SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Schoulid | Indonesian Journal of School Counseling is a peer-reviewed journal that publishes research articles, theoretical studies, and program applications in the fields of education, counseling, social sciences, and the humanities. The journal is dedicated to advancing knowledge and practice that support the academic, career, social-emotional, and holistic development of individuals. It also welcomes interdisciplinary contributions that bridge education, counseling, social sciences, humanities, and related fields. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1. Education and Counseling: school and community counseling services, career counseling, academic support, social-emotional and multicultural development, counseling approaches and models, and the integration of technology in counseling practices. 2. Social Sciences and Humanities: studies addressing social, cultural, legal, and community issues, including linguistics, economics, management, and business within the context of education, student development, and counseling interventions. 3. Leadership and Advocacy: coordination of services, consultation, collaboration and teamwork, policy advocacy, educational leadership, and resource management in schools and communities. 4. Data and Technology Use: innovations in technology for counseling, education, and social research; data-driven program evaluation; and policy development. 5. Scientific Publications: empirical research articles, conceptual and methodological studies, program evaluations, book reviews, and reports on educational or counseling practices and materials. Schoulid Journal welcomes contributions from researchers, academics, practitioners, and policymakers who work on individual development as well as those engaged in broader studies in education, counseling, social sciences, and the humanities.
Articles
213 Documents
Basic concepts and curriculum theory in education
Indah Rizki Ramadani;
Firman Firman;
Riska Ahmad
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 1 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08741011
The curriculum has a domain in education that is contained in various substances, namely: curriculum as part of the field of study, curriculum as a substance in the teaching plan, and curriculum as part of a system. The curriculum functions in shaping and developing cognitive, affective and psychomotor aspects of humans by achieving the vision, mission and goals of national education. The curriculum as a tool can be realized in the form of programs, namely learning activities and experiences that must be carried out by teachers and students in the learning process. This research is a research with a literature study approach that looks at how the nature and description of a dynamic and flexible curriculum and always experiences shifts and changes following the direction and goals of education, which every year the curriculum is continuously updated so as not to be left behind by the times, making the curriculum easily implemented. in every educational institution. The purpose of the curriculum is to produce the best graduates who are knowledgeable, have character, uphold the values of cultural, moral, national norms and have a high level of religiosity.
The importance of education for humans
Ahmad Zuhdi;
Firman Firman;
Riska Ahmad
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 1 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08742011
Humans are intelligent creatures and are endowed with various abilities. In essence, humans are creatures that have two roles, namely as individual beings and also as social beings. Humans are individual beings consisting of physical and spiritual elements created by God which cannot be separated. To achieve human nature as intelligent beings, education is needed. Education means an effort to develop the innate potential both physically and spiritually in humans according to the values that exist in society and culture. Therefore, researchers conducted a literature review on humans and education. The research method uses literature study. The research findings reveal that between humans and education is an inseparable unity.
A systematic literature review on the effects of bullying at school
Tharishini a/p Mana Mohan;
Abu Yazid Abu Bakar
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 1 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08747011
Bullying is a severe problem that is experienced, especially in schools. Children belong to the same social group, but some feel powerful than others and therefore take advantage of them to physically or verbally abuse them. Many institutions are aware, but most cases are not handled because most victims do not report. Therefore, only physical bullying is addressed as the impacts can be easily seen by adults. Various articles were analyzed to illustrate the different effects of bullying on the bully, the victim, and those around. The results demonstrate that bullying results in emotional, physical, and health effects and affects a victim's academic performance.
