cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Di Fakultas Teknik- Universitas Esa Unggul Menggunakan Metode Balanced Scorecard Dan AHP
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini pengukuran kinerja di Fakultas Teknik – Universitas Esa Unggul belum dirumuskan secara komprehensif dan menyeluruh sesuai dengan visi, misi dan tujuan dari Fakultas.  Hal ini akan mempengaruhi langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan pada masa yang akan datang dan upaya perbaikan kinerja untuk meningkatkan kinerja Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul secara berkelanjutan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu sistem pengukuran kinerja di Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul  menggunakan metode Balanced Scorecard dan Analytical Hirarchy Process (AHP).  Metode Balanced Scorecard adalah salah satu metode pengukuran kinerja yang mampu mengukur kinerja secara lebih seimbang dan komprehensif dengan melihat kepada 4 (empat) perspektif, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.  Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pemangku kepentingan di Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul, yang terdiri dari: pejabat struktural di Fakultas dan Prodi, dosen tetap dan staf administrasi Fakultas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 sasaran strategis yang ingin dicapai dengan prioritas sasaran adalah: meningkatkan penerimaan Fakultas (bobot 10%), meningkatkan jumlah dosen yang berpendidikan S2 dan S3 (bobot 9%), meningkatkan dana operasional untuk kegiatan Tridarma (bobot 8%), meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa (bobot 7%), meningkatkan realisasi anggaran, meningkatkan IPK lulusan dan meningkatkan dukungan teknologi informasi dengan bobot masing-masing 6%. Kata kunci: Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, Analytical Hirarchy Process. 
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Pelanggan Telkomsel Dengan Menggunakan Metode Qfd (Quality Function Deployment)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 02 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Telkomsel adalah salah satu operator terbesar dan memiliki pelanggan terbanyak yang ada di Indonesia. Banyaknya operator baru yang bermunculan saat ini, menjadikan persaingan semakin ketat. Salah satu cara untuk tetap bertahan dan tetap menjadi pemimpin adalah dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar sesuai dengan harapan konsumen.  Untuk itu dalam rangka melakukan peningkatan kualitas layanan di PT.Telkomsel khususnya di Grapari Telkomsel, dilakukan penelitian dengan menggunakan aplikasi metode Quality Function Deployment (QFD) yang bertujuan untuk memperoleh Voice of Customer, mendapatkan Prioritas Tindakan Respon Teknis, serta menghasilkan usulan strategi yang sebaiknya diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan penerapan QFD, diperoleh atribut-atribut yang menjadi prioritas untuk peningkatan kualitas layanan, terdiri dari 25 atribut kebutuhan konsumen, diantaranya Pelayanan yang cepat dan tepat, Waktu menunggu tidak terlalu lama, sikap membantu dari petugas, dll. Dari hasil pengolahan atau analisis terhadap matrik QFD (Qualiy Function Deployment) diketahui bahwa yang memiliki bobot kepentingan yang tertinggi adalah untuk atribut pelayanan yang cepat dan tepat dengan bobot kepentingan 4.75 dan dapat dijadikan prioritas untuk peningkatan pelayanan di Grapari dan untuk karakteristik teknis yang memeberikan kontribusi besar dalam perbaikan kualitas layanan yaitu untuk service excellent  training  24.60% , Product Knowledge  training 7.53%, sosialisasi product  7.35% dan Fresh mind training 7.11%.Kata Kunci : kepuasan, pelanggan, kualitas, pelayanan
Pengukuran Kinerja Mesin Produksi Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Pada Pt. Cahaya Biru Sakti Abadi
