cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Hubungan Perilaku Merokok Anggota Keluarga dan Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok Siswa SMK Usia 15-18 Tahun di Tangerang
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.73

Abstract

Prevalensi merokok di kalangan remaja Indonesia usia 15-18 tahun pada tahun 2023 terbilang tinggi. Studi-studi menunjukkan kuatnya peran anggota keluarga dan teman sebaya dalam memberikan peluang untuk berperilaku merokok. Remaja usia 15-18 tahun di SMK X Tangerang memiliki tingkat perilaku merokok yang tinggi. Studi ini bertujuan mengetahui hubungan perilaku merokok anggota keluarga dan teman sebaya dengan perilaku merokok siswa SMK usia 15-18 tahun. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dengan melibatkan sekitar 1154 siswa/i sebagai populasi. Sebanyak 150 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan Purposive Sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik univariat dan bivariat (Chi-Square) untuk mengidentifikasi distribusi frekuensi serta hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan proporsi perilaku merokok adalah 80%, perilaku merokok ayah sejumlah 74,0%, perilaku merokok ibu sejumlah 12,7%), perilaku merokok saudara kandung (kakak) adalah 46,7%), perilaku teman sebaya merokok sejumlah 68,7%), dan jumlah teman merokok sebesar 58%. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku merokok siswa adalah perilaku merokok ayah (pvalue = 0,016; PR = 1,270; 95% CI: 1,004-1,608), perilaku merokok saudara kandung (kakak) (pvalue = 0,041; PR= 1,182; 95% CI: 1,008-1,385), perilaku teman sebaya merokok (pvalue <0,001; PR=1,369; 95% CI: 1,091-1,718), dan jumlah teman merokok (pvalue = 0,008 ; PR = 1,251; 95% CI: 1,044-1,499). Diperlukan upaya promosi kesehatan pencegahan merokok dan terapi berhenti merokok pada keluarga dan siswa sekolah menengah.
Advokasi Penyediaan Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) di Pondok Pesantren Raudlotul Athfal Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.74

Abstract

Di Kabupaten Jember terdapat 611 Pondok Pesantren yang terdaftar secara formal yang menjadikan Kabupaten Jember sebagai daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Timur. Namun masih banyak ditemukan permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh sebagian besar pesantren di Jember, salah satunya di Pondok Pesantren Raudlotul Athfal, Kecamatan Rambipuji, sehingga memerlukan upaya dan perhatian khusus yang harus segera diatasi, khususnya dalam bentuk akses terhadap layanan kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari kegiatan advokasi pos kesehatan pesantren (POSKESTREN) adalah untuk melakukan sosialisasi mengenai pembentukan POSKESTREN dan pemenuhan akses terhadap pelayanan kesehatan untuk seluruh warga Pondok Pesantren Roudlotul Athfal yang melibatkan beberapa pihak, yaitu civitas akademika Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Rambipuji, dan Kepada Desa Gugud dengan Pengelola Pondok Pesantren. Metode pelaksanaan kegiatan advokasi dilakukan dengan lobi dan presentasi interaktif. Selain itu, dilakukan pengisian kuisioner survey mawas diri kepada santri putra dan putri untuk menggali informasi terkait PHBS di lingkungan Pondok Pesantren. Hasil dari kegiatan advokasi ini adalah terbitnya surat keterangan Pembentukan POSKESTREN dan penandatanganan MoU sebagai tanda komitmen dalam pendirian POSKESTREN sebagai bentuk dukungan akses terhadap layanan kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Efektifitas Penyuluhan Media Audio Visual terhadap Pemahaman dan Pemilihan Metode Kontrasepsi di Kalangan Pengantin Baru Perempuan
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.75

