Articles
190 Documents
Search results for
, issue
"vol. 8 no. 2 (2026)"
:
190 Documents
clear
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Stres pada Keluarga yang Merawat Anak dengan Leukemia
Maharani, Resti;
Huda, Nurul;
Kusumarini, Novita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.490
Pendahuluan: Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan jangka panjang di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis bagi keluarga. Dukungan sosial dari anggota keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu keluarga mengelola stres selama proses perawatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian terdiri dari 41 responden, yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian berupa kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan skala Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk menilai tingkat stres. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar keluarga memperoleh dukungan sosial pada kategori tinggi (48,8%), sedangkan tingkat stres yang dialami berada pada kategori sedang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres keluarga (p = 0,029 < 0,05), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada keluarga yang merawat anak penderita leukemia. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan tekanan psikologis keluarga. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan melibatkan keluarga dalam perawatan anak, memberikan edukasi, serta menyediakan dukungan psikososial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain yang berhubungan dengan stres keluarga, seperti strategi penanggulangan dan kualitas hidup.
Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi
Susan Venasari;
Noor Yunida Triana;
Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491
Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.
Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) Dalam Upaya Mengatasi Hipotermia Dan Refleks Hisap Lemah Pada Bayi Ny. R Dengan BBLR Di Ruang Melati RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo
Eliana Septi Maharani;
Noor Yunida Triana;
Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.492
Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi, yang dapat berdampak pada penurunan refleks hisap dan keberhasilan menyusui. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Kangaroo Mother Care dalam mengatasi hipotermia dan refleks hisap lemah pada bayi BBLR. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi dilakukan di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 8–9 September 2025 dengan subjek satu bayi BBLR yang mengalami hipotermia. Intervensi berupa Kangaroo Mother Care diberikan sebanyak dua kali sesi dengan durasi minimal 60 menit. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi dari 35,3°C sebelum intervensi menjadi 36,8°C setelah dua kali intervensi, serta perbaikan refleks hisap yang ditandai dengan peningkatan kemampuan menyusu dan berkurangnya kebutuhan nutrisi melalui orogastric tube. Kesimpulan: Kangaroo Mother Care efektif dalam mengatasi hipotermia dan membantu meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah serta direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.
Implementasi ROM Aktif Pada Pasien Osteosarkoma Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Harisma Aulia Imanda;
Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.493
Osteosarcoma merupakan kanker tulang yang bersifat agresif dan dapat bermetastasis, sehingga menyebabkan gangguan fungsi gerak akibat kerusakan jaringan serta proses pengobatan yang dijalani. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak pada pasien post operasi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif terhadap peningkatan aktivitas gerak pada pasien post operasi osteosarcoma. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian hingga evaluasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27–29 Agustus 2025 di Ruang Aster RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap satu responden yang diberikan latihan ROM aktif selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas gerak, penurunan kekakuan, serta membaiknya kekuatan otot setelah dilakukan intervensi, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas ringan secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ROM aktif efektif dalam meningkatkan fungsi mobilisasi pada pasien post operasi. Kesimpulannya, latihan ROM aktif terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kemampuan gerak pasien osteosarcoma dan dapat menjadi intervensi pendukung yang dipadukan dengan terapi farmakologis guna mempercepat proses pemulihan.
Pengaruh Akupresur (P6) Terhadap Keluhan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama
Oktaviani, Sri Nurfadilla;
Ika Kania Fatdo Wardani;
Sugiharti, Rosi Kurnia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.494
Mual dan muntah merupakan keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil pada trimester pertama dengan prevelensi 70-80%. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan asupan nutrisi, dan berdampak negatif pada pertumbuhan janin apabila tidak ditangani. Akupresur pada tiitk Pericardium 6 (P6) merupakan salah satu terapi non-farmakologis yang aman untuk meredakan keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Akupresur titik P6 terhadap keluhan mual dan muntah pada ibu hamil tirmester pertama. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 38 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual dan muntah, dipilih dengan teknik total sampling, dilaksanakan di TPMB Bidan Siska, Bekasi pada Mei-Juni 2025. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena distribusi data tidak normal (P <0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami mual muntah sedang (76,3%), dan setelah diberikan akupresur mayoritas bergeser ke kategori ringan (71,1%). Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan bermakna tingkat mual muntah sebelum dan sesudah Akupresur (Mean rank=10,0 P=0,000). Kesimpulan : Akupresur titik P6 terbukti efektif menurunkan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama, sehingga dapat menjadi pilihan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil.
Pengaruh Permainan Piring Sehat Terhadap Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Pada Remaja
Resti Saputri;
Nurhannifah Rizky Tampubolon;
Ganis Indriati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.496
Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi akibat kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan makanan yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Media edukasi yang interaktif diperlukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan piring sehat terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment menggunakan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel adalah remaja berjumlah 82 responden, terdiri dari 41 responden pada kelompok eksperimen dan 41 responden pada kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis yang digunakan adalah bivariat menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian diperoleh hasil terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan intervensi permainan piring sehat (p < 0,05). Uji Mann-Whitney juga menunjukkan perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah intervensi (p < 0,05). Permainan piring sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dapat dijadikan sebagai alternatif media edukasi kesehatan yang menarik dan interaktif.
Hubungan BMI Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Modayag Bolaang Mongondow Timur
Tiarani Puspita Sari, Dini;
Wida Mashitah, Musthika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.499
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan berkaitan erat dengan peningkatan Body Mass Index (BMI). Kelebihan berat badan pada usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis seperti resistensi perifer dan aktivasi sistem saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat terstandar. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,3% responden mengalami hipertensi, dengan proporsi tertinggi pada kelompok overweight (68,2%) dan obesitas (80%). Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara BMI dan hipertensi (p = 0,012). Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian berat badan melalui edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan tekanan darah perlu diperkuat dalam pelayanan kesehatan lansia.
Hubungan Kebiasaan Tidur Siang Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu
Wicaksono, Lanjar;
Zakaria, Amin;
Mashitah, Musthika Wida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.503
Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan terjadinya insomnia adalah kebiasaan tidur siang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 Bumiayu. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi berjumlah 70 lansia. Data kebiasaan tidur siang diukur menggunakan Napping Behaviour Questionaire (NBQ) dan tingkat insomnia menggunakan Insomnia Severity Index (ISI). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi á = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lansia memiliki kebiasaan tidur siang rendah (55,7%) dan insomnia ringan (32.9%). Terdapat hubungan signifikan antara kebiasan tidur siang dengan kejadian insomnia pada lansia (p=0,006). Kebiasaan tidur siang yang tinggi cenderung menyebabkan insomnia berat. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi dan pola tidur siang perlu dikelola dengan baik sebagai bagian dari upaya pencegahan insomnia pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pola tidur sehat serta memonitor kondisi tidur lansia secara berkelanjutan.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anggota PMR MTS Terpadu Ar-Roihan Lawang Melalui Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice
Ramadhan, Ulil Absar;
Laksono, Bayu Budi;
Ristanto, Riki
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.505
Latar belakang: Kemampuan kognitif remaja dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya perawatan luka terbuka, masih tergolong rendah dan memerlukan metode pelatihan yang efektif. Metode Drill and Practice merupakan pendekatan pembelajaran berbasis latihan berulang yang dapat meningkatkan pemahaman dan ketepatan dalam tindakan klinis. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka dengan Metode Drill and Practice terhadap kemampuan kognitif anggota Palang Merah Remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest–Posttest, melibatkan 30 responden anggota PMR yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa tes tulis 25 soal pilihan ganda. Analisis yang digunakan meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Nilai rata-rata pre-test 13,53 meningkat menjadi 17,00 pada post-test. Sebelum pelatihan, sebagian besar responden berada pada kategori cukup (50,0%) dan kurang (46,7%). Setelah pelatihan, kemampuan kognitif meningkat menjadi cukup (53,3%) dan baik (43,3%). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan t = –4,089, df = 29, p < 0,001, yang berarti terdapat peningkatan signifikan setelah pelatihan. Simpulan: Pelatihan rawat luka terbuka dengan metode Drill and Practice berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan kognitif anggota PMR.
Pengetahuan Dan Tindakan Pencegahan Stunting Pada Kader Kesehatan Dan Ibu Muda
Cahyaningrum, Etika Dewi;
Triana, Noor Yunida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.506
Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, terutama di wilayah miskin ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting pada kader kesehatan dan ibu muda serta mengeksplorasi pengaruh nilai budaya lokal terhadap praktik pengasuhan dan gizi anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 104 responden (10 kader dan 94 ibu muda) di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah dimodifikasi dan divalidasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting dalam kategori tinggi (pengetahuan ibu 62,77%, kader 70%; tindakan ibu 79,79%, kader 90%). Namun, ditemukan pengaruh nilai budaya lokal, seperti pantangan makanan, kepercayaan terhadap makanan tradisional, dan pengaruh tokoh adat/agama dalam praktik pemberian makan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengetahuan dan tindakan saja belum cukup untuk menurunkan prevalensi stunting jika tidak diimbangi dengan intervensi lintas sektor yang sensitif budaya. Studi ini memberikan rekomendasi untuk merancang intervensi edukatif berbasis budaya lokal yang melibatkan komunitas secara aktif. Keterbatasan studi adalah belum mengukur dampak langsung terhadap status gizi anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model intervensi dan media edukasi yang terintegrasi.