cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 164 Documents
Strategi Pengembangan Agroindustri Kakao Berbasis Kelompok Tani Di Propinsi Sumatera Barat
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 8, No 01 (2012): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWest Sumatrasince 2005 was declaredas a center for Indonesian cocoaat western portion. Various programs for the production and productivity of cocoa launched by the provincial government and the central government. Neither the form ofthe expansion of planting area and also the provision of quality seeds of cocoa. Almost allareasin West Sumatra suitable for the cultivation of cocoa, so the cocoa planting area covers almost all the districts in the province. Added acreage make significant increase of cocoa production in West Sumatra. Increased production, planning should be made to anticipate the marketing of cocoa production people. One way is to establish agro-based cocoa in West Sumatra province. This paper will discuss the selection of the center location sand their cocoa agro-based development strategy community. The selectionis based on the development strategy of the group with the intention that added value can come enjoyed by the group. The plan consists ofa medium-term strategy and along term target of total area and total production.Keywords: cocoa, strategicplans, MPE, AHP
Efek Materi Belajar dan Adopsi Inovasi Terhadap Pengetahuan Petani Tentang Kependudukan Lingkungan Hidup di Kota Sengeti Jambi
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe aim of this study is to assess the impact a of learning materials and farmer adoption of innovations on the knowledge of population and environmental in sengeti Jambi. The technique for assigning the treatment to the learning groups was random.  Sample for analyzing data were 120 PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). He result of the research indicate four findings: (1) for the whole farmer, the knowledge of learners who taught by the learner controlled learning material =                  ;  is very significantly higher than those who  taught by the institutionally controlled  learning material               ;  (2) the knowledge of farmer earlier adoption who taught by the learner controlled learning  material            is   verv  significantly  higher  than those a who taught by the institutionaly controlled learning material                 ; (3) the knowledge of later adopters who taught by the learner controlled learning material              ; does  not  differ significantly from  those   who taught by the institutionally controlled learning material            ; (4) there is a significant effect of the two variables on the learner's knowledge. Therefore, the recommended policy is mass literacy development on environment that generates a population is aware of the environment and is associated problems.Keywords: Farmer Adoption,Learning Material, Institutional
Design and Analysis of Elektrical Appliance Experiment With Two Factorial Design
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractA rice cooker or rice steamer is a self-contained electrical appliance, used primarily for cooking. Here are also microwave, gas, and open flame variants. The preparation of rice has traditionally been a tricky cooking process that requires accurate timing, and errors can result in inedible undercooked or burnt rice. Rice cookers aim to avoid these problems by automatically controlling the heat and timing in the preparation of the rice, while at the same time freeing up a heating element on the range. In these experiments, we use three branch of rice cooker that is; A, B, and C. This entire product has capacity 1.8 liter. The load cook divided in three-load level; 0.5 liter, 1.0-liter end 1.5 liters. Each level or load cook has two times experiments. Time of experiments for each product is the same, with stopwatch, the speed of cooking can be able to identify. So each product can looked at how long spent the time for cooking the rice.Keywords: Design, Analysis,Electrical Appliance
Kinerja dan Potensi Industri Ban Dalam Negeri
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan hasil studi pustaka dalam rangka meneliti potensi dan  kinerja industri ban dalam negeri.  Industri ban  merupakan  industri hilir karet alam yang memberikan sumbangan ekspor terbesar dibanding indutri hilir karet alam lainnya.  Nilai ekspor  industri ban dan produk terkait pada tahun 2003 mendekati 400 juta USD. Industri ban menyerap  sekitar 70% - 80% dari produksi karet alam dunia. Produsen ban dalam negeri tergabung dalam APBI (Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia) dengan jumlah anggota aktif sebanyak 13 perusahaan. Berdasarkan data APBI nilai penjualan domestik ban roda-4 dan roda-2 tahun 2004 mencapai 4.743.240Kata Kunci:  Industri Ban, Karet Alam, Kinerja Industri
Penerapan Agropolitan dan Agribisnis dalam Pembangunan Ekonomi Daerah
