cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 280 Documents
EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIF PADA TULANG Rizky Juwita Sugiharti; Iim Halimah; Azmairit Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2014.15.1.1269

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIFTULANG. Radiofarmaka yang ideal untuk terapi paliatif tulang memerlukan energi partikel-βyang cukup dengan molekul pembawa yang stabil. Iterbium-175 merupakan salah saturadioisotop pemancar β (t 1/2 = 4,2 hari, Eβ (max) = 0,480 MeV) memiliki sifat radionuklidasesuai untuk digunakan dalam terapi paliatif tulang. Ligan etilen diamin tetrametilen fosfonat(EDTMP) diketahui dapat membentuk kompleks dengan stabilitas tinggi.EDTMP yang ditandaidengan radioisotop 175Yb menghasilkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP, telah berhasil diproduksi diPTNBR BATAN-Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas 175Yb-EDTMPsebagai radiofarmaka yang potensial untuk pencitraan tulang dan terapi paliatif tulang.Pengujian radiofarmaka 175Yb-EDTMP meliputi uji biodistribusi dan uji pencucian dari darah.Hasil uji biodistribusi memperlihatkan persentase radioaktivitas 175Yb-EDTMP di tulang sebesar12,68 %; 11,83 %; 10,00 % dan 8,20 % (% ID) berturut-turut pada 1, 3, 5 dan 24 jam pascainjeksi. Persentase radioaktivitas di lambung sebesar 0,06 (% ID/g) hingga 24 jam pasca injeksimenunjukkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP tetap stabil secara in vivo. Hasil studi blood clearencedari radiofarmaka 175Yb-EDTMP memperlihatkan radiofarmaka ini memiliki gambaran pencucianyang cepat dari darah. Radiofarmaka 175Yb-EDTMP dapat menjadi radiofarmaka yang idealuntuk diagnosis dan terapi paliatif tulang.Kata kunci: Paliatif tulang, 175Yb-EDTMP, biodistribusi
TEKNIK NUKLIR UNTUK TERAPI PENYAKIT JANTUNG KORONER PASCA ANGIOPLASTI KORONER TRANSLUMINAL PERKUTAN Nurlaila Z.
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.1.2188

Abstract

TEKNIK NUKLIR UNTUK TERAPI PENYAKIT JANTUNG KORONER PASCA ANGIOPLASTI KORONER TRANSLUMINAL PERKUTAN. Studi jantung dengan teknik nuklir merupakan salah satu bidang penelitian yang paling cepat berkembang. Beberapa tahun yang lalu, studi jantung dengan teknik kedokteran nuklir terbatas pada evaluasi dan diagnosis infark jantung. Perkembangan di bidang kimia-radiofarmaka dan instrumentasi telah mendorong kemajuan di bidang kedokteran nuklir untuk terapi endovaskular akibat restenosis pasca angioplasti koroner transluminal perkutan. Secara garis besar ada dua macam teknik yang dapat digunakan untuk penghantaran radionuklida sebagai sumber radiasi ke daerah sasaran, yaitu teknik menggunakan kateter dan stent berradioaktif. Untuk maksud ini dapat digunakan radionuklida pemancar γ dan β, di mana radionuklida pemancar β  merupakan radionuklida yang ideal untuk terapi endovaskular. Terjadinya restenosis pada pembuluh darah pasca angioplasti koroner transluminal perkutan dapat dicegah dengan mcnggunakan stent radioaktif. Tinjauan ini membahas beberapa tcknik yang dapat digtmakan untuk terapi cndovaskular akibat restenosis. Sclain itu, diuraikan juga beberapa bentuk sediaan radiofarmasi dan jenis radionuklida, serta dosis sediaan yang dapat digunakan untuk maksud tersebut.
KARAKTERISTIK KEKUATAN TARIK DAN DERAJAT KRISTALINITAS POLIPROPILENA TERIRADIASI Mutiah A; Noormandsuriah Surdia
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.1.1669

