cover
Contact Name
Nurul Huriah Astuti
Contact Email
nurul_taqia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pppkmi@gmail.com
Editorial Address
Rukan Tanjung Mas Raya, Blok B1/11, Jl. Raya Lenteng Agung, RT 002/RW 001, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12530
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ)
ISSN : 2986061X     EISSN : -     DOI : 00000
Core Subject : Health, Education,
Health Promotion and Community Engagement Journal (HPCEJ) adalah jurnal yang menerima artikel dengan tema-tema terkait pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan, seperti: Pendidikan kesehatan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di rumah sakit Promosi kesehatan di institusi Pemberdayaan masyarakat Determinan sosial kesehatan Literasi kesehatan Komunikasi kesehatan Sosial dan budaya kesehatan
Articles 58 Documents
Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Kejadian Dermatitis Atopi pada Balita Usia 2 – 24 Bulan
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.60

Abstract

Dermatitis atopik (DA) adalah suatu keadaan dimana terjadi peradangan kulit kronis dan residif yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. Gejala yang umum dirasakan adalah rasa gatal yang sangat mengganggu terhadap perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan Ibu dan sikap Ibu terhadap kejadian DA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif analitik dengan disain cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang ditanyakan langsung kepada responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sejumlah 60 orang ibu yang memiliki balita usia dua bulan sampai dengan dua tahun. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,7% responden pernah menderita penyakit DA. Analisis Chi-Square menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin bayi (pvalue = 0,027), tingkat pengetahuan ibu (pvalue = 0,009), dan sikap ibu (pvalue ?0,001) berhubungan dengan kejadian DA. Petugas promosi kesehatan diharapkan dapat lebih aktif memberikan informasi tentang pencegahaan dan penanggulangan dermatitis atopik ini melalui berbagai pendekatan edukasi sehingga angka kejadian dermatitis atopik dapat diturunkan.
Peran Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Sikap Permisif, dan Pergaulan Teman Sebaya terhadap Pola Pacaran Berisiko Remaja SMA DKI Jakarta
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.62

Abstract

Rentang perilaku pacaran mulai dari berciuman bibir hingga hubungan seks pranikah merupakan tahapan dari kontak seksual yang menyebabkan remaja untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Menurut SKAP KKBPK tahun 2019, terdapat 3,8% remaja pria dan 1% remaja wanita di DKI Jakarta yang mengaku pernah melakukan hubungan seksual pranikah ketika berpacaran. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pola pacaran berisiko remaja adalah pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap permisif, dan pergaulan teman sebaya. Desain penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectiona. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap permisif, dan faktor pergaulan teman sebaya dengan pola pacaran remaja SMA di DKI Jakarta pada tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 10 dan 11 di SMAN dan SMAN 90 Jakarta dengan pengambilan sampel secara stratified proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap pola pacaran berisiko remaja. Selain itu, peran sikap permisif terhadap pola pacaran remaja juga tidak memiliki hubungan yang signifikan. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara pergaulan teman sebaya terhadap pola pacaran remaja. Oleh karena itu, disarankan bagi institusi pendidikan untuk melakukan konseling dan dialog agar dapat lebih mudah melakukan pendekatan dan pemahaman kepada siswa terkait informasi kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko dalam pacaran sehingga siswa dapat terhindar dari pergaulan yang mendukung perilaku seksual berisiko.
Aksi Sehat untuk Diri Remaja Putri: Merawat Kesehatan Reproduksi, Mencegah Anemia Sejak Dini
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.64

Abstract

Investasi pada kesehatan dan perkembangan remaja akan memberikan dampak signifikan pada pencapaian tujuan kesehatan global, termasuk penurunan angka kematian ibu. Namun, salah satu permasalahan kesehatan remaja putri adalah anemia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2007, 2013, dan 2018 menunjukkan adanya tren peningkatan prevalensi anemia pada remaja usia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait organ reproduksi, siklus menstruasi, anemia, dan pencegahan anemia. Kegiatan promosi kesehatan pada remaja putri di SMPN X Jakarta dilakukan pada 69 siswi usia 14 – 16 tahun dengan pendekatan penyuluhan interaktif, kuis, dan praktik. Hasil menunjukkan 73,9% peserta mengalami kenaikan total skor pengetahuan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan ada perbedaan signifikan secara statistik antara rerata total skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan promosi kesehatan dilakukan. Upaya promosi kesehatan di sekolah perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan.
Tingkat Pengetahuan tentang Diabetes Melitus pada Mahasiswa Profesi Kesehatan
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.66

