cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
Pengembangan Model Pemenuhan Due-Date Produksi yang Mempertimbangkan Kondisi Aktual Proses dan Keandalan Mesin
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2014): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manufaktur dituntut untuk mengubah pola produksinya menjadi mass customization untuk bisa menjamin respon yang cepat terhadap permintaan pelanggan. Untuk mencapai pemenuhan yang efektif dan efisien, maka sistem manufaktur harus menggunakan konsep sistem produksi tepat waktu (just-in-time). Pada kondisi aktualnya, sistem manufaktur sulit untuk mampu berada pada kondisi ideal, dimana tidak ada gangguan terhadap proses dan proses itu sendiri beroperasi secara sempurna dengan tidak menghasilkan produk yang gagal sama sekali. Penelitian ini mengembangkan model pemenuhan due-date yang sudah memasukkan pertimbangan mengenai ketersediaan mesin (equipment availability), keandalan mesin (equipment reliability), dan tingkat kualitas (quality level) dari proses. Dari pengujian yang dilakukan dengan pembangkitan set data untuk kondisi statis dan dinamis, model-model yang dikembangkan terbukti dapat memecahkan permasalahan yang diberikan. Kata kunci: pemenuhan due-date, ketersediaan mesin, keandalan mesin
Analisis Penentuan Konservasi Energi Pada Industri Logam
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan energi terus meningkat seiring dan sejalan dengan perkembangan teknoogi industri dan ekonomi. Potensi ancaman krisis energi listrik karena pasokan listrik yang tersedia, yaitu kapasitas terpasang, tidak mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan konsumsi listrik nasional dengan pertumbuhan rata-rata 7% pertahun. Sementara pada saat yang bersamaan, kemampuan penyediaan listrik oleh negara melalui PT. PLN (Persero) masih terbatas, bahkan  terdapat indikasi bahwa kemampuan tersebut mulai menurun. Dalam rangka mengantisipasi akan terjadinya krisis energi, sangatlah perlu untuk melaksanakan  penghematan energi. Penelitian analisis penentuan konservasi energi pada Industri Logam merupakan salah satu usaha untuk melaksanakan program pemerintah dalam penghematan pengggunaan energi. Konservasi energi ini untuk mencari dan mendapatkan peluang-peluang penghematan energi yang akan diterapkan pada industri logam melalui langkah-langkah konservasi yang terarah, realistis, sistematis dan dapat dilaksanakan secara baik dan optimal. Melalui analisis Specific Energy Consumption (SEC), historical data, analisis teknik dan ekonomi dilakukan pada perusahaan industry logam PT. XXX dengan mengidentifikasi sumber-sumber pemborosan energi, menentukan besarnya penghematan energi yang bisa dicapai dan menentukan pilihan yang tepat terhadap pengoperasian peralatan yang hemat energi. Analisis potensi penghematan untuk sistem kelistrikan dengan pemasangan kapasitor untuk memperbaiki faktor daya dari 0,5 menjadi 0,95. Dengan daya sebesar 8,06 kW pada mesin galvanis 2, maka penghematan losses diperoleh sebesar 0,582 kW atau 5.028,48 kWh/tahun atau Rp. 3.218.227,2/tahun. Investai kapasitor dengan pay back period dapat diperoleh selama 1,55 tahun, kemudian pemasangan VSD (Variable Speed Driver)  pada mesin mill 302 dan mill 303 dengan daya sebesar 1.167,40 kW akan memberikan penghematan sebesar  233,48 kW atau sebesar  2.017.267,2 kWh/ tahun atau sebesar Rp 1.291.051.008/tahun. Investasi VSD dengan pay back period selama 0,39 tahun.Kata kunci : Konservasi energi, SEC, Investasi. AbstractEnergy use continues to increase hand in hand with the development of industrial and economic technology.Potential threats to the electricity crisis because the power supply is available, the installed capacity, are not able to keep pace with demand growth in national electricity consumption with an average growth of 7% per year.While at the same time, the ability of the state through the provision of electricity by PT. PLN (Persero) is still limited, even there is an indication that the capabilities begin to decline. In order to anticipate the impending energy crisis, it is necessary to implement energy savings.Research analysis on the energy conservation determination of Metal is one of the government's efforts to implement the program in saving energy. Energy conservation is to seek and obtain energy savings opportunities that will be applied to the metal industry through conservation measures are directed, realistic, systematic, and can be carried out properly and optimally. Through the analysis of Specific Energy Consumption (SEC), historical data and economic analysis techniques performed on the metal industry company PT. XXX to identify sources of energy waste, determine the amount of energy savings that could be achieved and determine the right choice for energy-efficient equipment operation. Analysis of the potential savings to the electrical system with the installation of capacitors to improve power factor from 0.5 to 0.95. With a power of 8.06 kW on galvanized machine 2, then the savings obtained for 0.582 kW losses or 5028.48 kWh / year or Rp. 3,218,227.2 / year. Capacitors with investment payback period can be obtained for 1.55 years, then installation of VSD (Variable Speed Driver) on the machine and mill 302 mill with a power of 303 kW 1167.40 will provide savings of  233.48 kW or amounted to 2,017,267, 2 kWh / year or Rp 1.291.051.008/year. VSD with investment payback period of 0.39 years for.Keywords: Energy Conservation, SEC, Investment.