Abstract

KARAKTERISTIK KEKUATAN TARIK DAN DERAJAT KRISTALINI-TAS POLIPROPILENA TERIRADIASI. Polipropilena (PP) yang telah diiradiasi mengalami perubahan kekuatan tarik dan derajat kristalinitas. Perubahan sifat fisik lain yang mengikutinya adalah titik leleh, massa jenis dan perubahan struktur molekul. Dibandingkan dengan yang belum diiradiasi, PP yang telah diiradiasi mengalami kenaikan pada sifat fisik dan mekanik tersebut. Kekuatan tarik meningkat sesuai dengan peningkatan dosis iradiasi yang diberikan. Demikian pula dengan derajat kristalinitas, titik leleh dan massa jenis, mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan dosis iradiasi, terutama pada dosis >20 kGy. Penyimpanan sampai dengan 3 bulan pada temperatur kamar tidak memberikan efek nyata pada perubahan sifat. Hal ini menunjukkan bahwa PP teriradiasi lebih baik kualitasnya. Analisis spektroskopi IR tidak menunjukkan munculnya puncak-puncak baru pada daerah pita serapan maupun daerah sidikjari.
PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA M Husna Al Hasa
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1706

Abstract

PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA. Perlakuan permukaan dengan proses termokimia dilakukan untuk memperoleh ketangguhan sifat paduan baja. Perlakuan termokimia pada permukaan baja hasil tempering pada suhu 595°C dengan waktu 130 menit dilakukan pada suhu 570°C selama 120 menit. Proses perlakuan permukaan ini akan menghasilkan senyawa nitrida besi. Senyawa nitrida ¡ni akan memberi dampak terhadap perubahan sifat permukaan baja paduan. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis struktur mikro dan senyawa dengan scanning electron microscope (SEM) dan emission diffraction x-rayspectrometer (EDX). Pengujian sifat mekanik pada permukaan dilakukan dengan metode Vicker. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada permukaan baja terbentuk lapisan. Lapisan cederung berwarna putih dengan ketebalan 3 µm dan lapisan di bawah warna putih berkisar 52 µm. Hasil analisis komposisi unsur dengan EDX memperlihatkan bahwa pada lapisan berwarna putih terdapat unsur nitrogen yang relatif tinggi mencapai 11,78 %. Sementara itu, di bawah lapisan putih unsur nitrogen berkisar 628 % dan karbon sekitar 7,87 %. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa sifat kekerasan relatif cukup tinggi pada lapisan putih yang terdapat kadar unsur nitrogen 11,78 % daripada yang 6,28 % nitrogen. Lapisan tersebut cenderung membentuk fasa 5 (Fe2N) yang bersifat relatif keras. 
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI SEDIAAN RADIOISOTOP 169ErCl3 HASIL IRADIASI BAHAN SASARAN ERBIUM-168 DIPERKAYA 97,75% Azmairit Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.2.327

