cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH
ISSN : -     EISSN : 30464552     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Education,
Primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
PREPARING FUTURE ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS FOR THE AI ERA: THE ROLE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE LITERACY, DIGITAL PEDAGOGICAL COMPETENCE, AND SELF-EFFICACY IN TEACHING READINESS Habiburrahman Habiburrahman
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/ykxag189

Abstract

The rapid diffusion of artificial intelligence (AI) into everyday classroom practice has repositioned the competencies that elementary teacher education must cultivate in pre-service teachers. This narrative review synthesizes recent empirical and conceptual literature (2017–2026) on three interrelated constructs that shape prospective elementary teachers' readiness to teach in AI-mediated classrooms: artificial intelligence literacy, digital pedagogical competence, and self-efficacy. Sources were retrieved from Scopus-indexed and Web of Science-indexed journals, Frontiers, ScienceDirect, Taylor & Francis, Springer, and official policy documents from UNESCO and the European Commission, then organized thematically rather than through a systematic protocol. The review shows that AI literacy is increasingly conceptualized as a multidimensional construct spanning technical understanding, ethical judgment, and pedagogical application, yet most instruments and interventions still target secondary or general higher-education populations rather than elementary-specific contexts. Digital pedagogical competence, framed through the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) and DigCompEdu models, correlates strongly with technology-related self-efficacy among pre-service teachers, and self-efficacy itself functions as a recurring mediator between AI exposure and teaching readiness. The synthesis proposes an integrated conceptual pathway in which AI literacy and digital pedagogical competence jointly feed self-efficacy beliefs, which in turn determine willingness to enact AI-supported instruction in elementary classrooms. The review concludes with implications for teacher-education curricula and identifies the scarcity of elementary-specific, longitudinal, and non-Western evidence as priorities for future research.
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DARI PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA DAN SENI TRADISIONAL BEKASI Sulastri Sulastri
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/fg3pm495

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh perspektif sosial budaya dan seni terhadap perkembangan holistik anak usia dini (AUD, 0–6 tahun), dengan penekanan khusus pada pemanfaatan seni tradisional khas Bekasi sebagai muatan lokal pendidikan anak usia dini (PAUD). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di TK berbasis budaya lokal di Kota Bekasi, temuan menunjukkan bahwa integrasi norma budaya seperti tradisi gotong royong dan kegiatan seni seperti tari tradisional dan seni lenong meningkatkan kemampuan sosial-emosional, kreativitas, dan identitas budaya hingga 75% berdasarkan observasi. Hasil ini didukung teori Vygotsky dan Bronfenbrenner, dengan rekomendasi kurikulum PAUD yang mengintegrasikan elemen seni tradisional Bekasi seperti tari topeng Bekasi, tari kobra ondel-ondel, lenong Bekasi, tanjidor, karinding, dan wayang kulit Betawi sebagai media stimulasi motorik, sosial, dan emosional anak sejak usia dini.
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU: STUDI EMPIRIS DI SMA NEGERI 1 KEUMALA KABUPATEN PIDIE, INDONESIA Heri Fajri; Nasruddin Nasruddin; Muhammad Zaini
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/yv66rv57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMAN 1 Keumala Kabupaten Pidie, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi adalah seluruh guru SMAN 1 Keumala yang berjumlah 48 orang, dengan sampel 44 orang yang ditetapkan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan: (1) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,847; Sig. = 0,000 < 0,05); (2) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 4,213; Sig. = 0,000 < 0,05); (3) secara simultan, disiplin dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 31,26; Sig. = 0,000 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 60,4% (R² = 0,604). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan disiplin kerja melalui sistem pengawasan berbasis reward-punishment dan peningkatan motivasi intrinsik guru untuk mengoptimalkan kinerja guru di SMAN 1 Keumala.
EXPLORING ENGLISH TEACHER CHALLENGES IN APPLYING DIFFERENTIATED LEARNING AT A SENIOR HIGH SCHOOL Shinta Nur Chamidah
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/2n9ac647

Abstract

The implementation of Differentiated Learning is a teaching approach that requires teachers to accommodate the diversity of students' abilities, interests, and readiness. However, many teachers still face difficulties during the implementation, particularly in the context of English as a foreign language in senior high schools. Therefore, the present study was conducted to explore the challenges faced by English teachers in applying Differentiated Learning in the teaching and learning process. This study used a qualitative approach with a case study design, conducted at a senior high school in Jombang, with an English teacher who has implemented the Differentiated Learning method as the participant. The data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations, and the researcher used interview guidelines and field notes for the instruments. The analysis process involved stages of coding, theme grouping, and data interpretation, with data validity maintained through member checking. The findings revealed four main challenges faced by English teachers, namely challenges in addressing the diversity of students' English proficiency levels, challenges of motivation and low student participation, challenges of time constraints and teacher workload, as well as challenges in maintaining fairness in assessing and identifying students' actual abilities. The study concludes that although differentiated instruction is relevant for addressing student diversity, its implementation demands teacher preparedness, institutional support, and practical, context-based strategies. This study suggests that teachers should implement differentiation gradually, schools should offer structural support, and future research should expand the context and study participants.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERENCANAAN KARIER SISWA MELALUI TIPOLOGI HOLLAND: STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 KARTASURA TAHUN AJARAN 2026/2027 Jihan Annasofia; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 3 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/d6dvpt26

Abstract

Perencanaan karier pada masa remaja merupakan proses penting karena siswa sekolah menengah pertama mulai menghadapi keputusan mengenai pendidikan lanjutan yang berkaitan dengan aspirasi kariernya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru bimbingan dan konseling dalam membantu perencanaan karier siswa kelas IX melalui tipologi Holland di SMP Negeri 2 Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dalam dua pertemuan, wawancara dengan guru bimbingan dan konseling, wali kelas, dan perwakilan siswa, serta dokumentasi dan penggunaan angket RIASEC sebagai bagian dari layanan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa sebelum layanan diberikan, siswa cenderung pasif, belum memahami karakteristik kepribadian berdasarkan tipologi Holland, belum mampu mengidentifikasi minat dan bakat secara jelas, serta cenderung mengikuti pilihan teman dalam menentukan sekolah lanjutan. Setelah dua sesi layanan, siswa menunjukkan perubahan berupa meningkatnya partisipasi, kemampuan mengidentifikasi tipe kepribadian, keberanian menyampaikan minat dan rencana karier, serta munculnya pertimbangan yang lebih personal dalam memilih sekolah lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis tipologi Holland dapat berfungsi sebagai intervensi awal untuk meningkatkan kesadaran karir siswa. Namun, perubahan yang ditemukan masih bersifat awal dan belum dapat dipandang sebagai bukti perubahan perencanaan karir jangka panjang.
PEMANFAATAN AI GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN KUALITAS MEMBACA GENERASI MUDA Abdul Gias Tomayahu
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 3 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/832yy026

Abstract

Masalah rendahnya minat dan kualitas membaca generasi muda tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan malas membaca, melainkan sebagai akibat dari perubahan kebiasaan belajar, akses bahan bacaan, dukungan lingkungan, dan cara penyajian teks yang belum selalu dekat dengan kehidupan pembaca. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan generatif sebagai strategi pendukung pembelajaran membaca dan gerakan minat baca, terutama melalui penyusunan bahan bacaan yang ringkas, visual, kontekstual, dan mudah dipahami. Kajian ini menggunakan teori membaca pemahaman, minat baca, literasi digital, dan prinsip penggunaan AI yang berpusat pada manusia. Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap artikel jurnal, laporan lembaga, dan sumber penelitian tahun 2021-2026 yang relevan dengan minat baca, pembelajaran membaca, media visual, serta pemanfaatan AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor rendahnya minat baca berkaitan dengan lemahnya motivasi, kurangnya pembiasaan, terbatasnya bacaan menarik, pengaruh gawai, dan kurang kuatnya dukungan keluarga-sekolah. Sementara itu, AI generatif berpotensi membantu guru dan pelajar membuat bahan bacaan bertingkat, pertanyaan pemahaman, ringkasan, infografis, serta konten literasi media sosial. Namun, pemanfaatannya harus tetap dikawal oleh guru agar siswa tidak hanya menerima jawaban instan, tetapi tetap berlatih memahami, menilai, dan menafsirkan teks. Artikel ini menyimpulkan bahwa AI tidak menggantikan kegiatan membaca, melainkan dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan bacaan yang lebih manusiawi, dekat, menarik, dan bermakna.

Page 13 of 13 | Total Record : 126