cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
ejurnalkesmas@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Wahid Hasyim Sempaja Samarinda, Kampus Biru, Gedung C., FKMUWGM
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24600350     EISSN : 24775819     DOI : https://doi.org/10.24903/kujkm.v11i2
Core Subject : Health, Education,
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat is a scientific journal published by the Faculty of Public Health, Universitas Widya Gama Mahakam, with pISSN 2460-0350 and eISSN 2477-5819 publish twice a year in June and December. This journal receives scientific writing as a research report (Original article research paper). The accepted articles will be available online following the journal peer-reviewing process. The language used in this journal is Bahasa Indonesia or English.
Articles 187 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PENGUNJUNG TERHADAP PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TELUK BAYUR KABUPATEN BERAU TAHUN 2018 Kartina Wulandari; Aditya Ananda Ramadhan
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.464

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, Asia Pasifik menanggung 75 persen dari beban dengue di dunia antara tahun 2004 dan 2010, sementara Indonesia dilaporkan sebagai negara ke-2 dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara wilayah endemis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan Praktik Pengunjung terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Teluk Bayur Kabupaten Berau Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa Ada Hubungan pengetahuan pengunjung terhadap kejadian DBD, Ada Hubungan sikap pengunjung terhadap kejadian DBD, Tidak Ada Hubungan pratik pengunjung terhadap kejadian DBD Di Puskesmas Teluk Bayur Kabupaten Berau. Disarankan bagi petugas Puskesmas untuk melakukan penyuluhan 3 M Plus, bagi masyarakat melakukan kegiatan 3 M Plus, di bentuk tenaga jumatik, menggunakan abate dan bagi penelitian agar di lakukan penelitian DBD dengan variabel dan tempat berbeda.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMANFAATAN POS PELAYANAN TERPADU LANJUT USIA MELATI PUTIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALARAN KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 Rindha Mareta Kusumawati; Nolla Indra Susanti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.465

Abstract

Posyandu Lansia Melati Putih merupakan salah satu posyandu lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Palaran, dimana jumlah kunjungan mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia Melati Putih wilayah kerja Puskesmas Palaran. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang terdaftar sebagai anggota Posyandu Lansia Melati Putih wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Palaran Kota Samarinda berjumlah 46 orang. Analisis data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga (hasil p value : 0,003 < ? : 0,05) dengan pemanfaatan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia Melati Putih wilayah kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda.
HUBUNGAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DENGAN KEJADIAN TERSAYAT PADA PEMBERSIH BAWANG DI PASAR SEGIRI DAN PASAR KEDONDONG SAMARINDA Suwignyo Suwignyo; Dhea Fara Dhina; Sinta Tri Rahayu
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.466

Abstract

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diharapkan dan terjadi saat melakukan pekerjaan. Kecelakaan dapat timbul dari beberapa faktor yaitu faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor penyebab kecelakaan kerja dengan kejadian tersayat pada pembersih bawang di Pasar Segiri dan Pasar Kedondong Samarinda. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dan menggunakan rancangan cross-sectional dengan total sampel sebanyak 31 responden. Variabel yang diamati adalah alat yang digunakan, pencahayaan, masa kerja, usia dan penggunaan APD. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan alat yang digunakan (p=0,006), pencahayaan (0,038), masa kerja (p=0,013), usia (0,045) dan penggunaan APD (p=0,042) dengan kejadian tersayat pada pembersih bawang. Faktor penyebab kejadian tersayat yang menunjukkan hubungan yang signifikan adalah alat yang di gunakan, untuk itu disarankan kepada Disperindagkop untuk meningkatkan pembinaan kepada pekerja serta pekerja diharapkan berkonsentrasi, fokus serta menggunakan APD saat melakukan pekerjaannya.
Analisis Stagnant Obat Di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Tahun 2018 Ananda Triana; Ni Nyoman Artini; Herry Farjam
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.825

