cover
Contact Name
Afrinia Ekasari
Contact Email
jmm@stikesmitrakeluarga.ac.id
Phone
+62818491777
Journal Mail Official
jmm@stikesmitrakeluarga.ac.id
Editorial Address
Jl. Pengasinan Rawa Semut, Margahayu - Bekasi Timur. 17113 ( Sebelah RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur )
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL MITRA MASYARAKAT (JMM)
ISSN : -     EISSN : 27747883     DOI : https://doi.org/10.47522/jmm.v6i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM). JMM adalah sebuah jurnal blind peer-review yang diterbitkan oleh Stikes Mitra Keluarga Bekasi, yang didedikasikan untuk publikasi hasil PKM yang berkualitas dalam bidang kesehatan, namun tak terbatas secara implisit. Semua publikasi di junal JMM bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun dan bebas biaya. silahkan klik disini untuk submit online, JMM telah terakreditasi sinta 6 Nomor: 177/E/KPT/2024. Penerimaan manuskrip sudah dimulai dari sekarang. Kami tunggu manuskrip terbaik bapak/ibu untuk publikasi yang berkualitas. Setiap artikel yang diterima sudah dilengkapi dengan DOI (Digital Object Identifier).
Articles 100 Documents
EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN PENILAIAN STATUS GIZI PADA REMAJA SMA/SMK DI KOTA/KABUPATEN BEKASI
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.159

Abstract

Permasalahan gizi pada remaja baik itu gizi kurang maupun gizi lebih disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan gizi yang masuk dengan pengeluaran energi. Status gizi yang optimal perlu dicapai pada remaja sekolah sehingga kualitas pendidikan dan kesehatan siswa/i dapat dicapai secara optimal. Kondisi kelebihan atau kekurangan gizi pada remaja masih kerap terjadi dan dapat menimbulkan permasalahan gizi dan kesehatan di usia berikutnya. Untuk itu diperlukan edukasi gizi dan penilaian status gizi pada remaja sehingga dapat mencegah dampak selanjutnya dari status gizi yang tidak optimal. Edukasi gizi dan penilaian status gizi diselenggarakan terhadap remaja sekolah SMA/SMK sebagai sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengukuran antropometri untuk penilaian status gizi dilakukan terhadap 69 orang siswa/i usia 16-18 tahun beserta guru pendampingnya. Selain itu, kegiatan mini-lecture, konseling gizi, dan pengenalan snack bergizi seimbang dilakukan kepada siswa/i. Hasil menunjukkan bahwa status gizi remaja sekolah sebagian besar (62%) berada dalam kategori gizi baik, 23% termasuk ke dalam gizi lebih, sementara sebanyak 11% termasuk ke dalam obesitas, dan 4% termasuk ke dalam gizi kurang. Pada sesi konseling gizi, siswa/i mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan motivasi dalam menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pengenalan terhadap cemilan sehat bergizi seimbang juga merupakan upaya nyata yang dapat meningkatkan minat siswa terhadap kebiasaan makan yang sehat dan bergizi seimbang. Dapat disimpulkan bahwa status gizi siswa/i di Kota/Kabupaten Bekasi belum mencapai optimal, sehingga peningkatan pengetahuan gizi diperlukan guna mencapai dan mempertahankan status gizi optimal pada siswa/i.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SKABIES PADA ANAK USIA SEKOLAH DI KELURAHAN KERAMASAN, KERTAPATI, PALEMBANG
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.160

Abstract

Keberadaan skabies dapat dipengaruhi oleh faktor umur yang paling sering menginfeksi pada anak-anak dibandingkan dengan dewasa, karena daya tahan tubuh yang lebih rendah dari orang dewasa, kurang menjaga kebersihan, dan lebih seringnya mereka bermain bersama anak-anak lain dengan kontak yang erat. Penyuluhan Skabies merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memberikan edukasi kesehatan serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Waktu pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah bulan April 2023. Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah di Sungai Pedado Kelurahan Keramasan Kertapati. Kegiatan dilaksanakan secara luring di lokasi dengan melakukan tatap muka. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah anak usia sekolah yang berada di lokasi kegiatan pengabdian masyarakat. hasil pengetahuan tentang Skabies sebelum dilakukan penyuluhan dan edukasi hasil pre-test baik didapatkan hasil lebih rendah yaitu berjumlah 12 (40%) anak daripada pre-test kurang berjumlah 18 (60%) anak. Post-test dilakukan setelah penyuluhan dan edukasi tentang Skabies terjadi peningkatan jumlah pengetahuan tentang Skabies post-test baik lebih banyak yaitu berjumlah 22 (73%) anak dibandingkan dengan post-test kurang yang berjumlah 8 (27%) anak. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan yaitu: Kegiatan penyuluhan pengetahuan anak usia sekolah mengalami peningkatan dari hasil pre-test dan post-test.
PENYULUHAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN JATIMULYA, KABUPATEN BEKASI
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.161

Abstract

Pendahuluan: Dengue Hemoragic Fever (DHF) atau yang biasa disebut dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopticus membawa virus Dengue. Faktor yang mempengaruhi penyakit DBD dapat dikelompokkan menjadi faktor inang, faktor agen, dan faktor lingkungan. Kasus DBD di Indonesia pada tahun 2022 terdapat 37.548 kasus dengan 384 kasus mengalami kematian. Terdapat 1.154 kasus DBD pada bulan Mei 2022 di Kota Bekasi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Persebaran virus harus segera ditekan, karena dapat mengakibatkan tingginya angka kematian dan akan menimbulkan dampak ekonomi dan sosial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai peningkatan sanitasi lingkungan untuk mengurangi angka kasus penyakit DBD di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi. Metode: Penyuluhan dilakukan di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi pada bulan Mei 2022. Pemberian edukasi mengenai sanitasi lingkungan yang sehat dalam upaya mencegahan penyakit DBD dilakukan dengan menggunakan media poster. Hasil kuesionerdianalisis secara deskriptif untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hubungan antara sanitasi dengan angka kejadian penyakit DBD. Hal ini dapat dilihat dari Nilai pre test terendah adalah 10 dan tertinggi adalah 100, sedangkan untuk nilai post test terendah adalah 70 sebanyak 1 orang dan tertinggi adalah 100 dengan jumlah 13 orang. Kesimpulan: Kesimpulan hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang DBD yang dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi
PELATIHAN PEMBUATAN SKINCARE GEL PENCERAH WAJAH DENGAN MEMANFAATKAN AIR CUCIAN BERAS
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.165

Abstract

Setiap perempuan menginginkan penampilan yang menarik dengankulit wajah yang putih, cerah dan berseri. Untuk mendapatkan kulityang sehat dan menarik diperlukan perawatan yang rutin. Salahsatunya dengan menggunakan skincare berupa gel pencerah kulit.Salah satu penyebab yang membuat kulit wajah menjadi kusam danmuncul permasalahan seperti flek hitam adalah radikal bebas yangmerupakan dampak polusi lingkungan. Radikal bebas adalah suatusenyawa atau molekul yang berdiri sendiri yang mengandung satuatau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit luar. Efek dariradikal bebas ini dapat menyebabkan kulit terlihat kusam danmempercepat timbulnya flek hitam serta penuaan dini. Air cucianberas terbukti berpotensi sebagai antioksidan dan antiaging karenamemiliki starch atau pati halus. Pati dapat mengangkat sel kulit matidan meregenerasi sel kulit. Selain itu Air cucian beras mengandungtotal polifenol 390.98 mg/100 g. Berdasarkan hal tersebut maka perludikembangkan potensi antioksidan air cucian beras pada sediaankosmetik menjadi suatu sediaan perawatan kulit. Salah satu bentuksediaan kosmetika yang banyak diminati adalah gel. Hal ini karena gelmudah mengering, membentuk lapisan film yang mudah dicuci danmemberikan rasa dingin di kulit. Berdasarkan latar belakang danmanfaat dari air cucian beras maka perlu diadakan pelatihanpembuatan skincare gel yang mengandung air cucian beras untukdapat membantu ibu-ibu PKK dalam merawat kulit wajah. Selain itupelatihan ini juga memberikan peluang wirausaha rumah tangga.
EDUKASI POLA MAKAN SEHAT DI HARI RAYA DAN PEMANFAATAN TERAPI KOMPLEMENTER
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.166

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian di dunia. Peningkatan PTM juga terjadi di Provinsi Sumatera Barat. Dua PTM yang menjadi perhatian Dinkes Sumbar adalah hipertensi, dengan jumlah kasus 43.319 orang, Diabetes Melitus (DM) 28.704 kasus dan penyakit jantung sebanyak 25.465 kasus. Cara paling penting untuk mengurangi kematian akibat PTM adalah dengan mengubah gaya hidup yang tidak sehat. Pola makan yang sehat selama hari raya perlu diketahui masyarakat agar terhindar dari gejala PTM. Metode edukasi yang dapat diberikan adalah dengan media leaflet dan pembagian takjil sehat berupa salad buah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkaan pengetahuan masyarakat tentang pola makan sehat dsadn pemanfaatkan terapi komplementer berupa terapi herbal. Kegiatan ini terlaksana di Kelurahan Surau Gadang dengan jumlah sasaran 60 orang dewasa termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Masyakat sangat antusias dengan kegiatan ini. Diharapkan adanya edukasi berkelanjutkan dari Puskesmas setempat khususnya mengenai pola hidup masyarakatzaman seakrang ini agar terhidar dari penyakit tidak menular.
PEMANFAATAN DAUN KETEPENG UNTUK PENYAKIT TINEA CAPITIS OLEH JAMUR GOLONGAN DERMATOPHYTA
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.167

Abstract

Penyebab Tinea capitis adalah jamur Dermatofita yang menyerang rambut dan kulit kepala, dan biasanya terjadi pada anak anak, paling sering menginfeksi anak-anak usia 3 sampai 14 tahun. Genus Jamur pada dermatofitosis dibagi menjadi tiga, yaitu; Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Dan genus yang menginfeksi Pada Tinea capitis adalah genus Trichophyton dan Microsporum. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan penyakit Tinea capitis. Dapat disimpulkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada warga di Kelurahan Kuto Batu sudah mengetahui jamur pada kulitkepala, namun beberapa diantara probandus belum mengetahui bahwa hal tersebut merupakan jamur. Oleh karena itu, melalui penyuluhan ini antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan ini dengan melihat banyaknya pertanyaan mengenai pemanfaatan daun ketepeng
INTERVENSI GIZI DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA TERKAIT STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENGASINAN
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.168

Abstract

Secara global, ada sebanyak 165 juta anak balita mengalami stunting. Dari angka tersebut sebanyak 90% lebih anak pendek berada di wilayah Afrika dan Asia. Pada tahun 2025 ditargetkan prevalensi stunting turun menjadi 40% secara global. Berdasarkan data SSGBI tahun 2019, prevalensi status gizi balita stunting sebanyak 27,7% dan pada tahun 2021 sebanyak 24,4%. Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2024 prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14%. Prevalensi stunting di Puskesmas Pengasinan masih sangat tinggi. Ada sebanyak 17,1% balita dalam kondisi pendek dan 31,4% balita dalam kondisi sangat pendek. Dalam rangka menurunkan angka stunting, dilakukan pemberian edukasi gizi tentang stunting pada ibu balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2022 – 20 Januari 2023. Evaluasi kegiatan melalui pengukuran pengetahuang ibu balita terkait stunting pada sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon-sign rank test. Hasil uji stattistik mendapatkan nilai median skor pengetahuan ibu sebelum penyuluhan sebesar 60,0 dan sesudah penyuluhan sebesar 73,3 dengan p-value sebesar 0,00005. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai stunting.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI MELALUI SOSIALISASI MAKANAN BERGIZI MENGGUNAKAN MEDIA ALAT PERAGA SAYUR DAN BUAH
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.169

Abstract

Anak- anak usia pra sekolah banyak mengalami masalah kekurangan gizi. Kondisi kekurangan gizi pada anak-anak dapat menghambat perkembangan fisik, kesehatan dan mentalnya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di TK IT Darel Iman 2, di Kota Padang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang buah, sayur dan proses pencernaan makanan dalam tubuh. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dengan menggunakan alat peraga buah, sayur dan phantom kesehatan. Pengukuran peningkatan pengetahuan dilakukan dengan cara wawancara kepada anak-anak seputar materi sebelum dilakukanpenyuluhan (pretest) dan dilanjutkan wawancara setelah penyuluhan (posttest). Hasil pengukuran pengetahuan pretest dan posttest dianalisis dan didapatkan nilai signifikansi 0,0018 sehingga (p < 0,05) dan disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.
EDUKASI PENGETAHUAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS PADA PARA IBU DI RT 001 RW 008 KAMPUNG CEREWED MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i1.170

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar di Indonesia. Salah satu kasus penyakit tidak menular yang cukup banyak yaitu diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kekurangan sekresi insulin dan kerusakan sel beta pankreas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mengenai penyakit dan jenis pemeriksaan laboratorium diabetes mellitus. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan yang dilakukan pada tanggal 20 mei 2022. Peserta kegiatan adalah ibu – ibu RT 001 RW 008 Kp. Cerewed di Bekasi Timur sebanyak 21 orang. Peserta mengerjakan pre dan post test. Hasil jawaban peserta dianalisis mengunakan SPSS dengan uji T Dependent. Hasil menunjukkan nilai mean pre tes sebesar 6,3 dan post tes sebesar 6,8. Hasil uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk menunjukkan p-value pre test sebesar 0,004 dan post test sebesar 0,067. Hal ini menunjukkan data tidak terdistribusi normal karena nilai p-value pre test < 0,005. Selanjutnya, dilakukan uji Wilcoxon diperoleh 0,057 atau Ha diterima. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta antara pre dan post test. Kesimpulannya terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan mengenai penyakit dan pemeriksaan laboratorium diabetes mellitus.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK PUTUS SEKOLAH BERBASIS PEMBELAJARAN KELAS MOTIVASI DAN NON AKADEMIK KP. TUNANGAN DESA MANGUNJAYA KEC. CUGENANG KAB. CIANJUR
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v4i2.171

Abstract

Introduction: Development of human resources, especially youth is one way for a developing country to promote development in all aspects of the field. SD show 38 thousand, SMP reaches 29. 793 students, around 5.000 students drop out of school. The area with the most dropout is Cugenang sub-district with 532 students. The purpose of this community service is to provide assistance and training to increase the creativity of Kp. Mangunjaya Village Fiance, Kec. Cugenang District Cianjur. Method: the method used is Participatory Action Research (PAR). PAR is a participatory research and advocacy activity among people in a community that encourages transformative action and involving the community, in this case youth (children dropping out of school) to become morereactive people. The sample used the total sampling method, with a total number participants 37. of Reserch Results: The activity took place not only to strengthen the contribution of thr STIKes Permata Nusantara team, which collaborates with P2WKSS in providing motivation to continue school but also being taught directly the practice of making a bouquet of snack, this can increase economic income and family welfare which in turn can improve health status family. Conclusion: The empowerment carried out on the target group (dropouts) through the Community service program in collaboration with P2WKSS has been carried out in accordance with the seven (7) stages of empowerment.

Page 7 of 10 | Total Record : 100