cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
USULAN PENGGUNAAN METODE FAULT TREE ANALYSIS UNTUK PENURUNAN KECELAKAAN KERJA PADA PT. INOAC POLYTECHNO INDONESIA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2015): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe persistently high number of accidents in PT. Inoac Polytechno Indonesia has the goal to provide corrective suggestions and recommendations for action to minimize the causes of accidents by using fault tree analysis (FTA) with supporting tools that a causal diagram (Cause and Efect Analysis), pareto chart, digram matrik. An analysis of the problem of workplace accidents finds that there are nine types of work accidents is exposed to a chemical liquid, foaming machines hit, nicked blade cutter, explosion, terpleset, burned, crushed foam, sandwiched conveyor, electric voltage shock. From the data using Pareto diagram known mixing machine blast of heat that is by 20.6%. Through the method of cause and effect analysis obtained dominant factors that cause the problems that occurred in the machine, man, method, materials, environment. The results of the method in the matrix diagram can be several factors such as the machine (the machine age, error), human (not running S.O.P, less examination), the environment (heat). Results using fault tree analysis known root problems that occur in the engine explosion mixing heat that is quality material ugly, maintenance schedules irregular, the stock of spare parts was empty, to pay more for training, pressure from superiors, reach production targets, self-awareness is lacking, and lack of ventilation. Preventive action proposals and recommendations for action to prevent problems occurring that is necessary to stock spare parts, creating a list of treatments is based on preventive maintenance, determination of useful life for tools and components based on the load received, adding cooling systems or air circulation. Keywords :  Occupational Health and Safety (K3), work accidents, Pareto charts, Cause and Effect Diagram, Diagram matrix, Fault Tree Analysis (FTA) AbstrakMasih tingginya angka kecelakaan kerja di PT. Inoac Polytechno Indonesia memiliki tujuan untuk memberikan usulan perbaikan serta rekomendasi tindakan untuk meminimasi penyebab kecelakaan kerja dengan menggunakan fault tree analysis (FTA) dan dengan tools pendukung yaitu diagram sebab akibat (Cause and Efect Analysis), pareto chart, dan diagram matrik. Hasil analisa pada permasalahan kecelakaan kerja diketahui terdapat 9 jenis kecelakaan kerja yaitu terkena cairan kimia, terbentur mesin foaming, tergores mata pisau pemotong, ledakan, terpleset, terbakar, tertimpa foam, terjepit conveyor, tersengat tegangan listrik. Dari data dengan menggunakan diagram pareto diketahui ledakan mesin mixing heat yaitu sebesar 20,6%. Melalui metode cause and efect analysis didapatkan faktor-faktor penyebab dominan dalam permasalahan yang terjadi yaitu mesin, manusia, metode, material, lingkungan. Hasil dengan metode diagram matrik di dapat beberapa faktor seperti mesin (umur mesin, eror), manusia (tidak menjalankan S.O.P, kurang pemeriksaan), lingkungan (panas). Hasil menggunakan fault tree analysisis diketahui akar permasalahan yang terjadi pada ledakan mesin mixing heat yaitu kulitas material jelek, jadwal perawatan tidak teratur, stok sparepart kosong, mengeluarkan biaya lebih untuk pelatihan, adanya tekanan dari atasan, mengejar target produksi, kesadaran diri yang kurang, dan kurangnya ventilasi. Tindakan usulan pencegahan dan rekomendasi tindakan untuk mencegah masalah yang terjadi yaitu diperlukan adanya stok sparepart, pembuatan daftar perawatan berdasarkan preventive maintenance, penentuan umur pakai untuk alat maupun komponen berdasarkan beban yang diterima, menambahkan sistem pendingin atau sirkulasi udara. Kata kunci :         Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kecelakaan kerja, Pareto chart, Cause and Effect Diagram, Diagram matrik, Fault Tree Analysis (FTA)
