cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Edukasi tentang Pubertas dan Upaya Perlindungan Diri pada Remaja
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.38

Abstract

Remaja adalah aset dan potensi masa depan yang harus memiliki kemampuan berperilaku sehat dan keterampilan hidup sehat. Kondisi tersebut agar remaja dapat mencegah dan melindungi diri sendiri dari berbagai perilaku berisiko, termasuk perilaku seksual berisiko. Berbagai upaya perlu dilakukan, salah satunya adalah pemberian komunikasi informasi dan edukasi terkait keseharan reproduksi remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi terkait pubertas dan upaya perlindungan diri pada remaja. Metode pengabdian masyarakat ini adalah melalui kegiatan pemberian materi tentang pubertas dan pemutaran video. Sasarannya adalah remaja tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang mengikuti kegiatan Warga Peduli AIDS di Kelurahan Kalumpang Kota Ternate. Jumlah peserta adalah 47 orang. Hasil evaluasi awal kegiatan menunjukkan rerata skor pengetahuan adalah 7,7 dan evaluasi akhir menunjukan rerata skor pengetahuan adalah 7,9. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan rerata pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Upaya edukasi pada remaja diharapkan terus dilaksanakan dengan memperhatikan metode dan teknik yang tepat agar peningkatan pengetahuan menjadi dasar peningkatan kemampuan remaja untuk melindungi diri sendiri.
Peran Peer Educator Sekawan’s dalam Pendampingan Kepatuhan Minum Obat Pasien TBC RO di Wilayah Jember
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.39

Abstract

Strategi Nasional Pengendalian TBC 2020–2024 merupakan upaya menuju eliminasi Tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2030 melalui peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisektor lainnya. Sekawan’s merupakan satu-satunya komunitas pendukung pasien TBC Resisten Obat (RO) yang ada di Kabupaten Jember. Studi ini mengeksplor peran peer educator sekawan’s dalam pendampingan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis resistan obat. Studi dilakukan di Kabupaten Jember dengan menggunakan teori dukungan sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat lima informan utama dengan pemilihan metode purposive sampling. Mayoritas informan berusia 40 tahun, perempuan, memiliki pengalaman menjadi pasien, dan berstatus mantan pasien. Sebagian besar informan sudah memberikan tiga jenis dukungan sesuai petunjuk teknis pendampingan pasien tuberkulosis resisten obat oleh komunitas. Akan tetapi masih ada informasi akses pemulihan HAM dan perlindungan hukum, dosis, dan cara pengobatan yang belum tersampaikan. Pengisian formulir pendampingan yang belum sesuai, media infografis untuk menunjang pendampingan belum ada, serta masih banyak pasien yang belum memiliki rekening. Studi ini memberikan penegasan terkait peran peer educator sekawan’s dalam pendampingan kepatuhan minum obat pasien TBC RO di Wilayah Jember.
Pengaruh Fun Education PHBS di SDN Sukowiryo 01 Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.40

Abstract

Penyakit diare masih berkembang di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 1.516.438 jiwa atau 37,88% balita di Indonesia terkena diare. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit diare adalah intervensi komunitas. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan menggunakan rancangan penelitian Pretest Posttest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SD yang berjumlah 171 orang. Sampel sejumlah 35 siswa/siswi kelas IV dan kelas V SDN Sukowiryo 01 yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan di SDN Sukowiryo 01, Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember dengan pendekatan Fun Education PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fun Education terhadap pengetahuan siswa. Hasil pretest dan postest menunjukkan ada peningkatan pengetahuan sebesar 2,57 setelah kegiatan fun education dilakukan. Selain hasil prestest dan posttest, keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari pemahaman siswa SDN Sukowiryo 01 dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri setelah materi boneka tangan dan penayangan video langkah-langkah cuci tangan pakai sabun. Pendekatan intevensi dengan fun education dapat menjadi alternatif untuk pencegahan penyakit diare pada siswa SD.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Personal Higiene saat Menstruasi pada Remaja di Jakarta Barat
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.41

