cover
Contact Name
Ghefra Rizkan Gaffara
Contact Email
ghefra@esaunggul.ac.id
Phone
+6282112846970
Journal Mail Official
planesa@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/about/contact
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Planesa
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : 02169673     DOI : 10.47007
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles 137 Documents
PENGOLAHAN DATABASE DI POLDA SUMATERA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN LASER SCANNER (STUDI KASUS: JL. DOLOKSANGGUL KM 02-03) Bunga, Octavia
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam survei pemetaan pada masa kini berkembang sangat cepat. Dimulai dengan alat-alat yang bersifat manual dan konvensional,sekarang banyak teknologi survei pemetaan yang bersifat otomatis dan canggih. Salah satunya yang berkembang saat ini adalah teknologi untuk survei suatu obyek tiga dimensi, yakni terrestrial laser scanner. Dengan menggunakan dokumentasi menggunakan TLS 3D untuk rekayasa, Maka dari itu Polda Sumatera Utara dapat lebih mudah menangani masalah lalu lintas dengan menggunakan TLS dan untuk pengolahan data dibantu oleh tim pendukung dari Leica Geosystems Indonesia. Leica Geosystems Indonesia melalui sebagai distributor resmi di Indonesia. Leica RTC 360 dengan tingkat pengukuran hingga 2 juta titik per detik dan sistem pembuatan point cloud 3D berwarna dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu dalam pengolahan database di Polda Sumatera Utara. Pada penelitian ini metode yang digunakan metode deskriptif yang mana menjelaskan proses pengolahan data dengan menggunakan software cyclone register 360. Hasil akhir dari penelitian ini adalah pemodelan dalam bentuk Peta Point Cloud 3D yangdi dapatkan dari proses import data sampai dengan exsport data format LAS ke format ECW
ANALISIS SPASIAL OBJEK DAYA TARIK WISATA DI KECAMATAN ANYER DAN KECAMATAN CINANGKA, KABUPATEN SERANG Saputra, Rahmat Wahyu Aji; Suprajaka, Suprajaka; Cahya, Darmawan Listya; Kurniawan, Surya
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan undang – undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menyatakan bahwawisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orangdengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi ataukelompok, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktusementara. Salah satu Kawasan pariwisata di Kabupaten Serang yang memiliki potensi untukdikembangkan adalah kawasan pesisir, terdapat dua kecamatan yang langsung masuk dalamkawasan strategis nasional selat sunda yaitu Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka.Berdasarkan data pariwisata Kecamatan Anyer terdapat 11 kawasan pesisir dan KecamatanCinangka memiliki 16 kawasan pesisir. Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka memiliki32 objek daya Tarik wisata yang dimana itu menjadi pusat daya Tarik wisatawan untuk berkunjung ketempat objek daya Tarik wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis spasial yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan potensi wisata alam dikawasan pesisi Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka serta melakukan evaluasipengembangan wisata alam di kawasan pesisir Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka.Hasil analisis terdapat pembentukan 5 cluster pada objek daya Tarik wisata di Kecamatan Anyerdan Kecamatan Cinangka
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KOMPONEN PARIWISATA 4A DI KAWASAN MASJID KERAMAT LUAR BATANG KOTA JAKARTA UTARA Juhri, Rivaldi; Martini, Elsa
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Jami’ Keramat luar batang terletak berdekatan dengan Pelabuhan Sunda Kelapadiantara pemukiman padat penduduk. Masjid ini ramai didatangi oleh wisatawan dariberbagai daerah sehingga dibutuhkan pelayanan yang dapat menunjang kenyamananberwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi wisatawan terhadapkomponen Pariwisata 4A (Activity, Amenities, Ancillary, and Accessibility). Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui survei kuesioner dan studi literatur, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah skala likert. Hasilidentifikasi menunjukan bahwa secara eksisting kondisi komponen Pariwisata 4A diKawasan Masjid Luar Batang terdapat kekurangan, seperti jumlah pengunjung yangdatang melebihi kapasitas masjid, minimnya fasilitas parkir, dan akses jalan yang sempit.Masjid Luar Batang memberikan layanan tambahan melalui peran serta Remaja Masjid, Majelis Miftahul Huda, dan Dinas Kebudayaan Jakarta. Hasil analisis skala likertmenunjukan terdapat satu komponen yang menghasilkan penilaian netral yaitu terkaitdengan aktivitas (activity) berbelanja, rekreasi budaya, beribadah, berziarah dan wisata kuliner dengan skor sebesar 59,72%. Selanjutnya, komponen fasilitas (amenities) menghasilkan penilaian setuju, memiliki skor 64,43%. Untuk komponen aksesibilitas (accessibilities) dan pelayanan tambahan (ancillary services) menghasilkan penilaian sangat setuju dengan aksesibilitas dan pelayanan tambahan yang tersedia di Kawasan Masjid Jami’ Luar Batang, hal ini didukung oleh masing-masing skor akhir analisis skala likert sebesar 84,16% dan 88,07%
STUDI LITERATUR: VISUALISASI DATA UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH DALAM PERENCANAAN SMART CITY KOTA BANDUNG Febriani, Shafira; Andriani, Yolanda Georgia; Pratiwi, Elisabeth; Chaniago, Muhammad Fauzi Alexander; Lestari, Anggi Cipta
