cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUTECH
ISSN : -     EISSN : 30464552     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Education,
Primary education, secondary education, higher education, teacher education, special education, adult education, non-formal education, and any new development and advancement in the field education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MURDER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA SMP Nanang Nanang; Willy Aisyah Taufik Rahmawati
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/m2nc8447

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Namun, proses pembelajaran yang masih didominasi oleh guru menyebabkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran relatif rendah sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan pemahaman matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, dan Review). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa Kelas IX-A SMPN 1 Garut Tahun Pelajaran 2025/2026 yang memiliki data penelitian lengkap. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang diberikan pada setiap siklus untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan gain ternormalisasi (N-Gain) untuk mengetahui tingkat peningkatan kemampuan siswa setelah penerapan model pembelajaran MURDER. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemahaman matematis meningkat dari 16,18 pada Tes I menjadi 22,61 pada Tes II. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,49 termasuk dalam kategori sedang, dengan distribusi peningkatan terdiri atas 64% siswa pada kategori sedang, 18% kategori tinggi, 14% kategori rendah, dan 4% tidak mengalami peningkatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran MURDER mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa serta mendorong keterlibatan siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran matematika.
OPTIMALISASI VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PENGUATAN LITERASI DAN KARAKTER SISWA SD Khusnan Ali Sofian
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qytp3p92

Abstract

Penguatan literasi dan karakter merupakan dua aspek penting yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan pada jenjang sekolah dasar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan media pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, menarik, dan bermakna. Video pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi alternatif media yang tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi Bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan budaya daerah sekaligus menanamkan aspek-aspek moralitas dan nilai karakter pada peserta didik. Pemanfaatan video pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal dalam penguatan literasi dan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Gendurek, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas IV dan lima siswa kelas IV yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa. Tahapan operasional kualitatif yang meliputi kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diterapkan sebagai teknik analisis dengan merujuk pada Miles, Huberman, dan Saldana. Guna memperkuat kredibilitas hasil analisis tersebut, pemeriksaan keabsahan instrumen dan data dilakukan dengan memanfaatkan metode triangulasi sumber dengan membandingkan informasi antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video implementasi model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai daerah berkontribusi signifikan dalam menghadirkan pengalaman instruksional yang lebih autentik serta relevan dengan realitas sosial siswa, meningkatkan partisipasi siswa, serta mempermudah pemahaman terhadap materi cerita narasi. Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi tokoh, alur, latar, konflik, dan amanat cerita serta menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, siswa mampu menguraikan secara kritis komponen nilai-nilai kepribadian yang tertanam sebagai pesan edukatif di dalam video tersebut seperti keberanian, kepedulian, kejujuran, tanggung jawab, sikap saling menghargai, dan kerendahan hati. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dihubungkan oleh siswa dengan perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru menilai bahwa penggunaan video membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif melalui kegiatan diskusi dan refleksi, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pembelajaran dan variasi kemampuan literasi antarsiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media video tidak hanya ditentukan oleh kualitas media, tetapi juga oleh strategi guru dalam mengintegrasikan media dengan kegiatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa gambaran empiris mengenai pemanfaatan video pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal dari perspektif guru dan siswa, sehingga melengkapi penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada pengembangan media atau pengujian efektivitasnya. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dijadikan sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang mendukung penguatan literasi, pembentukan karakter, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN METODE HOMEROOM TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: STUDI KUALITATIF PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Rani Irinericy
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mq9n2e49

Abstract

Rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi serta belum optimalnya pemanfaatan layanan homeroom sebagai media edukasi menunjukkan perlunya pengembangan perangkat bimbingan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul bimbingan metode homeroom tentang kesehatan reproduksi remaja berdasarkan kebutuhan siswa, guru bimbingan dan konseling, serta wali kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian pengembangan eksploratif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan prototipe modul, validasi ahli, uji keterbacaan terbatas, dan revisi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, studi dokumentasi, validasi ahli, dan uji keterbacaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan materi kesehatan reproduksi yang akurat, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan usia, sedangkan guru memerlukan modul yang sistematis dan mudah diterapkan dalam kegiatan homeroom. Modul yang dikembangkan memuat materi kesehatan reproduksi, aktivitas diskusi, studi kasus, role play, refleksi diri, serta evaluasi sederhana. Hasil validasi ahli dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa modul layak digunakan setelah dilakukan penyempurnaan pada aspek bahasa, aktivitas, dan tampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan modul berbasis kebutuhan pengguna dapat memperkuat pelaksanaan layanan homeroom sebagai media pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih interaktif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan life skills remaja.

Page 12 of 12 | Total Record : 113