Penetapan Ukuran Kinerja Perguruan Tinggi Dengan Menggunakan Metode Balance Scorecard Studi Kasus: Stie-Xx
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUntuk memenangkan persaingan di dunia pendidikan tinggi, maka STIE-XX harus meningkatkan daya saingnya melalui perencanaan dan penerapan strategi manajemen pendidikan tinggi yang tepat dan efektif, yang disesuaikan dengan visi dan misi yang telah ditetapkannya. Strategi manajemen yang tepat dapat diraih jika STIE-XX dapat mengukur kinerja manajemennya secara utuh dan menyeluruh. Dengan menggunakan metode Balanced Scorecard dan melalui wawancara, diskusi dan brainstrorming dengan para pimpinan STIE-XX dan pimpinan Unit PMBnya maka dapat dihasilkan peta strategik Balanced Scorecard yang terdiri dari 3 (tiga) sasaran strategik pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, 3 (tiga) sasaran strategik pada perspektif proses bisnis internal, 4 (empat) sasaran strategik pada perspektif pelanggan, dan 2 (dua) sasaran strategik pada perspektif keuangan. Untuk mewujudkan 2 sasaran strategik pada perspektif keuangan diperlukan masing-masing 1 (satu) ukuran lag indicator dan 1 (satu) ukuran lead indicator. Untuk sasaran strategik 1, 2, 3, dan 4 pada perspektif pelanggan  dibutuhkan masing-masing 1 (satu) ukuran. Untuk sasaran strategik 1 pada perspektif proses bisnis internal dibutuhkan 5 (lima) ukuran, sasaran strategik 2 pada perspektif proses bisnis internal dibutuhkan 3 (tiga), sasaran strategik 3 pada perspektif proses bisnis internal dibutuhkan 3 (tiga). Untuk sasaran strategik 1 pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diperlukan 1 (satu), sasaran strategik 2 pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diperlukan 3 (tiga), sedangkan sasaran strategik 3 pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diperlukan 1 (satu) ukuran lag indicator dan lead indicator.Kata Kunci : Balanced Scorecard (BSC), Peta Strategik, Sasaran Strategik, Lag Indicator (ukuran hasil), Lead Indicator (ukuran pemacu pencapaian hasil).
Model Optimasi Produksi Minyak Sawit dan Inti Sawit Menggunakan Metode Random Direct Search
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProduksi minyak sawit mentah dan inti sawit sering kali menghadapi masalah, antara lain tingginya persentase kehilangan minyak sawit dan inti sawit  selama  proses pengolahan minyak sawit mentah serta penggunaan sumber daya yang tidak optimum. Model optimasi produksi  minyak sawit dan inti sawit perlu dirancang untuk memecahkan masalah tersebut sehingga dapat memaksimumkan produksi, meminimumkan biaya produksi  serta meminimumkan kehilangan minyak sawit dan inti sawit sewaktu diproses.  Model yang dikembangkan adalah gabungan antara model sistem pakar kabur dengan model pemrograman multi objektif. Model dioptimasi dengan menggunakan metode Random Direct Search dengan menggunakan data dari pabrik  minyak sawit PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII dan PT. Mitra Ogan  yang berlokasi di propinsi Sumatera Selatan, Indonesia.  Hasil penelitian menunjukkan  hasil  produksi  yang lebih baik  serta persentase kehilangan minyak sawit dan inti sawit yang lebih kecil dibandingkan produksi aktual minyak sawit di kedua pabrik pengolahan  minyak sawit mentah tersebut.Kata Kunci : Minyak Sawit Mentah, Optimasi, Sistem Pakar Kabur, Random Direct Search
Usulan Strategi Pengembangan Industri Karet Alam Indonesia
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara penghasil karet alam kedua terbesar di dunia.  Permasalahan industri karet alam Nasional adalah penurunan daya saing karena sebagian besar ekspor karet alam dalam bentuk produk primer dengan nilai tambah relatif rendah. Penelitian ini bertujuan merancang usulan strategi untuk pengembangan industri karet alam Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem , SWOT dan AHP dengan menggunakan data primer berdasarkan hasil FGD dan data sekunder perkembangan industri karet alam. Berdasarkan data tahun 2012 , potensi areal perkebunan  dengan luas  3,462 juta  hektar, total nilai produksi 3,272 juta ton.  Sebagian besar karet alam diekspor dengan total ekspor 2,444 juta metrik ton dengan nilai ekspor mencapai 7,861 miliar USD. Untuk meningkatkan daya saing, berdasarkan hasil analisis SWOT alternatif strategi untuk pengembangan industri karet alam Nasional  adalah peningkatan pengetahuan, diversifikasi produk  dan penyerapan karet oleh industri lokal. Pemilihan strategi ditentukan berdasarakan kriteria  kemudahan pelaksanaan, peningkatan mutu produk  serta pertumbuhan penjualan .Kata kunci : karet alam,  strategi,  analytical hierarchy process