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Jumlah peserta KB aktif, serta penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah. Diperlukan upaya edukasi keluarga berencana bagi Pasangan Usia Subur (PUS), termasuk yang baru menikah, dengan menggunakan berbagai cara dan media. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan audio visual (video dan infografis) terhadap perubahan pemahaman keluarga berencana dan pemilihan metode kontrasepsi. Metode penelitian menggunakan pre-experimental pre-post test one group design. Populasi penelitian, yaitu pengantin baru perempuan di Kecamatan Darmaraja sejumlah 48 orang dengan sampel 36 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dikemas dalam Google form dan dikirim melalui WhatsApp. Hasil penelitian menunjukan 36,1% responden memiliki pemahaman KB–metode kontrasepsi kategori baik sebelum penyuluhan, bertambah menjadi 83,3% setelah penyuluhan melalui media video dan bertambah menjadi 86,1% setelah penyuluhan melalui media infografis. Terdapat perubahan signifikan (pvalue<0,001) pemahaman KB–metode kontrasepsi responden setelah penyuluhan melalui media video maupun setelah ditambah penyuluhan melalui media infografis. Tidak terjadi perubahan signifikan (pvalue >0,05) pemilihan metode kontrasepsi sesudah diberikan penyuluhan melalui media video, maupun setelah ditambah penyuluhan melalui media infografis. Kesimpulan menunjukan efektivitas penyuluhan media video terhadap pemahaman KB–metode kontrasepsi dalam taraf sedang (N-Gain of average 0,635) ditambah media infografis naik menjadi 0,718 (taraf tinggi), namun tidak ada perubahan pemilihan metode kontrasepsi. Diskusi dan tatap muka serta perluasan sasaran penyuluhan ke suami dan keluarga lainnya diharapkan dapat mendorong perubahan pemilihan metode kontrasepsi.
Edukasi Pencegahan Demam Berdarah POM Si Juntik (Pengoptimalan Pencegahan Demam Berdarah melalui Inisiasi Jumantik dan Kartu Bebas Jentik) di Desa Sukorejo
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.79

Abstract

Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa Desa Sukorejo mengalami peningkatan kasus demam berdarah pada bulan Januari – Maret 2024 sebanyak 12 kasus. Peningkatan kasus yang terjadi menyebabkan perlunya upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk mencapai Indonesia Zero Dengue Death 2030 melalui program POM Si Juntik (Pengoptimalan Pencegahan Demam Berdarah melalui Inisiasi Jumantik dan Kartu Bebas Jentik). Tujuan dari program POM Si Juntik adalah melakukan upaya intervensi untuk meningkatkan keterlibatan sasaran guna menciptakan kemandirian pencegahan DBD di masyarakat. Kegiatan intervensi dilakukan dengan permainan simulasi berupa teka – teki silang, emo demo fase jentik nyamuk berdasarkan modul “Jumantik Anti Jentik: Demo Fase Hidup Jentik Nyamuk” untuk memunculkan respon jijik, sosialisasi jumantik dengan flayer, dan sosialisasi Kartu Bebas Jentik yang dimonitoring oleh pihak kader posyandu. Hasil dari kegiatan intervensi ini adalah keterlibatan aktif sasaran yang turut merasakan jijik melihat jentik nyamuk, pemahaman sasaran mengalami perubahan positif untuk melakukan pemberantasan nyamuk dan survei jentik, adanya komitmen untuk melakukan pemberantasan jentik secara mandiri serta dukungan yang diberikan oleh lintas sektor untuk keberlanjutan program.
Pencegahan Hipertensi dengan "GAGAH SI GARANG" di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.80

