cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
agrifarm@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifarm: Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 23019700     EISSN : 25408992     DOI : https://doi.org/10.24903/ajip.v14i2.3857
Core Subject : Agriculture,
AGRIFARM is Agricultural Science Journal, Faculty of Agriculture Agrotechnology Study Program, Widya Gama Mahakam University with pISSN 2301-9700 and eISSN 2540-8992 publish twice a year in July and December, which publishes scientific work on research, development, thought studies or theoretical studies related to agricultural technology and development. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Agronomy, Geology, Agribusiness, Pests and Diseases, Agricultural Technology, Agricultural Counseling.
Articles 224 Documents
Synergistic Effects of Coconut Water-Based Liquid Organic Fertilizer and NPK Mutiara Fertilizer on the Growth Parameters of Liberica Coffee Seedlings (Coffea liberica W. Bull ex Hiern): Sinergi POC Air Kelapa Dan NPK Mutiara Terhadap Parameter Pertumbuhan Bibit Kopi Liberika (Coffea liberica W. Bull Ex Hiern) Iin Arsensi; Asiah Wati; Maria Vianney Buaq; Albertus Albertus
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.4027

Abstract

This study aimed to evaluate the synergistic effect of coconut water-based liquid organic fertilizer and inorganic NPK Mutiara fertilizer on the growth of Liberica coffee seedlings (Coffea liberica W. Bull ex Hiern). The experiment was arranged using a Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors with 16 treatment combinations and three replications, resulting in a total of 48 polybags. The first factor was coconut water liquid organic fertilizer, consisting of four levels: P0 = no treatment; P1 = 50 mL/L; P2 = 100 mL/L; and P3 = 150 mL/L. The second factor was NPK Mutiara fertilizer, consisting of four levels: N0 = no treatment; N1 = 50 g/polybag; N2 = 100 g/polybag; and N3 = 150 g/polybag. The observed variables included plant height (cm), stem diameter (mm), and number of leaves. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). Further tests were conducted to determine significant differences among treatments.
Synergistic Effect of Shrimp Shell Liquid Organic Fertilizer and Phonska NPK on the Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora) Seedlings: Sinergi POC Kulit Udang dan NPK Phonska dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora) Mahdalena; Hamidah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.4031

Abstract

Penggabungan antara pupuk organik cair dari limbah kulit udang dan pupuk anorganik seperti NPK Phonska diharapkan mampu memberikan efek sinergis terhadap pertumbuhan tanaman. POC berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta menyediakan unsur mikro, sementara pupuk NPK menyediakan unsur makro secara cepat dan efisien. Kombinasi keduanya diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan vegetatif bibit kopi robusta, memperkuat sistem perakaran, dan meningkatkan kualitas tanaman sejak fase awal pertumbuhan. Adapun Tujuan Penelitian adalah sebagai berikut:  Mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi robusta terhadap pemberian POC Kulit Udang, Mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi robusta terhadap pemberian Pupuk NPK Phonska, Mengetahui pengaruh interaksi antara POC Kulit Udang dan Pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta.  Lokasi penelitian di Kebun Kopi Liberika Lok Bahu Sungai Kunjang Samarinda. Penelitian dilakukan selama 4 bulan, mulai dari Januari sampai April 2026, terhitung mulai dari persiapan hingga pengambilan data.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, secara keseluruhan terdapat 4 x 4 = 16 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menjadi 48 satuan percobaan. Dimana perlakuan POC Kulit Udang (N) terdiri dari 4 taraf dan Pupuk NPK Phonska (P) terdiri dari 4 taraf.  Faktor pertama yaitu perlakuan POC Kulit Udang (P) yang terdiri dari 4 taraf:P0 = Tanpa Perlakuan (Kontrol) P1 = 10 ml/L air P2 = 20 ml/L air P3 = 30 ml/L air Faktor Kedua yaitu perlakuan NPK Phonska (N) yang terdiri dari N0 = Tanpa Perlakuan (Kontrol), N1 = Dosis 22 g/polybag,  N2 = Dosis 26 g/polybag,  N3 = Dosis 30 g/polybag Variabel yang diamati meliputi: Tinggi tanaman (cm), Diameter batang (mm) dan jumlah daun (helai). Data dianalisis menggunakan metode Analisis Varian (ANOVA). Uji lanjut dilakukan untuk melihat perbedaan antar perlakuan yang signifikan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa POC kulit udang memberikan hasil berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman di umur 12 MST dan Jumlah daun 8,12 MST dengan dosis terbaik 10 ml/Liter air. Pupuk NPK Phonska memberikan hasil berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 12 MST dan Jumlah daun 8,12 MST dengan dosis terbaik 22g/polybag. Sedangkan pada interaksi antara POC kulit udang dan NPK Phonska tidak berpengaruh nyata pada setiap semua parameter.
Effect of Oil Palm Empty Fruit Bunch Biochar and Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the Growth of Maritam (Nephelium ramboutan-ake Leenh.) Seedlings: Pemanfaatan Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Bibit Maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Purwati Purwati; Akhmad Sopian; Raisa Intan Felisa
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.4046

Abstract

This study aimed to analyze and evaluate the effects of oil palm empty fruit bunch (OPEFB) biochar and Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the growth of maritam (Nephelium ramboutan-ake Leenh.) seedlings, as well as to determine whether the OPEFB biochar and maritam seedlings met the Indonesian National Standard (SNI). The experiment was conducted at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Widya Gama Mahakam University (UWGM), Samarinda, Indonesia. The study employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a factorial arrangement and three replications. The first factor was the application rate of OPEFB biochar: b₀ = no biochar (control), b₁ = 300 g plant⁻¹, b₂ = 600 g plant⁻¹, and b₃ = 900 g plant⁻¹. The second factor was the PGPR application rate: p₀ = no PGPR (control), p₁ = 100 mL plant⁻¹, p₂ = 200 mL plant⁻¹, and p₃ = 300 mL plant⁻¹. A total of 36 maritam seedlings were used as experimental units. The observed variables included plant height (cm), stem diameter (mm), and number of leaves. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by a post hoc multiple comparison test to determine significant differences among treatments. The results showed that OPEFB biochar application significantly affected plant height at one month after planting but had no significant effect on stem diameter or number of leaves. Similarly, PGPR application significantly increased plant height at one month after planting but did not significantly affect stem diameter or number of leaves. The interaction between OPEFB biochar and PGPR significantly affected plant height at three months after planting, whereas no significant interaction was observed for stem diameter or number of leaves.
Incubation Period and Disease Incidence of Rice Leaf Blast Caused by Magnaporthe grisea on Potato Dextrose Agar (PDA), Oatmeal Agar (OMA), and Rice Extract Sucrose Agar: Periode Inkubasi dan Insidensi Penyakit Blas Daun Pada Tanaman Padi yang Diinduksi Patogen Magnaporthe grisea Media PDA, Oat Meal Agar (OMA) dan Ekstrak Padi Agar Gula Yeni Nurhidayah; Fadjar Rianto; Radian Radian
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.4050

Abstract

Penyakit hawar padi merupakan ancaman besar bagi keberhasilan produksi padi karena kemampuannya menginfeksi semua tahap pertumbuhan tanaman, mulai dari fase vegetatif yang bermanifestasi sebagai hawar daun hingga fase generatif berupa hawar leher, yang mengakibatkan hilangnya hasil panen hingga 70%. Oleh karena itu, diperlukan penelitian komprehensif untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengendalikan penyakit hawar padi. Pengujian patogenisitas merupakan tahap kritis dalam penelitian pengelolaan penyakit hawar di lapangan, sehingga penting untuk menyebarkan sumber inokulum yang paling sesuai untuk studi di tanaman . Hasil uji patogenisitas menunjukkan bahwa sumber inokulum secara signifikan mempengaruhi timbulnya gejala dan tingkat kejadian penyakit. Inokulum yang berasal langsung dari malai yang terinfeksi hawar menunjukkan munculnya gejala paling awal, yaitu 8 hari setelah inokulasi. Sebaliknya, isolat yang dikultur pada agar kentang dekstrosa (PDA) menunjukkan gejala pertama pada 18 hari setelah inokulasi, sedangkan isolat yang ditumbuhkan pada agar oatmeal (OMA) dan media ekstrak gula agar beras menunjukkan masa inkubasi yang lebih lama, sekitar 35 hari. Insidensi penyakit tertinggi tercatat pada perlakuan PDA (84%), diikuti oleh ekstrak gula agar beras (68%), malai yang terinfeksi penyakit blas (64%), dan OMA (28%). Hasil ini menunjukkan bahwa media pertumbuhan memainkan peran penting dalam menentukan virulensi patogen. Kata kunci: penyakit hawar padi, uji patogenisitas, masa inkubasi, kejadian penyakit