MINIMASI CACAT PRODUK FILAMENT CHIPS DENGAN PENERAPAN METODA SIX SIGMA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2015): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas merupakan bagian yang penting perlu diperhatikan oleh para produsen, karena kualitas produk senantiasa dinilai oleh para konsumen yang akan membeli produk tersebut. Kualitas adalah gabungan seluruh produk atau jasa mulai dari riset pasar, rekayasa pembuatan sampai pada pemakaian dan pemeliharaan sehingga produk atau jasa tersebut memenuhi harapan pelanggan. PT. XXX adalah sebuah perusahaan yang memproduksifilament chips dimana pesanan produk filament chips ini tergolong cukup tinggi. Produk cacat yang masih terdapat dalam produksi filament chips mengharuskan perusahaan melakukan kegiatan untuk mengurangi produk cacat sehingga profit dapat terus ditingkatkan.Pendekatan yang digunakan pada penelitian adalah pendekatan six sigma yang terdiri dari DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Pendekatan ini mendefenisikan, mengukur dan menganalisis produk cacat, mencari faktor penyebabnya sehingga dapat dilakukan improvement dan Control dalam peningkatan kualitas yaitu dengan mengurangi cacat produk filament chips. Pengendalian pada proses produksi filament chips maka jumlah defect (cacat) akan bisa ditekan, sehingga mampu menjawab tantangan kualitas yang menjadi salah satu ukuran keberhasilan sebuah perusahaan.Berdasarkan hasil pengolahan data yang dianalisis maka didapat hasil bahwa Tahap define dan measure menunjukkan bahwa jenis kecacatan pada produk filament chips yang terbesar adalah cacat berat sebesar adalah 60% dari total seluruh produk filament chips yang cacat. Cacat berat akan terjadi apabila massa pada produk filament chips melebihi spesifikasi 2.80 mg – 2.85 mg.Sigma Level produksi produk filament chips yang sesuai dengan spesifikasi berat mencapai 3.99 sigma dengan jumlah peluang produk yang akan mengalami cacat berat per sejuta adalah 6387 ppm. Sigma level belum mencapai nilai yang mendekati 6 sigma, maka kemampuan proses masih dapat terus ditingkatkan. Dari hasil analisis secara keseluruhan menggunakan fishbone diagram menunjukan aspek 5M + 1E (Man, Measure, Method, Machine, Material & Environment) yang berpengaruh terhadap munculnya kecacatan berat pada filament chips menunjukkan bahwa penyebab utama yang mengakibatkan kecacatan berat pada produk adalah belum adanya alat / instrument pengukuran bahan baku dengan variable tertentu karena terkendala biaya yang tidak mencukupi. Untuk meningkatkan sigma level harus melihat bahwa produksi filament chips merupakan suatu sistem, maka improvement yang dilakukan tidak hanya dalam pengadaan alat / instrument pengukuran bahan baku tetapi juga pada aspek-aspek lain seperti material, mesin, dll.Kata kunci: Kualitas, filament chips, six sigma, improvement, bahan baku.
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE OMAX (OBJECTIVE MATRIX) DAN UPAYA PENINGKATANNYA DI PT. PARDIC JAYA CHEMICAL
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2015): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Pardic Jaya Chemical (PT. PJC) merupakan perusahaan manufaktur yang giat berupaya meningkatkan produktivitasnya antara lain dengan menerapkan metode OMAX (Objective Matrix). Dari hasil pengumpulan data dan analisis diperoleh 6 kriteria produktivitas, dengan indeks produktivitasnya dari Januari hingga Desember 2013 yang dibandingkan 2012 yaituJanuari 116%, Februari 175%, Maret 153%, April 153%, Mei 115%, Juni 136%, Juli 159%, Agustus 82%, September 130%, Oktober 178%, November 151%, dan Desember 95%. Setelah mencari faktor penyebab menggunakan diagram fishbone diperoleh 16 faktor penyebab untuk kriteria 1, 11 untuk kriteria 2, 17 untuk kriteria 3, 7 untuk kriteria 4, 11 untuk kriteria 5, dan 6 faktor penyebab untuk kriteria ke 6. Dengan menggunakan metode CTQ dapat diketahui factor-faktor penyebab yang memiliki persentase 2 (dua) terbesar disetiap kriterianya sehingga dapat diperoleh 20 usulan perbaikan untuk mengeliminir terjadinya penurunan produktivitas di Plant C PT. PJC. Kata kunci: Produktivitas, OMAX, objective matrix, fishbone diagram, CTQ, critical to quality
MODEL SISTEM DINAMIS SUSTAINABILITAS LINGKUNGAN PADA INDUSTRI DAUR ULANG KOMPUTER