Abstract

Latar Belakang:Logistik obat termasuk salah satu aspek penting dalam bidang kesehatan. Stagnant obat merupakan salah satu dampak dari kurang berjalannya manajemen logistik obat dipelayanan kesehatan yaitu puskesmas. Puskesmas Sempaja Samarinda belum menjalankan manajemen logistik dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari data obat yang mengalami kejadian stagnant sebanyak 36 jenis dari tahun 2015 hingga bulan Agustus tahun 2018.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian stagnant obat di unit logistik Puskesmas Sempaja Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber informasi didapatkan dari petugas pengelola obat di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Samarinda, Kepala Puskesma Sempaja dan Kepala Tata Usaha Puskesmas Sempaja Samarinda. Teknik analisis data adalah analisis kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil : Hasil penelitian yang didapat adalah perencanaan yang belum tepat, penerimaan yang masih belum efektif dan penyimpanan yang baik serta pemeliharaan obat yang cukup baik. Namun walaupun didalam pemeliharaan obat telah berjalan dengan baik, peneliti menemukan bagian pemusnahan yang masih belum berjalan dengan lancar.Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masih belum terlaksnanya sistem manajemen logistik dengan benar sehingga menyebabkan kejadian obat stagnant di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Kalimantan Timur. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan metode yang sesuai pada setiap proses manajemen logistik.
Analisis Penerapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah Di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2018 Annisa Fajriagustia; Tumpak Sinaga; Hidayatullah Hidayatullah
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.826

Abstract

Latar Belakang:Pemerintah telah menetapkan PP. Nomor 7 Tahun 2011, tentang pelayanan darah.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PP. Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Kartanegara.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber informasi didapatkan dari 4 informan yaitu Bidang Quality Control, Kepala Bidang Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela, Bidang Penunjang Medik dan Pendonor Darah.Hasil : Hasil penelitiannya adalah belum diterapkannya penyusunan rencana kebutuhan darah. Telah diterapkannya kegiatan pengerahan pendonor darah, namun belum menerapkan kegiatan pelestarian pendonor darah.Kesimpulan: Penyediaan darah telah diterapkan dengan baik, namun belum tersedia tempat pemusnahan darah dan pendistribusian darah yang telah diterapkan dengan baik.
Mutu Cabai Merah Besar Segar (capsicum annum l.) Pada Suhu Ruang Dengan Jenis Pengemasan Yang Berbeda Selama Penyimpanan Dian Puspitasari; Dhito Dwi P
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.827

Abstract

Latar Belakang:Cabai merah besar merupakan salah satu komoditas sayuran penting di kalangan masyarakat. Selain berguna untuk penyedap masakan cabai merah juga bernilai tinggi karena memiliki banyak kandungan gizi. Permasalahan yang sering dihadapi pada cabai merah yaitu cepat busuknya tanaman tersebut pasca panen. Oleh karena itu, penanganan pasca panen yang baik merupakan salah satu alternatif yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah penurunan mutu.Tujuan :Tujuan penelitian ini mengetahui mutu cabai merah besar segar (Capsicum Annum L.) pada suhu ruang dengan jenis pengemasan yang berbeda selama penyimpanan.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sungguhan (True Experiment). Pendekatan penelitian eksperimen yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sampel dalam penelitian ini adalah cabai merah besar (Capsicum Annum L.) sebanyak 45 buah cabai. Analisis data menggunakan uji organoleptik.Hasil : penelitian menunjukkan bahwa paling baik dilakukan penyimpanan dengan menggunakan kemasan kotak kardus dikarenakan sampai hari ketujuh cabai merah besar pada ulangan 1 sampai ulangan 3 tetap menunjukkan mutu cabai merah yang baik yaitu agak segar, warna merah, beraroma cabai, tesktur tegar.Kesimpulan: Terdapat perbedaan mutu cabai merah besar segar (Capsicum Annum L.) dengan susut bobot dan lama penyimpanan.
Identifikasi Kandungan Berbahaya Jajanan Anak Sekolah Dasar SDN A dan SDN B Kota Samarinda Tahun 2018 La Anton; Sri Evi New Yearsi; Muhammad Habibi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.828

