates that the family is not patriarchal in Islambecause the Qur’an treatment to men and women intheir capacity as parents or spouses is not based onassumptions about privilege or power of men or genderinequality. In fact, according to Barlas, the Koran hasincluded a mother into symbolic honor region, which isassociated with God, so that the position of a motheris raised exceeds the father’s. This symbolic tribute isshown at Surah An-Nisa ‘verse 1 where Barlas interpretsthe concept of piety to God and to the mother. Barlasconfirms that the father in the patriarchal tradition is not appropriate with the Koran.Keywords: Egaliterianisme, family, Barlas Barlas.
Gender Fair Education As A Counter Feminization of Poverty Movement in Women's Schools in Gresik Regency
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2023): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i1.15734

Abstract

This article explores the design and implementation of Gender Fair Education as a counter-feminization of poverty movement in women's schools in Gresik Regency. Based on data from women and gender observers, poverty studies have not paid sufficient attention to the gender dimension of poverty. It was from these data that the expression “women are the poorest of the poor” and the term “feminization of poverty” arose. This article is the result of qualitative-explorative research with a phenomenological approach and data retrieval through observations, interviews, documentation, and focus group discussion. The findings showed that gender-fair education as a counter-feminizationof the poverty movement was designed through the Gender Watch program. It is a women's empowerment program through the establishment of women's schools with gender-fair education materials as the curriculum. The implementation of gender-fair education is manifested through the establishment of women's schools in villages in Gresik Regency. The program like this is important to be replicated in other places as an effort to achieve gender equality and justice.
KEJADIAN KEKERASAN TERHADAP ANAK TENAGA KERJA INDONESIA DI KABUPATEN KENDAL
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3149

Abstract

Tingginya kasus Kekerasan terhadap Anak yang orangtuanya berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Kabupaten Kendal adalah salah satu kantong TKI di Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu pengumpulan data sekunder melalui BPPKB Kabupaten Kendal dan FGD dengan stakeholder terkait TKI di Kabupaten Kendal. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kekerasan pada anak dengan orang tua berprofesi TKI adalah faktor pendapatan dan jenis pekerjaan. Pendapatan yang cukup tinggi, yang tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik untuk anak dan keluarganya. Jenis pekerjaan TKI memiliki dampak negatif pada pola asuh anak, terutama karena tidak mampu memberikan pendampingan yang adekuat kepada anak-anak mereka dari pengaruh pergaulan lingkungan dan juga pengaruh tekhnologi informasi (TI).
SOSIOLOGI ANAK JALANAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2000 TENTANG PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK : STUDI KASUS DI PONOROGO, JAWA TIMUR
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.998

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah penyebab terjadinya pekerja anak, dan  implementasi Undang-undang No.1 tahun 2000 tentang Penanggulangan Pekerja Anak.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitiandapat ketahui bahwa alasan anak di bawah umurmenjadi pekerja anak adalah karena ekonomi, mengisiwaktu luang, terpaksa, lari dari rumah, dll. Fenomenaini terjadi karena adanya struktur norma-norma hukumdalam masyarakat yang tidak bisa berlaku. Sedangkanimplementasi undang-undang ini dilapangan jugamasih belum bisa maksimal karena banyak faktor yangsaling kait mengkait, mulai dari keberadaan hukumbaik secara sosiologis maupun filosofis, budaya/norma masyarakat yang mulai luntur, sarana atau fasilitas yang tidak memadai, aparat penegak yang belum tegas, dankesadaran dari seluruh masyarakat untuk menghapuspekerja anak secara integrasi belum terbentuk.kata kunci: Pekerja Anak, UU No.1 Tahun 2000 The number of school dropout children in Ponorogofrom year to year is still high despite decreased. Thisphenomenon led to the opportunitie for children tobecome child laborers. Based on this concern, theresearcher examined the causes of the child laborproblem, and the implementation of Law No. 1 of 2000on Combating Child Labour. The research approachused in this study is a qualitative approach. The resultsof this research is that the main reason of child labor wasan economic factor, leisure time, being forced, or runningaway from home, etc. This phenomenon occurs becauseof the structure of legal norms in the society still can notbe applied. While the implementation of this legislationin the field still can not be maximized because of manyfactors are intertwined, from the existence of laws eithersociological or philosophical, cultural / societal normsthat started to fade, inadequate facilities, non assertiveenforcer and the awareness of the whole society toeliminate child labor in the integration has not beenformed.Keywords: Child Labour, Law No.1. Year  2000
Gender Bias Communication Among Santris in Pesantren
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7059

Abstract

For decades, there has been a biased pattern of communication between genders in society, including among the Al-Ishlah santris (students) in pesantren (Islamic boarding school) in Cirebon - West Java, subject studied by the writers. The communication of male and female santris has unique ways. From the beginning, pesantren offers the different treatment to male and female santris, both in rules, ethics, sanctions, communication, and relationships in general. In addition, the teaching of classic kitabs (books/holy books) still contains a lot of gender biases. This study aims to identify several gender biases and stereotypes in various forms of communication between male and female santris in pesantren. This research used descriptive qualitative methods, data collection techniques using interviews and observations to santris, and data analysis techniques carried out qualitatively in the form of narrative descriptions. The results of the study show there are many gender biases and stereotypes in various forms of communication, such as: communication style, conversation initiatives, intensity of conducting conversation, intensity of interruption, dominance in conversation, intensity of making humor, eye contact, spatial distance, body language, smile, and touch.Keywords: communication, gender bias, pesantren 

Page 6 of 15 | Total Record : 149