cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas untuk Optimalisasi Kesehatan Ibu dan Anak di Daerah Terpencil (Pendekatan Partisipatif Komunitas di Daerah Desa Malino, Kec. Banawa Selatan, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah)
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.134

Abstract

Daerah terpencil menghadapi tantangan kompleks dalam optimalisasi kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini mengembangkan model pemberdayaan berbasis komunitas untuk optimalisasi kesehatan ibu dan anak di Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah terpencil ini menghadapi tantangan kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory, melibatkan 150 responden kuantitatif dan 25 informan kualitatif selama enam bulan. Hasil menunjukkan model MABISA (Malino Bersama untuk Ibu dan Anak Sehat) efektif meningkatkan indikator kesehatan: cakupan ANC lengkap meningkat dari 54,3% menjadi 83,7%, persalinan oleh tenaga kesehatan dari 61,7% menjadi 89,2%, dan imunisasi dasar lengkap dari 59,2% menjadi 82,1%. Komponen utama model, yaitu penguatan kapasitas kader lokal, kelompok dukungan sebaya, sistem transportasi darurat, pelibatan tokoh agama/adat, dan pemberdayaan ekonomi, bekerja sinergis mengatasi determinan kesehatan. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan komunitas yang kontekstual merupakan strategi efektif mengoptimalkan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil dan layak direplikasi dengan adaptasi sosial-budaya lokal.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang bagi Balita dan Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Desa Dudepo Kec. Anggrek
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.137

Abstract

Wilayah pesisir Kecamatan Anggrek, Desa Dudepo masih menghadapi tantangan kesehatan. Prevalensi stunting dan anemia pada ibu hamil masih belum sesuai harapan. Kondisi ini diperburuk oleh akses terbatas pada layanan kesehatan berkualitas. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas program pemberdayaan kader Posyandu yang disesuaikan dengan konteks lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari 35 literatur ilmiah terkini (2020-2025). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kader (53,3%) memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang. Model pemberdayaan yang dikembangkan secara partisipatif mencakup empat komponen: peningkatan pengetahuan, penguatan keterampilan, pendampingan berkala, dan forum berbagi pengalaman. Implementasi program selama enam bulan menghasilkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader (dari 54,7% menjadi 78,3%) dan kualitas edukasi gizi yang diberikan, serta perubahan positif pada perilaku konsumsi masyarakat. Kesimpulannya, pemberdayaan kader Posyandu berbasis konteks lokal efektif meningkatkan kapasitas kader dalam menyebarkan pengetahuan gizi seimbang. Disarankan untuk mengembangkan sistem dukungan berkelanjutan dan mengatasi hambatan infrastruktur untuk memperkuat dampak program pemberdayaan kader di wilayah pesisir.
Gambaran Status Gizi, Pengetahuan dan Sikap Gizi Prakonsepsi pada Calon Pengantin di Kabupaten Bogor
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.107

Abstract

Calon pengantin merupakan kelompok yang harus diperhatikan kesehatannya, terutama status gizinya. Mengabaikan gizi sebelum hamil akan berisiko terkena kekurangan energi kronis yang dapat berdampak pada bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi, pengetahuan, dan sikap gizi prakonsepsi calon pengantin laki-laki dan perempuan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan sampling jenuh. Responden terdiri atas 50 calon pengantin (25 laki-laki dan 25 perempuan) yang mengikuti program Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Sukamakmur. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah divalidasi, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas calon pengantin memiliki status gizi normal (62%), proporsi overweight dan obesitas lebih tinggi pada laki-laki (20%) dibandingkan perempuan (8%). Pengetahuan tentang gizi prakonsepsi mayoritas berada pada kategori kurang (44%), terutama pada laki-laki (52%). Sementara itu, sikap positif terhadap gizi prakonsepsi ditemukan pada 70% responden, lebih tinggi pada perempuan (80%) dibandingkan laki-laki (60%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun status gizi sebagian besar calon pengantin normal, masih cukup banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang, khususnya pada laki-laki. Diperlukan program edukasi gizi prakonsepsi yang terintegrasi dengan pelayanan KUA untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam mendukung kehamilan yang sehat dan generasi penerus yang berkualitas.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pola Merokok Siswa Perokok SMK di Kota Depok
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.105