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak terjadi, baik di tingkat global maupun di Indonesia. Pada masa pandemi COVID-19, DM menjadi salah satu komorbid yang memperparah kondisi pasien COVID-19. Prevalensi penderita DM pun meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu, terdapat beberapa stigma terkait DM di masyarakat. Profesi kesehatan perlu memiliki pengetahuan yang tepat tentang DM. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan mahasiswa profesi kesehatan tentang DM di Universitas X. Penelitian deskriptif link slot gacor dilakukan di Universitas X dengan populasi mahasiswa profesi kesehatan yang bersedia menjadi responden dan tidak sedang cuti kuliah. Sebanyak 102 orang mahasiswa profesi yang terdiri dari mahasiswa profesi dokter, perawat dan dietizen berpartisipasi dalam penelitian ini. Tingkat pengetahuan tentang DM tersebut dikumpulkan dengan menggunakan the Diabetes Knowledge Questionnaire 24 (DKQ-24) yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan google form pada Bulan September 2022, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (68,6%), memiliki body mass index yang normal (60%), telah mengetahui riwayat DM keluarganya (95,1%), serta mendapatkan informasi kesehatan melalui media sosial, jurnal kesehatan, dan website. Mahasiswa profesi kesehatan memiliki pengetahuan tentang DM yang beragam, dan 29,41% diantaranya masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang DM. Selain itu, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan seperti tentang penyebab, gejala, dan perawatan DM agar tidak terjadi komplikasi. Mahasiswa profesi kesehatan telah memiliki beberapa modal main slot gacor  sebagai role model sehat, meskipun masih memerlukan peningkatan pengetahuan tentang DM pada beberapa aspek.
Pengaruh Stimulus Media Promosi Kesehatan Video terkait Pesan Risiko Merokok terhadap Perilaku Remaja di Kabupaten Talaud
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i1.67

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang menimbulkan perubahan secara fisik, psikis dan sosial. Perubahan tersebut cenderung menyebabkan kenakalan pada remaja main slot mahjong. Salah satu kenakalan remaja di awali dengan perilaku merokok. Di Indonesia, prevalensi kasus merokok pada remaja usia sekolah 10 sampai 19 tahun mengalami kenaikan sebesar 9,1%. Di Kabupaten Kepulauan Talaud data perokok setiap hari yaitu 18,40%, perokok tidak setiap hari 3,63%, link slot tidak merokok 77,78%, tidak tahu tentang rokok 0,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulus media promosi kesehatan video Risiko merokok terhadap perilaku remaja. Metode penelitian Quasi Experiment; Pretest and Posttest control Group Design. Sampel penelitian ini adalah 80 responden, terdiri dari 40 kelompok perlakuan dan 40 kelompok kontrol usia antara 13 – 21 tahun. Perlakuan yang digunakan yaitu stimulus media video dan promosi kesehatan dua arah. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon signed rank test dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan tingkat Kepercayaan 95%. Situs idn slot Hasil Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada intervensi stimulus media promosi kesehatan video risiko merokok terhadap perilaku remaja pada kelompok perlakuan (pvalue 0,001) dan tidak raja slot ada pengaruh yang signifikan media promosi kesehatan video Risiko merokok pada kelompok kontrol (pvalue = 0,41).
Pengaruh Program Inovasi Yaga Mei dalam Penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu (Sebuah Studi Kualitatif)
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.68

Abstract

Stunting adalah masalah Kesehatan yang memiliki dampak buruk bagi balita, baik jangka pendek maupun jangka Panjang. Prevalensi stunting di Kabupaten Pulau Taliabu mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 35,2% menjadi 23,7% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam terkait dengan strategi, perencanaan, faktor pendukung, dan tantangan dalam pembentukan program inovasi Yaga Mei di Kabupaten Pulau Taliabu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta diambil melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa program Yaga Mei mampu menurunkan kasus stunting sebesar 11,5% dengan melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting terkait pola asuh dan pemberian makanan yang bergizi, melakukan konsultasi langsung kepada dokter spesialis anak melalui perantara petugas, memberikan penyuluhan stunting secara efektif serta kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan strategi promkes meliputi advokasi, pemberdayaan masyarakat, kemitraan, dan komunikasi, informasi, edukasi mampu menurunkan stunting. Namun, masih perlu dilakukan penyuluhan kesehatan secara massif dengan menggunakan alat bantu serta Kerjasama dengan lintas sector terkait untuk melakukan perbaikan infrastruktur, seperti jalan dan jaringan telekomunikasi agar informasi Kesehatan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Paparan Media Sosial (Tiktok dan Instagram) Ditinjau dari Status Kesehatan Mental pada Mahasiswa Kesehatan
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.69

