cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOSHUM
ISSN : -     EISSN : 30477840     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Social,
Social Studies & Humanities Journal (SOSHUM) is an academic journal that focuses on interdisciplinary research in the fields of social science, science, and humanities studies. The journal aims to present high-quality articles that make significant contributions to our understanding of society, culture, science, and human interaction. Within this journal, authors from various disciplines are invited to share original research findings relevant to the social sciences, such as sociology, psychology, anthropology, political studies, economics, management, accounting and related fields. Additionally, the journal welcomes contributions from scientific studies, such as biology, physics, chemistry, and mathematics, that are related to social and human contexts. The fields of humanities studies, including history, literature, art, philosophy, culture, linguistics, communication are also a primary focus of this journal
Articles 73 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN HOTEL DI KOTA SURABAYA Angelica Wulan Adinda; Eko April Ariyanto; Amanda Pasca Rini
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/1zn4z354

Abstract

Keberhasilan industri perhotelan sangat bergantung pada kualitas pelayanan sehingga menuntut karyawan memberikan perilaku sukarela di luar deskripsi tugas formal atau Organizational Citizenship Behavior (OCB). Fenomena rendahnya OCB pada industri hospitality akibat tingginya tekanan kerja berisiko memicu beban kerja yang berat hingga meningkatkan angka turnover. Berlandaskan Social Exchange Theory, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan Budaya Organisasi dengan OCB pada karyawan hotel di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan kuesioner dan teknik accidental sampling. Diperoleh sampel akhir sebanyak 256 karyawan aktif hotel berbintang di Kota Surabaya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS 23. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, POS dan Budaya Organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan OCB karyawan hotel. Namun, secara parsial, baik POS maupun Budaya Organisasi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan OCB. Temuan parsial ini mengindikasikan bahwa dukungan organisasi cenderung dipersepsikan karyawan sebatas pemenuhan kontrak kerja transaksional. Di sisi lain, ketatnya standarisasi aturan pada operasional hotel membatasi ruang gerak karyawan untuk berinisiatif secara sukarela. OCB merupakan perilaku kompleks yang tidak dapat digerakkan oleh faktor tunggal, melainkan membutuhkan sinergi holistik di mana dukungan organisasi dan lingkungan kerja yang kondusif diintegrasikan bersama sebagai satu kesatuan sistem.
HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DAN TURNOVER INTENTION: PERAN WORK ENGAGEMENT SEBAGAI MEDIATOR PADA KARYAWAN DI SURABAYA Paramita Dwi Larasati; Etik darul Muslikah; Eben Ezer Nainggolan
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/grha8q66

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara work life balance dan turnover intention serta menganalisis peran mediasi work engagement pada karyawan aktif di sektor swasta di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 400 karyawan aktif yang telah bekerja minimal enam bulan berpartisipasi dalam penelitian ini dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Work Life Balance, Skala Work Engagement, dan Skala Turnover Intention, kemudian dianalisis menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (B = -0,1784; p < 0,001), serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (B = 0,8444; p < 0,001). Selanjutnya, work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (B = -0,2124; p < 0,001). Analisis mediasi menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung yang signifikan (indirect effect = -0,1794; 95% bootstrap confidence interval [-0,2079; -0,1479]), sehingga work engagement terbukti memediasi secara penuh hubungan antara work life balance dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan work life balance dapat memperkuat work engagement, yang pada akhirnya menurunkan kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bahwa organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi guna meningkatkan keterikatan kerja serta mempertahankan karyawan.
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN PERBANDINGAN SOSIAL PADA REMAJA PUTRI PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU, MALUKU Vindita Ririna Romkeny; Dyan Evita Santi; Aliffia Ananta
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/1na7dr43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan perbandingan sosial pada remaja putri pengguna media sosial Instagram di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Perbandingan sosial pada media sosial sering muncul akibat paparan konten yang menampilkan kehidupan ideal orang lain yang berpotensi mempengaruhi cara individu menilai dan menerima dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian adalah remaja putri berusia 15–18 tahun yang aktif menggunakan Instagram dan dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui skala penerimaan diri dan skala perbandingan sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara penerimaan diri dan perbandingan sosial. Semakin tinggi penerimaan diri, semakin rendah kecenderungan melakukan perbandingan sosial, sedangkan rendahnya penerimaan diri berkaitan dengan tingginya kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berperan sebagai faktor pelindung terhadap dampak negatif penggunaan media sosial pada remaja putri.
MUTILASI DALAM HUBUNGAN CINTA: REPRESENTASI KEKERASAN BERBASIS GENDER DALAM KASUS TIARA ANGELINA Ika Wahidah
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/hjpfeg55

Abstract

Kasus mutilasi Tiara Angelina oleh pasangannya menjadi representasi ekstrem dari fenomena Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dalam relasi intim (Intimate Partner Violence). Tragedi ini bukan hanya insiden kriminal, tetapi manifestasi brutal dari ketidakseimbangan kuasa struktural dan dinamika toxic relationship. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana KBG, dehumanisasi, dan implikasi sosial struktural terefleksi dalam kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan desain Studi Kasus Tunggal Instrumental. Data dikumpulkan melalui Analisis Isi Media dan Dokumen (berita, laporan kronologi, dan analisis ahli). Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan fokus pada pengaitan temuan empiris dengan teori KBG, kekuasaan, dan dehumanisasi. Temuan Utama dari studi ini adalah akar struktural KBG dimana kekerasan ini berakar pada rasa kepemilikan mutlak (sense of entitlement) pelaku yang beroperasi dalam relasi yang beracun (toxic relationship). Pembunuhan dipicu oleh kegagalan pelaku untuk mempertahankan kontrol dan dominasi, yang merupakan produk dari struktur patriarki. Mutilasi sebagai Puncak Dehumanisasi merupakan tindakan mutilasi jasad korban (menjadi ratusan bagian) melampaui motif penghilangan bukti, berfungsi sebagai aksi simbolik dan wujud fisik dari dehumanisasi total. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku telah kehilangan nilai moral dan kemanusiaan korban (Anomi), menjadikannya pernyataan kekuasaan absolut terhadap subjek perempuan. Dari implikasi sosial kasus ini mengungkap adanya kecenderungan menyalahkan korban (victim blaming) di ruang publik yang mengaburkan akar KBG. Secara struktural, kasus ini menunjukkan urgensi perlindungan hukum dan intervensi dini yang lebih serius terhadap Kekerasan dalam Pacaran (KDP) sebagai krisis publik. Mutilasi dalam kasus Tiara Angelina adalah cerminan kegagalan sistematis untuk melindungi perempuan dari KBG ekstrem. Hal ini menuntut intervensi kebijakan yang lebih serius, penegakan hukum yang berperspektif gender, dan peningkatan literasi emosional untuk mencegah relasi cinta berubah menjadi arena kekerasan yang mematikan.
BARODAK: SEBUAH DIALEKTIKA FEMINISME DAN KONSERVATISME BUDAYA PEREMPUAN SUMBAWA Ika Wahidah
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/52j4zm96

Abstract

Penelitian ini mengkaji dialektika antara feminisme dan konservatisme budaya dalam tradisi pra-pernikahan Barodak pada masyarakat Sumbawa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis Barodak sebagai sebuah arena di mana dua kekuatan yang kontradiktif ini berinteraksi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ritual ini berakar pada nilai-nilai konservatif yang mengukuhkan peran gender tradisional , ia secara paradoks juga memperlihatkan adanya agensi dan otoritas perempuan. Peran sentral Inaq Odak dan partisipasi aktif ibu-ibu dalam memimpin ritual menunjukkan bahwa perempuan memegang posisi signifikan di dalam kerangka budaya patriarkal yang ada. Melalui analisis feminisme post-struktural dan posT kolonial, penelitian ini berargumen bahwa Barodak adalah sebuah sintesis yang mempertahankan tradisi sambil secara halus mengakomodasi pemberdayaan perempuan. Partisipasi perempuan dalam ritual ini dapat dilihat sebagai sebuah praktik performativitas gender yang menguatkan identitas budaya, serta sebagai upaya sadar untuk melestarikan jati diri dari pengaruh luar . Penelitian ini menyimpulkan bahwa agensi perempuan tidak selalu berbentuk penolakan radikal terhadap tradisi, melainkan dapat beroperasi melalui negosiasi strategis dan penguatan posisi di dalam kerangka budaya mereka sendiri.
HUBUNGAN SELF-CONTROL DAN KUALITAS HUBUNGAN SOSIAL PADA REMAJA DI SURABAYA: PENGUJIAN PERAN MEDIASI PHUBBING Galuh Dwi Parwati; Eben Ezer Nainggolan; Sayidah Aulia Ul Haque
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/1z5efq16

