SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Schoulid | Indonesian Journal of School Counseling is a peer-reviewed journal that publishes research articles, theoretical studies, and program applications in the fields of education, counseling, social sciences, and the humanities. The journal is dedicated to advancing knowledge and practice that support the academic, career, social-emotional, and holistic development of individuals. It also welcomes interdisciplinary contributions that bridge education, counseling, social sciences, humanities, and related fields. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1. Education and Counseling: school and community counseling services, career counseling, academic support, social-emotional and multicultural development, counseling approaches and models, and the integration of technology in counseling practices. 2. Social Sciences and Humanities: studies addressing social, cultural, legal, and community issues, including linguistics, economics, management, and business within the context of education, student development, and counseling interventions. 3. Leadership and Advocacy: coordination of services, consultation, collaboration and teamwork, policy advocacy, educational leadership, and resource management in schools and communities. 4. Data and Technology Use: innovations in technology for counseling, education, and social research; data-driven program evaluation; and policy development. 5. Scientific Publications: empirical research articles, conceptual and methodological studies, program evaluations, book reviews, and reports on educational or counseling practices and materials. Schoulid Journal welcomes contributions from researchers, academics, practitioners, and policymakers who work on individual development as well as those engaged in broader studies in education, counseling, social sciences, and the humanities.
Articles
213 Documents
Pendidikan Kejuruan di Era Industri 4.0: Tantangan dan Peluang Karier
Maysitoh Maysitoh;
Desri Fitri Agung;
Afdal Afdal
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 3 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08432011
Pendidikan kejuruan adalah salah satu sarana yang pengembangan ketrampilan siswa agar siap kerja. Perubahan dunia saat ini yang juga tengah memasuki era revolusi industri 4.0 semakin memberikan tantangan bagi individu untuk mampu menunjukkan eksistensinya pada era ini. Konseling karier yang terintegritas dengan pendidikan memegang kontribusi penting dalam membantu individu dalam hal ini. Adanya konseling karir dinilai menjadikan individu lebih matang dalam merencanakan karier dan meminimalisir stress kerja.Tulisan ini bertujuan memaparkan tantangan serta peluang karier pada pendidikan kejuruan di era industri 4.0. Kajian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian.
Menumbuh kembangkan Kreativitas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Lia Mita Syahri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08433011
Kreativitas, siswa, dunia pendidikan, prestasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat, dalam hal ini objek yang paling utama yaitu siswa tersebut, dimana siswa dapat mencapai hasil prestasi yang membanggakan dengan berbagai unsur atau factor salah satunya dapat berupa pengungkapan diri kreativitas pada siswa tersebut. Jika di kaji maka kreativitas itu dapat dikatakan sebagai pemecahan masalah bagi siswa dalam hal pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh siswa. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh siswa dalam mewujudkan kreativitas dalam mencapai hasil prestasi belajar siswa, dalam hal-hal kecil pun bisa dilakukan oleh siswa, seperti penggunaan catatan pelajaran, penghafalan rumus dengan cara yang disesuaikan dengan tipe belajar siswa, penggunaan waktu belajar dan aktivitas yang bisa membuat efektif antara waktu belajar dan aktivitas lainnya. Kreativitas yang dapat dilakukan oleh siswa dapat berdampak dengan hasil belajar siswa yang membanggakan, sehingga dapat dikatakan bahwa siswa itu memiliki prestasi dalam belajar, dengan bukti siswa mendapatkan nilai yang memuaskan yang sesuai dengan proses pembelajaran selama dilakukan oleh siswa. Peroleha nilai atau tindakan dan sikap siswa yang baik memang merupakan bukti bahwa prestasi tersebut telah dicapai oleh siswa, maka dari itu kreativitas memiliki peranan dalam hal prestasi belajar. Sedangkan dalam segi belajar, siswa dapat dikatakan memiliki prestasi apabila sikap dan tingkah lakunya itu terjadi perubahan yang maju atau baik dari sebelumnya, maka dari itu apa yang dinamakan belajar dapat dikatakan berhasil.
Kebermaknaan Hidup Perempuan Korban KDRT: Konsep Psikologis dan Faktor yang Melatarbelakanginya
Maysitoh Maysitoh;
Dini Fitriani
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08434011
Rumah tangga seharusnya menjadi tempat berlindung bagi seluruh anggota keluarga. Realita yang terjadi di masyarakat telah banyak rumah tangga yang justru menjadi tempat pennyiksaan dan kekerasan. Berbagai kondisi tidak menyenangkan dialami oleh perempuan sebagai korban. Hal itu tentunya mempengaruhi kondisi psikologis korban, terlebih lagi jika kekerasan tersebut terjadi secara berkelanjutan. Namun, tidak sedikit korban yang mengalami tindak kekerasan memutuskan untuk tetap bertahan dalam kehidupan pernikahan. Padahal mereka tahu bahwa mereka akan tetap terluka. Kebermaknaan hidup merupakan keadaan dimana orang tersebut merasa bahagia dan bebas dari kecemasan. Kajian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Tujuan kajian ini yaitu menyajikan konsep psikologis dan faktor yang melatarbelakangi perempuan korban KDRT memaknai hidupnya.
Use of content mastery service using role playing approach improve student's emotional intelligence
Meirizka Liyani Putri;
Taufik Taufik;
Frischa Meivilona Yendi;
Verlanda Yuca
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08436011
Emotional intelligence is the ability possessed by individuals to be able to recognize, understand, manage and manage emotions and understand the emotions of others. There are many problems that arise related to emotional intelligence, especially in the school environment. To be able to overcome this and increase the emotional intelligence of BK teacher students can carry out content mastery services that aim to help students develop and learn new aspects or competencies related to emotional intelligence. Implementation of content mastery services can also be done with a role playing approach by playing the role associated with increasing emotional intelligence.
Anak berbakat dan dunia pendidikan
Fatzki Vostoka Ummai
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08437011
Bakat merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki atau dibawa oleh seseorang sejak ia lahir. Bakat itu dapat terlihat saat mereka mulai mengasah atau melatihnya, tidak semua orang mempunyai bakat yang lebih, hanya sebagian dari mereka yang memiliki bakat terpendam. Anak berbakat pada umum adalah mereka yang karena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi.
Upaya konselor dalam mengatasi permasalahan anak jalanan
Bertha Mazela Febriani;
Lidya Puspita;
Evan Pratama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08438011
Street Children Are Children whose Daily Life Is On The Road To Make A Living. The existence of a child on the street, something very dilemmatic. Lust Seeks Money To Get The Money That Makes It Survive, The Presence Of Children On The Street Often Disrupts Public Order And Their Rights As Children For Affection, Education And Livelihoods That Are Worth Not Separated Again Can Ruin Their Life In The Future. They Are Social Groups That Are Very Vulnerable From Physical Children, Emotions, Or Other Social Violence. Street Children, Like Children, Born With Talents And Interests, Nothing And Develop Because Of The State Of Experiences. And Have Hope or Ideas That Are So Great for Himself.
Konsep diri anak jalanan
Debi Trila Suci
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08439011
Sampai dewasa ini sebagian besar anak jalanan bekerja sebagai pengamen, menyemir sepatu, mengasong, menjadi calo, menjajakan koran atau majalah, mengelap mobil, mencuci kendaraan, menjadi pemulung, menjadi kuli angkut, menyewakan payung, menjadi penghubung atau penjual jasa alasannya karena kesulitan ekonomi untuk mencari uang tambahan dan juga untuk rekreasi. Pendidikan orangtua anak jalanan rata-rata hanya tamat sekolah dasar dan bekerja disektor marjinal seperti buruh dan pada bidang jasa seperti tukang ojek ataupun kuli angkut. Konsep diri anak jalanan menyangkut karakter pribadi ,penampilan fisik, hubungan dengan orang tua, teman sebaya, umum dan sikap jujur dan percaya dan hubungan dengan Tuhan cenderung positif .artinya sebagian anak jalanan melihat dirinya cenderung positif. Namun konsep diri menyangkut kestabilan dan emosi yang dimiliki anak jalanan cenderung sedang, anak jalanan mengakui kondisi mereka yang sering labil. Ada perbedaan konsep diri anak jalanan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang mereka miliki seperti usia, jenis kelamin dan alasan turun kejalan, namun tidak ada perbedaan konsep diri berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan mereka. Konsep diri anak jalanan cenderung negative ternyata belum muncul dalam usaha mereka untuk memperbaiki diri dalam memilih pekerjaaaan dan berhubungan dengan oranglain yang tidak bekerja sebagai anak jalanan ataupun orang lain yang tidak senasib dengan mereka.
Kehidupan narapidana di LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan)
Egin Elga Dean Sum;
Monika Veronika;
Sofia Pilosusan
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08440011
LAPAS life is far from pleasant, all have rules and cannot do anything with looks. Because things that can make prisoners become frustrated and stressed. This is usually also caused by those who use them that cause them. Life experienced by prisoners is very limited and they must do anything that has been canceled by LAPAS
Masalah underachiever pada anak berbakat di sekolah
Haryati Dahlia;
Widia Elvia Roza
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08441011
Saat ini masih banyak anak berbakat yang kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan guru akan keberbakatan anak dan penanganan yang diberikan kepada anak berbakat, sehingga anak berbakat menjadi tidak tersalurkan keberbakatannya yang menjadikan anak underachiever.
Karakter, Dimensi Total Pendidikan/Character, The Total Dimension Of Education
Prayitno Prayitno
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/08442011
Pendidikan adalah dari, untuk dan oleh manusia. Konsep nilai-nilai kesejatian manusia menjadi dasar pendidikan, yang mengarahkan isi, proses dan hasil upaya pendidikan. Upaya pendidikan ini dilakukan melalui kegiatan yang penuh nilai-nilai karakter dengan menegakkan pilar kewibawaan yang bernuansa “sentuhan tingkat tinggi” dan pilar kewiyataan yang mempraktikkan teknologi tingkat tinggi dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, yang secara keseluruhan mem-praktikkan strategi transformasional. Seluruh kegiatan pendidikan berisi tiga ranah pengembangan, yaitu ranah sikap (sikap sosial dan religius), pengetahuan dan keterampilan yang secara holistik dan komprehensif penuh dengan nilai-nilai karakter. Di Indonesia, nilai-nilai kesejatian manusia itu dirumuskan dalam bentuk filsafat dan ideologi bangsa dan negara, yaitu Pancasila, yang memberikan dasar dan warna bagi keseluruhan materi undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia.Education is from, for and by human being. The concept of the genuine human values becomes the basis of education, and this basis directs the contents, the process and the results of education efforts. This efforts are done in full character condition by uprighting the high touch and high tech pilars of teaching–learning process with the application of transformational strategy. The whole contensts of education consist the substancies in their three domains, i.e. attitude (social and religious attitude), knowledge and skill domains with are holistically and comprehensively full of character values. In Indonesia, the genuine human values is formulated as philosophy and ideology of nation and state, i.e. Pancasila, and gives its significant values in coloring the whole substances of Indonesian National Education System law.