Abstract

Mahasiswa program Ilmu Kesehatan menjadi kelompok mahasiswa yang mengalami stress yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa program ilmu lainnya. Stress pada mahasiswa sangat beragam, seperti beban akademik, hidup jauh dari rumah, harapan tentang kehidupan universitas, tekanan dari teman sebaya, lingkungan, dan keuangan, namun pada mahasiswa kesehatan, stress lebih banyak disebabkan oleh beban akademik. Stress yang berkepanjangan dan tidak tertangani dengan baik dapat memperburuk kondisi kesehatan mental individu. Berdasarkan hasil RISKESDAS (2018) 20% masyarakat di Indonesia, data dari UNICEF (2019) 14,2% remaja, dan survey I-NAMHS (2022) 33,3% remaja usia (10-17 tahun), serta penelitian kesehatan (2019) 70-75% individu remaja dan dewasa awal berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental. Di era globalisasi, media sosial menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan paparan media sosial ditinjau dari status kesehatan mental pada mahasiswa kesehatan. Metode yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel 388 mahasiswa dari prodi Keperawatan, Farmasi dan Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Bandung, Palembang dan Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan 68% mahasiswa mengalami gejala gangguan mental emosional, 56,7% dengan paparan media sosial rendah. Hasil analisis menggunakan Mann-whitney menujukkan bahwa tidak ada perbedaan paparan media sosial pada mahasiswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan mental emosional dan tidak (pvalue = 0,230). Implikasi praktis dari temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam promosi kesehatan masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Masyarakat Depok dan Bogor untuk Divaksinasi COVID-19
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.70

Abstract

Pandemi COVID-19 melanda dunia yang mempengaruhi seluruh lini kehidupan. Penanganan COVID dilaksanakan dengan berbagai hal. Selain pelaksanaan perilaku sehat dengan menggunakan masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, mengurangi mobilitas & menjauhi kerumunan, pemerintah pun melakukan penanganan kasus COVID-19 dengan testing, tracing, dan treatment serta vaksinasi. Vaksinasi adalah intervensi efektif, namun, keraguan publik terhadap vaksin merupakan masalah mendesak bagi otoritas kesehatan masyarakat dan ancaman potensial bagi kesehatan masyarakat global. Oleh karena itu, studi yang mengidentifikasi lebih lanjut akar penyebab masyarakat menolak vaksin perlu dilakukan. Dengan memahami faktor penentu yang mempengaruhi preferensi dan permintaan vaksin oleh masyarakat dapat membantu mengembangkan strategi guna meningkatkan program vaksinasi global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan masyarakat dalam vaksinasi COVID-19 di Depok dan Bogor. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Tehnik pengambilan sampel dengan quota, sejumlah sampel 703 orang. Pengumpulan data dilakukan 15-28 Januari 2021 sebelum program vaksinasi gratis dilaksanakan. Hasil penelitian menemukan usia, jenis kelamin, domisili, pekerjaaan, pendidikan, penghasilan, agama, pengeluaran, kepemilikan asuransi kesehatan, jenis asuransi, mengetahui rencana vaksinasi, upaya pencarian informasi vaksinasi, dan pengetahuan tetap melaksanakan 3M setelah divaksin memiliki hubungan secara statistik dengan kesediaan divaksin. Perlu dilakukan edukasi bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga agar kesadaran vaksinasi bisa ditingkatkan dan juga bagi pelayanan kesehatan BPJS agar melaksanakan pembinaaan program vaksinasi bagi pesertanya.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur pada Perawat di RSUD Tarakan Jakarta
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v2i2.71

Abstract

Perawat di rumah sakit memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, sistem shift kerja yang melekat pada tenaga perawat dapat memengaruhi kualitas tidur mereka. Berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, shift kerja, dan asupan makanan dapat berhubungan dengan kualitas tidur perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden, shift kerja, dan asupan makanan dengan kualitas tidur pada perawat di RSUD Tarakan Jakarta tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian adalah 149 perawat di ruang rawat intensif RSUD Tarakan Jakarta. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, shift kerja, dan asupan makanan dengan variabel kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,7% responden mengalami kualitas tidur buruk. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (pvalue<0,001; PR=2,40; 95% CI=1,656-3,477), jenis kelamin (pvalue<0,001; PR=2,523; 95% CI=1,671-3,810), shift kerja (pvalue<0,001; PR=6,273; 95% CI=3,396-11,586), dan asupan makanan (pvalue=0,005; PR=1,604; 95% CI=1,150-2,237) dengan kualitas tidur perawat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas tidur perawat melalui intervensi yang tepat, seperti penyesuaian jadwal shift, dan perbaikan asupan makanan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pancoran Mas Depok Tahun 2022
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v3i1.72

Abstract

Angka ketidakpatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis (TB) di kota Depok masih tinggi. Pada tahun 2020 ditemukan jumlah seluruh kasus tuberkulosis di kota Depok sebanyak 3.311 kasus. Dari seluruh kasus tuberkulosis tersebut terdapat 367 penderita tuberkulosis anak usia 0-14 tahun. Angka Notifikasi Semua Kasus Tuberkulosis tahun 2020 sebesar 133,28 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Pancoran Mas Depok tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif ini adalah penelitian dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 30 responden penderita TB paru yang sudah menjalani pengobatan minimal 3 bulan, dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu kuesioner. Data univariat dianalisis secara deskriptif, data bivariat dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil pengolahan data menunjukan proporsi kepatuhan minum obat sebesar 70%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, motivasi, sikap pasien, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga tidak ada hubungan bermakna dengan kepatuhan minum obat. Perlu upaya edukasi kepada pasien TB sehingga menjadi modal untuk memiliki kepatuhan minum obat yang lebih baik.