cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Pengaruh Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi dengan Media Video Animasi terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMPN 210 Jakarta Timur
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.190

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami perubahan fisik, mental, dan sosial, termasuk dalam hal reproduksi. Namun, masih banyak remaja yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media video animasi dan poster terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMPN 210 dan SMPN 208 Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental, menggunakan rancangan Non-Equivalent Control Group Design. Sampel sebanyak 42 siswa kelas 7 diambil dengan teknik total sampling, terdiri dari kelompok intervensi (SMPN 210) dan kelompok kontrol (SMPN 208). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan, terdapat peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi menggunakan media video animasi dengan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai pvalue <0,001. Sedangkan pada kelompok kontrol (media poster) juga terjadi peningkatan dengan nilai pvalue <0,001. Namun, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (pvalue <0,001), media video animasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Video animasi terbukti lebih efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada remaja.
Analisis Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023: Social Determinants of Health pada Ibu terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada Bayi
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.196

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan kejadian BBLR di dunia masih tinggi dan lebih dari setengahnya berada di Asia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 juga mencatat dari bayi baru lahir yang ditimbang berat badannya di seluruh Indonesia, jumlah bayi yang mengalami kondisi BBLR masih belum sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social determinants of heatlh terhadap kejadian berat bedan lahir rendah (BBLR) di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dan terdaftar sebagai responden SKI tahun 2023. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 58.086 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara paritas, tingkat pendidikan ibu, kepemilikan asuransi kesehatan, komplikasi kehamilan, dan kelengkapan ANC dengan kejadian BBLR, dimana komplikasi kehamilan merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai OR = 2,442. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada para ibu untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan yang lengkap yaitu sebanyak 6 kali kunjungan, dengan rincian 2 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga.
Efek Media Edukasi Gizi Berbasis Aplikasi Android dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Gizi Seimbang pada Remaja Pertengahan
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.206

Abstract

Remaja usia pertengahan memiliki kebutuhan gizi yang tinggi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini menjadikan mereka kelompok yang rentan terhadap masalah gizi apabila asupan tidak tercukupi. Kurangnya edukasi gizi yang tepat serta pengaruh media digital sering kali berdampak pada pola makan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi gizi berbasis aplikasi Android terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik gizi seimbang pada remaja pertengahan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group. Sebanyak 50 siswa kelas 7 SMP Budhi Warman 1 Jakarta dipilih secara purposive sampling, yaitu siswa yang belum pernah mendapat pendidikan gizi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung. Intervensi dilakukan menggunakan media edukasi gizi berbasis aplikasi Android. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik, ada perbedaan perubahan rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi antara kelompok eksperiman dengan kontrol, baik pada pengetahuan, sikap, dan praktek (dengan masing-masing pvalue adalah <0,001, <0,001 dan 0,002). Media edukasi gizi berbasis aplikasi android ini berpengaruh dalam meningkatkan praktik gizi seimbang pada remaja pertengahan.
Metode Emo Demo untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Memilih Jajanan pada Siswa SD Nasional Alamanda Depok
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.209

Abstract

Pada masa anak-anak adalah masa di mana mudah terpengaruh terhadap paparan media dan lingkungan terkait perilaku, khususnya pengetahuan gizi dan perilaku makan. Pengetahuan dan perilaku anak dalam memilih jajanan saat ini masih dalam kategori kurang baik berdasarkan pola konsumsi makanan tinggi energi dan lemak. Pentingnya perubahan perilaku dan pengetahuan ini diharapkan menjadi dasar perubahan pola makan anak yang bermanfaat dalam tumbuh kembang yang optimal dan sebagai solusi atas permasalahan kesehatan masyarakat. Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa kelas VI. Penelitian ini menggunakan disain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Metode edukasi emo-demo melalui media audio visual dan diskusi digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku memilih jajanan pada siswa. Evaluasi hasil edukasi dilakukan melalui perbandingan skor pretest dan posttest dengan hasil yaitu terdapat peningkatan skor aspek pengetahuan dan perilaku sebelum dan sesudah edukasi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest total skor pengetahuan dengan pvalue <0,05 (p-value = 0,007). Sedangkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest total skor pengetahuan dengan pvalue >0,05 (pvalue = 0,252). Edukasi dan diskusi sangat efektif secara cepat meningkatkan aspek pengetahuan, namun dalam hal perilaku perlu adanya edukasi yang berkelanjutan sehingga dapat diukur evaluasinya secara signifikan. Oleh karena itu, intervensi yang intens pada anak-anak dan berkelanjutan dapat mendukung peningkatan pengetahuan dan perilaku anak-anak tentang memilih jajanan yang sehat.
Hubungan Asupan Energi serta Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Santri Pondok Pesantren Al Tamanah Al Gontory Tangerang Selatan, Banten: indonesai
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.218