Abstract

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI SEDIAAN RADIOISOTOP 169ErCl3 HASILIRADIASI BAHAN SASARAN ERBIUM-168 DIPERKAYA 97,75%. Erbium-169 (169Er)merupakan salah satu radioisotop pemancar β yang dapat digunakan untuk radiosinovektomi.Pada penelitian ini dikembangkan pembuatan radioisotop 169ErCl3 dengan cara iradiasi bahansasaran erbium oksida diperkaya dengan pengayaan 168Er sebesar 97,75%. Sebelumdigunakan dalam pembuatan radiofarmaka, larutan 169ErCl3 dikarakterisasi supaya memenuhisyarat aplikasinya. Karakterisasi fisiko-kimia radioisotop 169ErCl3 yang meliputi kejernihan; pH;muatan listrik; kemurnian radiokimia; dan kemurnian radionuklida; masing-masing ditentukandengan cara visual; kertas indikator pH; metode elektroforesis kertas; kromatografi kertas danelektroforesis kertas; serta spektrometer γ saluran ganda. Kestabilan larutan ditentukan denganmengamati kemurnian radiokimia larutan 169ErCl3 setiap hari selama satu bulan penyimpananpada temperatur kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 169ErCl3 berupa larutan jernih,memiliki pH 1,5 – 2, tidak bermuatan, kemurnian radiokimia sebesar 99,51 ± 0,41% dankemurnian radionuklida sebesar 99,84 ± 0,1%. Aktivitas jenis dan konsentrasi radioaktif larutan169ErCl3 masing-masing sebesar 1,26 – 3,38 mCi/mg Er dan 11,05 – 29,59 mCi/mL pada saatend of irradiation (EOI). Uji stabilitas menunjukkan bahwa larutan 169ErCl3 masih stabil sampaisatu bulan dengan kemurnian radiokimia sebesar 99,65 ± 0,09%. Larutan 169ErCl3 yangdiperoleh dari bahan sasaran erbium oksida diperkaya 97,75% memiliki karakteristik fisiko-kimiayang memenuhi syarat untuk radiosinovektomi.
ANALISIS TEGANGAN KOMPONEN DALAM SISTEM PEMIPAAN REAKTOR SG-GAS B Bandriyana; Y B Sitandung; Suharno ,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2005.6.2.2132

Abstract

ANALISIS TEGANGAN KOMPONEN DALAM SISTEM PEMIPAAN REAKTOR SG-GAS. Telah dilakukan studi analisis tegangan komponen pada jalur pemipaan sistem pemurnian air kolam (KBE01) reaktor SG-GAS (KBE01). Analisis tegangan dilakukan berdasarkan standard desain ASME III kelas 2 dengan menggunakan program CAESAR II Versi 3.24, untuk mengevaluasi kekuatan pipa, sambungan siku, katup dan nozel pada seluruh sistem pemipaan. Dari hasil perhitungan diperoleh tegangan maksimum pada pipa dan katup dibawah batas tegangan yang diizinkan dengan rasio tegangan masing-masing sebesar 0,478 dan 0,07. Gaya dan momen maksimum pada nozel sebesar 409 N dan 232,6 Nm, dibawah batas yang diizinkan dalam desain dengan rasio 0,962 dan 0,897. Studi perhitungan distribusi tegangan dilakukan pada sambungan siku dengan metode elemen hingga menggunakan program ANSYS 5.4. Dari hasil perhitungan diperoleh harga tegangan, regangan dan pergeseran lokal maksimum pada sambungan siku memenuhi persyaratan desain yang ditentukan. 
RESPON SITOGENETIK PENDUDUK DAERAH RADIASI ALAM TINGGI DI KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT Zubaidah Alatas; Yanti Lusiyanti; Sofiati P; Dwi Ramadhani; Masnelly L; Viria A S
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2012.13.1.932