Abstract

Topik yang menarik dalam perkembangan remaja adalah kualitas hubungan sosial karena berpengaruh terhadap kesejahteraan psikososial, penyesuaian sosial, dan pembentukan hubungan interpersonal yang sehat. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kualitas hubungan sosial adalah self-control. Di sisi lain, perilaku phubbing sebagai konsekuensi penggunaan smartphone yang berlebihan diduga menjadi mekanisme yang menjelaskan hubungan tersebut. Studi ini menyelidiki hubungan antara kualitas hubungan sosial dan self-control serta peran phubbing sebagai mediasi di kalangan remaja di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 358 remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan adaptasi Brief Self-Control Scale (BSCS), Generic Scale of Phubbing (GSP), dan Quality of Relationships Inventory (QRI). Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4 dengan teknik bootstrapping sebanyak 5.000 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control berhubungan positif secara signifikan dengan kualitas hubungan sosial (B = 0,294; p < 0,001) dan berhubungan negatif secara signifikan dengan phubbing (B = −0,657; p < 0,001). Namun, phubbing tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hubungan sosial setelah self-control dikendalikan (B = −0,005; p = 0,918). Hubungan antara kualitas hubungan sosial dan self-control tidak dimediasi oleh phubbing, menurut pengujian efek tidak langsung (Effect = 0,0031; BootLLCI = −0,0549; BootULCI = 0,0632). Temuan ini menunjukkan bahwa daripada phubbing, self-control merupakan faktor psikologis yang lebih dominan dalam menjelaskan kualitas hubungan sosial remaja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa upaya meningkatkan kualitas hubungan sosial remaja perlu lebih menekankan penguatan kemampuan self-control daripada hanya berfokus pada pengurangan perilaku phubbing.
GEOPOLITIK NIKEL INDONESIA: HILIRISASI, INVESTASI ASING, DAN PEREBUTAN MINERAL KRITIS GLOBAL Otniel Berkat Tatema Zebua
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/f5wnzq13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia dalam rantai pasok mineral kritis global, mengkaji kebijakan hilirisasi sebagai strategi ekonomi dan geopolitik nasional, serta menganalisis pengaruh investasi asing dan persaingan negara-negara besar terhadap posisi tawar Indonesia di tengah transisi energi global. Penelitian menggunakan teori geopolitik Halford J. Mackinder dan resource nationalism Michael Ross sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui pemanfaatan publikasi ilmiah, dokumen pemerintah, laporan organisasi internasional, dan data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan cadangan nikel yang besar memperkuat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global. Kebijakan hilirisasi berhasil meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri nasional, sementara investasi asing mempercepat industrialisasi tetapi juga memunculkan tantangan berupa ketergantungan terhadap modal dan teknologi asing. Oleh karena itu, penguatan kapasitas industri nasional dan tata kelola investasi menjadi kunci dalam mendukung kedaulatan ekonomi serta kepentingan nasional Indonesia.
STRATEGI POLITIK KEPALA DAERAH DALAM PEMBANGUNAN DESA: STUDI KASUS KEPEMIMPINAN BUPATI IBRAHIM ALI DI KABUPATEN TANA TIDUNG Edy Selvianus Malisan
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/qz342c31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi politik Bupati Ibrahim Ali dalam pembangunan desa di Kabupaten Tana Tidung, meliputi pola koordinasi kelembagaan dan komunikasi politik dengan para pemangku kepentingan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal (single case study), yang datanya dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan desa di Kabupaten Tana Tidung ditopang oleh strategi politik yang berorientasi pada lima dimensi utama, yaitu perumusan kebijakan pembangunan yang partisipatif, penguatan koordinasi lintas sektor, komunikasi politik yang efektif, mobilisasi sumber daya dan anggaran, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Meskipun demikian, efektivitas implementasi strategi tersebut masih dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur dasar, rendahnya kapasitas sumber daya manusia aparatur desa, serta kondisi geografis kepulauan dan kewilayahan yang menyulitkan konektivitas antar wilayah. Penelitian ini menghasilkan model strategi politik kepala daerah yang dapat menjadi rujukan bagi penguatan tata kelola pembangunan desa yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan, khususnya pada daerah otonom baru dengan karakteristik geografis kepulauan dan perbatasan.
NILAI-NILAI FILOSOFIS PESTA BABI (BAKAR BATU/BARAPEN) DI PAPUA: KAJIAN PERSATUAN, KESETARAAN, KEADILAN DISTRIBUTIF, PERDAMAIAN, DAN IDENTITAS BUDAYA Yohakim Tekege
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/gfc6f197

Abstract

Pesta Babi, yang dikenal luas dengan sebutan Bakar Batu atau Barapen, merupakan tradisi adat yang telah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat pegunungan Papua, khususnya suku Dani, Lani, dan Yali. Ritual ini bukan sekadar peristiwa kuliner atau pertunjukan budaya, melainkan sebuah sistem nilai filosofis yang terintegrasi ke dalam struktur sosial, spiritual, dan politik komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis lima nilai filosofis fundamental yang terkandung dalam Pesta Babi, yaitu persatuan dan gotong royong, kesetaraan, keadilan distributif, perdamaian, dan identitas budaya, serta menjelaskan keterkaitan sistemik antara nilai tersebut. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis antropologi kultural terhadap sumber-sumber primer dan sekunder mengenai tradisi Bakar Batu. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima nilai tersebut saling berkelindan dalam satu kesatuan sistem sirkulasi: gotong royong melahirkan persatuan, persatuan menuntut kesetaraan, kesetaraan diatur oleh keadilan distributif, keadilan distributif memungkinkan tercapainya perdamaian, dan perdamaian memperkuat identitas budaya yang pada gilirannya memotivasi gotong royong pada generasi berikutnya. Sistem nilai ini berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial, resolusi konflik, dan transmisi pengetahuan antargenerasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa Pesta Babi tetap relevan dalam konteks kontemporer sebagai landasan pembangunan berbasis masyarakat, diplomasi budaya, dan pariwisata berkelanjutan, sebagaimana tampak pada penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem. Namun demikian, arus globalisasi, urbanisasi, dan migrasi generasi muda ke perkotaan menimbulkan tantangan serius terhadap kelestarian nilai-nilai tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan pelestarian adaptif yang mempertahankan esensi filosofis sembari mengakomodasi perubahan sosial, melalui dokumentasi akademik, integrasi ke dalam kurikulum pendidikan formal, dan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas.
GENERASI MUDA MEE DAN ERA DIGITAL: TANTANGAN KARAKTER, PENDIDIKAN, DAN BUDAYA DI PAPUA TENGAH Yohakim Tekege
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/6312cq44

Abstract

Papua Tengah, sebagai wilayah hunian utama suku Mee, mengalami transformasi digital yang mengubah lanskap sosial-budaya masyarakat adat yang selama berabad-abad mengandalkan sistem transmisi oral, praktik ritual, dan ekonomi subsisten. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara holistik bagaimana era digital mempengaruhi pembentukan karakter, sistem pendidikan, dan pelestarian budaya generasi muda Mee. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi digital dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 53 partisipan 28 generasi muda Mee (usia 15–30 tahun), lima tokoh adat, dua belas pendidik, dan delapan orang tua di Kabupaten Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya selama Januari–September 2025, disertai observasi partisipatif offline dan analisis jejak digital di TikTok, Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Analisis tematik berbasis grounded theory menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, era digital menghasilkan dualitas karakter: memperkuat kemandirian dan kewirausahaan digital, namun juga memicu individualisme dan erosi nilai komunal seperti yawee. Kedua, sistem pendidikan formal menghadapi ketimpangan struktural tiga lapis kurikulum nasional yang tidak responsif secara lokal, infrastruktur digital yang timpang, dan kesenjangan literasi digital antargenerasi guru–siswa. Ketiga, budaya Mee mengalami rekontekstualisasi ambivalen: praktik tradisional mulai terdokumentasi secara digital, namun diiringi penurunan partisipasi ritual dan pergeseran bahasa dari Mee ke Indonesia/Inggris. Penelitian ini mengusulkan konsep Digital Indigenous Identity, integrasi Third Space (Bhabha) dan Digital Anthropology (Horst & Miller), untuk menjelaskan posisi hybrid generasi muda Mee. Temuan ini memberikan implikasi bagi desain pendidikan berbasis budaya lokal yang integratif dengan teknologi serta strategi pelestarian pengetahuan tradisional melalui platform digital.