Abstract

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 terdapat 70 juta orang menjadi perokok aktif yang diantaranya 7,4% merupakan perokok yang berusia 10-18 tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok siswa perokok SMK di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sebanyak 55 siswa perokok. Pengumpulan data dengan cara melalui wawancara dan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan proporsi siswa perokok dengan pola merokok rutin adalah 61,8%, memiliki persepsi kurang baik adalah 69,1%, memiliki ayah berperilaku merokok sejumlah 76,4%, memiliki ibu berperilaku tidak merokok adalah 98,2%, memiliki saudara kandung berperilaku merokok sejumlah 65,5%, memiliki teman sebaya berperilaku merokok adalah 76,2%, dan memiliki uang saku cukup sejumlah 54,5%. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok adalah teman sebaya (pvalue = 0,0018; AOR = 32,035; 95% CI = 1,806-568,276) dan uang saku (pvalue = 0,007; AOR =5 1,579; 95%CI = 2,914-912,595). Faktor dominan yang berhubungan dengan pola merokok adalah uang saku. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dikembangkan edukasi untuk mencegah siswa merokok, membimbing siswa dalam memilih teman sebaya, dan menyarankan kepada pemangku kebijakan agar penjualan rokok tidak dilakukan secara eceran.
Hubungan Karakteristik Individu, Kecemasan, dan Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia Di PSTW BM 2
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.162

Abstract

Penuaan merupakan proses terakhir dari siklus kehidupan manusia, seiring bertambahnya usia dapat mengakibatkan berbagai perubahan pada otak sehingga menyebabkan kemunduran fungsi neurokognitif. Lansia (Lanjut Usia) yang tinggal di panti memiliki potensi lebih tinggi mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu, kecemasan dan aktivitas fisik dengan fungsi kogntiif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan disain cross-sectional, melibatkan populasi sebanyak 345 warga binaan sosial lansia dan sampel sebanyak 97 responden.  Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Instrumen penelitian untuk mengukur fungsi kognitif adalah kuisioner MMSE, nilai pengukuran kecemasan diperoleh melalui kuisioner GAS-10 dan alau ukur aktivitas fisik menggunakan kuisioner PASE. Hasil penelitian menggunakan analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna secara statistik antara usia (pvalue=0,001; OR=5,238; CI 95%=1,991–13,779), jenis kelamin (pvalue=0,004; OR=3,833; CI 95%=1,616–9,094), tingkat pendidikan (pvalue=0,001; OR=5,368; CI 95%=2,060–13,993), status kesehatan (pvalue=0,015; OR=10,957; CI 95%=1,376–87,273), kecemasan (pvalue=0,003; OR=5,236; CI 95%=1,794–15,281), dan aktivitas fisik (pvalue=0,005; OR=4,432; CI 95%=1,643–11,955) dengan fungsi kognitif lansia. Dapat disimpulkan bahwa fungsi kognitif dipengaruhi oleh karakteristik individu berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status kesehatan, kecemasan dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat merangsang pertumbuhan saraf sehingga dapat membantu menghambat penurunan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, direkomendasikan upaya peningkatan fungsi kognitif lansia perlu difokuskan pada perbaikan gaya hidup dan kondisi kesehatan secara menyeluruh guna mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Mahasiswa Cermat: Cerdas Aman Terlindungi untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular dari Jayapura untuk Indonesia Sehat
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.163

Abstract

Bertambahnya kasus penyakit menular pada kelompok umur dewasa, merupakan isu kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama dalam mencegah masalah tersebut. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan sebuah gerakan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya membudayakan perilaku sehat dengan tujuan agar pola hidup sehat dapat menjadi sebuah perilaku yang menetap dalam diri individu, kelompok, dan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di perguruan tingginya untuk mempengaruhi teman-temannya melakukan indikator GERMAS, yaitu : 1) Melakukan aktifitas fisik, 2) Makan Buah dan Sayur, 3) Tidak Merokok, 4) Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol, 5) Melakukan Cek Kesehatan Berkala, 6) Menggunakan jamban sehat, dan 7) Menjaga Kebersihan Lingkungan. Metode yang digunakan adalah eramah dan diskusi, dengan jumlah peserta 10 perwakilan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di kota Jayapura. Hasil setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang GERMAS pada 100% mahasiswa dan mampu membuat RTL (rencana tindak lanjut) dari kegiatan yang akan dikerjakan di perguruan tingginya. GERMAS perlu dilakukan pada mahasiswa mengingat kasus penyakit menular dan tidak menular yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Budaya Sedentari pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Tahun 2025
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.168