Abstract

ABSTRAKRESPON SITOGENETIK PENDUDUK DAERAH RADIASI ALAM TINGGI DIKABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT. Manusia di dunia menerima paparan radiasialam baik eksternal maupun internal. Total paparan tahunan dari radiasi alam dengan latarnormal adalah 2,4 mSv, sedangkan daerah dengan tingkat paparan radiasi alam mencapai 20mSv atau lebih dikategorikan sebagai High Natural Background Radiation (HNBR). Tingkatpaparan radiasi di HNBR dianggap sebagai radiasi dosis rendah. Efek biologik radiasi dosisrendah khususnya efek sitogenetik telah dipelajari pada penduduk di beberapa daerah HNBR didunia. Tulisan ini melaporkan hasil studi sitogenetik khususnya aberasi kromosom pada sellimfosit darah tepi penduduk di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang mempunyai tingkatpaparan radiasi alam relatif tinggi di Indonesia. Pemeriksaan aberasi kromosom dilakukandengan teknik Giemsa dan fluoresence in situ hybridization terhadap sampel darah pendudukyang telah dibiakkan dalam media pertumbuhan. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanyaperbedaan nyata frekuensi aberasi kromosom pada sel limfosit penduduk daerah radiasi alamtinggi dan latar normal. Terdapat indikasi adanya fenomena respon radioadaptif pada pendudukdi Kabupaten Mamuju yang perlu diteliti lebih lanjut.Kata kunci : dosis rendah, aberasi kromosom, HNBR, MamujuABSTRACTCYTOGENETIC RESPONSE OF THE RESIDENTS OF HIGH NATURAL RADIATIONAREA IN KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT. People in the world are exposed tobackground radiation from natural sources both internally and externally. Total exposure tonatural radiation in areas of normal background averages 2.4 mSv per year, while the area thathas total exposure to natural radiation up to 20 mSv or more is categorized as the High NaturalBackground Radiation (HNBR). Such radiation level of HNBR is considered as low doseradiation.The biological effects of low dose radiation, especially cytogenetic effects, have beenextensively studied on the habitants of several HNBR areas in the world. This paper reports theresults of cytogenetic study, especially chromosome aberrations, in peripheral blood lymphocytecells of the residents in Kabupaten Mamuju, West Sulawesi, which relatively has high level ofnatural radiation in Indonesia. Chromosome aberration examinations were performed usingGeimsa staining method and fluorescence in situ hybridization painting technique after culturingthe blood samples of the residents in enriched growth media. The results did not indicatesignificant difference on the frequency of chromosome aberrations in the lymphocytes ofpeople who live in HNBR area and that who live in normal natural radiation area. It is suggestedthat there is an indication of radioadaptive response phenomena in Kabupaten Mamuju peoplethat needs further investigation.Keywords: low dose, chromosome aberration, HNBR, Mamuju
FITOREMEDIASI LINGKUNGAN PERAIRAN TAWAR: PENYERAPAN RADIOSESIUM OLEH KIAMBANG (Salvinia molesta) Poppy Intan Tjahaja; Suhulman .; Putu Sukmabuana; Ruchijat .
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.1.2168

Abstract

FITOREMEDIASI LINGKUNGAN PERAIRAN TAWAR : PENYERAPAN RADIOSESIUM OLEH KIAMBANG (Salvinia molesta). Fitoremediasi lingkungan perairan tawar yang terkontaminasi dengan radiosesium telah dilakukan dengan care mempelajari penyerapan 134Cs oleh tanaman perairan. Tanaman perairan yang diteliti adafah kiambang (Salvinia molesta), sebelumnya terah diteliti tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes). Sistem perairan tawar buatan, berupa bak stainless steel berisi 400 L air tawar, dikontaminasi dengan 134Cs sebanyak 0,2 mL dengan aktivitas 4,84 x 109 Bq/mL. Ke dalam bak tersebut dimasukkan sejumlah tanaman kiambang dan dipelihara selama 40 hari. Sebagai kontrol dilakukan pula pemeliharaan kiambang dalam bak yang tidak dikontaminasi. Setiap lima bari sekali tanaman kiambang, balk yang dipefihara dalam bak yang dikontaminasi maupun di bak kontrol, diambil sebanyak 3 tanaman (individu) untuk diukur konsentrasi 134Cs yang diserapnya. Bersamaan dengan pengambilan sampel kiambang dilakukan juga pengambilan sampel air sebanyak 25 mL untuk diukur konsentrasi 134Cs-nya. Sampel kiambang dipisahkan menjadi bagian akar dan non akar (batang beserta daun), kemudian dikeringkan dengan lampu IR. Sampel yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam vial plastik dan didestruksi dengan cara menambahkan HCl 5M sampai volumenya mencapai 100 mL. Sampel kiambang dan air masing-masing diukur dengan multi chanel analyser (MCA) dengan detektor HPGe selama 180 detik. Dad penelitian ini, diketahui bahwa tanaman air kiambang dapat menyerap dan mengakumutasi radiosesium dari air tempatnya tumbuh. Kemampuan tanaman mengakumulasi radiosesium dinyatakan sebagai faktor transfer, yang merupakan rasio konsentrasi 134Cs dalam tanaman terhadap konsentrasinya dalam air. Nilai faktor transfer yang diperoleh dari penelitian ini cukup besar, yaitu 5,9 mL/g, dengan koefisien laju transfer sebesar 3,08x10-7/bari dan 1,97x10-7/hari masing-masing untuk 0<t<25 dan 29<t<40. Tanaman kiambang dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai fitoremediator atau depolutan radiesesium di lingkungan perairan tawar, walaupun kurang ekonomis.
KARAKTERISTIK KOMPLEK 186Re-HIDROKSI ETILIDEN DIFOSFONAT (HEDP) SEBAGAI BONE PAIN PALLIATIVE AGENT Adang H G; Mutalib G; Sri Bagiawati; Evie S; Sri Aguawarini; Abitlin D
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.2.1695