Abstract

Latar Belakang:Makanan jajanan menurut Food and Agriculture Organization (FAO) didefisinikan sebagai makanan dan minuman yang  dipersiapkan  dan  dijual  oleh  pedagang  kaki  lima  di  jalanan dan  di  tempat- tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Sedangkan menurut Depkes RI (2013) makanan jajanan merupakan makanan dan minuman yang bisa langsung di konsumsi dan dapat dibeli dari penjual makanan, yang diproduksi oleh penjual tersebut atau yang diproduksi oleh orang lain, tanpa diolah lagi.Tujuan :Untuk  mengetahui  kualitas  jajanan  anak Sekolah Dasar SDN A dan SDN B Kecamatan Sungai Pinang wilayah kerja Puskemas Remaja Samarinda tahun 2018.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan rancangan Pra-Eksperimen The One Shot Case Study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. Sampel pada penelitian adalah makanan jajanan siomay, cireng, pentol, mie basah, kerupuk dan saos yang di jual di lingkungan SDN A dan SDN B  Kecamatan Sungai Pinang Dalam.Hasil : Hasil penelitian, setelah dilakukan pengamatan dari 12 sampel makanan jajanan secara kualitas fisik, yaitu dari   warna, rasa, bau dan benda asing, didapatkan hasil makanan jajanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Namun hasil uji kualitas kimia pada makanan jajanan tersebut didapatkan 67% sampel yang mengandung formalin dan 8% sampel mengandung boraks. Hasil uji kualitas biologi didapatkan 11 sampel   jajanan tercemar bakteri coliform, namun terdapat 2 sampel jajanan yang melewati syarat mutu SNI-3788-2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan.Kesimpulan: Dari 12  sampel dari 6 jenis makanan jajanan yang sama, tidak ditemukan ciri-ciri sampel yang mengandung formalin dan boraks. yang teridentifikasi positif mengandung formalin 1 sampel siomay, 2 sampel cireng, 2 sampel pentol, 1 sampel mie basah, dan 2 sampel krupuk. Berdasarkan hasil uji Laboratorium kandung boraks pada 12 sampel dari 6 jenis makanan jajanan   yang   sama,   terdapat   1   jenis sampel makanan jajanan yang teridentifikasi mengandung boraks, yaitu 1 sampel pentol. Cemaran   kandungan   bakteri   Coliform ditemukan 11 sampel makanan jajanan positif  tercemar bakteri Coliform dan terdapat 2 sampel makanan jajanan mie basah dengan cemaran coliform    TBUD    (tidak    bisa    untuk dihitung).
Hubungan Usia, Masa Kerja dan Beban Kerja Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Service Well Company PT. ELNUSA TBK Wilayah Muara Badak Zulkifli Zulkifli; Shinta Tri Rahayu; Sulung Alfianto Akbar
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.831

Abstract

Latar Belakang:Setiap aspek di pekerjaan dapat menjadi pembangkit stres tenaga kerja, yang menentukan sejauh mana situasi yang dihadapi merupakan situasi stres atau tidak tenaga kerja dalam interaksinya dirinya ditempat lain. Pada tahun 2015, harga minyak turun ketitik terendah dalam 11 tahun terakhir ini. Kondisi ini berimbah pada perusahaan-perusahaan migas diluar maupun didalam negeri. Tidak terkecuali pada PT. Elnusa Tbk. PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang service sumur minyak. Salah satu strategi yang diambil PT. Elnusa Tbk untuk melakukan efisiensi yaitu dengan mengurangi tenaga kerja sejak kondisi tersebut, banyak tenaga kerja yang merasa kewalahan, akibat beban kerja semakin bertambah.Tujuan :Mengetahui hubungan usia, masa kerja dan beban kerja dengan stress kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak tahun 2018.Metode Penelitian:Penelitian menggunakan metode kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan total sampling, sehingga sampel pada penelitian ini adalah karyawan service well company PT. Elnusa Tbk wilayah Muara Badak tahun 2018 yaitu berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunujukkan bahwa Usia pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak proporsi tertinggi pada responden dengan umur dewasa awal (18-40 tahun) berjumlah 24 responden (60%), sedangkan dewasa madya (41-60 tahun) berjumlah 16 responden (40%). Masa kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak proporsi tertinggi pada responden masa kerja > 26 tahun berjumlah 26 responden (65%), sedangkan masa kerja ? 3 tahun berjumlahberjumlah 14 responden (35%). Beban kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak proporsi tertinggi pada responden beban kerja tinggi berjumlah 25 responden (62,5%), sedangkan beban kerja rendah berjumlahberjumlah 15 responden (37,5%). Stress kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak lebih banyak yang mengalami stres kerja yaitu 23 responden (57.5%) sedangkan yang tidak mengalami stres kerja berjumlah 17 responden (42.5%).Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan usia dengan stress kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak yaitu sebesar p value 0.031. Ada hubungan masa kerja dengan stress kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak sebesar p value 0,017. Ada hubungan beban kerja dengan stress kerja pada karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk Wilayah Muara Badak sebesar p value 0.039.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Tahun 2019 Medi Christian; Budi Irwansyah; Shinta Tri Rahayu
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.832

Abstract

Latar Belakang:Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Puskesmas Malinau dengan kejadian TB Paru mengalami peningkatan cukup tinggi.Tujuan :Tujuan penelitian ini mengetahui mengetahui faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan retrospektif studi dan pendekatan kasus kontrol. Populasi adalah seluruh penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bulan Februari 2019 berjumlah 50 orang sebagai kelompok kasus dan 50 orang kelompok kasus. Analisis data menggunakan uji chi-square dan odd ratio.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 3,451 > 1). Kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 2,705 > 1). Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau (OR = 4,162 > 1).Kesimpulan: Dapat di simpulkan faktor risiko kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau bahwa ada risiko pencahayaan, ada risiko kepadatan hunian, ada risiko kebiasaan merokok terhadap kejadian Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Malinau Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.
Analisis kualitatif Gambaran Pemberian Susu Formula Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Muhammad Riski; Bernatal Saragih; Sayidi Sukemi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i2.834

Abstract

Latar Belakang:Cakupan Balita diberi susu formula di Puskesmas Palaran Kota Samarinda mengalami data yang berfluktuatif pada 3 tahun terakhir, tahun 2015 ada 27,63%, tahun 2016 ada 15%, dan tahun 2017 ada 57,59%, yang terjadi di Puskesmas Palaran.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian susu formula dan faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan, penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pendekatan menggunakan Fenomenologi dengan menggunakan wawancara mendalam pada 5 Orang Tua Balita dan 1 petugas Kesehatan.Hasil : Dari hasil penelitian dapat diketahui gambaran pemberian susu formula pada balita kurangnya pemahaman dan pengetahuan orang tua dalam pemilihan, pembuatan, sterilisasi dan frekuensi. Faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula adalah kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi pemberian susu formula dan faktor ekonomi kemudian pengaruh dari kehamilan dan ASI ibu yang tidak keluar sehingga anaknya diberikan susu formula.Kesimpulan: Pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan dari segi pemilihan merk susu formula dan prilaku ibu berhubungan dengan anggota keluarga, tetangga dan iklan ditelevisi, pembuatan, sterilisasi, pemberian dan frekuensi serta faktor kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi prilaku pemberian susu formula danr ekonomi keluarga semakin tinggi cenderung untuk memberikan susu formula. Faktor-faktor tersebutlah yang mempengaruhi ibu untuk memberikan balitanya susu formula sehingga gagal ASI esklusif.

Page 4 of 19 | Total Record : 187