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2015): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan komputer dan produksi limbahnya yang meningkat secara signifikan dan diikuti oleh persentase daur ulang yang rendah berpotensi untuk mencemari lingkungan terkait kandungan bahan berbahaya dan beracun pada part-part komputer. Sementara itu, tanpa daur ulang akan terus terjadi peningkatan eksploitasi dan konsumsi sumber daya alamiah. Kedua kondisi ini membawa pada ketidakberlanjutan lingkungan yang akan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini mengembangkan model konseptual sustainabilitas lingkungan pada industri daur ulang komputer yang dirancang oleh Rasjidin (2014). Pengembangan model menggunakan pendekatan sistem dinamis (SD) untuk mendesain Stock-and-Flow Diagram dan formulasi matematika terkait. Skenario simulasi dinamis merupakan kombinasi empat exogenous variabels, yaitu persentase pengumpulan, persentase part dibuat perusahaan sendiri, persentase penggantian part oleh supplier dan persentase daur ulang, dengan dua level pada tiap faktor, digunakan untuk mengevaluasi kuantitas material hasil daur ulang, pembuangan sisa daur ulang secara terkendali, part-part yang diganti oleh supplier, dan pembuangan part-part komputer secara tidak terkendali. Sejumlah rekomendasi diberikan dalam operasi pengelolaan sustainabilitas lingkungan pada industri daur ulang komputer. Beberapa pengembangan penelitian di masa datang juga telah direkomendasikan untuk dapat dilakukan oleh para peneliti yang juga meminati bidang ini.Kata kunci: Sustainabilitas lingkungan, reverse logistics, sistem dinamis, daur ulang komputer  
PENGUJIAN SETTING MESIN BALL MILL PADA PRODUK MA0700101 DENGAN PENDEKATAN SPC DAN METODE TAGUCHI DI PT LUCKY INDAH KERAMIK TANGERANG
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2014): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Lucky Indah Keramik Tangerang merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam sektor industri keramik. Produk yang dihasilkan adalah jenis piring dan mangkuk. Masalah yang terjadi adalah masih belum optimalnya setting mesin ball mill yang diduga sangat berpotensi sebagai penyebab utama terjadinya defect afkir. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan tools Statistical Process Control (SPC), defect yang sering terjadi terdapat pada jenis mangkuk MA0700101 dengan kemampuan proses berada pada 3.29 sigma level. Untuk mendapatkan settingan mesin Ball Mill yang optimal, penelitian dilakukan dengan metode Taguchi. Setelah dilakukan pengolahan data secara statistik terhadap hasil eksperimen, didapatkan settingan mesin Ball Mill yang optimal yaitu Lama Pengadukan disetting selama 15 jam, Kecepatan Putar disetting pada 20 RPM, Kapasitas Air disetting sebanyak 4000 Liter, dan Total Ball Stone disetting sebanyak 3850 buah. Kata kunci: Statistical process control, metode taguchi, setting mesin optimal.
USULAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE 5W+1H PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. SINTERTECH
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2014): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPT. Sintertech, a company with a work environment that contains enough potential for accidents and occupational diseases. For companies that need to pay attention to safety and health issues, because it affects the productivity of the company. The purpose of this research to identify the factors that cause a lack of implementation of Health and Safety at PT. Sintertech. In addition, this study also analyzes the implementation method of management K3 with 5W +1 H and provide improvement suggestions K3 by OHSAS 18001: 2007. This study was obtained from the number of accidents and occupational diseases in 2011 through 2013 as many as 31 times a work accident cases consisting of pinched 15 times (48.4%), scraped 8 times (25.8%), slipped 5 times (16, 1%), crushed material 3 times (9.7%). As for the data of occupational diseases were 19 cases with details of the lungs (asthma) 12 cases (63.2%), earache 3 cases (21.1%), eye pain 4 cases (15.8%). From the research results it is concluded that the presence of several factors that occur due to lack of implementation of K3 on the production floor of aspect operators, management, methods and lack of training and training on K3. Some things that should be done by. Sintertech to improve implementation of K3 based methods 5W +1 H Implementing a management system based on OHSAS 18001:2007 K3 to regulate the implementation of K3 in PT. Sintertech can run more optimally. Keywords: Occupational Health and Safety, OHSAS 18001:2007, 5W +1 H, Fishbone, Pareto analysis. AbstrakPT. Sintertech, merupakan perusahaan dengan lingkungan kerja yang cukup mengandung potensi timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk itu perusahaan perlu memperhatikan masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kurangnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. Sintertech. Selain itu pada penelitian ini juga menganalisa pelaksanaan manajemen K3 dengan metode 5W+1H dan memberikan usulan-usulan perbaikan K3 berdasarkan OHSAS 18001 : 2007. Dari penelitian ini diperoleh jumlah kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada tahun 2011 sampai 2013 sebanyak 31 kali kasus kecelakaan kerja yang terdiri dari terjepit 15 kali (48,4%), tergores 8 kali (25,8%), terpeleset 5 kali (16,1%), tertimpa material 3 kali (9,7%). Sedangkan untuk data penyakit akibat kerja sebanyak 19 kasus dengan rincian paru-paru (asma) 12 kasus (63,2%), sakit telinga 3 kasus (21,1%), sakit mata 4 kasus (15,8%). Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu adanya beberapa faktor yang terjadi akibat kurangnya penerapan K3 pada lantai produksi dari aspek operator, manajemen, metode dan kurangnya pelatihan dan training tentang K3. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh PT. Sintertech untuk memperbaiki pelaksanaan K3 berdasarkan metode 5W+1H. Menerapkan sistem manajemen K3 berdasarkan OHSAS 18001:2007 untuk mengatur pelaksanaan K3 di PT. Sintertech dapat berjalan lebih optimal. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, OHSAS 18001:2007, 5W+1H, Fishbone, Pareto analisis
PERBAIKAN URUTAN PEKERJAAN DAN EFISIENSI WAKTU PRODUKSI TRANSFORMATOR DENGAN CRITICAL PATH METHOD
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2014): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi transformator yang terus meningkat kuantitas produksinya, sehingga hal ini menjadi pemacu bagi perusahaan untuk senantiasa menjaga dan terus meningkatkan kualitas dan produktivitasnya. Perencanaan, penjadwalan, pengawasan dalam kegiatan meliputi sejumlah pekerjaan yang saling terkait satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pengembangan produk/jasa merupakan kejadian atau kegiatan unik yang mau atau tidak mau harus terus dilakukan. Penjadwalan kegiatan untuk lebih meningkatkan efisiensi waktu kerja menjadi faktor yang dominan dalam rangka perbaikan kerja yang terus menerus dalam perusahaan. Untuk meningkatkan efisiensi waktu pembuatan produk transformator agar produktivitas perusahaan meningkat, maka dilakukanlah analisa jaringan kerja pembuatan transformator dengan melakukan analisis penentuan urutan aktivitas dan kegiatan pembuatan transformator. Penelitian dan pengembangan produk senantiasa dilakukan sejalan dengan perbaikan kinerja berupa penjadwalan yang merupakan kegiatan yang mengatur dan mengendalikan urutan dan pembagian waktu untuk seluruh kegiatan. Pendekatan analisa jaringan kerja dengan CPM (Critical Path Methode) digunakan untuk membantu menunjukkan ketergantungan antar kegiatan dan mengidentifikasi kembali kegiatan-kegiatan yang dijalani untuk mendapatkan peluang peningkatan efisiensi waktu pada produksi perusahaan. Sehingga didapat urutan pekerjaan dan waktu produksi transformator yang efektif. Kata kunci : Transformator, Efisiensi, CPM, Jaringan kerja
PENGURANGAN JUMLAH CACAT PRODUK DENGAN METODE FMEA PADA SECTION FORMING PT. XYZ
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2014): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pembuatan baut dan mur di PT. XYZ belum dapat menghasilkan produk 100 % baik atau sesuai spesifikasi. Masih adanya produk gagal ataupun penyimpangan dari spesifikasi yang diharapkan merupakan permasalahan yang harus dipecahkan. Sebagian besar proses produksi mur-baut dilakukan di section forming. Pada proses forming kriteria cacat yang muncul pada umumnya meliputi cacat kepala, cacat body, body kasar/ porous, flange cacat, bentuk kepala tidak sempurna, crack, dan lain-lain. Pada proses forming juga sering terjadi penyimpangan dimensi/ ukuran yang meliputi penyimpangan panjang produk, penyimpangan diameter produk, penyimpangan tinggi kepala, penyimpangan lebar kunci, penyimpangan diameter flange, penyimpangan tebal flange, dan lain lain. Dari data cacat produksi periode Januari sampai dengan Maret 2014 dapat diketahui bahwa jumlah cacat terbesar terjadi pada produk Socket Bolt M6x16 mm yang diproses pada mesin BF-08406 yaitu sebesar 18,41%. Dan pada bulan Maret 2014 jenis cacat terbesar yang sering muncul pada produk tersebut adalah jenis Cacat Kunci dengan jumlah cacat sebesar 45,5%. Dengan diagram Fishbone dapat diidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya Cacat Kunci. Dengan menggunakan CTQ dapat diketahui dan dipilih 5 faktor terbesar/ dominan penyebab Cacat Kunci. Dan dengan menggunakan metode FMEA maka dapat diperoleh dan dipilih 3 faktor penyebab cacat yang memiliki nilai RPN terbesar, sehingga dapat diusulkan 3 rekomendasi aksi yang dapat dilakukan untuk mengeliminasi faktor dominan penyebab cacat kunci pada Socket Bolt tersebut.  Kata kunci: Bolt and nut manufacturer, process forming, socket Bolt M6x16 mm, SPC, FMEA