Abstract

Remaja yang berperilaku personal higiene menstruasi yang buruk memiliki risiko untuk terkena infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene perorangan saat menstruasi pada remaja di Jakarta Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2022. Sampel pada penelitian ini adalah 77 remaja di salah satu RW kelurahan X di Jakarta Barat yang diambil dengan menggunakan teknik sampel Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan orang tua dan dukungan teman tidak berhubungan dengan perilaku personal higiene saat menstruasi (p-value = 0,454 dan p-value = 0,339) . Sedangkan kepercayaan terhadap mitos dan akses media sosial berhubungan dengan dengan perilaku personal higiene saat menstruasi (p-value = 0,029 dan p-value = 0,007). Remaja perlu meningkatkan pemahaman yang benar tentang personal higiene saat menstruasi sehingga dapat berperilaku bersih dan sehat saat menstruasi. Upaya promosi kesehatan terkait hal ini perlu terus dilakukan.
Upaya Promotif dan Preventif Penanggulangan TB oleh Paguyuban TB di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember (Sebuah Studi Kualitatif)
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.42

Abstract

Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) dilakukan dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) sehingga pelaksanaannya membutuhkan peran serta masyarakat yang diwujudkan dengan membentuk paguyuban TB. Puskesmas Kalisat memiliki capaian Treatment Success Rate (TSR) dan Case Detection Rate (CDR) yang memenuhi target dengan jumlah kasus terbanyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Paguyuban TB dalam upaya pencegahan penularan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih melalui metode purposive sampling berjumlah 9 orang. Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Paguyuban TB sebagai bentuk organisasi berbasis masyarakat dapat membantu mengatasi masalah pembiayaan, akses, infrastruktur dan sumber daya manusia dalam penanggulangan TB. Saran penelitian ini adalah untuk mempertahankan capaian yang melebihi target serta melakukan transfer informasi ataupun pembaruan informasi. Pihak puskesmas perlu melakukan evaluasi dengan pihak terkait serta menyebarluaskan hasil evaluasi sehingga menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan program serupa atau program penanggulangan TB dikemudian hari.
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Ibu terhadap Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v1i2.46

Abstract

Pemberian MP-ASI pada bayi usia <6 bulan akan berdampak terhadap kesehatan bayi, seperti gangguan pencernaan, risiko alergi, hingga gangguan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap pemberian MP-ASI pada bayi usia <6 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan disain cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang ditanyakan langsung kepada responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sejumlah 83 orang ibu yang memiliki bayi usia kurang dari 6 bulan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,2% responden memberikan MP-ASI <6 bulan. Analisis Chi-Square menunjukkan bahwa variabel usia (pvalue <0,001), pekerjaan (pvalue = 0,003), pengetahuan (pvalue = 0,014), persepsi kerentanan (pvalue 0,048), persepsi keseriusan (pvalue 0,019), dan persepsi hambatan (pvalue = 0,045) berhubungan dengan pemberian MP ASI <6 bulan. Sementara tingkat pendidikan (pvalue = 0,240) dan persepsi manfaat (pvalue = 0,862) tidak berhubungan. Petugas promosi kesehatan diharapkan dapat lebih aktif memberikan informasi tentang praktik pemberian ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI kepada Ibu yang memiliki bayi usia <6 bulan.
Inovasi Promosi Kesehatan Duta Gendis Sehat Di Puskesmas Kelurahan Sawangan Kota Depok
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.53

Abstract

Promosi kesehatan puskesmas adalah upaya puskesmas melaksanakan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat. Promosi kesehatan dilakukan oleh kader kesehatan. Promosi kesehatan adalah tanggung jawab bersama, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat.. Inovasi diperlukan untuk upaya promosi kesehatan. Duta Gendis adalah salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam terkait inovasi duta gendis sehat mencangkup strategi, perencanaan faktor pendukung dan keterlibatan lintas sektor, dan peran serta tugas kader sebagai duta gendis sehat di Puskesmas Kelurahan Sawangan Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebuah inovasi harus jelas dilandaskan dengan dasar hukum, meliputi dasar pelaksanaan kegiatan, latar belakang dan tujuan. Inovasi Duta Gendis dibentuk berdasarkan Permenkes nomor 8 tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat, dengan titik sentral peran kader, yaitu melakukan penyuluhan. Keterlibatkan lintas program dan lintas sektor juga diperlukan untuk membuat sebuah inovasi.
Hubungan Jenis Kelamin, Persepsi, dan Isyarat Bertindak terhadap Konsumsi Buah dan Sayur pada Remaja Kelas VIII SMPN X Cisauk Tangerang
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.55

