cover
Contact Name
Ghefra Rizkan Gaffara
Contact Email
ghefra@esaunggul.ac.id
Phone
+6282112846970
Journal Mail Official
planesa@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/about/contact
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Planesa
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : 02169673     DOI : 10.47007
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles 134 Documents
KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 02 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan perikanan Ketapang merupakan salah satu kawasan perikanan yang diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan minapolitan perikanan tangkap di Kabupaten Lampung Selatan. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan perkembangan kawasan minapolitan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun konsep pengembangan Kawasan Minapolitan Ketapang. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisa deskriptif kualitatif, analisa fisik dan non fisik. Bila dilihat dari hasil penelitian, permasalahan yang ada pada wilayah perencanaan adalah masih terdapat sarana dan prasarana yang kondisinya kurang baik, keterbatasan jenis produk olahan, lembaga yang ada belum berperan aktif baik lembaga permodalan maupun penyuluhan serta kurangnya informasi pasar. Apabila merujuk dari permasalahan yang ada, hal tersebut dapat diatasi dengan pengembangan kegiatan minapolitan yang terbagi menjadi beberapa sub pengembangan yaitu sistem mata rantai produksi hulu, hilir dan fasilitas penunjang. Penentuan mengenai lokasi sentra atau pusat pengembangan yang nantinya akan menjadi pusat kontrol pengembangan kawasan minapolitan agar lebih terkoordinir dan terintegrasi antara aspek satu dan lainnya yang berdampak kepada lapangan pekerjaan dan lapangan usaha bagi masyarakat. Kata kunci: Model Pengembangan, Minapolita, Lapangan Usaha, Hulu-Hilir
KAJIAN RANTAI NILAI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DI KABUPATEN BANTUL STUDI KASUS : DUSUN KREBET, DESA SENDANGSARI, KECAMATAN PAJANGAN
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM merupakan salah satu tulang punggung yang menggerakkan perekonomian bangsa, kontribusinya terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja mengindikasikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bentuk pengembangan ekonomi lokal (PEL). Dalam perkembangannya, produsen industri kecil mengalami berbagai kendala yang mengakibatkan posisi tawar produsen yang rendah. Implikasinya adalah produsen cenderung sebagai penerima harga dan mendapatkan distribusi keuntungan yang tidak adil. Hal ini akan berakibat pada rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk lokal dan perkembangan wilayahnya yang cenderung rendah, sehingga tidak mampu bersaing dengan wilayah sekitar yang berdampak tidak langsung pada isu ketimpangan wilayah. Penelitian ini mengambil wilayah studi di Sentra Industri Kerajinan Batik Kayu di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dengan responden 24 informan yaitu pemilik sanggar. Temuan studi menyatakan bahwa bentuk saluran pemasaran batik kayu Krebet adalah tidak langsung, margin pemasaran dinilai besar dengan gap antara harga jual produsen dan harga beli konsumen hingga mencapai 50x lipat, informasi yang belum transparan, kemadirian produsen yang rendah teserta lemahnya kapasitas individu dan organisasi lokal. Hal ini mengindikasikan lemahnya posisi tawar produsen dibanding aktor lain, akibatnya keuntungan justru dinikmati pihak non produsen.Kata Kunci : Pembangunan Berbasis Keadilan, Pengembangan Ekonomi Lokal, dan Rantai Nilai.
DAMPAK PEMBANGUNAN KOTA PADA KESEHATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN KESEHATAN PERKOTAAN
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan setiap manusia. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting, hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan yakni kesejahteraan masyarakat sebagai objek pembangunan dan perkembangan. Daerah perkotaan merupakan daerah dengan perkembangan yang sangat pesat hal ini didorong oleh masuknya aliran investasi yang kemudian bertransformasi menjadi industri, jasa dan perdagangan yang tentunya membawa implikasi. Salah satu diantaranya adalah masalah kesehatan yang kemudian juga berkembang menjadi kompleks. Lingkungan mempengaruhi hidup manusia diantaranya melalui berbagai faktor ekologi yang merupakan penopang kehidupan manusia di bumi. Penyakit-penyakit yang menjadi masalah di Indonesia adalah : Penyakit ISPA, Malaria, diare, TBC, demam berdarah, polio, tetanus dan campak. Penyakit-penyakit yang mulai banyak dijumpai di kota-kota besar akibat lajunya pembangunan dan ketidakseimbangan kebutuhan dan kesenangan adalah kanker usus, penyakit jantung, diabetes, penyakit gigi dan gusi, kelainan mental,dll. Seharusnya aspek kesehatan menjadi pertimbangan yang penting dalam kebijakan pembangunan perkotaan Karena pada Hakikatnya tujuan dari pembangunan adalah untuk peningkatan kesejahteraan, pengakuan martabat, dan peningkatan serta apresiasi terhadap harga diri masyarakat.Kata Kunci : Perkembangan Kota, Kesehatan Perkotaan, dan Kebijakan.
PENGEMBANGAN SEJARAH DAN BUDAYA KAWASAN CINA BENTENG KOTA LAMA, TANGERANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi, konservasi dan restorasi merupakan suatu cara penanganan kawasan bersejarah yang sangat baik dalam upaya pengembangan suatu kawasan ibyek bersejarah yang akan menjadikan suatu kawasan obyek bersejarah dapat terus dilestarikan. Kawasan Pecinan Cina Benteng Kota Lama Tangerang memiliki nilai sejarah yang cukup penting dalam perkembangan masyarakat Tionghoa di Kota Tangerang. Di dalamnya terdapat bangunan-bangunan bersejarah dengan keunikannya masing-masing. Akan tetapi banyak dari peninggalan bersejarah tersebut yang kurang mendapat perhatian dan terkesan tersisihkan akibat pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat. Diharapkan dengan memberdayakan bangunan sebagai obyek wisata akan dapat membantu pelestarian bangunan itu sendiri, sehingga nilai-nilai sejarah yang ada pada Kawasan Cina Benteng dapat tetap dilestarikan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini adalah melakukan upaya revitalisasi, restorasi dan konservasi pada Kawasan Cina Benteng Kota Lama Tangerang, Adanya peningkatan sarana dan prasarana pada Kawasan Cina benteng Kota Lama Tangerang dan Pengembangan yang sesuai dengan criteria Kawasan Cina Benteng Kota Lama Tangerang.Kata Kunci : Kawasan Bersejarah, Revitalisasi, Konservasi, dan Restorasi.
REVITALISASI PUSAT-PUSAT BATIK KOTA SOLO MENUJU KOTA WISATA BATIK KONSEP
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 01 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Serta pengukuhan batik sebagai Word Heritage pada hasil kongres UNESCO di Abu Dhabi 2009, oleh karena itu salah satu pusat budaya batik kota Solo perlu membangun sentra-senta batiknya untuk menunjang keberadaan batiknya itu sendiri dengan merevitalisasikan pusat-pusat batik di Solo dalam menunjang Pariwisata Perkotaan (Urban Tourism), pusat-pusat batik kota Solo merupakan wadah dalam upaya pelestaraian batik itu sendiri. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Penciptaan suatu kawasan sentra batik yang terpadu dan terinegrasi dengan baik yang memenuhi syarat baik dalam segi pemenuhan kebutuahan ruang maupun penunjang pendekatan pariwisata Metode pendekatan penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis dihubungkan dengan data dan perilaku yang hidup di tengah-tengah masyarakat langsung. Kesimpulan hasil penelitian, batik tulis Solo tergolong salah satu seni kriya yang berhasil merevitalisasi diri dalam motif, teknik, dan penggunaannya sehingga eksistensinya terjaga. Oleh karena itu diperlukan adanya pelestarian dari batik itu sendiri di mana pelestarian ini diberikan terhadap ekspresi budaya tradisional yang lebih bersifat untuk melestarikan warisan budaya dan untuk mencegah terjadinya kepunahan warisan budaya itu. Diharapkan melalui konsep pelestarian dengan merevitalisasinya dan pengintegrasian kawasan sebagai sebuah pendekatan pariwisata perkotaan dapat terealisasikan dan menjadi rekomendasi untuk pemerintah daerah sekitar dalam rangka promosi dan publikasi brand kota yaitu “Solo Sebagai Kota Batik“ Kata kunci: Batik Tulis Solo, Warisan Budaya, Pusat-Pusat Batik Kota Solo Pariwisata
EVALUASI KEBERADAAN DAN PENGGUNAAN RUANG TERBUKA DI KALIBATA CITY
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 01 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting bagi masyarakat sebagai tempat bermain, berolahraga, bersantai, berkomunikasi sosial, tempat menunggu, tempat untuk medapatkan udara segar, sarana penghubung antara suatu tempat dengan tempat lain, dan pembatas atau jarak diantara massa bangunan. Kehadiran dan keberadaan ruang terbuka sebagai bagian dari lingkungan apartemen/rumah susun Kalibata City yang berkonsep Mixed Use Development ini dirasakan belum sesuai dengan fungsinya, hal tersebut dikarenakan terjadinya tidak tepat sasaran dimana Rusunami yang seharusnya ditempatkan untuk masyarakat menengah ke bawah mayoritas dimiliki oleh masyarakat menengah keatas yang memiliki kendaraan pribadi, sehingga melebihi kapasitas parkir yang disediakan dan mengakibatkan keberadaan ruang terbuka di lingkungan apartemen/rumah susun Kalibata City belum sesuai dengan penggunaannya, dimana seharusnya ruang terbuka berfungsi sebagai tempat untuk bersosialisasi dan berekreasi dan juga memberi kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan estetika. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keberadaan dan penggunaan ruang terbuka di Kalibata City. Dalam menganalisis, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi kondisi dan penggunaan ruang terbuka, sedangkan analisis kuantitatif untuk mengetahui proporsi dan kecukupan ruang terbuka bagi penghuni rumah susun/apartemen. Implikasi dari penelitian ini adalah rumah susun/apartemen di Kalibata City perlu ditinjau kembali keberadaan dan penggunaan ruang terbukanya dikarenakan banyaknya pengunjung ataupun penghuni yang menjadikan ruang terbuka sebagai tempat parkir, oleh karena itu diperlukan alternatif pemecahan masalah dan masukan dalam upaya penyediaan ruang terbuka yang baik di Kalibata City.Kata kunci: ruang terbuka, rumah susun, mixed use development, evaluasi, parkir
KAJIAN RENCANA PEMINDAHAN FACTORY OUTLET DARI JALAN R.E MARTADINATA BANDUNG KE WILAYAH GEDEBAGE
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 01 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan menyenangkan adalah belanja atau shopping, bahkan sebagian menganggap belanja adalah kegiatan rekreasi atau penghiburan diri dari perasaan lelah dan mungkin juga jenuh dari segala aktifitas sehari-hari.Saat ini belanja adalah bagian dari rekreasi karena telah tersedianya tempat-tempat belanja yang menyenangkan.Maka, wisata belanja secara singkat disimpulkan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang bukan sekedar hanya berjalan-jalan tetapi sekaligus untuk membeli keperluan dan melihat-lihat serta menikmati daya tarik dari kawasan wisata belanja tersebut.Seperti hal nya Factory Outlet Jl. R.E Martadinata yang merupakan tempat wisata belanja yang ramai dikunjungi pengunjung karena harganya yang relatif murah dan barang yang dijual merupakan barang-barang ber-merk. Sayangnya perkembangan Factory Outlet yang berkembang di Jl. R.E Martadinata tidak menempati fungsi kawasan yang semestinya, yaitu yang tadinya diperuntukan untuk perumahan tetapi dijadikan untuk komersil.Studi ini bertujuan untuk mengkaji pemindahan kawasan Factory Outlet di Jalan R.E Martadinata Bandung ke Wilayah Gedebage. Dalam menganalisis metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif berdasarkan faktor-faktor yang mendorong perkembangan Factory Outlet dari segi pengusaha Factory Outlet dan dari segi konsumen.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di JL. R.E Martadinata diperlukan pengembangan kawasan belanja Factory Outllet di Wilayah Bandung Timur (Gedebage), dengan adanya pengembangan dan pengendalian kawasan belanja Factory Outlet sebagai kawasan wisata belanja diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada, serta dapat menjadikan wisata belanja Factory Outlet Gedebage sebagai Trend Image Kota Bandung.Kata Kunci : Factory Outlet dan Pemindahan Kawasan Belanja
USULAN RENCANA TAPAK TERMINAL TERPADU RAWA BUAYA
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 01 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di kota–kota besar di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, semakin memacu perkembangan pusat-pusat perekonomian yang baru, baik pusat perdagangan, industri, perkantoran, pemukiman dan lain-lain. Dengan demikian, tuntutan akan perkembangan transportasi tidak dapat dihindari lagi.Oleh karena itu, perkembangan dan perbaikan sarana maupun prasarana transportasiharus ditingkatkan agar mobilitas penduduk yang semakin meningkatdapat teratasi. Salah satu contoh dari perkembangan dan perbaikan prasarana trasnportasi adalahadanya terminal yang layak dan memiliki daya dukung yang seimbang dengan perkembangan kotanya.Sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Rung dan Wilayah (RTRW) 2030, Terminal Rawa Buaya akan dijadikan sebagai suatu terminal dengan sistem park and ride. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu rencana zonasi dan konsep blok site plan sehingga Terminal Rawa Buaya lebih efektif dan efisien dan menjadi terminal terpadu.Studi ini memberikan sekilas mengenai usulan rencana blok dan konsep blok site plan Teminal Terpadu Rawa Buaya. Usulan rencana blok dibuat untuk mengetahui susunan blok pada site plan. Sedangkan konsep blok site plan dibuat untuk membuat rencana site plan Terminal Terpadu Rawa Buaya.Kata Kunci : Angkutan umum, terminal terpadu, blok, siteplan, Rawa Buaya.
IDENTIFIKASI TINGKAT PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG PENATAAN RUANG DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 4, No 01 (2013): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendapatkan pelayanan bidang penataan ruang yang berkualitas merupakan hak semua masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Namun sejauh ini pelayanan tersebut belum sepenuhnya di peroleh oleh masyarakat NTT, kurangnya transparasi pemerintah serta birokrasi yang sulit menjadi penghalang untuk terealisasinya Good Governance .Pemberian pelayanan bidang penataan ruang sangat penting bagi masyarakat, untuk memberikan informasi serta pengetahuan tentang penataan ruang, sehingga menimbulkan tanggung jawab tersendiri tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan serta tidak dapat dilakukan terhadap ruang ini. Metode penelitian ini yaitu desk study dimana cara pengumpulan data dan informasi melalui kajian dan analisis data dan informasi yang menggunakan data sekunder, baik berupa laporan maupun referensi yang didapat dari dokumen persetujuan subtansi di Kementerian Pekerjaan Umum dari 20 Kabupaten di Provinsi NTT. Lingkup dalam menganalisis dalam penelitian ini yaitu 5 indikator SPM bidang penataan ruang, yaitu mengenai informasi penataan ruang, pelibatan peran masyarakat dalam proses penyusunan rencana tata ruang, izin pemanfaatan ruang, pelayanan pengaduan tata ruang serta penyediaan RTH publik berdasarkan target pencapaian tahun 2012. Hasil dari analisis menunjukan bahwa tingkat pencapian SPM bidang pentaan ruang di provinsi NTT sebagian besar kabupaten sudah mendapatkan predikat baik dari hasil pencapaian sesuai target pada tahun 2012.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN JASA DAN PERDAGANGAN DI KECAMATAN PAMULANG, KOTA TANGERANG SELATAN STUDI KASUS : JALAN PAMULANG RAYA, KELURAHAN PAMULANG BARAT
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 02 (2012): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan merupakan upaya suatu daerah untuk memacu perkembangan sosial, ekonomi, mengurangi kesenjangan antar kawasan, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup pada suatu kawasan. Kebijakan pengembangan kawasan sangat diperlukan karena kondisi fisik geografis, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang sangat berbeda antara suatu kawasan dengan kawasan lainnya sehingga penerapan kebijakan pengembangan kawasan itu sendiri harus disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan isu permasalahan di kawasan bersangkutan.Kota Tangerang Selatan merupakan kota otonom yang terbentuk tahun 2008 silam. Kota Tangerang selatan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Dilihat dari aspek perdagangan dan jasa, Kota Tangerang Selatan mempunyai potensi yang cukup baik. contoh saja kawasan komersial BSD, Bintaro, Pamulang, Ciputat yang merupaakn wilayah-wilayah yang sangat potensial sebagai kawasan jasa dan perdagangan selain peruntukan real estate, industri, dll. Kecamatan Pamulang merupakan salah satu kecamatan yang cukup potensial dalam kegiatan jasa dan perdagangan. Tetapi dalam pengembangannya masih dirasa cukup kurang. Peneliti disini mencoba melakukan penelitian di Kecamatan Pamulang dengan studi kasus di Jalan Pamulang Raya untuk mengidentifikasi potret terkini dengan SWOT analisis. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis merumuskan strategi yang harus dilakukan. Analisis ini didasarkan kepada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Diharapkan dengan hasil penelitian yang sudah dijalani dapat menjadi rekomendasi bagi pemangku kepentingan (stakeholder) untuk melakukan kajian lanjutan mengenai pengembangan kawasan jasa dan perdagangan di koridor Jalan Pamulang Raya sebagai kawasan jasa dan perdagangan. Kata Kunci : Kawasan kumuh, Penataan,  Pengembangan

Page 7 of 14 | Total Record : 134