cover
Contact Name
Ghefra Rizkan Gaffara
Contact Email
ghefra@esaunggul.ac.id
Phone
+6282112846970
Journal Mail Official
planesa@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/about/contact
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Planesa
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : 02169673     DOI : 10.47007
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles 134 Documents
Upaya Penanganan Permasalahan alu Lintas di Ruas Jalan Karet Raya Kecamatan Cibodas Kota Tangerang
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Karet Raya mempunyai peranan yang penting dalam mendukung pergerakan penduduk baik dari dalam Kecamatan Cibodas maupun sebaliknya. Namun kegiatan tersebut terganggu dengan permasalahan kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan tersebut. Di penggal Jalan Karet Raya terdapat kegiatan perdagangan dimana terdapat Pasar tradisional Malabar, hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan Karet Raya. Kemacetan di ruas jalan Karet Raya lebih disebabkan oleh tingginya jumlah hambatan samping yang ada di daerah studi, dimana pedagang kaki lima, parkir becak (pangkalan becak) dan pejalan kaki menggunakan ruas jalan. Sehingga ruas jalan yang seharusnya berfungsi untuk dua lajur menjadi satu lajur. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian yang dilaksanakan melalui studi ini adalah “Upaya Penanganan Kemacetan Lalu Lintas Di Ruas Jalan Karet Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang”. Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini ialah menganalisis kemacetan lalulintas pada ruas Jalan Karet Raya dan upaya penanganannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif, yang ditekankan pada pada analisis kuantitatif pada waktu menganalisis kemacetan dan membuat alternatif penanganan kemacetan.  Rekomendasi yang mungkin dapat membantu Pemerintah Kota Tangerang yaitu dengan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) dan parkir becak / pangkalan becak agar tidak memenuhi ruas jalan Karet Raya. Membangun trotoar untuk pejalan kaki, sehingga pejalan kaki tidak menggunakan ruas jalan untuk melakukan perpindahan dari tempat satu ke tempat lain. Dengan hal ini maka fungsi jalan Karet Raya akan lebih optimal.Kata kunci: pergerakan penduduk, kaki lima, kemacetan
Konsep Perencanaan dan Pengembangan Ruang Bagi Pedagang Kaki Lima Jalan Sabang Kebon Sirih, Jakarta Pusat
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor informal sering dianggap sebagai kelompok yang tidak diharapkan dalam pembangunan kota karena dianggap menyebabkan kemacetan lalu-lintas dan mengganggu pemandangan. Masyarakat di negara sedang berkembang sebagian besar penduduk kotanya justru terdiri dari lapisan masyarakat menengah kebawah yang tidak semuanya dapat terserap dalam sektor formal. Sektor informal memiliki beberapa manfaat yaitu diantaranya tidak tergantung pada sektor formal yang terbatas jumlahnya, mereka (sektor informal) sanggup menghidupi dirinya sendiri, dan sektor informal dapat memberi masukan bagi pemerintah daerah setempat dengan penarikan retribusi serta pungutan jasa parkir bagi pengunjungnya. Aktivitas sektor informal  dapat menghidupkan suasana kota baik dikala siang maupun malam hari, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kota yang lain. Kawasan jalan Sabang salah satu daya tariknya adalah sektor informal yaitu pedagang kaki lima. Pola kegiatan yang ditawarkan jalan Sabang salah satunya adalah wisata kuliner kaki lima. Diantara beberapa aspek perencanaan dan pengembangan ruang yang dapat meningkatkan kualitas jalan Sabang salah satunya adalah pedestrian mall. Berdasarkan penelitian beberapa ahli perencanaan dan arsitektur perkotaan  pada beberapa kota-kota besar di Eropa, pedestrian mall  dapat meningkatkan jumlah pengunjung suatu kawasan sampai 50% dan pedestrian mall juga dapat meningkatkan pendapatan para pedagang eceran dan toko-toko sebesar 25 sampai dengan 40% dengan hasil observasi yaitu orang-orang didalam mobil tidak dapat langsung melihat barang-barang yang ada pada pedagang eceran dan etalase toko.Kata kunci: kawasan kota tua, citra kota, pengembangan ruang kota
Studi Evaluasi Keberhasilan Program Bebenah Kampung Berdasarkan Penilaian Masyarakat