Abstract

ABSTRAK Tingkat konsumsi buah dan sayur di Indonesia, terutama di provinsi Banten masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, persepsi dan isyarat untuk bertindak serta melakukan analisis terhadap konsumsi buah dan sayur remaja SMPN X Cisauk. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dan Teknik sampling purposive sampling menggunakan data primer dan melibatkan 115 responden remaja kelas VIII yang berusia 13-14 tahun SMPN X Cisauk dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2023. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner secara online melalui google form dan secara offline melalui kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden yang dilanjutkan dengan wawancara. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan mayoritas konsumsi buah dan sayur remaja di SMPN X Cisauk kurang (55,7%). Sedangkan hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin (pvalue: 0,003; PR: 1,702; 95% CI: 1,207 – 2,400), persepsi krentanan (pvalue: 0,044; PR: 0,681; 95% CI: 0,475 – 0,977), dan persepsi hambatan (pvalue: 0,017; PR: 0,643; 95% CI: 0,476 – 0,867) dengan Konsumsi Buah dan Sayur. Mayoritas persepsi yang dimiliki responden berada pada proporsi tinggi, kecuali persepsi kerentanan, mayoritas proporsinya dalam kategori rendah.
Peran Satuan Karya Bakti Husada dalam Upaya Promotif dan Preventif Stunting di Kabupaten Trenggalek
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.58

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas di negara Indonesia. Stunting memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Target penurunan stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024 adalah sebesar 14%. Untuk itu dikeluarkanlah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Angka stunting di Kabupaten Trenggalek terus menurun, yaitu 14,9% pada tahun 2018 dan 11,4% pada tahun 2020. Hal ini tidak lepas dari upaya penurunan stunting yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Trenggalek yaitu dengan 8 Aksi Kovergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dilaksanakan secara integratif. Upaya tersebut juga dilakukan melalui Saka Bhakti Husada (SBH) sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran SBH dalam upaya promotif dan preventif stunting di Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Temuan dari penelitian ini adalah peran dari SBH melakukan upaya promotif dan preventif stunting bagi remaja dengan melakukan kegiatan, seperti sosialisasi, edukasi kepada orang terdekat, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan aksi bergizi, peringatan HUT SBH, dan peringatan HUT RI. SBH diharapkan menjadi contoh bagi remaja dalam mencegah stunting sejak remaja.
Gambaran PHBS Santri Berdasarkan Faktor Predisposisi, Pemungkin, dan Penguat di Pondok Pesantren Daris Sulaimaniyyah Kabupaten Trenggalek
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.59

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pondok pesantren penting untuk dilaksanakan. Lingkungan pondok pesantren merupakan salah satu tempat yang memerlukan perhatian dalam upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan. Klasifikasi PHBS di Pondok Pesantren Daris Sulaimaniyyah menunjukkan klasifikasi II, yaitu hanya terpenuhi tujuh indikator dari total 15 indikator PHBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran PHBS di pondok pesantren Daris Sulaimaniyyah Kabupaten Trenggalek yang dikaji dengan menggunakan Teori Lawrence Green yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Metode penelitian ini adalah kuantiatif deskriptif, dilaksanakan di Pondok Pesantren Daris Sulaimaniyyah Kabupaten Trenggalek pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi ini sejumlah 400 santri. Sampel sejumlah 40 santri, yang dipilih dengan menggunakan teknik proportionate sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan santri, mayoritas juga dalam kategori tinggi (67,5%), sikap santri mayoritas menunjukkan sikap positif (67,5%). Aspek faktor pemungkin menunjukkan bahwa mayoritas responden (57,5%) menyatakan terdapat beberapa sarana prasarana yang tidak tersedia di Poskestren PP Daris Sulaimaniyyah. Selainitu, PHBS santri di Pondok Pesantren Daris Sulaimaniyyah mayoritas juga dalam kategori baik (72,5%). Penting untuk terus dilakukan pendampingan oleh Puskesmas Baruharjo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek agar pelaksanaan PHBS dapat terus berjalan