MODEL KONSEPTUAL SUSTAINABILITAS LINGKUNGAN PADA INDUSTRI DAUR ULANG KOMPUTER
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2014): JURNAL INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeningkatan signifikan penggunaan komputer dan produksi limbah komputer dengan persentase daur ulang yang rendah berpotensi untuk mencemari lingkungan terkait kandungan bahan berbahaya dan beracun pada part-part komputer.  Sementara itu, tanpa daur ulang akan terus terjadi peningkatan eksploitasi dan konsumsi sumber daya alamiah.  Kedua kondisi ini membawa pada ketidakberlanjutan lingkungan yang akan menurunkan kualitas hidup.  Pada penelitian ini, dilakukan kajian sustainabilitas lingkungan terhadap reverse logistics pada industri daur ulang komputer.  Tahapan kualitatif dalam pendekatan sistem dinamis (SD) digunakan dalam membangun sebuah model konseptual sustainabilitas lingkungan pada industri daur ulang komputer.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah operasi dalam reverse logistics pada pendaurulangan limbah komputer oleh pabrikan.  Disamping itu, sejumlah variabel penting dalam mengelola operasi reverse logistics pada industri daur ulang komputer telah diidentifikasi.  Lebih lanjut, sebuah model konseptual terkait telah dirancang untuk merepresentasikan interaksi antara sejumlah variabel penting tersebut.  Beberapa penelitian di masa datang telah direkomendasikan untuk dapat dilakukan oleh para peneliti yang juga meminati bidang ini. Kata kunci: Sustainabilitas lingkungan, reverse logistics, sistem dinamis, daur ulang komputer.
Identifikasi Risiko Rantai Pasok Agroindustri Kakao Menggunakan Fuzzy AHP
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2014): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai pasok agroindustri kakao di Indonesia merupakan rantai pasok yang panjang karena banyak pelaku rantai pasok yang terlibat di dalamnya, sehingga banyak risiko yang terjadi di sepanjang rantai pasok kakao. Identifikasi risiko dilakukan sebagai langkah awal dalam menganalisa berbagai risiko yang terjadi. Adapun 5 risiko terbesar yang terjadi dalam setiap tujuan rantai pasok agroindustri kakao adalah sebagai berikut: Untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah: Risiko harga(0.25), risiko informasi(0.17), risiko kualitas(0.17), risiko kebijakan (0.15), risiko finansial (0.12). Untuk meningkatkan kontinuitas pasokan adalah: Risiko harga(0.28), risiko kualitas(0.18),  risiko kebijakan(0.17), risiko informasi (0.16), risiko pasar (0.12). Untuk meningkatkan kualitas pasokan adalah: Risiko harga (0.38), risiko informasi (0.16), risiko kebijakan (0.12), risiko pasokan (0.11), risiko pasar (0.10). Untuk memenuhi 3 tujuan tersebut, risiko harga mempunyai peranan terbesar yang harus diperhatikan dalam pemenuhan rantai pasok agroindustri kakao. Kata kunci: fuzzy AHP, identifikasi risiko, kakao   Cocoa agro-industry supply chain in Indonesia is the long supply chain because many supply chain actors involved in it so many risks that occur along the cocoa supply chain.  Risk identification is the first step in analyzing the risks that occur. 5 risk in cacao supply chain to improve the welfare of farmers are : price risk(0.25), information risk (0.14), quality risk (0.17), policy risk (0.15), financial risk (0.12). 5 risk in cacao supply chain to improve continuity of supply are : price risk(0.28), quality risk (0.18), policy risk (0.17), information risk (0.16) , market risk (0.12). 5 risk in cacao supply chain to improve quality of  supply are : price risk(0.38), information risk (0.16),  ), policy risk (0.12), supply risk (0.11), market risk (0.10).  Price risk is the biggest risk in cacao supply chain. Keywords: fuzzy AHP, risk identification, cocoa

Page 6 of 16 | Total Record : 155