cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
Interface Sebagai Solusi Terbaik
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 4, No 1 (2005): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang pentingnya melakukan sebuah rekayasa ulang (reenginerring) sistem interaksi (interface) yang terjadi di antara pelanggan dan perusahaan penyedia produk/jasa.  Dalam tulisan ini dibahas mengenai perkembangan pelayanan yang menjadi sangat maju melalui penggunaan teknologi informatika serta pelayanan profesional.  Selain itu, dikemukakan pula beberapa hal yang berkaitan dengan upaya-upaya terbaik yang dapat dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan secara profesional.  Pelanggan merupakan sosok yang unik sehingga hubungan interaksi dengan pelanggan akan berhasil terutama bila memperhatikan empat dimensi yang berbeda, yaitu penampilan, pengetahuan, emosi, dan keterhubungan.  Oleh karena itu, hubungan interaksi yang berkualitas tinggi akan menjadi salah satu kunci sukses dalam membina hubungan dengan pelanggan, yang pada gilirannya akan menciptakan loyalitas terhadap produk/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.Kata Kunci : Interface, reengineering, pelanggan, pelayanan, perusahaan
Identifikasi Kansei Untuk Evaluasi Desain Produk Kursi Makan Rotan Kansei Identification For Rattan Dining Chair Design Evaluation
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn product development, it is important to grasp the Kansei (feeling) of consumers from a product. The purpose of this study was to identify consumer Kansei factors in evaluating a product, especially rattan dining chairs. The study began by looking for Kansei words that represent feelings and emotions of consumers, which were beautiful, unique, innovative, comfortable, natural, modern, sturdy and simple. The words were grouped into four factors; aesthetics, functionality, materials and construction. For the assessment, rattan dining chair was divided into five elements, which were back chair design elements, seat, armrest, base and woven. Respondents' assessment were carried out using the structure of the analytical hierarchy process (AHP) with pairwise comparison method. The results showed that for design of backrest and base rattan chair, the most influential factor was the construction. For the design of rattan seat chair, most influential factor was functionality, while the armrest design and woven the influential factor was aesthetics. These factors and Kansei words were validated by a set of sensitivity analysis.Keywords: Kansei, rattan dining chair, Analytical Hierarchy Process (AHP)       AbstrakDalam pengembangan produk, sangat penting untuk menangkap Kansei (perasaan) konsumen terhadap produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor Kansei konsumen dalam mengevaluasi produk, dalam hal ini rotan kursi makan. Penelitian diawali dengan mencari kata Kansei yang mewakili perasaan dan emosi konsumen, yakni cantik, unik, inovatif, nyaman, alami, modern, kokoh dan sederhana. Kata-kata tersebut kemudian dikelompokkan menjadi empat faktor, yaitu estetika, fungsi, bahan dan konstruksi. Untuk penilaian kursi rotan dibagi menjadi elemen desain punggung, dudukan, sandaran tangan, kaki dan anyaman. Penilaian responden dilakukan menggunakan struktur analytical hierarchy process (AHP) dengan metode pairwise comparison.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk desain sandaran punggung dan desain kaki kursi rotan, faktor yang paling berpengaruh adalah konstruksi, untuk desain dudukan kursi rotan, yang paling berpengaruh adalah faktor fungsi, sedangkan untuk desain sandaran tangan dan anyaman faktor yang bepengaruh adalah estetika. Selanjutnya validasi dilakukan dengan menggunakan analisis sensitifitas.Kata kunci: kansei, kursi makan rotan, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perbaikan Sistem Kerja Dan Aliran Material Pada Pt. M Motors and Manufacturing
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSistem Kerja adalah salah satu hal yang seringkali harus dikaji ulang oleh pengamat dari luar sistem, yang memiliki pandangan lebih obyektif. PT.M Motors and Manufacturing adalah perusahaan penghasil mobil dengan target produksi yang tinggi. Hasil pengamatan menunjukan lini dua yang memiliki pekerja paling banyak karena besarnya engine yang dirakit (4D34)menjadikannya lini yang paling kritis. Sehingga keamanan, keefektifan, dan kenyamanan kerja sangat penting. Di lini ini ditemukan adanya sistem supply part dan peletakan serta perhitungan alat bantu daisha yang tidak efektif, sehingga dinamika pergerakan sistem kerja tidak teratur  dan dapat menyebabkan keterlambatan produksi bahkan kecelakaan kerja akibat kesemrawutan sistem, kurangnya konsentrasi, dan kelalaian pekerja. Dengan perbaikan sistem kerja, seperti perubahan sistem supply part dan letak daisha dapat membantu mengurangi gerakan kerja operator yang tidak efektif, meningkatkan konsentrasi kerja,dan dapat dikurangi kelalaian. Hal itu terbukti dengan meningkatnya kapasitas produksi yang dihasilkan. Dan perbaikan sistem yang telah diimplementasikan tersebut, diakui mendukung program kegiatan perbaikan-perbaikan (kaizen) yang sedang digalakan di PT. M Motors and Manufacturing.Kata kunci: perancangan sistem kerja, ergonomi, aliran material
Usulan Penerapan Teori Markov Dalam Pengambilan Keputusan Perawatan Tahunan Pada Pt. Pupuk Kujang
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Pupuk Kujang sebagai salah satu  pabrik  pupuk terbesar di Indonesia membutuhkan suatu sistem perawatan fasilitas produksi untuk mengurangi kerugian karena karena kegagalan kinerja mesin produksi.  Perawatan tahunan yang diterapkan pada PT. Pupuk Kujang memiliki kendala yakni mesin harus dimatikan selama beberapa hari sehingga produksi menjadi berkurang 1.725 ton/hari. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan menjadi ragu dalam penerapan sistem ini. Apakah benar melakukan perawatan tahunan merupakan sistem terbaik? Penelitian ini bertujuan untuk membantu PT. Pupuk Kujang untuk mengevaluasi keputusan  perawatan mesin mengunakan metode Markov.  Kondisi mesin dibagi menjadi 3 state yakni baik, rusak sedang dan rusak berat. Alternatif yang diberikan adalah tidak melakukan perawatan tahunan atau melakukan perawatan tahunan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan bahwa keputusan terbaik yang diambil perusahaan ialah melakukan perawatan tahunan selama 5 periode (1periode = 18 bulan). Hasil produksi yang hilang hanya berkisar antara 1,1% sampai 3,4% yang berarti lebih kecil dibanding jika tidak dilakukan perawatan tahunan yang hilang sampai dengan 40%. Untuk mengurangi hasil produksi yang hilang, dapat dilakukan dengan mengurangi waktu shut down mesin selama perawatan tahunan yang menyebabkan hilangnya sejumlah produksi menjadi lebih kecil. Cara ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menggunakan tenaga ahli, mengurangi waktu tempuh antar mesin yang mengalami kerusakan dan persedian komponen perbaikan sehingga tidak perlu menunggu kedatangan komponen terlebih dahulu. Untuk itu, permasalahan yang dihadapi oleh PT. Pupuk Kujang dalam mengambil keputusan dalam melakukan perawatan tahunan dapat terselesaikan dengan keputusan yang baik.Kata kunci: teori markov, perawatan tahunan, keputusan
Usulan Mengurangi Jumlah Cacat Tutup Kaleng 301 Easy Open End Line Waxing Menggunakan Metode Six Sigma Di Pt Cuc Jakarta
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas adalah faktor penting dalam dunia industri, segala daya upaya dilakukan untuk menang dalam persaingan pasar, salah satu cara adalah dengan mengurangi jumlah cacat yang terjadi. PT CUC adalah perusahaan yang memproduksi kaleng Easy Open End (EOE) 301 alumunium, dimana ditemukan berbagai jenis cacat di line produksi waxing. Dengan menggunakan 5W + 1H ditemukan beberapa jenis cacat yang dihasilkan pada line tersebut, dengan menggunakan diagram pareto dapat diketahui cacat kotor wax merupakan jenis cacat yang paling sering muncul dibandingkan jenis cacat lainnya. Pada pengukuran indeks kemampuan proses potensial line waxing diperoleh kriteria sangat baik dengan nilai Cp = 2.06, sedangkan indeks kemampuan proses aktual dengan nilai Cpk = 2.02, dimana DPMO yang dihasilkan adalah 28.012 dengan nilai sigma = 5.528. Dengan menggunakan Fishbone dan Critical To Quality (CTQ) diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab dominan  terjadinya cacat kotor wax. Pada proses CTQ  diambil 8 faktor tertinggi yaitu: Faktor belt, faktor bak, faktor exhaust, faktor nozzle, faktor setting mesin, faktor tipe sheet, faktor  material sheet, faktor material wax untuk dilakukan analisa lebih mendalam menggunakan FMEA yaitu dengan mencari modus kegagalan potensial yang terjadi, dampak/ efek kegagalan potensialnya, penyebab potensial kegagalan mekanis, kontrol pencegahan dan deteksi, serta rekomendasinya. Dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan produksi kaleng EOE 301 untuk menganalisis dan memberikan nilai Severity, Occurence dan Detection, maka diperoleh nilai RPN (Risk Priority Number). Dari rekomendasi yang diusulkan dapat dilakukan upaya perbaikan (improvement) untuk mengurangi jumlah cacat kotor wax.Kata kunci: kaleng easy open end, cacat kotor wax, severity
Optimalisai Penjadwalan Produksi dengan Metode Algoritma Genetika di PT. Progress Diecast
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 02 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Progress Diecast merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang diecasting komponen otomotif.  Perusahaan ini menerapkan sistem make to order dengan  sistem  produksi  general flow shop.  Untuk mengoptimumkan jalannya produksi sehingga dapat memenuhi pesanan pelanggan tepat pada waktunya, diperlukan suatu sistem penjadwalan produksi yang robust. Permasalahan  yang  dihadapi PT. Progress Diecast saat  ini  adalah  adanya  keterlambatan  penyelesaian pesanan melebihi batas waktu yang telah disepakati bersama, sehingga mengakibatkan meningkatnya  biaya  produksi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari metode penjadwalan produksi yang  tepat, dengan membandingkan antara metode Campbell, Dudekand Smith dan metode Algoritma Genetika.  Penjadwalan ini akan membantu perusahaan dalam menentukan urutan pekerjaan yang  tepat berdasarkan tujuan untuk meminimasi makespan dan  mean flow time. Luaran dari penelitian berupa suatu rancangan program aplikasi penjadwalan dengan metode Algoritma Genetika menggunakan software MATLAB.  Hasil yang didapat menunjukkan bahwa  proses perhitungan dengan metode Algoritma  Genetika jauh lebih cepat dan akurat daripada metode yang digunakan pada saat ini di PT. Progrss Diecast, yaitu metode Firs In First Out (FIFO) dan metode Campbell, Dudek and Smith. Penjadwalan dengan metode Campbell, Dudek and Smith menghasilkan nilai makespan 84.472 hari dan mean flow time 45.076 hari, sedangkan perhitungan metode Algoritma Genetika menghasilkan nilai makespan sebesar 78.136 hari dan mean flow time sebesar 43.7897 hari.Kata kunci: penjadwalan,  algoritma genetika, makespan
Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pt. X Dengan Model Servqual Dan Kano
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 01 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKepuasan pelanggan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam perusahaan jasa, terutama untuk penjualan barang-barang dengan target pelanggan kelas menengah keatas. Pelayanan yang maksimal dan mengerti  kemauan pelanggan merupakan faktor yang utama. Salah satu kegiatan pencapaiannya adalah dengan memberikan kepuasan dengan sebaik-baiknya. Kepuasan pelanggan berlaku untuk semua industri baik yang bergerak di bidang manufaktur maupun di bidang jasa. Untuk meningkatkan kualitas layanan maka perlu dilakukan perbaikan dalam usaha peningkatan layanan, baik internal maupun eksternal. Salah satu cara untuk perbaikan peningkatan kualitas layanan pelanggan PT X adalah dengan menggunakan integrasi konsep Servqual yang dilanjutkan dengan Kano, yang kedua metode tersebut dibawa ke dalam Voice of Customer (VoC). Hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan Model Servqual dan Kano serta Voice of Customer yang sudah terkumpul, menunjukkan masih banyaknya pelayanan yang belum sesuai harapan  pelanggan.  Perbaikan yang dibutuhkan berdasarkan hasil kuesioner 3 tertinggi, ternyata menunjukan hal yang paling sederhana: yaitu tersedianya minuman gratis untuk customer, diikuti oleh kebersihan ruangan, pengelolaan parkir.Adapun penerapannya dalam pelaksanaannya akan dipertimbangkan juga  faktor sumber daya. Yaitu masalah keuangan, waktu , dan sumber daya manusia. Selanjutnya pertimbangan masalah kemudahaan pelaksanaan.Kata kunci: servqual, kano, voice of customer
Rekayasa Sistem Manajemen Ahli Perencanaan Produksi Karet Spesifikasi Teknis
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 01 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan penghasil karet spesifikasi teknis terbesar di dunia, dengan nilai ekspor mencapai 92% dari total ekspor karet alam Indonesia.  Permintaan dunia  meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri pengguna terutama industri ban.  Untuk meningkatkan kinerja produksi karet spesifikasi teknis diperlukan suatu sistem pengambilan keputusan dalam perencanaan produksi yang adaptif.  Untuk dapat melakukan penyesuaian dan pengendalian rencana produksi dengan dinamika pasokan dan dinamika permintaan serta kemampuan produksi perlu dirancang suatu sistem pengambilan keputusan yang terintegrasi dengan kemampuan rantai pasokan  dan adaptif terhadap perubahan sehingga mampu mengurangi unsur ketidakpastian dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancangbagun model sistem manajemen ahli untuk kepentingan perencanaan dan pengendalian produksi karet spesifikasi teknis.  Model disusun dalam basis model yang terdiri atas model prakiraan harga dan permintaan, model prakiraan ketersediaan bahan baku dan model perencanaan produksi. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah pendekatan manajemen rantai pasok, sistem pengambilan keputusan, jaringan syaraf tiruan, fuzzy inferencce system. Model sistem manajemen ahli yang dihasilkan diharapkan dapat membantu para pengambil keputusan dalam merencanakan dan menyesuiakan rencana produksi dengan dinamika disisi permintaan dan dinamika pasokan.Kata kunci: karet spesifikasi teknis,  jaringan syaraf tiruan,  fuzzy inference system
Optimasi Koloni Semut Fuzzy Multi Objektif Untuk Pencarian Jalur Pasok Bioenergi Berbasis Kelapa Sawit
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 01 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada dasarnya, model berbasis Optimasi Koloni Semut mampu melakukan pencarian jalur terbaik yang hanya memiliki satu tujuan saja. Keadaan itu sangatlah sulit untuk diadaptasi dan diimplementasikan, karena di kasus sesungguhnya, jalur pasok memiliki tujuan yang lebih dari satu, atau disebut dengan multi objektif. Berarti, harus ada perbaikan pada metode Optimasi Koloni Semut, baik berbasis fuzzy atau non-fuzzy, menjadi Optimasi Koloni Semut Multi Objektif. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperbaiki metode Optimasi Koloni Semut Fuzzy menjadi Optimasi Koloni Semut Multi Objektif. Metode ini diimplementasikan pada kasus pencarian jalur teroptimum untuk rantai pasok energi berbasis kelapa sawit. Hasil pencarian jalur teroptimum menunjukkan bahwa jalur tersebut memiliki nilai optimum sebesar 70,676. Selain itu, metode telah diverifikasi dan validasi dengan sekumpulan data asli.Kata kunci: optimasi koloni semut, fuzzy, multi objektifAbstractIndeed, the ant colony optimization based model could search the best path that has only one path objective. It would be difficult to be adopted and implemented, because in the real case, the supply path has multi objectives. It is a need to improve the ant colony optimization for multiobjectives case. The objective of this paper is improve the ant colony optimization for solving multi objectives based supply path problem by using fuzzy ant colony optimization. The developed multi objectives fuzzy ant colony optimization was used tosearch the optimum path of palm oil based bioenergy supply chain that has 70,676 performance value. The method was validated and verified with a real data set and the finding was analyzed and discussed.Keywords: multi objectives fuzzy ant colony optimization, supply path searching, palm oil based bioenergy supply chain. 
Design Of Department Performance Efficiency Measurement At Higher Education With Integration Of Balanced Scorecard (Bsc) And Data Envelopment Analysis (Dea) Approach
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 01 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research discusses the design of department performance efficiency measurement at higher education. Performance measurement is generally a basis for decision making should reflect information such as efficiency, effectiveness and productivity. In this study the set of input and output, grouped by the perspective of the Balanced Scorecard (BSC). By using Data Envelopment Analysis (DEA), the relative efficiency of the department can be known. Totaly there are 5 input and 9 output that become parameters for measuring performance of department in higher education. Based on the BSC perspectives, financial get 2 inputs-2 outputs, internal business process get 1 input-2 output, customer get 1 input-3 output, finally, learning and growth get 1 input-2 output.Keywords: Balanced Scorecard, Data Envelopment Analysis, Performance Measurement

Page 11 of 16 | Total Record : 155