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji peran visualisasi data pada pengelolaan sampah sebagai bagian dari perencanaan Smart City di Kota Bandung melalui pendekatan studi literatur. Visualisasi data geografis memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dengan menyediakan informasi yang lebih akurat dan mudah dipahami bagi pemangku kepentingan dan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi visualisasi data, sistem pengelolaan sampah dapat dioptimalkan sehingga menghasilkan pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Studi ini mengeksplorasi berbagai metode visualisasi data yang telah diterapkan dalam konteks pengelolaan sampah di kota-kota pintar lainnya serta potensi penerapannya di Kota Bandung. Kajian literatur ini juga membahas tantangan dan peluang yang dihadapi dalam implementasi visualisasi data, termasuk isu teknis, sosial, dan kebijakan. Hasil penelitian menegaskan bahwa integrasi visualisasi data dalam sistem pengelolaan sampah dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik oleh pemerintah kota. Dengan demikian, visualisasi data berperan sebagai katalis dalam upaya mewujudkan Kota Bandung sebagai Smart City yang berkelanjutan dan inovatif.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH (Studi Kasus Kecamatan Banyumanik) keumala, dyah
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan akan lahan pada wilayah perkotaan mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan yang signifikan, seperti pembangunan gedung-gedung, kawasan permukiman, serta infrastruktur yang lain. Hal tersebut dapat mengancam keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat perubahan pemanfaatan lahan. RTH ialah suatu keharusan pada sebuah kota. RTH sendiri sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup manusia. Dalam konteks peraturan perundang-undangan, penyediaan RTH telah diatur secara tegas melalui UU No. 26 Tahun 2007 Pasal 29 mengenai Penataan Ruang, yang menjelaskan RTH dalam wilayah kota harus setidaknya 30% terhadap keseluruhan luas wilayah kota, dengan pembagian RTH publik setidaknya 20% dan privat minimal 10%. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis kebutuhan RTH di Kecamatan Banyumanik menggunakan pendekatan berbasis pada luas wilayah dan jumlah penduduk. Selain itu, juga akan memproyeksikan kebutuhan RTH hingga 20 tahun ke depan, yaitu pada tahun 2043, guna memperoleh gambaran mengenai dinamika kebutuhan ruang terbuka seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memenuhi kesejahteraan masyarakat, serta mendukung proses pengoptimalan perencanaan dan penyediaan RTH yang sesuai dengan kebutuhan aktual dan proyeksi masa depan.
DINAMIKA PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POLA RUANG KECAMATAN MAJA (2014-2019) rosdianto, ahmad
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena perubahan penggunaan lahan kini menjadi isu global yang terus diteliti oleh para akademisi di berbagai negara. Studi mengenai topik ini berkembang pesat dengan menghasilkan beragam metode dan pendekatan analisis. Sebagai kota inti dari kawasan Metropolitan Jabodetabek, Jakarta ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi sekaligus menjadi pusat daya tarik bagi urbanisasi dan pencari kerja. Konsekuensinya, kebutuhan akan hunian layak semakin mendesak. Akan tetapi, keterbatasan ketersediaan lahan serta tingginya nilai tanah di Jakarta menimbulkan tantangan dalam penyediaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu wilayah yang mendukung Kota – Kota di Jabodetabek adalah Kecamatan Maja, dari sisi ketersediaan lahan untuk perumahan dan dengan mudahnya akses transportasi yang ada. Kecamatan Maja menjadi satu diantara kota baru yang direncanakan pemerintah sebagai kota baru yang mandiri dan berfungsi sebagai penunjang terhadap dampak urbanisasi di kawasan Jabodetabek. Terciptanya Kota Baru Maja yang direncanakan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 2 Tahun 2014 akan berdampak pada berubahnya penggunaan lahan terutama penggunaan lahan permukiman. Kecamatan Maja memberikan gambaran bahwa harus ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana perkembangan penggunaan lahan permukiman yang terjadi dari jenis dan luasannya, faktor apa saja yang memberikan pengaruh terhadap perkembangan penggunaan lahan permukiman serta jika dilihat berdasarkan Rencana Pola Ruang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lebak tahun 2014 – 2034 apakah sudah sesuai berdasarkan apa yang sudah di tetapkan. Dengan demikian penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengetahui gejala – gejala apa saja yang terjadi dari kegiatan perubahan penggunaan lahan yang terjadi yang diharapkan bisa mengantisipasi ketidaksesuaian perubahan dan perkembangan yang tidak terkendali.
ANALISIS POTENSI LAHAN UNTUK KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU. STUDI KASUS: KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT Dharmastyo, Ichsan Adi
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Planesa Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAccording to Regulation Number 26 from the year 2007 on Spatial Planning, and Regulation Number 15 from the year 2010 on the Implementation of Spatial Planning, it is mandated that municipal or regional areas allocate 30% of their territory for Green Open Spaces. This allocation should include 20% for Public use and 10% to be administered by private entities. Quantitatively, in the Kembangan District with an administrative area of 2497Ha, there are lands that can be developed into green open space This study employed overlay-intersect analysis using Arc GIS 10.0 to measure the contribution of open land to meeting green open space needs, We used property rights, building use rights, open land distribution. And low building coverage ratio (BCR) area polygons to conclude the potential and contributed land. Results of this study showed that there is 368,19ha of potential land in Kembangan District to be developed as new green space areas. However, due to the building regulation, there is only 93.9 Ha (3.76%) that can be contributed for the new green space development.