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Era Reformasi pembangunan ekonomi yang sentralistis (top-down) membawa akibat terjadinya disparitas ekonomi yang sangat mengkha-watirkan bagi bangsa dan negara kita. Hal tersebut mengakibatkan rapuhnya perekonomian nasional dan parahnya disparitas ekonomi antar daerah dan golongan masyarakat, karena tidak berakar kuat pada ekonomi daerah. Konsep Otonomi Daerah dengan kebijakan pembangunan ekonomi yang bottom-up, sektor-sektor ekonomi yang dikembangkan disetiap daerah harus dapat mendayagunakan sumber daya yang terdapat atau dikuasai oleh masyarakat di daerah tersebut. Cara yang paling efektif untuk mengem-bangkan perekonomian daerah adalah melalui penerapan agropolitan dan pengembangan agribisnis. Pengembangan agribisnis bukan hanya pengem-bangan pertanian primer (on farm agribusiness) tetapi juga mencakup industri-industri yang menghasilkan sarana produksi (up stream agri-business) dan industri-industri yang mengolah hasil pertanian primer dan kegiatan perdagangannya (down stream agribusiness). Penerapan agropolitan dan pengembangan agribisnis di setiap daerah harus juga disertai dengan pengembangan organisasi ekonomi, melalui pengembangan koperasi agribisnis yang ikut mengelola upstream agribusiness dan down-stream agribusiness melalui usaha patungan (joint venture) dengan BUMN/BUMD. Dengan demikian perekonomian daerah akan mampu berkembang lebih cepat dan sebagian besar nilai tambah agribisnis akan tertahan di daerah dan pendapatan rakyat akan meningkat. Apabila hal tersebut terwujud akan mampu menghambat arus urbanisasi bahkan justru mendorong ruralisasi sumber daya manusia.Kata Kunci: Agropolitan, Agribisnis, Top Down, Bottom Up, Joint Venture, On Farm Agribusiness, Up Stream Agribusiness
Penjadwalan Produksi Mesin Injection Moulding Pada PT. Duta Flow Plastic Machinery
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 2 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanyak jenis produk yang dipesan oleh pelanggan kepada perusahaan injection moulding.  Tiap produk produk memiliki waktu proses dan due date yang beragam.  Agar semua pesanan dapat terselesaikan pada waktu-nya dan efisien, diperlukan penjadwalan semua pesanan tersebut.  Pada PT. Duta Flow Plastic Machinery terdapat enam mesin paralel yang menger-jakan pesanan atau order tersebut. Saat ini perusahaan menerapkan metode penjadwalan FCFS.  Metode penjadwalan yang diuji adalah SPT, WSPT, Slack Time, LPT dan EDD.  Berdasarkan pesanan yang ada  di perusahaan, metode LPT lebih baik dari metode lainnya berdasarkan performansi yang diperlukan perusahaan, yaitu dengan makespan 556,10 jam, jumlah pekerjaan terlambat 6 buah pekerjaan, rata-rata kelambatan 97,72 jam dan maksimum kelambatan 203,11 jamKata Kunci: Penjadwalan Produksi, Injection Moulding, Metode Penjad-walan
Usulan Minimasi Biaya Dan Penyebab Delay Pada Proyek Proses Produksi Tanki Trafo 60 MVA Dengan Metode Pert Dan Fuzzy Logic Di PT. Sanggar Sarana Baja
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada penyelenggaraan proyek terdapat proses pengambilan keputusan dan proses penetapan tujuan. Sistem penjadwalan proyek yang kurang tepat dapat mengganggu jalannya kegiatan produksi dan proyek tidak dapat selesai sesuai dengan waktunya. Selain itu, biaya yang digunakan dalam kegiatan produksi akan bertambah. Pada PT. Sanggar Sarana Baja, penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu menyebabkan tingginya tingkat delivery delay (keterlambatan), khususnya pada works department. Ketidaksesuaian antara waktu penyelesaian proyek yang dijadwalkan dengan aktual pada works department berakibat pada keterlambatan penyelesaian keseluruhan proyek yang juga mengakibatkan keterlambatan pengiriman produk ke pelanggan (customer). Keterlambatan (delay) terutama terjadi pada penyelenggaraan proyek proses produksi tanki trafo 60 MVA. Pengendalian pelaksanaan proyek tersebut dilakukan dengan metode PERT (Programme Evaluation and Review Technique). Dengan metode ini, ditentukan waktu penyelesaian proyek normal yaitu 410,66 jam dan biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar $ 5.632,81. Selain itu, juga ditentukan waktu percepatan penyelesaian proyek optimal yaitu 384 jam dengan biaya yang optimal pula yaitu sebesar $5.650,26. Keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan oleh terjadinya rework, mesin rusak dan kekurangan manpower. Berdasarkan analisa diketahui bahwa untuk menyelesaikan proyek proses produksi tanki trafo 60 MVA dengan waktu normal, jumlah rework yang diijinkan terjadi maksimal tiga kejadian, frekuensi mesin rusak maksimal 30 kejadian dan kekurangan manpower maksimal tiga kejadian setiap tahun. Untuk menyelesaikan proyek dengan waktu penyelesaian dipercepat dengan biaya minimum (384 jam), jumlah rework yang diijinkan terjadi maksimal dua kejadian, frekuensi mesin rusak maksimal 30 kejadian dan kekurangan manpower maksimal dua kejadian pada setiap tahun.Kata Kunci: Delivery delay, Minimasi biaya, PERT, fuzzy logic.
Penelitian Ekonomi Teknik dalam IHS Konstruksi Beton Mutu Tinggi
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is connected with index unit price which is used in the process of design and construction of setting up high quality concrete building in accordance with Law No. 28/2002. Method of research used is by utilizing nomenklatur of building accompanied with identification of primary elements, encompassing remuniration, dominant material and method of accomplishment. Then, conduct identification for verification along with the result of field survey which is further continued with analysis of index unit price. The result of engineering economy research denotes that from 3 types of researched buildings acquires rate of percentage toward AHS: remuniration = 21,5 %, material = 75,9% and method of accomplishment = 2,6%. The result of this research also reveals 4 types of materials which determines cost of material, that is: concrete, steel, bricks, and wood. This research concludes that cost of material still dominates cost of construction. In other word, understanding sensitivity of cost for material will influence cost of construction.    Kata Kunci:  Ekonomi Teknik, Indeks Harga Satuan,  Konstruksi Bangunan, Beton Mutu TInggi.
Peranan Agroindustri dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Ekonomi
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKrisis ekonomi Indonesia diawali dengan depresiasi mata uang rupiah dan apresiasi mata uang US dolar, ini disebabkan karena industrialisai substitusi impor yang mengandalkan proteksi ternyata lebih banyak menggunakan kandungan impor (import content). Agroindustri merupakan salah satu yang berperan dalam pemulihan perekonomian Indonesia pasca  krisis, karena ternyata agroindustri tidak memerlukan kandungan impor yang tinggi dan lebih banyak menggunakan kandungan lokal (local content) melalui Usaha Kecil Menengah (UKM). Secara  empiris terbukti bahwa ketika masa krisis ekonomi tahun 1997 seluruh sektor mengalami pertumbuhan negatif ternyata sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berbasis sumberdaya domestik justru tumbuh positif. Globalisasi yang melanda ekonomi dunia sehingga tidak ada batas antar negara menuntut keunggulan kompetitif (competitive advantage) dari masing-masing produk yang dihasilkan suatu negara, agroindustri yang disertai spesialisasi dibidang pertanian dengan memanfaatkan comparative advantage serta pemberdayaan sumberdaya domestik diharapkan dapat mendorong  ekspor Indonesia.Kata Kunci: Globalisasi, Import content, local content, Usaha Kecil Menengah (UKM), comparative advantage, competitive advantage, agroindustri
Usulan Penerapan Sistem F/G Kanban Barcode Untuk Menurunkan Overstock ”Studi Kasus Pada PT. IRC INOAC INDONESIA TANGERANG”
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakToyota telah mencapai popularitasnya di manufaktur dunia setelah menggunakan Sistem Produksi Tepat Waktu Just In Time (JIT). Just In Time merupakan salah satu sistem yang handal dalam merealisasikan upaya suatu perusahaaan untuk menyingkirkan segala hal penyebab terjadinya pemborosan (waste) yang diakibatkan oleh persediaan berlebih (Over Stock), kelebihan jumlah tenaga kerja, dan tingginya scrap dan rework. Salah satu perangkat untuk merealisasikan JIT adalah kanban. PT. IRC INOAC INDONESIA (IRI) bermaksud untuk menerapkan sistem kanban pada Warehouse Finish Good (selanjutnya disingkat F/G) di Departemen Mould Plant I dalam mengontrol stock atau persediaan untuk memenuhi pesanan customernya. Jenis kanban yang diusulkan dan dikaji untuk diterapkan di Warehouse Finish Good di Departemen Mould Plant I PT IRC INOAC INDONESIA ini adalah Kanban Barcode. Dengan penerapan  sistem F/G Kanban Barcode ini maka perlu dilakukan perubahan prosedur pemasukkan, penerimaan dan penempatan part di Warehouse F/G tersebut. Perubahan secara signifikan dalam prosedur pemasukkan part ke Warehouse F/G adalah kegiatan entry data secara manual diganti dengan scaning barcode yang dapat mengurangi jumlah Overstok dan tenaga kerja sebanyak 1 orang, sedangkan dalam perubahan prosedur penempatan part secara otomatis akan mengurangi penggunaan area Warehouse hingga 40%. Kesimpulan akhir yang diperoleh dari hasil observasi ini adalah sistem F/G Kanban Barcode dapat diterapkan di Warehouse F/G ini.Kata Kunci: Just In Time, Kanban, PTN (Product Transfer Note), Barcode, Over Stock, Finish Good.

Page 9 of 17 | Total Record : 164