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan keadaan ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi, yakni berada pada140/90 mmHg atau lebih tinggi. Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Karangpring memiliki beberapa anggota menderita hipertensi. Desa Karangpring di Kecamatan Sukorambi merupakan wilayah dengan kondisi tanah subur yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh tani. Penduduk Desa Karangpring terdiri dari 8.261 jiwa dengan sebagian besar memiliki pendidikan setingkat SMA. Kegiatan yang dilakukan adalaah program intervensi GAGAH SI GARANG (Gerakan Cegah Hipertensi Gapoktan Karangpring) untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pencegahan hipertensi. Program Intervensi Komunitas GAGAH SI GARANG (Gerakan Cegah Hipertensi Gapoktan Desa Karangpring) dilakukan di Desa Karangpring dengan tiga metode: edukasi (SOHIP - Sosialisasi Cegah Hipertensi), perlombaan (DASHAT HATI - Dapur Sehat Cegah Hipertensi), dan advokasi pemeriksaan kesehatan gratis. Pada tahapan pelaksanaan meliputi analisis situasi untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, perencanaan strategi intervensi, implementasi kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Karangpring dan melibatkan 18 anggota Gapoktan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 56% setelah sosialisasi, serta peningkatan partisipasi yang tinggi dengan Adequacy of Performance sebesar 81%. Pada kegiatan terdapat penandatanganan MoU dengan Puskesmas Sukorambi untuk memastikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi anggota Gapoktan. Program ini diharapkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pencegahan hipertensi di Desa Karangpring.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien BPJS di Puskesmas Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Tahun 2024
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.85

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu ilndilkator untuk mengukur kepuasan pasilen. Puskesmas Bojong Rawalumbu mengalami penurunan jumlah pasien. Berbagai penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien. Oleh karena itu, peneliltilan ilnil bertujuan menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasilen dil Puskesmas Bojong Rawalumbu Tahun 2024. Jelnils penelitian adalah pelnelliltilan analiltilk kuantiltatilf melnggunakan rancangan delsailn cross-selctilonal. Sampel peneliltilan sebanyak 107 responden BPJS dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dilbagilkan kepada pasilen. Analilsils data yang digunakan adalah analilsils unilvarilat dan analilsils bilvarilat dengan menggunakan uji chi square. Hasill peneliltilan pada menunjukkan sebesar 57% responden menyatakan puas. Kepuasan ditunjukkan pada penilaian dimana sebagian besar responden menyatakan mutu pelayanan baik pada dimensi rellilabillilty (89,7%), relsponsilvelnelss (78,5%), assurancel (65,4%), emphaty (73,8%) dan tangilblels (82,2%). Hasil analilsils bilvarilatl melnunjukkan bahwa telrdapat hubungan yang silgnilfilkan antara karaktelrilstilk relspondeln belrdasarkan jelnils kellamiln, pelkelrjaan, kualiltas pellayanan dilmelnsil rellilabillilty (kelhandalan), relsponsilvelnelss (daya tanggap), assurancel (jamilnan), tangilblels (buktil filsilk) telrhadap kelpuasan pasileln dil Puskelsmas Bojong Rawalumbu (pvalue <0,05). Penelitian ini merekomendasikan peningkatan promosi pelayanan yang ramah, handal, nyaman, aman dan mengikuti teknologi terkini melalui media banner, media sosial dan tayangan di layar TV yang ada di Puskesmas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kembali kunjungan pasien.
Efektivitas Video Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja (Studi Kasus Pada SMA Negeri 3 Maluku Tenggara)
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.90

Abstract

Pelecehan seksual terhadap remaja adalah bentuk penyiksaan terhadap anak dan remaja, di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan seorang anak untuk rangsangan seksual. Pelecehan seksual dapat ditangani dengan memberikan edukasi yang menarik, sebagai bagian dari kegiatan life skill yang dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai efektivitas video pencegahan pelecehan seksual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen jenis pretest posttest control group design. Responden dipilih secara purposive sampling sejumlah 65 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah dilakukan edukasi terhadap pengetahuan dan sikap pada remaja. Sementara hasil analisis bivariat menggunakan uji Independent t-test menunjukkan ada pengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah pelecehan seksual (pvalue 0,001). Edukasi yang diberikan dengan cara menggunakan media video berupa animasi dengan tambahan sedikit teks, membuat edukasi tidak monoton dan remaja juga tidak merasa bosan ketika mendapatkan edukasi tersebut.
Kecemasan Virtual: Studi Kuantitatif pada Remaja Pecandu Game Online di Kota Makassar
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.92