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 02 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Cahaya Biru Sakti Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur cairan penghapus tinta. Perusahaan pada saat ini menghadapi  permasalahan  tingkat reject produk yang tinggi, breakdown mesin yang tinggi, waktu setup mesin yang tidak standar,  yang berdampak pada penurunan kualitas produk. Untuk  mengetahui kinerja mesin dilakukan   pengukuran  dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Nilai pengukuran OEE didapat dari 3 faktor yaitu availability, performance, dan quality. Berdasarkan hasil perhitungan availability, performance, quality untuk enam mesin utama yaitu Mesin blowing 1, Blowing 2, Arburg 3, dan Arburg 4, rasio  yang belum ideal adalah   performance ratio dan quality ratio.  Jika digabung secara keseluruhan nilai ratio tersebut telah memenuhi nilai OEE yang ideal. Penyebab  tidak idealnya kondisi mesin  yang mengakibatkan losses performance, adalah waiting time berupa waktu mesin menganggur  untuk menunggu peralatan beroperasi. Penyebab tidak idealnya quality ratio mesin  disebabkan tingginya total defect part screw cap yang diproses pada mesin arburg 3. Usulan untuk perbaikan  adalah penambahan satu operator bagian perakitan, sedangkan untuk menurunkan defect part screw dengan mengubah sistem pengunci dies dengan menggunakan screw/klem atau mengganti baut pengunci dies dengan baut kunci L.Kata Kunci : Overall Equipment Effectiveness, availability, performance, dan quality ratio
Pengembangan Pelatihan Bagi Sumberdaya Manusia Koperasi Agroindustri
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 02 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDekopin is the apex of Indonesian Cooperative Movement.  Dekopin has responsibility to  develop the cooperatives human resources and business of cooperatives.  Cooperatives have to be ready to face environmental change on business, politics and laws.  To anticipate that, cooperative movement  has to develop and increase the skill of cooperative human resources. DEKOPIN has responsibility to conduct the training to increase the skill of cooperative members. The objective of this study is to develop the education and training for human resources of agroindustrial-based cooperatives that are suitable for competitiveness in globalization era. This study uses the Analitycal Hierarchy Process (AHP) to collect the competency that‘s needed by cooperative’s human  resources and Training  Need Assessment Tools (T-NAT) for setting of the training curriculum.  The result of the study indicates that the training curriculum should be arranged on the discrepancy based of competency at this time.Kata kunci: pemberdayaan, koperasi, AHP
Usulan Pencegahan Kelolosan Produk NG Akibat Kegagalan Inspeksi Di Section Plastic Injection Pt. Suzuki Indomobil Motor Dengan Metode Poka Yoke
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 02 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam rangka peningkatan kualitas, Section Plastic Injection pada Departemen Roda 2, ingin memperketat penginspeksian produk-produk yang dihasilkan guna mencegah agar tidak terjadi lagi produk NG yang lolos dalam inspeksi dan masuk ke proses selanjutnya sehingga mengakibatkan meningkatnya cost of poor quality serta turunnya produktivitas pekerja dan buruknya image perusahaan maupun kinerja Section Plastic Injection. Berdasarkan hasil pengolahan data 5 top rank kelolosan produk NG Bulan Januari – Oktober 2011 dengan diagram pareto didapat bahwa produk yang menjadi prioritas perbaikan adalah Housing Head Lamp Upper Satria FU 150, sebab terjadi kelolosan terbanyak (88 unit). Setelah diidentifikasi akar permasalahannya dengan teknik 5 Why’s, ditemukan terdapat 5 akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kelolosan produk NG tersebut, diantaranya: daya fokus operator menurun, operator hanya fokus pada area kritis kecacatan sehingga kecacatan pada area lain tidak terdeteksi, lupa mengecek karena terbiasa melakukan finishing terlebih dahulu, melakukan inspeksi sembari finishing agar target produksi selesai sesuai jadwal, dan operator kurang terampil. Kemudian, 5 akar permasalahan tersebut akan diidentifikasi prioritas perbaikannya dengan metode FMEA. Usulan perbaikan untuk pencegahan kelolosan produk NG Housing Head Lamp Upper Satria FU 150 menggunakan konsep Poka Yoke. Usulan tersebut diantaranya: melakukan pengawasan yang ketat ketika fokus operator mulai menurun, memberikan training skill up kepada operator (guna: operator dapat mengecek seluruh dimensi produk dengan cepat, agar operator terbiasa melakukan inspeksi dahulu sebelum finishing dan cepat pengerjaannya, serta tentunya agar skill operator dalam melakukan aktivitas ganda meningkat menjadi tinggi), memberikan motivasi dengan sistem bonus, dan mengingatkan operator setiap awal pengerjaan dan tiap 2 jam (serta mengecek hasil pengerjaannya setiap kali mengingatkan).Kata kunci : poka yoke, mistake proofing, kegagalan inspeksi, FMEA, 5 why’s
Rancangan Perangkat Water For Fuel Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Minyak Kendaraan Bermotor
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 02 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSemakin menipisnya cadangan minyak bumi dunia termasuk di Indonesia mengakibatkan semakin tingginya harga BBM (bahan bakar minyak). Sebagai sumber energi utama alat transportasi, maka diperlukan berbagai upaya untuk mendapatkan solusi peningkatan efisiensi konsumsi BBM pada moda transportasi tersebut. Dengan menggunakan diagram fishbone didapat faktor-faktor penyebab konsumsi BBM kendaraan kurang efisien, yaitu kondisi settingmachineskendaraan, material bahan bakar ataupun material komponen kendaraan yang kurang sesuai, tata cara/ perilaku berkendara di jalan, cara-cara pengemudi/ pengendara mengoperasikan kendaraan, dan kondisi lalu lintas. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar kepada 50 responden pengguna roda dua, diperoleh bahwa 70% responden mengatakan bahwa faktor mesinlah yang paling berpengaruh terhadap upaya peningkatan efisiensi konsumsi BBM. Dari hasil kuesioner tersebut maka solusi yang akan digunakan dibatasi seputar faktor mesin. Denganmempertimbangkan beberapa alternatif, dipilihlah perancangan/ pembuatan alat Water For Fuel(WFF). WFF merupakan alat yang berfungsi untuk mengelektrolisa air yang nantinya akan mengubah unsur air(H2O) menjadi gas HHO (Brown Gas), gas inilah yang nantinya dimasukan kedalam ruang pembakaran kendaraan. Melalui pengujian yang dilakukan pada rancangan alat diperoleh hasil bahwa WWF dapat meningkatkan efisiensi pengkonsumsian BBM sebesar 11,35%. Rata – rata konsumsi BBM tanpa menggunakan WWF 1literuntuk 37,62 km, dan setelah menggunakannya rata-rata menjadi 41,89 km.Kata kunci: Efisiensi BBM kendaraan, Water For Fuel(WWF), Brown Gas.
Usulan Perbaikan Sistem Kerja Unit Pengantongan Pupuk Urea Pt. Pupuk Kujang Dengan Metode Rough Cut Capacity Planning (Rccp)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUnit Pengantongan Pupuk Urea merupakan unit yang bertugas untuk finishing proses pupuk yang telah diproduksi. Adapun proses kerja pada unit ini yaitu: pengisian pupuk ke kantong berukuran 50 kg, packaging, quality control berat dan jahitan, serta melakukan rework dan lain-lain. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat, unit Pengantongan Pupuk Urea PT. Pupuk Kujang ingin melakukan penyesuaian kapasitas produksi yang optimal agar produksi dapat berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa Unit Pengantongan Pupuk Urea memiliki ketersediaan kapasitas yang sangat besar  pada WC 1 sebesar 2126.25 Jam dan WC 2,3,4 sebesar 8505 Jam, sedangkan kapasitas yang dimilikinya dengan metode CPOF untuk WC 1 sebesar 131.73 Jam, WC 2 sebesar 8429.16 Jam, WC 3 sebesar 395.12 Jam dan WC 4 sebesar 4346.31 Jam. Selanjutnya dengan metode BOL ketersediaan yang di miliki untuk WC 1 sebesar 106.01 Jam, WC 2 sebesar 8347.5 Jam, WC 3 sebesar 371.01 Jam dan WC 4 sebesar 4346.01 Jam. Hal itu tentunya sangat tidak efektif dan efisien karena menimbulkan biaya produksi menjadi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil perbandingan antara kapasitas yang tersedia dengan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap work center, didapat bahwa selisih perbandingan dengan metode CPOF per 6 bulan, yaitu: WC ke-1 sebesar  1994.52 jam, WC ke-2 sebesar 75.84 jam, WC ke-3 sebesar 1731.13 jam, dan WC ke-4 sebesar 2032.44 jam. Sedangkan dengan metode BOL, yaitu: WC ke-1 sebesar 2020.24  jam, WC ke-2 sebesar 157.5 jam, WC ke-3 sebesar 1755.24 jam, dan WC ke-4 sebesar 2032.74 jam. Usulan perbaikan yang dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan adalah WC ke-1 dan 3 menggunakan 1 orang, dan WC ke-4 menggunakan 3 orang. Usulan perbaikan yang dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan adalah metode perhitungan kapasitas menggunakan metode CPOF dikarenakan selisih perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan kapasitas pada metode CPOF lebih kecil daripada metode BOL.Kata Kunci : RCCP, Rough Cut Capacity Planning, Pengukuran Kapasitas, Optimalisasi Kapasitas.
Pengendalian Kualitas Beton Melalui Pengujian Kuat Tekan Dengan Metode Design Of Experiment (Doe)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas beton yang akan digunakan haruslah mempunyai standart kualitas yang telah ditetapkan, pada proyek PLTU Ampel Gading dimana beton digunakan sebagai pondasi  adalah tipe K-175 dengan standar kuat tekan sebesar 175 kg/cm2. Permasalahan yang timbul apakah semua beton pondasi yang disuplai memiliki kualitas yang standar ? Sifat-sifat beton keras yang penting adalah kekuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan regangan, susut rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap air. Dari sifat-sifat tersebut yang terpenting dan berkaitan dengan kekuatan beton adalah kekuatan tekan. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan menggunakan Hummer test.  Dalam hal ini kuat tekan beton merupakan gambaran mutu beton yang kaitannya dengan struktur beton, alasan lain kuat tekan beton merupakan parameter penting karena beton tahan terhadap tekanan daripada tarikan. Menggunakan Metode Design Of Eksperiment (DOE) dihasilkan bahwa Nilai kuat tekan beton lebih dipengaruhi oleh faktor penyiraman dan lama pengeringan. Rata-rata nilai kuat tekan beton sebesar 175,33. Ini berarti kualitas beton yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan.Kata kunci : kualitas, DOE, kuat tekan
Menurunkan Waktu Proses Machining Edm Untuk Elektroda Penembus Gagang Lifter Pada Mould Core Cover Inner Di Pt Astra Honda Motor Dengan Metoda Fmea
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDMD (Dies Manufacturing Division) adalah salah satu divisi di PT Astra Honda Motor, yang bertugas menyediakan sekaligus merawat cetakan mould dan dies casting. Pada tahun 2010 PT AHM meluncurkan sebuah produk sepeda motor tipe retro scooter matic dengan nama Scoopy. Pada pengerjaan mould pertama (dari dua mould yang akan dibuat) terjadi keterlambatan proses EDM pada mould bagian core untuk produk cover inner (salah satu bagian / part dari motor Scoopy). Untuk mengurangi kejadian serupa pada pengerjaan mould kedua maka dilakukan penelitian untuk masalah tersebut. Dari hasil analisa diketahui keterlambatan proses di EDM yang terbesar terjadi saat proses machining EDM dengan elektroda penembus gagang lifter. Dengan menggunakan metoda analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), diketahui penyebab keterlambatan proses machining tersebut dikarenakan offset yang diberikan kepada elektroda penembus gagang lifter tidak tepat (pada pengerjaan mould pertama elektroda diberikan offset 0,5 mm). Dari ujicoba offset didapatkan besaran offset yang tepat untuk mendapat waktu proses machining yang cepat adalah sebesar 0,3 mm. Hasil ujicoba ini kemudian diterapkan pada pembuatan mould kedua, dan hasilnya waktu proses machining EDM untuk elektroda penembus gagang lifter turun sebesar 42,34% dibandingkan dengan proses machining EDM pada mould pertama.      Kata kunci : machining EDM, mould, lifter, FMEA, elektroda, offset 
Menentukan Persediaan Optimal dengan Metode EOQ dan Stochastic di PT. Suka Sukses Sejati
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Suka Sukses Sejati adalah perusahaan distributor yang memperdagangkan produk-produk kosmetik. Di departemen logistik terjadi permasalahan pada persediaan barang yaitu banyaknya penumpukan barang digudang. Kondisi seperti ini perlu dilakukan kontrol persediaan sehingga tidak terjadi pemborosan akibat overstock dan overbudget. Penelitian ini mengusulkan kondisi persediaan yang optimal pada item Ja Hwa yang termasuk klasifikasi A (melalui klasifikasi ABC) yaitu item Day & Night Cream, Night Cream dan Day Cream. Kondisi optimal disini adalah kondisi kuantitas persediaan yang memiliki total cost terkecil, sedangkan metode yang digunakan untuk perhitungan adalah dengan EOQ (tanpa safety stock dan dengan safety stock) dan Stochastic. Dari hasil perhitungan tampak bahwa kondisi optimal didapat dengan metode EOQ tanpa safety stock dengan total cost masing-masing Rp 1.744.723.441,38 untuk Day & Night Cream, Rp 815.211.777,56 untuk Night Cream dan Rp 768.008.710,59 untuk Day CreamKata kunci: overstock, klasifikasi ABC, total cost

Page 8 of 16 | Total Record : 155