Abstract

Budaya sedentari merupakan perilaku kurang gerak yang ditandai dengan duduk dalam waktu lama dan minimnya aktivitas fisik. Data global maupun nasional menunjukkan bahwa proporsi gaya hidup sedentary cukup tinggi. Hal tersebut  berisiko meningkatkan kejadian penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta gangguan kesehatan mental. Mahasiswa tingkat akhir termasuk kelompok yang rentan mengalami budaya sedentari akibat beban akademik yang tinggi, penyusunan tugas akhir, dan penggunaan teknologi secara intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cross-sectional. Teknik total sampling dilakukan terhadap 113 mahasiswa tingkat akhir. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (pvalue <0,001; OR = 36,581;  95% CI: 4,667 – 287,744), usia (pvalue = 0,041;  OR = 2,364; 95%CI: 1,024 – 5,454), pekerjaan (pvalue =  0,004; OR = 3,106; 95%: 1,418 – 6,805), pengetahuan (pvalue = 0,025; OR = 2,377; 95% CI: 1,109 – 5,093), sikap (pvalue = 0,005; OR = 0,332; 95% CI: 0,152 – 0,722), dan lingkungan fisik (pvalue <0,001; OR = 4,320; 95% CI: 1,924 – 9,701) dengan budaya sedentari pada mahasiswa tingkat akhir. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar institusi merancang program promosi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa, seperti pelaksanaan edukasi berkala mengenai dampak gaya hidup sedentari, serta integrasi unsur aktivitas fisik dalam kegiatan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Studi Kualitatif: Motivasi Perempuan Dewasa Mengikuti Senam Aerobik Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.170

Abstract

Kebugaran fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, terutama bagi perempuan dewasa yang memiliki berbagai peran dalam keluarga dan masyarakat. Namun, tidak semua perempuan memiliki motivasi yang kuat untuk berolahraga secara teratur. Fenomena menarik ditemukan di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi, di mana sejumlah perempuan dewasa secara konsisten mengikuti kegiatan senam aerobik. Keikutsertaan mereka mengikuti senam tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial. Namun, belum banyak penelitian yang menggali motivasi mereka secara mendalam dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih jauh motivasi perempuan dewasa dalam mengikuti senam aerobik sebagai bentuk upaya menjaga kebugaran jasmani. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari informan kunci dan juga informan penunjang. Informan kunci ini merupakan 6 orang perempuan dewasa yang aktif mengikuti senam aerobik di Perumahan Duta Harapan, sedangkan informan penunjang ini 1 informan dari RW, 1 informan dari  tenaga kesehatan, 2 informan dari intruktur senam. Penentuan informan dilakukan secara purposive, dengan memilih perempuan dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik seperti keinginan untuk sehat, merasa lebih bahagia, serta menjadikan senam sebagai waktu pribadi (me time), menjadi faktor utama. Di samping itu, motivasi ekstrinsik juga ditemukan, seperti ajakan dari teman, dukungan keluarga, serta suasana kelompok yang menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi untuk menjaga kebugaran jasmani tidak hanya bersumber dari dalam diri, tetapi juga didorong oleh lingkungan sosial.
Pengaruh Video Animasi terhadap Pengetahuan dan Sikap dalam Upaya Pencegahan Obesitas pada Remaja di SMPN 156 Jakarta
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.173

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat pada anak usia sekolah dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Pendidikan kesehatan yang menarik dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya pencegahan obesitas. Salah satu media yang dapat digunakan adalah video animasi edukatif. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Jumlah responden sebanyak 49 siswa yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa video animasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal.  Hasil Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Jumlah responden sebanyak 49 siswa yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa video animasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan diri (mean = 22,88), dan sikap dari (mean = 16,78) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan (nilai signifikan 0,000) untuk pengetahuan dan sikap yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.
Efektivitas Promosi Kesehatan dengan Video Animasi terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa tentang Olahraga di Sekolah Dasar Negeri Jatisari II Kota Bekasi
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i2.188

Abstract

Proporsi aktivitas fisik kurang pada penduduk umur ?10 tahun mengalami peningkatan. Provinsi Jawa Barat sendiri memiliki prevalensi aktivitas fisik tergolong kurang aktif. Perilaku sedentary merupakan perilaku aktivitas fisik yang terjadi di luar tidur, dengan ciri-ciri produksi kalori yang sangat sedikit. Perilaku sedentary ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penambahan berat badan atau obesitas pada tubuh. Oleh karena itu, perilaku sedentary merupakan faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan diabetes melitus. Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik, mulai dari faktor individu, sosial dan lingkungan. Faktor individu mengenai aktivitas fisik seperti pengetahuan dan persepsi individu terhadap pola hidup sehat, motivasi untuk hidup sehat, kesukaan terhadap olahraga, harapan terhadap manfaat aktivitas fisik akan mempengaruhi seseorang untuk melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas video animasi sebagai alat promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang olahraga. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dalam satu kelompok tanpa kelompok control (one group pretest posttest). Sampel terdiri dari 62 siswa. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa sesudah diberikan intervensi melalui video animasi (p=<,001). Secara keseluruhan, video animasi efektif sebagai alat promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan maupun sikap siswa mengenai olahraga.