Pembentukan kematangan karir pemuda minangkabau melalui budaya baliak ka surau
Aulia Latifa;
Firman Firman;
Riska Ahmad
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 1 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08748011
Remaja memiliki beberapa tugas perkembangan, diantaranya yaitu memilih dan merencanakan karir, apabila remaja mampu menyelesaikan tugas tersebut maka dianggap telah mencapai kematangan karir. Banyak faktor yang mempengaruhi kematangan karir pada individu, salah satunya yaitu faktor eksternal berupa lingkungan sosial budaya. Suku Minangkabau dikenal budaya tinggal di surau bagi pemuda. Surau di Minangkabau selain memiliki fungsi sebagai tempat beribadah namun juga juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan islam tradisional tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan intelektual namun juga untuk membentuk karakter dan kepribadian pemuda Minangkabau melalui kegiatan belajar agama, nilai-nilai kehidupan, bersilat, keterampilan berkomunikasi. Kemudian pada akhir tahun 50-an, eksistensi surau di Minangkabau mulai menurun dikarenakan terjadi pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat yang menimbulkan trauma psikologis bagi masyarakat Minangkabau sehingga mulai meninggalkan identitas Minangnya, salah satunya budaya tinggal di surau. Ketika zaman reformasi, melalui UU No. 22 Tahun 1999 Minangkabau kembali menggalakkan budaya tinggal di surau dengan gerakan Baliak ka Surau. Dimana dalam teknis pelaksanaannya direlevansikan dengan kemajuan zaman di abad ke-21 ini. Kajian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Tujuan dari tulisan ini yaitu menyajikan analisis kematangan karir pemuda di Minangkabau melalui Budaya Baliak ka Surau. Budaya Baliak ka surau perlu kita lestarikan mengingat kompleksnya fungsi dan manfaat surau bagi pemuda Minangkabau.
Penerapan Teknik Art Therapy untuk Mengurangi Kecemasan Sosial terhadap Korban Cyberbullying
Yona Mita Soma;
Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 2 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08774011
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik art therapy untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying. Teknik art therapy adalah sebuah teknik terapi dengan menggunakan media seni, proses kreatif, dan hasil dari seni untuk mengeksplorasi perasaan, konflik emosi, meningkatkan kesadaran diri, mengontrol perilaku, mengembangkan kemampuan sosial, meningkatkan orientasi realitas, mengurangi kecemasan dan meningkatkan penghargaan diri. Art therapy adalah sebuah proses penyembuhan yang dilakukan dengan membuat sebuah karya seni yang kreatif. Proses penyembuhan ini berguna dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Art therapy sangat membantu dalam mengatasi gangguan emosi, menyelesaikan konflik, menambah wawasan, mengurangi perilaku bermasalah, serta meningkatkan kebahagiaan hidup.
Peran Teknik Desensitisasi untuk Korban Bullying
Riri Sri Yana;
Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 2 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08784011
Permasalahan yang banyak terjadi di kalangan remaja ataupun dewasa yaitu bullying. Bullying merupakan suatu perilaku yang bisa membuat korban menjadi tidak percaya diri, minder ataupun bisa membuat korban merasa terasingkan. Bullying tidak bisa dikataakan suatu permasalahan yang remeh, karena bullying bisa menimbulkan dampak jangkaa panjang. Tulisan ini akan mengkaji leibih dalam tentang peran teknik desensitisasi untuk korban bullying. Teknik disensitisasi merupakan suatu teknik yang membawa klien untuk mengurangi respon emosional yang menakutkan, menegangkan ataupun pengalaman yang membuat klien menjadi merasa tidak diinginkan. Pendekatan desensitisasi dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku melalui perpaduan beberapa teknik yang terdiri dari memikirkan sesuatu, menenangkan diri dan membayangkan sesuatu. Dalam hal ini, konselor berusaha memberikan “stimulus” bagi klien untuk menanggulangi ketakutan ataupun kebimbangan yang mendalam dalam suasana tertentu. Konselor melakukan teknik ini dengan memanfaatkan ketenangan jasmaniah klien untuk melawan ketegangan jasmaniah yang timbul bila klien berada pada suasana yang menakutkan atau menegangkan.
Pemanfaatan Layanan Informasi Guna Mencegah Terjadinya Dampak Negatif Perilaku Pacaran di Kalangan Remaja
Vivi Yuliani;
Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 2 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08788011
Keterlarikan antar lawan jenis pada masa remaja sudah dipastikan sangat wajar. Pada masa remaja memang merupakan masa transisi, dimana seorang individu pada masa perkembangan dari anak-anak menuju dewasa. Ketertarikan dengan lawan jenis, rasa ingin memiliki, itu akan mewujudkan suatu hubunga yang saat ibi sedang marak-marakanya yaitu pacaran. Hubungan pacaran itu dianggap penting bagi remaja. pada masa dulu pacaran itu sangat berhati-hati untuk sekedar pegangan tangan saja itu hal yang tabu, namun pada masa kini pacaran dapat menimbulkan hal negatif, seperti seks pranikah. Perilaku negatif ini terjadi dikarenakan kurangnya informasi yang didapat oleh remaja. tujuan penelitin ini agar dapat mengetahui penggunaan layanan informasi guna mencegah dampak negtif dari pacaran di kalangan remaja. Dengan melihat dari beberapa artikel yang terkait didapat hasil bahwa faktor utama dampak negatif ini timbul karna media informasi, dan kurangnya pemberian layanan informasi yang memadai terkait pendidikan kesehatan reproduksi. Layanan informasi ini sangat berguna agar rasa ingin tau remaja terkait seks itu tidak disalurkan dengan cara berpacaran, melainkan dengan cara remaja mendapat pengetahuan yang lengkap terkait kesehatan reproduksi sehingga tidak penasaran dan mencoba-coba dengan pacaran.
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Metode Problem Solving
Eka Fajri Anugrah;
Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 3 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08789011
Motivasi belajar sangat penting diperlukan karena dengan adanya motivasi dan dorongan dari orang tua atau guru maka individu akan semanagat dalam melakukan kegiatan belajar dan tercapailah suatu kegiatan belajar yang lebih kondusif. Penelitian ini juga bertujuan meningkatkan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan kelompok menggunakan metode problem solving,secara khusus tujuan penelitian ini adalah (1) mengethaui kondisi objektif motivasi belajar peserta didik sebelum di berikan layanan bimbingan kelompok, (2) mengetahui pelaksanaan metode problem solving dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, (3) mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah diberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan metode problem solving.
Peran Konselor dalam Mengembangkan Bakat Siswa melalui Layanan Penempatan dan Penyaluran
Yola Endriani;
Yeni karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 3 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08790011
Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol dari berbagai jenis yang dibawa oleh individu semenjak dia lahir, kemampuan khusus itu dapat berbentuk suatu keterampilan, misalnya bakat seseorang dalam musik, seni, olahraga, akademik, bahasa dan lainnya. Bakat perlu untuk dikembangkan karena jika tidak bakat tersebut akan terpendam dan individu tersebut tidak akan mengetahui bakatnya. Ada berbagai Faktor- faktor dalam pengembangan bakat yaitu faktor internal dan eksternal. Dengan demikian konselor memiliki peran untuk membantu mengembangkan bakat anak tersebut, dengan menggunakan berbagai layanan yang ada dalam bimbingan konseling, salah satunya layanan penempatan dan penyaluran. Dengan begitu anak dapat mengembangkan bakat yang ia miliki
Peran Konselor dalam Mengembangkan Karakter Siswa Peduli Sosial
Nila Frischapanzola;
Yeni Karneli
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 3 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08794011
Di dalam pembuatan kepribadian/karakter pada siswa memerlukan sesuatu contoh yang nyata panutan dan contonya ialah seseorang guru BK. Seseorang guru BK wajib mempunyai keahlian dalam melayani siswa dan interaksi keduanya yang intensif lewat layanan yang diberikan hendak menjadikan siswa mencontoh kepribadian seseorang Guru BK. Oleh sebab itu, konselor sekolah wajib berpartisipasi aktif dalam pengembangan serta penumbuhan kepribadian pada siswa. Dalam Pembelajaran kepribadian ada sebagian kepribadian yang mau dibesarkan oleh pemerintah serta satuan Pembelajaran, antara lain kepribadian/karakter religious, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa mau ketahui, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, peduli social serta bertanggung jawab. Sehingga nantinya interaksi yang hendak dijalani tiap hari oleh siswa membentuk diri siswa yang berkarakter peduli sosial. Terpaut dengan aktivitas pembelajaran kepribadian/karakter di sekolah konselor sekolah harus memfasilitasi pengembangan serta penumbuhan kepribadian/karakter dan tanpa mengabaikan kemampuan hard skills lebih lanjut yang dibutuhkan dalam ekspedisi hidup pembuatan kepribadian/karakter di Sekolah. Mewujudkan seorang siswa merupakan wujud guru BK.