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Belakang RW 03 Kelurahan Kamal merupakan sebuah wilayah yang terisolir dari pembangunan, ini disebabkan karena wilayah ini termasuk kedalam Jalur Hijau Pengaman Penerbangan (JPHH) dan termasuk kedalam wilayah perencanaan Jl Tol Sudiyatmo. Tapi bagi penduduk Kampung Belakang keterisoliran secara fisik dimulai tahun 1984 atau ketika Jl Tol Sudiyatmo selesai dibangun. Dengan selesainya pembangunan Jl Tol Sudiyatmo Kelurahan Kamal terbagi menjadi dua yaitu Kamal Barat dan Kamal Utara. Pusat pemerintahan Kamal terdapat di Kamal Barat, antara lain Kantor Kelurahan, puskesmas dan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada pada tahun 2005 di mulai pembangunan jembatan penghubung antara Kamal Barat dan Kamal Utara yang dibangun oleh Sudin PU Jakarta Barat dan bekerja sama dengan PT Jasa Marga, yang diharapkan program ini dapat mengeluarkan masyarakat kampung Belakang dari kemiskinan yang diakibatkan dari keterisoliran wilayah mereka dari pembangunan. Penilaian keberhasilan program ini dilihat berdasarkan penilaian masyarakat terhadap keberhasilan program berdasarkan kriteria penilaian dan indikator penilaian. Keberhasilan program bebenah kampung ini berdasarkan manfaat yang dirasakan warga dan perubahan yang terjadi setelah adanya program bebenah kampung ini. Program – program ini dinilai kurang berhasil oleh masyarakat karena tidak semua masyarakat merasakan manfaat dari adanya program ini.Kata kunci: pembangunan, kemiskinan, manfaat.
Keterkaitan Antar Wilayah (Studi Kasus: Kabupaten Cilacap)
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antar wilayah di Kabupaten Cilacap untuk digunakan sebagai landasan dalam mendukung kebijakan pengembangan wilayah di kabupaten ini. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melakukan sejumlah kajian dan analisis secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan data sekunder maupun data primer yang dikumpulkan di lapangan. Analisis struktur ekonomi digunakan untuk mengetahui potensi wilayah Kabupaten Cilacap yang selanjutnya digunakan sebagai dasar terjadinya keterkaitan wilayah. Analisis ini kemudian didukung oleh ketersediaan prasarana wilayah khususnya prasarana transportasi darat, laut maupun udara yang mendukung terjadinya pergerakan asal –tujuan perjalanan dari dan menuju Kabupaten Cilacap dengan menggunakan moda jalan, moda penyeberangan, moda kereta api, moda laut dan moda udara. Hasil analisis menunjukkan pergerakan barang terbesar terjadi antar wilayah Kabupaten Cilacap dengan kabupaten-kabupaten lain di sekitar kabupaten ini, sedang pergerakan penumpang terbesar  terjadi antar Kabupaten Cilacap dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Sumatera. Kondisi ini menunjukkan keterkaitan antar wilayah dari dan menuju Kabupaten Cilacap untuk angkutan barang terjadi pada jarak dekat sedang untuk manusia jarak jauh yang diduga disebabkan kemampuan penduduk Kabupaten Cilacap di sektor pertanian, sementara wilayah yang terkait merupakan wilayah yang mempunyai sektor pertanian tinggi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan keterkaitan wilayah Kabupaten Cilacap adalah hubungan yang saling menguntungkan (mutually reinforcing).Kata kunci: keterkaitan antar wilayah, struktur ekonomi, asal – tujuan perjalanan orang
Arahan Pola Penggunaan Lahan Kawasan Kelurahan Kampung Bandar dan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini citra kota di kawasan kota tua di Pekanbaru sudah tidak dapat dirasakan lagi, karena kawasan kota tua Pekanbaru ini kurang tertata dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tidak jelasnya batasan dan fungsi di dalam kawasan ini. Akibat dari tidak jelasnya batasan dan fungsi di dalam kawasan ini menimbulkan kesan yang kurang bagus, tidak teratur dan karakter kawasan yang menampilkan ciri khas di dalam kawasan kota tua ini menjadi tidak dapat dirasakan lagi. Citra kota adalah gambaran mental dari sebuah pola kota sesuai dengan rata-rata pandangan masyarakatnya. Ciri khas suatu kawasan akan menghasilkan citra kota yang dapat dirasakan oleh orang yang mengunjungi suatu kawasan. Sebagai kota tua, kawasan ini memiliki potensi pengembangan komersil dengan daya tarik utamanya adalah Pasar Bawah. Selain memiliki daya tarik utama di kawasan ini juga terdapat pusat perdagangan barang bekas. Namun pusat perdagangan barang bekas dengan pola penyebaran linear di sepanjang koridor Jalan Kota Baru ini tidak memiliki batasan yang jelas dan langsung terintegrasi dengan kawasan permukiman masyarakat di dalam kawasan ini. Hal ini mengakibatkan kesan kumuh dan tidak teratur di dalam kawasan ini sehingga karakter dari kawasan kota tua ini menjadi hilang.dalam studi ini ditetapkan pola penggunaan lahan kawasan Kampung Bandar dan Kampung Dalam sehingga menghasilkan batasan fungsi-fungsi di dalam wilayah studi dengan jelas.Kata kunci: kawasan kota tua, citra kota, tata kota
Perkembangan Kota Menurut Parameter Kota (Studi Kasus: Wilayah Jakarta Pusat)
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat dan urbanisasi menyebabkan terjadinya kepadatan penduduk di seluruh wilayah DKI Jakarta. Penduduk selain memerlukan sandang dan pangan yang terpenting adalah papan yaitu tempat tinggal. Sedangkan lahan di DKI Jakarta khususnya Jakarta Pusat sudah semakin langka dan harganya semakin tinggi. Hal ini harus ditangani secara tepat agar wilayah Jakarta Pusat ini penataan kotanya lebih teratur sehingga terhindar dari penumpukan kependudukan disebagian daerah. Hal tersebut dapat dilihat melalui perkembangan kota yaitu denga parameter kota. Diharapkan dengan pendekatan perkembangan kota (parameter kota) dapat dihasilkan perencanaan tata kota yang lebih baik.Kata kunci: perkembangan kota, parameter kota, tata kota
Identifikasi Potensi Kemampuan Masyarakat Kampung Matraman Salemba dalam Peningkatan Kualitas Rumah Sesuai Prinsip Rumah Sehat
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka penyediaan perumahan yang layak, sejumlah besar masyarakat di negara-negara berkembang telah menyediakan perumahan dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kualitas rumahnya. Penyediaan rumah secara informal ini juga terjadi di DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kemampuan masyarakat dan faktor-faktor peningkatan kualitas rumah. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan strategi riset survai,dengan menggunakan kuesioner sebagai alat utama, delapan puluh delapan responden diwawancarai. Dari hasil analisis deskriptif kualitatif terhadap kuesioner, secara umum masyarakat Kampung Matraman Salemba memiliki potensi kemampuan dalam peningkatan kualitas rumah. Kemampuan yang dimiliki tersebut didasarkan pada tingkat pemenuhan tiap indikator, sebagai bagian dari kriteria kemampuan yang telah disusun dan didasarkan pada kriteria rumah yang sehat (dengan rata-rata tingkat pemenuhan tiap-tiap indikator lebih dari 76,9% responden). Selain itu, kemampuan masyarakat dalam peningkatan kualitas rumah dipengaruhi oleh faktor-faktor: ketersediaan pembiayaan (terkait dengan sumber pendapatan, struktur pengeluaran, dan sumber pembiayaan dalam peningkatan kualitas rumah; jumlah anggota keluarga dalam tiap rumah tangga; pengetahuan penghuni tentang rumah sehat; dan status kepemilikan rumah.Kata kunci: kemampuan masyarakat, peningkatan kualtias rumah, prinsip rumah sehat
Analisis Faktor Penyebab tidak Optimalnya Terminal Bandar Raya Payung Sekaki di Kota Pekan Baru
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Bandar Raya Payung Sekaki merupakan terminal terbesar dan terlengkap di Indonesia dengan jangkauan pelayanan ke seluruh wilayah Pulau Sumatera dan beberapa kota di Pulau Jawa yang terletak di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tidak berfungsi secara optimal. Untuk melihat faktor penyebab tidak optimalnya fungsi Terminal Bandar Raya Payung Sekaki dari beberapa aspek, maka analisis data dilakukan melalui beberapa pendekatan. Dari keseluruhan analisis tersebut diatas, diperoleh kesimpulan bahwa jika dilihat dari perencanaan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki sesuai dengan rencana jangka panjang Kota Pekanbaru, pemilihan lokasi dinilai tepat karena sesuai dengan jaringan jalan menuju dan keluar Kota Pekanbaru. Sedangkan jika dilihat dari gambaran yang diperoleh dari hasil wawancara, penyebaran kuisioner, perhitungan traffic counting dan pengamatan langsung dilapangan yang menggambarkan persepsi masyarakat dan keadaan dilapangan, maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor penyebab tidak optimalnya fungsi terminal adalah banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakuakan oleh pengemudi bus sehingga tumbuh terminal-terminal bayangan disekitar Terminal Bandar Raya Payung Sekaki akibat kurangnya peran dan kerjasama aparat pemerintahan dalam menegakkan peraturan. Dari hasil analisis kebijakan diperoleh temuan studi berupa adanya penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pemberi izin berdirinya pool-pool bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi)/AKDP(Antar Kota Dalam Propinsi) disekitar Terminal Bandar Raya Payung Sekaki yang berubah fungsi menjadi terminal-terminal bayangan.Kata kunci: terminal, traffic counting, persepsi masyarakat