Abstract

Status gizi merupakan suatu keadaan yang ditentukan oleh tingkat kebutuhan tubuh terhadap kalori dan zat- zat gizi lain yang diperoleh dari asupan makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi Santri di pondok pesantren Al Amanah Al Gontory, kota Tangerang Selatan, Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah responden sebanyak 110 responden dengan menggunakan metode simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan guna mendapatkan status status gizi, food recall 2x 24 jam untuk mengetahui asupan zat gizi makro. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki status gizi sangat kurang (75,5%), asupan energi sangat kurang (70%), asupan protein kurang (43,6%), asupan lemak sangat kurang (73,6%), dan asupan karbohidrat sangat kurang (69,1%). Uji statistik yang menunjukkan hanya bahwa variabel asupan lemak (pvalue = 0,009) yang berhubungan dengan status gizi. Para santri diharapkan dapat menjaga pola makan dengan gizi seimbang sesuai dengan ketentuan isi piringku.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Video Emotional Demonstration terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dalam Mengkonsumsi Pangan Sumber Zat Besi di SMA Negeri 2 Babelan Kabupaten Bekasi
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.228

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan anemia dengan prevalensi yang cukup tinggi di indonesia. Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling banyak ditemukan di negara maju maupun negara berkembang. Faktor yang menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi pada remaja putri adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media yang menarik dan informatif guna meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai anemia dan pentingnya mengkonsumsi pangan sumber zat besi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pendidikan kesehatan dengan media video emotional demonstration. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri dalam mengkonsumsi pangan sumber zat besi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswi SMA Negeri 2 Babelan. Berdasarkan hasil analisis data, skor pengetahuan remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration mengalami peningkatan dari 48,80 menjadi 89,87. Skor sikap remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration mengalami peningkatan dari 73,50 menjadi 85,70. Hasil uji Wilcoxon pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration dengan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan nilai p-value < 0,05.
Peran Pendukung Sebaya dalam Pengobatan Antiretroviral bagi ODHA Lost to Follow Up di Kota Denpasar: Sebuah Studi Kualitatif
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.243

Abstract

Data Provinsi Bali mencatat jumlah ODHA yang Lost to Follow Up (LTFU) tinggi, dimana hampir mayoritas kasus berada di Kota Denpasar. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa Kota Denpasar adalah episentrum permasalahan LTFU di Bali, dengan konsekuensi serius terhadap keberlanjutan pengobatan antiretroviral (ARV). Salah satu program Yayasan Spirit Paramacitta yang bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan pengobatan ARV adalah pendampingan melalui Pendukung Sebaya. Tujuan penelitian mengeksplorasi peran pendukung sebaya dalam pengobatan ARV bagi ODHA yang LTFU, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan pendampingan. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan melibatkan 6 (enam) informan dari pendukung sebaya dan direktur Yayasan Spirit Paramacitta, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendukung sebaya berperan dalam memberikan dukungan psikososial berupa dukungan emosional, instrumental, informatif dan penghargaan. Faktor yang memengaruhi keberhasilan pendampingan meliputi 1) faktor predisposisi: pendidikan dan pengalaman; 2) faktor pendukung: akses layanan, biaya dan logistik, 3) faktor pendorong: pelatihan dan kerja sama dengan layanan kesehatan. Faktor penghambat bagi ODHA untuk kembali mengakses layanan pengobatan ARV adalah stigma sosial, rasa malu dan ketakutan akan diskriminasi. Kesimpulan pendukung sebaya memiliki peran strategis dalam mengurangi angka LTFU melalui pendekatan persuasif, empatik dan berbasis pengalaman. Diperlukan pelatihan berkelanjutan dan dukungan sistem kesehatan untuk mengoptimalkan peran ini. Pemahaman masyarakat terkait dengan HIV/AIDS perlu ditingkatkan untuk mengurangi stigma sosial dan diskriminasi terhadap ODHA.
Pengaruh Media Edukasi Video Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin di KUA Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.247

Abstract

Indonesia terus menghadapi tantangan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita usia reproduksi, terutama karena terbatasnya pemahaman tentang gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin. Penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain pretest posttest with control group design. Penelitian dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Godean (intervensi) dan KUA Depok (kontrol), Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2025. Empat puluh enam peserta (23 per kelompok) dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi menerima edukasi gizi seimbang melalui video, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi dengan leaflet. Pengetahuan dan sikap responden diukur pada awal, segera setelah intervensi (posttest-1), dan tujuh hari setelah intervensi (posttest-2) menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan t-test atau wilxocon, serta independent sampel t-test atau Man Whitney tergantung jenis datanya untuk mengetahui efektivitas perbedaan intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pengetahuan rata-rata kelompok intervensi meningkat secara signifikan dari 74,13±12,89 menjadi 87,39±10,38 (?=13,26; pvalue <0,001) dan tetap tinggi pada posttest-2 (86,09±12,45; pvalue = 0,001). Skor sikap juga meningkat dari 67,17±15,10 menjadi 80,87±9,69 (?=13,70; pvalue <0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih kecil. Perbandingan antar kelompok mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan pada posttest-1 (pvalue=0,040), sedangkan perbedaan sikap tidak signifikan. Kesimpulannya, edukasi berbasis video lebih efektif daripada media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi. Media video sebaiknya diintegrasikan ke dalam program konseling pranikah sebagai media praktis untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang.