cover
Contact Name
Afrinia Ekasari
Contact Email
jmm@stikesmitrakeluarga.ac.id
Phone
+62818491777
Journal Mail Official
jmm@stikesmitrakeluarga.ac.id
Editorial Address
Jl. Pengasinan Rawa Semut, Margahayu - Bekasi Timur. 17113 ( Sebelah RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur )
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL MITRA MASYARAKAT (JMM)
ISSN : -     EISSN : 27747883     DOI : https://doi.org/10.47522/jmm.v6i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM). JMM adalah sebuah jurnal blind peer-review yang diterbitkan oleh Stikes Mitra Keluarga Bekasi, yang didedikasikan untuk publikasi hasil PKM yang berkualitas dalam bidang kesehatan, namun tak terbatas secara implisit. Semua publikasi di junal JMM bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun dan bebas biaya. silahkan klik disini untuk submit online, JMM telah terakreditasi sinta 6 Nomor: 177/E/KPT/2024. Penerimaan manuskrip sudah dimulai dari sekarang. Kami tunggu manuskrip terbaik bapak/ibu untuk publikasi yang berkualitas. Setiap artikel yang diterima sudah dilengkapi dengan DOI (Digital Object Identifier).
Articles 100 Documents
Seminar and Workshop on Making Centing Sukaliya (Prevent Stunting Together with Soybean Milk and Aloe Vera) and Its Utilization for Preventing Stunting in Toddlers in Demakan Village, Mojolaban Subdistrict, Sukoharjo Regency
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.189

Abstract

Stunting is a condition of malnutrition that is related to insufficient nutrition, so it is a chronic nutritional problem. This chronic condition requires efforts to prevent stunting, many programs and products to minimize the increase in the incidence of stunting in Indonesia. Aloe vera (Aloe vera) and soybeans are plants that have the potential to be used as food ingredients to prevent stunting because they contain nutrients, namely protein, fat, carbohydrates, calcium, phosphorus, iron and vitamin B1. The intended targets were mothers of toddlers at mangosteen posyandu 1 Demakan Village, Mojolaban Village, Sukoharjo Regency. Based on the results of the product liking assessment, it was found that the audience liked the product given, namely aloe vera soy milk. Based on the results of the pretest and posttest, it can be concluded that the audience's insight increased from before the counseling was carried out and after the counseling was carried out.
Revitalisasi Posyandu dan Layanan Konsultasi Gizi di Posyandu Kenali Besar Kota Jambi
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.197

Abstract

Masa balita membutuhkan perhatian penting, baik dari aspek intervensi gizi maupun stimulasi. Tumbuh kembang balita perlu dipantau secara berkala agar terhindar dari masalah gizi. Posyandu sebagai garda terdepan dalam pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak perlu mendapatkan perhatian serius. Terlebih setelah masa pandemi Covid-19, posyandu belum menjalankan kegiatannya secara optimal karena berbagai alasan, salah satunya kurangnya kapabilitas kader. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 menunjukkan bahwa Provinsi Jambi memiliki prevalensi balita stunted sejumlah 18,0%, selain itu masih ditemukan pula balita overweight sejumlah 3,4%. Kota Jambi memiliki prevalensi balita overweight di atas jumlah Provinsi, yaitu sebesar 4,0%. Hal ini diduga disebabkan oleh pola konsumsi anak di perkotaan yang cenderung tinggi zat gizi makro, namun rendah zat gizi mikro. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan revitalisasi posyandu agar dapat berperan optimal sebagai sarana pengukuran tumbuh kembang anak dan pemberian layanan konsultasi gizi kepada pengunjung posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) Focus Group Discussion (FGD) dengan ketua RT dan kader posyandu terkait permasalahan posyandu; (2) Edukasi pengukuran status gizi dan Isi Piringku balita; (3) Demonstrasi pengukuran status gizi dan pengolahan makanan tinggi protein untuk balita; dan (4) Layanan konsultasi gizi bagi ibu balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test dengan SPSS. Kegiatan pengabdian Masyarakat menunjukkan adanya perbedaan antara skor pengetahuan kader posyandu sebelum diberikan edukasi gizi dengan setelah diberikan edukasi gizi (p<0.05). Peningkatan kapabilitas kader melalui pemberian pelatihan dan edukasi secara berkala diperlukan sebagai bagian dari upaya revitalisasi posyandu.
Penanganan Food Waste serta Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi melalui Pemberdayaan TP-PKK Desa Jujun
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.198

Abstract

Sampah makanan menyebabkan pemborosan pangan dan menimbulkan masalah kesehatan lingkungan di masyarakat. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Tahun 2023 menunjukkan komposisi sampah tertinggi di Provinsi Jambi berasal dari sampah sisa makanan sebesar 60,5% yang jika tidak ditangani dengan segera berpotensi meningkatkan kerawanan pangan dan gizi. Desa Jujun sebagai salah satu Desa Laboratorium Terpadu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (DLT MBKM) memiliki masalah tumpukan sampah makanan yang salah satu penyebabnya adalah pasar mingguan yang dikenal dengan pasar (balai) selasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi masalah food waste serta meningkatkan ketahanan pangan dan gizi dengan memberdayakan TP-PKK Desa Jujun. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, sasaran TP-PKK diberikan edukasi kesehatan dan demonstrasi terkait cara menangani sampah makanan menggunakan prinsip reduce (penerapan food preparation untuk penyimpanan pangan keluarga), reuse (mengolah cireng dari nasi sisa), dan recycle (membuat keranjang pengolahan sampah organik dari dapur keluarga). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran sebelum (skor = 26,7) dan setelah (skor = 43,3) diberikan materi edukasi (Sig.<0,05). Diperlukan pembiasaan penanganan sampah makanan guna meningkatkan ketahanan pangandan gizi keluarga dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pangan Lokal Tepek Ikan Danau Di Desa Jujun
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.199

Abstract

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Salah satu upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga adalah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan pangan lokal. Desa Jujun sebagai salah satu Desa Laboratorium Terpadu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (DLT MBKM) memiliki potensi produksi ikan danau yang dapat diolah menjadi olahan pangan dengan nilai gizi dan daya terima yang tinggi, seperti tepek ikan danau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga dengan memberdayakan ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal tepek ikan danau di Desa Jujun. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran sebelum (skor = 73,8) dan setelah (skor = 83,3) diberikan materi edukasi, namun tidak berbeda nyata (Sig.>0,05). Diperlukan keberlanjutan produksi tepek ikan danau oleh badan usaha milik desa (BUMDES) atau TP-PKK untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, tepek ikan danau juga dapat digunakan untuk konsumsi pangan protein hewani berbasis pangan lokal di keluarga.
Edukasi Pengetahuan Anemia Dan Obat Tablet Tambah Darah (TTD) Untuk Remaja Putri: Education on Anemia Knowledge and Blood Supplement Tablet Medication (TTD) for Young Women
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.200

Abstract

Anemia in adolescent girls, with hemoglobin levels <12 g/dL, can affect growth, development and daily activities. The counseling at SMPIT Islamia aims to determine the effect of education on knowledge of anemia and Blood Supplement Tablets (TTD) in young women. This activity involves providing TTD and vitamin C drinks and using the lecture method using leaflets, posters and Spin AneC. The research was conducted with a cross-sectional design and analyzed using the Paired T-test with SPSS. The results show that all counseling methods are effective in increasing knowledge about anemia in adolescent girls, with a p value <0.05.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Anak sejak dini sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual anak pada komunitas orang tua hebat di kelurahan pagesangan kota surabaya
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.201

Abstract

Pendahuluan : Surabaya merupakan kota yang memiliki kasus tertinggi kekerasan seksual pada anak di Jawa Timur. Pagesangan adalah salah satu kecamatan di kota Surabaya yang sering ditemukan kasus kekerasan seksual pada anak. Tahun 2023 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mencatat korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur mencapai 334 Korban dari 166 kasus dan kasus pidana sebanyak 35 kasus kejahatan kesusilaan (pemerkosaan, pelecehan kepada perempuan dan anak). Pada dasarnya kelompok perempuan dan anak cenderung lebih rentan mengalami tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) adalah sebuah sarana Pendidikan informal berbasis Rukun Warga (RW) di wilayah kelurahan yang ditujukan untuk memperbaiki pola asuh orang tua terhadap balitanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai Kesehatan reproduksi kepada orang tua sejak dini sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Serta meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan orang tua sejak dini agar tidak terjadi kekerasan seksual pada anak. Metode : Metode kegiatan ini adalah penyuluhan melalui lembar balik dan modul tentang Pendidikan Kesehatan reproduksi dan pengadaan pertemuan berkala untuk membahas permasalahan orang tua dan solusinya.. Hasil : Di didapatkan 45 orang tua yang mengikuti secara aktif selama program SOTH kelurahan pegesangan berlangsung. Dan setelah dilakukan penyuluhan tentang Pendidikan Kesehatan reproduksi sejak dini di dapatkan 97% peserta kegiatan SOTH mengalami perubahan pengetahuannya. Kesimpulan : kesimpulan bahwa kegiatan ini sangatlah penting untuk memberikan wawasan baru tentang Pendidikan Kesehatan reproduksi sejak dini dan antusias dari peserta adalah kunci keberhasilan pelaksanaan program SOTH dalam merubah pola asuh pada anak agar terhindar dari kekerasan seksual pada anak.
Edukasi dan Pembinaan Pemeriksaan Golongan Darah Serta Apusan Darah Tepi Pada Siswa SMA di Kabupaten Bekasi
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.204

Abstract

Pengamatan sel menggunakan mikroskop dan pewarisan sifat berdasarkan golongan darah ABO merupakan salah satu materi pembelajaran siswa SMA di pelajaran biologi. Namun, tidak semua sekolah memiliki alat mikroskop dan kit golongan darah sebagai alat dan bahan penunjang keterampilan siswa dalan pengamatan sel dan deteksi golongan darah. Sel darah merupakan salah satu sel yang dapat dijadikan contoh kedua pembelajaran tersebut. Pemenuhan kompetensi tersebut dapat dilakukan dengan pemberian edukasi dan pelatihan prosedur kedua pemeriksaan tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada siswa SMA. Tujuan PKM ini memberikan edukasi dan pelatihan pemeriksaan golongan darah dan apusan darah tepi pada siswa SMA di Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan di STIKes Mitra Keluarga dengan jumlah peserta siswa sebanyak 28 yang berasal dari 10 SMA di Kabupaten Bekasi. Tahap kegiatan ini meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Analisis data dilakukan dengan uji deskriptif dan komparatif 2 sampel menggunakan uji T-Tes berpasangan (paired t-test). Hasil kegiatan ini menunjukkan peserta perempuan berjumlah 24 (85.7%) orang sedangkan laki-laki berjumlah 4 (14,3%) orang. Nilai rata-rata pre-test sebesar 6.54 sedangkan post-test sebesar 8,32. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 12%. Hasil uji T-test berpasangan menunjukkan tidak ada perbedaansecara nyata antara nilai pre-test dan post-test dengan nilai signikansi sebesar (0,001<0,05). Kegiatan pemeriksaan golongan darah dan apusan darah tepi seluruh responden (100%) mengisi mendapatkan pengalaman baru. Kesimpulan dari PKM ini adalah peserta merasa puas terhadap pelatihan dan keterbaruan ilmu yang diberikan.
SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DALAM MENDUKUNG LANSIA TANGGUH DI KELURAHAN PAGESANGAN
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mitra masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v6i1.205

Abstract

Pendahuluan : Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui program senam lansia agar tubuh lebih bugar. Senam lansia juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, terutama jika dilakukan secara teratur. Metode : Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan yaitu demonstrasi berupa praktik langsung gerakan senam lansia dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu advokasi dan pelaksanaan senam yang diawali dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Hasil : hasil pemeriksaan fisik didapatkan mayoritas lansia berusia 50-60 tahun sejumlah 20 lansia (50%) dengan jenis kelamin lansia terbanyak yaitu perempuan berjumlah sejumlah 36 lansia (90%). Pada pemeriksaan fisik lansia di dapatkan, berat badan lansia mayoritas ≤ 60 kg sebanyak 32 (80%). Lansia yang mengalami Tekanan darah tinggi sebanyak 14 lansia (35%), 8 (20%) lansia memiliki Kadar Glukosa tinggi (>100 mg/dL) dan Pada pemeriksaan Kadar Kolesterol, 10 Lansia (25%) memiliki Kadar kolesterol tinggi (>240 mg/dL). Senam lansia dilaksanakan selama 30 menit berupa gerakan-gerakan yang mudah dan ringan, yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia, dan pendinginan. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan senam lansia. Kesimpulan: senam lansia merupakan kegiatan yang efektif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia.
EDUKASI KESEHATAN DI SMK GEMA KARYA BAHANA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v5i2.206

Abstract

Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada remaja adalah pendidikan kesehatan keterampilan dasar dalam menangani situasi darurat yang dapat menyelamatkan nyawa. Edukasi Bantuan BHD membantu remaja mengetahui tata cara pelaksanaan pertolongan dasar yang membantu mereka menolong diri sendiri dan orang lain ketika terjadi kecelakaan atau situasi medis mendesak, seperti serangan jantung, tenggelam, atau cedera berat. Remaja seringkali berada dalam situasi di mana mereka dapat bertindak sebagai penyelamat dalam keadaan darurat, baik di sekolah, rumah, atau tempat umum lainnya. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan karena permasalahan kematian yang disebabkan karena henti jantung yang belum tertangani di fasilitas kesehatan. Dengan melibatkan remaja dalam pelatihan BHD, mereka akan lebih peka terhadap pentingnya tindakan cepat dan tanggung jawab sosial. Edukasi dan simulasi penting diberikan untuk meningkatkan pengetahuan remaja, karena belum banyaknya informasi yang didapat oleh siswa Gema Karya Bahana terkait BHD. Peserta berjumlah 50 orang dan uji normalitas yang digunakan adalah Shapiro-Wilk. Peserta melakukan pretest dan posttest dan hasil akan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Kegiatan ini menghasilkan nilai Pretest adalah 42 dan Posttest adalah 88, yang artinya pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan meningkat dengan nilai signifikasi yaitu 0,001 dimana hipotesis a diterima, ini menunjukkan adanya kesuksesan pada kegiatan ini, terbukti dari perubahan yang bermakna antara nilai sebelum edukasi dengan nilai setelah diberikan edukasi, ini menandakan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait BHD.
PENYULUHAN PEMBUATAN BERAS KENCUR UNTUK DAYA TAHAN TUBUH KEPADA WARGA RT. 06 MALAKA SARI
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mitra masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v6i1.208

Abstract

Indonesia kaya akan tanaman obat, dimana bagian tanaman yang paling banyak diolah menjadi minuman kesehatan adalah rimpang. Minuman beras kencur paling banyak diminati saat ditawarkan karena cukup familiar dikalangan masyarakat Indonesia dan memiliki pasar yang luas. Kencur mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas immunomodulator. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman obat untuk menjaga daya tahan tubuh, dan memberikan edukasi mengenai manfaat kencur serta cara membuat beras kencur yang tepat untuk dikonsumsi secara mandiri. Kegiatan pengabdian diawali dengan pemberian form kuesioner pre-testuntuk melihat sejauh mana pemahaman peserta, pemberian materi berupa flyer, sesi tanya jawab dan diskusi, ditutup dengan pemberian form kuesioner post-test untuk mengevaluasi kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dengan setelah pemberian edukasi yang digambarkan dengan nilai sig p<0.001. Dengan demikian, pemberian penyuluhan memberikan pengaruh yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat beras kencur.

Page 9 of 10 | Total Record : 100