Studi Eksplorasi Permasalahan di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar sebagai salah satu ruang publik mempunyai fungsi sebagai ruang untuk kegiatan sosial, ekonomi dan budaya, yang termasuk didalamnya beberapa aspek seperti tempat bertemunya supply dan demand serta kegiatan ekonomi lainnya, serta sebagai tempat interaksi berbagai kelompok masyarakat, yang tidak terlepas dari fungsi pasar itu sendiri sebagai ruang. Hal tersebut diatas tidak akan terlepas dari permasalahan tiap aspeknya. Penataan kawasan akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan sosial dan ekonomi di dalam pasar itu sendiri, termasuk didalamnya proses distribusi yang tidak terlepas dari aspek penataan parkir truk-truk pengangkut muatan. Untuk wilayah Jabodetabek, sebelum sampai pada konsumen, sayuran dan buah-buahan dari petani akan masuk ke Pasar Induk Kramat Jati terlebih dahulu yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh pasar lokal dan pedagang menengah lainnya di seluruh wilayah Jabodetabek. Pasar Induk Kramat Jati memiliki peranan yang sangat penting. Pasar Induk Kramat Jati merupakan satu-satunya pasar khusus sayuran dan buah-buahan yang terdapat di DKI Jakarta dengan skala pelayanan regional. Pasar ini menjadi jantung dari pasar-pasar lainnya di seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya Seiring dengan banyak aspek maupun kegiatan yang terkait didalam Pasar Induk Kramat Jati, maka permasalahan yang timbulpun akan semakin besar. Permasalahan tiap aspek memiliki karakteristik yang berbeda tetapi memiliki keterkaitan satu sama lain. Studi ini bertujuan untuk menggali permasalahan-permasalahan yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati dilihat dari 3 aspek, yaitu aspek penataan ruang, aspek proses distribusi dan aspek penataan parkir. Permasalahan tersebut akan menjadi rekomendasi mengenai studi lanjutan yang dibutuhkan.Kata kunci: pasar, penataan, kegiatan ekonomi
Kebijakan Tata Ruang dan Kinerja Pelayanan Kesehatan di Kota Serang
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu sektor yang dominan selain pendidikan dan daya beli yang berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).. Pelayanan kesehatan merupakan pelayanan publik yang harus disediakan oleh pemerintah karena kesehatan merupakan hak dasar manusia. Pemerintah Daerah berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau untuk segenap lapisan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatannya.Studi ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan tata ruang Kota Serang di bidang kesehatan, pemerataan lokasi fasilitas kesehatan dan kinerja pelayanan kesehatan serta apa pengaruh pelayanan kesehatan terhadap derajat kesehatan. Kebijakan tata ruang mengambil dari RPJMD Kota Serang tahun 2008-2013 dibidang kesehatan adalah meningkatkan kapasitas fasilitas dan manajemen pelayanan kesehatan serta SDM Tenaga Kesehatan, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan perilaku hidup sehat masyarakat. Sarana fasilitas kesehatan yang ada di Kota Serang adalah rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan, polindes, poskesdes, klinik, posyandu, apotik dan pos obat. Penilaian kinerja pelayanan kesehatan berdasarkan pada persepsi masyarakat melalui hasil dari kuesioner dengan membagi tiga kelompok yakni:tingkat pemahaman masyarakat, faktor pendukung dan faktor pendorong. Hasil kuesioner terlebih dahulu diuji dengan menggunakan alat uji yakni uji validitas dan realibilitas.  Derajat kesehatan dapat dilihat pada angka mortalitas/angka kematian pada angka harapan hidup, angka kematian bayi, angka kematian balita, angka kematian ibu dan status gizi.Kata kunci: kesehatan, pelayanan, kebijakan

Page 9 of 14 | Total Record : 134