Abstract

KARAKTERISTIK KOMPLEK 186Re-HIDROKSI ETILIDEN DIFOSFONAT (HEDP) SEBAGAI BONE PAIN PALLIATIVE AGENT. Rasa sakit pada tulang yang disebabkan oleh metastasis beberapa penyakit kanker seperti prostat, payudara, paru-paru dan ginjal dapat diobati dengan analgesik, hormon, chemotherapy, narkotika (morfin) dan radiofarmaka. Samarium-153 EDTMP merupakan radiofarmaka yang sampai saat ini secara luas digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat metastasis kanker ke tulang. Preparasi dan uji kualitas komplek 186Re-HEDP telah berhasil dilakukan. Hasil penentuan kemurnian dengan kromatografi kertas menunjukkan bahwa kompleks tersebut masih menghasilkan kemurnian radiokimia > 90 % sampai dengan hari ke 3 setelah penandaan. Kadar kompleks dalam darah mencapai puncaknya setelah 5 menit setelah penyuntikan dan menurun drastis pada 24 jam setelah penyuntikan. Sedangkan dalam urin 24 jam setelah penyuntikan diperoleh aktivitas sekitar 41 % yang diekskresikan dalam bentuk perenat bebas. Hasil biodistribusi dalam mencit normal menunjukkan penimbunan komplek pada tulang diperoleh dalam waktu antara 2 - 24 jam setelah penyuntikan. Hasil pengujian sterilitas dan pirogenitas menunjukkan sediaan tersebut steril dan bebas pirogen.
SINTEIS DAN UJI STABILITAS SENYAWA BERTANDA 186Re(V)-DMSA Azmairit Aziz; Iswandi I.; Rochestri Sofyan
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2002.3.2.2122

Abstract

SINTESIS DAN UJI STABILITAS SENYAWA BERTANDA 186Re(V)-DMSA. Senyawa 186Re(v) DMSA merupakan radiofarmaka permancar-β yang banyak digunakan untuk terapi kanker tiroid medular. Telah dilakukan sintesis senyawa bertanda 186Re(v)- DMSA melalui penandaan ligan DMSA dengan radio isotop186Re(v)menggunakan reduktor SnCl2 dan diinkubasi pada temperatur karnar selama 30 menit sambil dialiri nitrogen. Kondisi optimum reaksi diperoleh pada pH 1 dengan jumlah DMSA dan SnCl2. 2 H2O masing-masing sebanyak 8 dan 1,6 mg. Kompleks yang terbentuk diatur sampai pH 8 dengan penambahan larutan NaOH 1 N. yang memberikan efisiensi penandaan maksimum sebesar 97,29 ± 0,33 %. Uji siabilitas senyawwa 186Re(v)- DMSA terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 3 hari pada temperatur kamar, senyawa tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian radio kimia di atas 95%. 

Filter by Year

2000 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue