cover
Contact Name
Ghefra Rizkan Gaffara
Contact Email
ghefra@esaunggul.ac.id
Phone
+6282112846970
Journal Mail Official
planesa@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/about/contact
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Planesa
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : 02169673     DOI : 10.47007
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles 134 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI, KENDALA, DAN ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN ANTAR NEGARA DI JAGOI BABANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa lalu ada pendapat umum bahwa kawasan perbatasan merupakan sarang pemberontak, harus diamankan, terbelakang dan kurang menarik bagi investor. Hal ini mempengaruhi persepsi penanganan kawasan perbatasan, sehingga cenderung diposisikan sebagai kawasan terbelakang dan difungsikan sebagai sabuk keamanan. Akibatnya berbagai potensi sumberdaya alam kurang dikelola, terutama oleh investor swasta. Masyarakat di perbatasan umumnya miskin akibat dari akumulasi beberapa faktor, yakni rendahnya mutu sumberdaya manusia, minimnya infrastruktur pendukung, rendahnya produktivitas masyarakat dan belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam. Terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan dengan negara tetangga tertentu. Pandangan perbatasan negara sebagai ‘Beranda Depan’ sedikit merubah cara pandang yang baru khususnya bagi perbatasan Jagoi Babang yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Sekaligus memberi harapan kepada warga masyarakat yang sulit dijangkau karena keterbatasan jarak dan akses untuk tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pemerintah kita sendiri. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, kendala, dan arahan pengembangan kawasan perbatasan antarnegara di perbatasan Jagoi Babang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk menyelidiki objek yang tidak dapat diukur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Kemudian untuk analisisnya sendiri mengklasifikasikan data dan informasi yang diperoleh dengan berbagai teknik dan survey, wawancara, sampai dengan observasi di perbatasan Jagoi Babang secara langsung agar analisisnya lebih akurat. Implikasi dari penelitian ini adalah perbatasan Jagoi Babang bisa memberikan kontribusinya terhadap akses yang strategis untuk menunjang perekonomian pemerintah daerah secara umum dan masyarakat golongan menengah kebawah secara khusus dalam memenuhi pendapatan rumah tangga. Sehingga perbatasan Jagoi Babang ini layak untuk dijadikan sebagai magnet yang menarik banyak orang untuk dikunjungi.            Kata Kunci : kawasan perbatasan, beranda depan
HUBUNGAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP RUMAH SUSUN SEDERHANA DENGAN AKSESIBILITAS DAN LOKASI STUDI KASUS : RUMAH SUSUN SEDERHANA DI KECAMATAN TANAH ABANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara memenuhi kebutuhan perumahan yang tinggi dan keterbatasan lahan di pusat kota adalah dengan membangun rumah susun, seperti rumah susun sederhana di Kecamatan Tanah Abang. Rumah susun tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah agar masyarakat dapat memiliki hunian yang layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang memiliki kebiasaan untuk mencari tempat hunian yang dekat dengan tempat kerja.Oleh karena itu, perlu adanya tinjauan dan evaluasi mengenai minat masyarakat dalam memilih tempat tinggal berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti lokasi dan aksesibilitas. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan minat masyarakat terhadap aksesibilitas dan lokasi rumah susun sederhana di Kecamatan Tanah Abang. Metode penelitian ini menggunakan metode statistik dengan analisis regresi biner. Analisis statistik digunakan untuk menganalisis faktor aksesibilitas dan lokasi dalam mempengaruhi minat masyarakat yang menghuni rumah susun sederhana di Tanah Abang. Semua uji telah dilakukan dan hasil analisis menunjukkan bahwa aksesibilitas (waktu tempuh) dan lokasi (jarak) berpengaruh pada minat masyrakat untuk menghuni rumah susun sederhana di Kecamatan Tanah Abang. Implikasi dari penelitian ini adalah rumah susun sederhana di Kecamatan Tanah Abang perlu ditinjau kembali berdasarkan aksesibilitasnya, diperlukan perbaikan agar penghuni memperoleh akses yang mudah dari rumah ke tempat kerja atau tempat beraktivitas. Sehingga keberadaan rumah susun di Kecamatan Tanah Abang ini dapat dipertahankan atau dibangun rumah susun baru yang layak dan terjangkau, serta tepat sasaran. Kata Kunci : Rumah susun sederhana, lokasi, aksesibilitas, minat masyarakat.
STRATEGI PEMANFAATAN KAWASAN BERSEJARAH SEBAGAI KAWASAN WISATA STUDI KASUS: PULAU ONRUST, KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Tak Kenal Maka Tak Sayang”, ungkapan tersebut mungkin sesuai untuk Pulau Onrus saat ini. Objek Sejarah nampaknya tak akan dikenal jika tak ada upaya publikasi yang disertai dengan pengembangan, pelestarian, dan pemeliharaaan kawasan. kondiisi fisik Pulau Onrust sangat rentan terhadap berbagai ancaman kerusakan, baik oleh faktor alam (abrasi dll) maupun perbuatan manusia (pengambilan pasir-pasir di sekitar pulau), serta kondisi cagar budaya yang semakin rusak pula. Sisi lain yang tak kalah penting pengaruhnya adalah dinamika kelembagaan yang memegang otorita pengelolaan Onrust. Pelestarian Pulau Onrust yang selama ini pendekatannya lebih pada aspek perlindungan (konservasi/rekonstruksi) dengan sedikit pengembangan dan kurang optimal pada aspek pemanfaatan, kini sejalan dengan restrukturisasi organisasi, maka kebijakan pelestarian Onrust hampir pasti akan bergeser pada aspek pemanfaatan dengan tetap konsep pengembangan yang tetap berpijak pada kaidah-kaidah konservasi. Konsekuensi logis dari perkembangan ini tentu memposisikan Taman Arkeologi Onrust pada suatu posisi di antara persimpangan atau di titik temu, dalam arti akan menjadi bagian penting dari kawasan wisata Kepulauan Seribu, atau akan ditinggalkan dalam kondisi “mati suri” seperti sekarang ini. Untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut, diperlukan strategi pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan latar belakang sejarahnya. Instrumen untuk menggagas strategi tersebut berangkat dari pendekatan Urban Heritage Planning yang memfokuskan pada lingkungan terbangun, fungsi, dan revitalisasi. Strategi yang dibuat didasarkan pada revitalisasi yang diharapkan dapat mendukung fungsi pariwisata pada kawasan studi. Pendekatan ini berdasarkan pada potensi dan permasalahan pada kawasan. Dari faktor-faktor tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menyusun suatu strategi. Strategi diperoleh dengan cara melakukan analisis internal dan eksternal untuk mengetahui faktor-faktor strength, weakness, opportunity serta threat yang dimiliki oleh obyek studi. Kemudian tiap faktor dimasukkan kedalam mariks SWOT sehingga keluarlah strategi pengembangan SO, ST, WO dan WT yang diharapkan. Kata Kunci : pelestarian, pariwisata, analisis SWOT
Redevelopment dan Strategi Pengembangan Kawasan Pasar Bendungan Hilir dalam Rangka dibangunnya MRT di Jakarta
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar adalah tempat  bertemunya penjual dan pembeli  untuk melakukan transaksi tawar menawar. Pasar juga  sebagai salah satu tempat ruang publik yang mempunyai fungsi sebagai ruang untuk melakukan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya, serta sebagai tempat interaksi berbagai kelompok masyarakat, yang tidak terlepas dari fungsi pasar itu sendiri sebagai ruang. Hal tersebut tidak terlepas dari permasalahan tiap aspek. Penataan kawasan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sosial dan ekonomi.  Pasar Benhil memiliki daya tarik berdeda dari pasar tradisional yang ada di Jakarta, karena Pasar Benhil ini terletak disekitar pusat-pusat bisnis dan dikelilingi oleh gedung-gedung mewah, dan seiring dengan pembangunan MRT di Jakarta membuat Pasar Benhil menjadi lebih keterbelakang. Oleh karena itu penulis mencoba untuk meredevelopment dan strategi pengembangan kawasan Pasar Benhil dalam rangka dibangunnya MRT di Jakarta. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan kawasan Pasar Benhil ditinjau dari aspek tata ruang. Permasalahan tersebut akan diijadikan rekomendasi agar lokasi studi menjadi lebih berkembang.Kata Kunci : Pasar, redevelopment, MRT
Revitalisasi Kawasan Banten Lama Sebagai Wisata Ziarah
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan bersejarah merupakan kawasan yang bernilai historis tinggi tentang peradaban sejarah dimasa silam. Seperti hal nya Kawasan bersejarah Banten Lama yang merupakan tempat wisata ziarah yang ramai dikunjungi wisatawan Kawasan ini dahulu merupakan tempat yang menjadi pusat penyebaran agama islam di Jawa Barat yang di bawa oleh Sultan Hasanudin dari Demak. Sejauh ini yang menjadi daya tarik dari kawasan wisata ini hanya Masjid Agung, padahal di dalam kawasan ini masih banyak obyek/situs bersejarah lainnya yang menarik dan bernilai penting untuk dikunjungi, Studi ini bertujuan untuk merevitalisasi Kawasan Bersejarah Banten Lama sebagai wisata ziarah . Dalam menganalisis metode yang digunakan adalah metode deskriptif  kualitatif  berdasarkan kriteria situasi, kunjungan, daya tarik, fasilitas, kegiatan dan aksesbilitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diperlukan revitalisasi kawasan bersejarah yang berada di kawasan Banten Lama, dengan adanya revitalisasi kawasan Banten Lama sebagai kawasan bersejarah diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada dikawasan ini serta dapat meningkatkan nilai-nilai dari obyek/situs yang ada di dalamnya.Kata Kunci : Kawasan bersejarah, revitalisasi, wisata ziarah
Analuisis Dinamika Pemanfaatan Lahan Pertanian di Kota dan Kabupaten Serang (Studi Kasus: Kecamatan Kramatwatu, Kasemen, dan Pontang
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan  merupakan salah satu variabel kunci dalam kajian yang terkait dengan perencanaan wilayah dan pengeloaan sumberdaya lahan. Sayangnya, meskipun telah diakui arti pentingnya, informasi penggunaan lahan tetap sulit diperoleh, khususnya apabila kualitas, relevansi dan kemutakhiran data yang menjadi kriteria utama. Persoalan muncul ketika ingin melakukan analisis data spasial untuk evaluasi dan perencanaan ruang ternyata kandungan informasi penggunaan lahan yang berbeda-beda dan tidak konsisten secara multi-temporal. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) melakukan identifikasi dinamika dan pola perkembangan kawasan terbangun pada lahan pertanian di Kecamatan Kramatwatu dan Kecamatan Pontang yang berada di Kabupaten Serang, serta Kecamatan Kasemen yang berada di Kota Serang, (2) melakukan identifikasi rasio penduduk di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian di Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Pontang dan Kecamatan Kasemen. Hasil penelitian konversi lahan pertanian pada umumnya terjadi di lahan pertanian subur dan memiliki saluran irigasi teknis yang baik dirubah menjadi permukiman, industri dan infrastruktur. Kondisi ini apabila terus berlangsung maka kebijakan pemerintah untuk mempertahankan lahan produktif sebagai tempat untuk produksi pangan nasional menjadi masalah yang serius.Kata Kunci : penggunaan lahan, konversi lahan
Pengamatan Tentang Penerapan Sistem plat Nomor Ganjil/Genap Sebagai Alternatif Pengurangan Kepadatan Kendaraan Pribadi di Jalan Raya
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan yang terjadi DKI Jakarta sudah melampaui ambang batas kewajaran sehingga menyebabkan kinerja masyarakat DKI Jakarta menjadi menurun. Pemerintah dengan berbagai cara membuat alternative kebijakan guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya. Salah satunya dengan akan diterapkannya system plat nomor ganjil/genap. Penerapan system plat nomor ganjil/genap ini masih pro dan kontra sehingga pelaksanaannya menjadi tertunda. Pengamatan penulis dilihat dari segi positif dan negative dan mendapatkan kesimpulan bahwa penerapan system plat nomor ganjil/genap ini baik diterapkan dengan syarat bahwa selain system ini dilaksanakan, adapun infrastruktur seperti jalan, transportasi umum harus dikembangkan dan dipantau mengenai kondisi kendaraan (perawatan kendaraan) serta keamanannya.Kata kunci: system plat nomor ganjil/genap, kepadatan kendaraan pribadi
Penataan Kawasan Kumuh (Pulo Geulis) Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kawasan kumuh perkotaan adalah dampak adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap konflik kemampuan dan kebutuhan akan hunian. Penanganan kawasan kumuh dengan menggusur penduduk seringkali memunculkan masalah baru yang sama peliknya, sehingga perlu dicari alternative penanganan dengan bantuan stakeholders dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Masalah permukiman kumuh dikota-kota besar seperti di Kota Bogor belum bisa diatasi dengan baik, salh satunya adalah masalah permukiman kumuh di bantaran sungai, salah satunya adalah Pulo Geulis yang berada di Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Berdasarkan kesimpulan hasil analisis terhadap Penataan kawasan Kumuh Pulo Geulis Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor disimpulkan bahwa: minimnya aksesibilitas menuju atau keluar wilayah, kekumuhan yang terjadi juga dikarenakan kondisi fasilitas dan utulitas yang di lokasi studi saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamana dan keamana masyarakat, ditambah rendahnya penghasilan masyarakat Pulo Geulis yang mengakibatkan ketidak mampuan dalam memperbaiki fisik lingkungan wilayah sendiri.Kata Kunci : Kawasan kumuh, Penataan
Analisis Dampak Lalu Lintas dari Universitas Esa Unggul Terhadap Ruas Jalan Arjuna Utara
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan berbagai potensi dan kendala yang dimiliki kota Jakarta, arahan RTRW 2010 serta sasaran ruang terbuka hijau yang diinginkan maka dikembangkan konsepsi utama rancangan fisik ruang terbuka hijau berbentuk linier/ koridor yang menyebar secara fisik dalam kota. Sasaran dari pengelolaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta adalah ruang terbuka hijau yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan kota, dapat meningkatkan kualitas visual kota, dan juga memberikan dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan sosial warganya. Sasaran secara kualitatif adalah untuk mendapatkan kualitas lingkungan fisik kota dan secara kuantitatif adalah untuk mendapat jumlah luasan ruang terbuka hijau kurang lebih 9.250 ha (13,94 %) dari luas kota Jakarta. Berdasarkan pengamatan diambil kesimpulan yaitu ; kondisi fisik pedestrian saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamanan, keselamatan, dan keamanan lalu lintas pejalan kaki termasuk pejalan kaki dengan keterbatasan fisik dan stamina, serta terdapat fungsi-fungsi lain oleh keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan ruang gerak bebas pejalan kaki. Dengan adanya taman kota Menteng yang berkualitas dan dapat diakses oleh masyarakat umum sehingga dapat mengurangi permasalahan kurangnya fasilitas umum di kecamatan Menteng khususnya. Maksud tujuan studi ini adalah menemukenali potensi dan permasalahan taman Menteng sebagai taman kota serta kriteria kualitas taman berdasarkan nilai keinginan dan kepuasan pengguna atau pengunjung yang datang. Dari hasil analisa dapat diperoleh bahwa taman Menteng sebagai taman kota berdasarkan kriteria kualitas taman terdapat kekurangan seperti penerangan lampu, penertiban parkir motor dan perawatan. Kesimpulannya adalah taman kota Menteng berdasarkan kriteria kualitas taman sudah baik jika benar-benar dijaga oleh dirawat secara berkala dan kerjasama antara pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta/pengelola dan masyarakat sebagai pengguna.Kata kunci: ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan, lalu lintas
Penataan Kawasan Kumuh Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecdamatan Jatinegara Jakarta Timur
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan berbagai potensi dan kendala yang dimiliki kota Jakarta, arahan RTRW 2010 serta sasaran ruang terbuka hijau yang diinginkan maka dikembangkan konsepsi utama rancangan fisik ruang terbuka hijau berbentuk linier/ koridor yang menyebar secara fisik dalam kota. Sasaran dari pengelolaan ruang terbuka hijau di DKI Jakarta adalah ruang terbuka hijau yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan kota, dapat meningkatkan kualitas visual kota, dan juga memberikan dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan sosial warganya. Sasaran secara kualitatif adalah untuk mendapatkan kualitas lingkungan fisik kota dan secara kuantitatif adalah untuk mendapat jumlah luasan ruang terbuka hijau kurang lebih 9.250 ha (13,94 %) dari luas kota Jakarta. Berdasarkan pengamatan diambil kesimpulan yaitu ; kondisi fisik pedestrian saat ini belum memenuhi standar yang layak dan belum mengakomodasikan kebutuhan fasilitas pendukung untuk kenyamanan, keselamatan, dan keamanan lalu lintas pejalan kaki termasuk pejalan kaki dengan keterbatasan fisik dan stamina, serta terdapat fungsi-fungsi lain oleh keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan ruang gerak bebas pejalan kaki. Dengan adanya taman kota Menteng yang berkualitas dan dapat diakses oleh masyarakat umum sehingga dapat mengurangi permasalahan kurangnya fasilitas umum di kecamatan Menteng khususnya. Maksud tujuan studi ini adalah menemukenali potensi dan permasalahan taman Menteng sebagai taman kota serta kriteria kualitas taman berdasarkan nilai keinginan dan kepuasan pengguna atau pengunjung yang datang. Dari hasil analisa dapat diperoleh bahwa taman Menteng sebagai taman kota berdasarkan kriteria kualitas taman terdapat kekurangan seperti penerangan lampu, penertiban parkir motor dan perawatan. Kesimpulannya adalah taman kota Menteng berdasarkan kriteria kualitas taman sudah baik jika benar-benar dijaga oleh dirawat secara berkala dan kerjasama antara pihak-pihak terkait yaitu pemerintah, swasta/pengelola dan masyarakat sebagai pengguna.Kata kunci: ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan, kawasan kumuh

Page 8 of 14 | Total Record : 134