Pengelolaan Tata Letak Material Di Gudang Kolong Hitam Untuk Meningkatkan Utilitas Gudang (Studi Kasus Di Pt Sawindo Kencana, Tempilang, Bangka)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGudang merupakan salah satu bagian penting dalam menentukan kinerja suatu perusahaan. Pengelolaan gudang pada suatu perusahaan sangat perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik. Faktor yang menyebabkan pengelolaan gudang kurang maksimal adalah kurangnya perhatian terhadap pengelolaan tata letak material. Hal tersebut disebabkan oleh penempatan material yang bukan pada tempatnya. Akibat yang ditimbulkan adalah gudang yang seharusnya dapat menampung material lebih banyak menjadi lebih sedikit. Untuk mengetahui penyebab terjadinya penempatan material yang bukan pada tempatnya dan cara mengatasinya, maka dilakukan kajian khusus. Kajian dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung mengenai kondisi riil gudang, pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan kajian khusus. Metode ini dilakukan dengan tujuan dapat mempermudah dalam melakukan pengawasan serta mengoptimalkan seluruh ruang yang tersedia dalam gudang untuk menyimpan material. Pengelolaan tata letak material mampu meningkatkan kapasitas gudang pupuk dari 1.345,5 ton menjadi 1.695 ton.Kata kunci: tata letak material, utilitas, gudangAbstractWarehouse is one important part in determining the performance of a company. Warehouse management in an enterprise need to be considered and managed very well. Factors that lead to less than the maximum warehouse management is the lack of attention to the layout management material. This is due to the placement of materials that are not in place. The impact is that the warehouse should be able to accommodate more material becomes less. To determine the cause of the placement of materials that are not in place and how to solve it, then made a special study. The study was done by direct observation of the real condition of the warehouse, collecting data and information related to the specific study. This method is done with the aim to facilitate the monitoring and optimize all available space in the warehouse for storing material. Management of the layout of the material is able to increase the capacity of the fertilizer warehouse tons to 1,695 tons 1345.5 tons.Keywords: layout of materials, utilities, warehouse
Penggunaan Metode Work Sampling Untuk Menghitung Waktu Baku Dan Kapasitas Produksi Karungan Soap Chip Di Pt. SA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine the standard time of soap chips production in order to know their capacity. In this study, work sampling method is used to calculate the standard time, and to determine performance rating factors are used objective method. Some steps to obtain the standard time of soap chips production are: preliminary measurement, testing uniformity of data, testing the adequacy of the data, the determination of performance factor, determining the allowance factor, and calculate the cycle time and the normal time. From the obtained results of research conducted standard time it takes to work on one pallet soap chips (the contents of 25 sack @25kg) is 1633.13 seconds, or the equivalent of 27.22 minutes. As for the production capacity that can be produce depends on the number of hours on shift there. For shift I and II by the number of hours worked 7 hours, 16 pallet capacity can reach, or equivalent to 400 sacks. As for shift III with working hours to 6 hours, to reach the 14 pallet capacity, or equivalent to 350 sacks.Keyword: standard time, work sampling, work measurement, time measurementAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu baku yang diperlukan dalam satu siklus pekerjaan karungan soap chip agar dapat diketahui kapasitas produksinya. Dalam penelitian ini, metode work sampling digunakan untuk menghitung waktu baku, dan untuk penentuan faktor penyesuaian digunakan cara objektif. Beberapa langkah untuk memperoleh waktu baku dari satu siklus pekerjan karungan soap chip, yaitu: melakukan pengukuran pendahuluan, pengujian keseragaman data, pengujian kecukupan data, penentuan faktor penyesuaian, penentuan faktor kelonggaran, dan menghitung waktu siklus serta waktu normal. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh waktu baku yang dibutuhkan untuk mengerjakan 1 pallet karungan soap chip (isi 25 karung @25kg) adalah 1633,13 detik, atau setara dengan 27,22 menit. Sedangkan untuk kapasitas produksi yang dapat dihasillkan tergantung dari jumlah jam pada shift yang ada. Untuk shift I dan II dengan jumlah jam kerja 7 jam, kapasitasnya dapat mencapai 16 pallet, setara dengan 400 karung. Sedangkan untuk shift III dengan jumlah jam kerja 6 jam, kapasitasnya dapat mencapai 14 pallet, setara dengan 350 karung.Kata kunci: waktu baku, sampling pekerjaan, pengukuran kerja, pengukuran waktu
Lean Proses Untuk Peningkatan Kapasitas Industri Cacao Powder Menggunakan Value Stream Mapping
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetersediaan kapasitas industri pengolahan biji kakao kurang optimal. Hal ini ditengarai oleh kapasitas produksi yang hanya sekitar 50% dari kapasitas terpasang. Keadaan demikian tidak diharapkan karena selain tidak mampu menyerap tenaga kerja, industri tersebut seharusnya mampu meningkatkan nilai tambah untuk dalam negeri dan mampu menjadi produsen atau pasar biji kakao dalam negeri (Mutakin dan Sihaloho, 2006).Berdasarkan permasalahan yang ada, maka peneltian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi industry cacao powder dengan menggunakan value stream mapping dan untuk mengetahui apakah nilai efisiensi tersebut sebagai penyebab tidak optimalnya penggunaan kapasitas pabrik.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai efisiensi yang ada di industry cacao powder adalah sebesar 96%. Nilai efisiensi yang ada di industri cacao powder, bukan merupakan penyebab tidak optimalnya penggunaan kapasitas pabrik di industri cacao powder sehingga disarankan agar dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui penyebab tidak optimalnya penggunaan kapasitas industri cacao powder.Kata kunci : Value Stream mapping, cacao powder, EfisiensiAbstractCocoa processing capacity is not optimal. It is identified that the use of production capacity is only about 50% of the installed capacity. This is not expected because not able to provide employment. Industry should be able to increase the added value for the country and are able to produce the domestic cocoa beans (Mutakin dan Sihaloho, 2006). Based on existing problems, this research was made in order to determine the efficiency of industrial cacao powder by using value stream mapping and to determine whether the value of efficiency as the cause suboptimal use of plant capacity. Based on the results, it can be concluded that the value of efficiency in the industry cacao powder is 96%. Value efficiency in industrial cacao powder, not a cause of suboptimal capacity utilization in the industrial plant cacao powder so it is suggested that further research be done to determine the cause of the industrial capacity of cacao powder is not optimal.Keyword : Value Stream mapping, cacao powder, efficiency
Pemetaan Daya Saing Industri Pada Sektor Industri Agribisnis Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSektor agribisnis merupakan penyumbang GDP sebesar 17,1% pada tahun 2008. Sektor ini terdiri dari sub-sektor perkebunan, peternakan, perikanan dan sub-sektor lainnya. Berdasarkan data dari BEI, tercatat ada 20 emiten dan sub-sektor perkebunan adalah yang paling dominan dengan 12 emiten atau mencapai 60% dari sektor agribisnis. Berdasarkan luas areal tanam, ada 4 emiten yang mempunyai areal tanam dominan, yaitu mencapai 66,25% atau 910.070 hektar dari total areal tanam.Seluruh emiten tersebut yang mencapai 1.373.673 hektar. Keempat emiten itu adalah SIMP, AALI, LSIP dan SMAR.Kata kunci: pemetaan sektor industri, GE-Mc-Kinsey Matrix, sektor industri agribisnisAbstractAgribusiness sector is a contributor to GDP was 17.1% in 2008. This sector consists of the sub-sectors of plantations, animal husbandry, fisheries and other sub-sectors. Based on data from the Indonesia Stock Exchange, there were 20 companies and plantation sub-sector is the most dominant with 12 companies or 60% of the agribusiness sector. Based on the planting area, there are four companies that have a dominant cropping area, which reached 66.25% or 910,070 hectares of the total planted area. All listed companies, amounting to 1,373,673 hectars. Fourthly it is issuer SIMP, AALI, LSIP and SMAR.Keywords: industrial mapping, GE-McKinsey Matrix, agribusiness industrial sector
Perbaikan Program Maintenance Dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (Rcm) Untuk Mengurangi Aircraft On Grounded (Aog) Di Pt. Nusantara Buana Air
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPT. Nusantara Buana Air (NBA) is a company engasged in yhe field of aviation support and serves charter flight between remote island with a minimum 800 meter runway hard landing. In order to remain able to grow in the fierce competetion, NBA must be able to reduce the time delay and Aircraft on Grounded (AOG). This research aims to reduce AOG by applying Reliability Centered Maintenance compenents.  RCM is a maintenance approach that combines preventive maintenace practices and strategies (PM) and corective maintenace (CM) to maximize the life (life time) and the function of system at minimal cost.  The biggest factor causing AOG is Program Maintenance- Inspection C6 which takes 75 days. This study concludes AOG may be reduced to 40 days through the determination of the root cause and make improvements in the examination C6 with RCM approach.

Page 7 of 16 | Total Record : 155