Abstract

Adanya kecanduan game online merupakan salah satu fenomena berbahaya yang sudah kita rasakan saat ini. Game online akan berdampak positif apabila dimanfaatkan untuk hiburan, dimana mood akan meningkat dan stress dapat dikurangi dengan bermain game. Masalah kecemasan, merupakan salah satu aspek psikososial yang banyak ditemukan pada remaja yang sudah kecanduan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada remaja pecandu game online di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional study. Populasi penelitian sebanyak 501 siswa yang menggunakan game online. Sampel penelitian sebanyak 244 siswa yang kecanduan berat pada game online di UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar. Teknik Analisis menggunakan analisis univariat. Hasil. Sebanyak 257 (51.3%) yang kecanduan game online dalam kategori kecanduan sedang dan sebanyak 244 (48.7%) dalam kategori kecanduan berat. Dari 244 responden yang kecanduan berat pada game online sebanyak 213 (87.3%) responden mengalami kecemasan tinggi dan 31 (12.7%) responden dengan kecemasan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas (87.3%) responden yang kecanduan berat pada game online mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Oleh karena itu, Perlu adanya pendekatan terpadu yang melibatkan sekolah, orang tua, dan pemerintah agar intervensi kesehatan mental lebih efektif.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pola Merokok Siswa Perokok SMK di Kota Depok
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.105

Abstract

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 terdapat 70 juta orang menjadi perokok aktif yang diantaranya 7,4% merupakan perokok yang berusia 10-18 tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok siswa perokok SMK di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sebanyak 55 siswa perokok. Pengumpulan data dengan cara melalui wawancara dan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan proporsi siswa perokok dengan pola merokok rutin adalah 61,8%, memiliki persepsi kurang baik adalah 69,1%, memiliki ayah berperilaku merokok sejumlah 76,4%, memiliki ibu berperilaku tidak merokok adalah 98,2%, memiliki saudara kandung berperilaku merokok sejumlah 65,5%, memiliki teman sebaya berperilaku merokok adalah 76,2%, dan memiliki uang saku cukup sejumlah 54,5%. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok adalah teman sebaya (pvalue = 0,0018; AOR = 32,035; 95% CI = 1,806-568,276) dan uang saku (pvalue = 0,007; AOR =5 1,579; 95%CI = 2,914-912,595). Faktor dominan yang berhubungan dengan pola merokok adalah uang saku. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dikembangkan edukasi untuk mencegah siswa merokok, membimbing siswa dalam memilih teman sebaya, dan menyarankan kepada pemangku kebijakan agar penjualan rokok tidak dilakukan secara eceran.
Gambaran Status Gizi, Pengetahuan dan Sikap Gizi Prakonsepsi pada Calon Pengantin di Kabupaten Bogor
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.107

Abstract

Calon pengantin merupakan kelompok yang harus diperhatikan kesehatannya, terutama status gizinya. Mengabaikan gizi sebelum hamil akan berisiko terkena kekurangan energi kronis yang dapat berdampak pada bayi yang akan dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi, pengetahuan, dan sikap gizi prakonsepsi calon pengantin laki-laki dan perempuan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan sampling jenuh. Responden terdiri atas 50 calon pengantin (25 laki-laki dan 25 perempuan) yang mengikuti program Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Sukamakmur. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah divalidasi, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas calon pengantin memiliki status gizi normal (62%), proporsi overweight dan obesitas lebih tinggi pada laki-laki (20%) dibandingkan perempuan (8%). Pengetahuan tentang gizi prakonsepsi mayoritas berada pada kategori kurang (44%), terutama pada laki-laki (52%). Sementara itu, sikap positif terhadap gizi prakonsepsi ditemukan pada 70% responden, lebih tinggi pada perempuan (80%) dibandingkan laki-laki (60%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun status gizi sebagian besar calon pengantin normal, masih cukup banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang, khususnya pada laki-laki. Diperlukan program edukasi gizi prakonsepsi yang terintegrasi dengan pelayanan KUA untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam mendukung kehamilan yang sehat dan generasi penerus yang berkualitas.