cover
Contact Name
Apolonia Antonilda Ina
Contact Email
lppmstibeth@gmail.com
Phone
+6281338386093
Journal Mail Official
lppmstibeth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kawi 11, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Elisabeth
ISSN : 30641721     EISSN : 30641721     DOI : https://doi.org/10.70378/s4ew4765
Core Subject : Health,
The JKE accepts articles in the field of health including: maternity nursing; health reproduction; holistic nursing; paediatric nursing; medical-surgical nursing; critical care nursing; emergency nursing; mental health nursing; community nursing; gerontic nursing; family nursing; nursing leadership and management; community nutrition; clinical nutrition; food service; and food science. We accept original research, review, case study, and editorial articles.
Articles 22 Documents
Gambaran Manajemen Keluarga Pendamping Pasien Hipertensi di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam  Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta Siti Handayani; Anastasia Diah Larasati; Raimonda Amayu Ida Vitani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/6vd6vx94

Abstract

ABSTRAK Data World Health Organization (WHO) memperkirakan prevalensi global pada tahun 2021 sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun. Hipertensi memerlukan pengobatan seumur hidup, dukungan sosial dari orang lain sangat diperlukan selama menjalani pengobatan. Faktor terpenting dalam pengelolaan hipertensi adalah manajemen keluarga yang diberikan dalam bentuk dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen keluarga pendamping pasien Hipertensi di poliklinik spesialis penyakit dalam rumah sakit Brayat Minulya Surakarta. Metode : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pendamping pasien Hipertensi di poliklinik spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta. Sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner manajemen keluarga pendamping pasien Hipertensi. Kuisioner telah diuji oleh peneliti dengan hasil uji korelasi 20 item pernyataan dinyatakan valid dan reliebel dengan nilai r hitung > 0,312 dan hasil uji Cronbach’s Alpha dengan nilai 0,939. Hasil : Responden memiliki manajemen keluarga pendamping pasien hipertensi dengan kategori baik sebanyak 52 responden (52%), cukup baik 45 responden (45%), dan buruk 3 responden (3%) Kesimpulan : Sebagian besar responden memiliki manajemen keluarga baik
Hubungan Jenjang Karir Perawat dengan Kemampuan Melakukan Triase di Instalasi Gawat Darurat Lia Setyowati; Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Maria Suryani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/dej5ra80

Abstract

Kemampuan melakukan triase adalah kecakapan dalam menentukan  pasien berdasarkan tingkat kegawatan dengan cepat  dan tepat untuk dapat menurunkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada pasien. Kemampuan melakukan triase harus dimiliki oleh semua perawat IGD di semua jenjang karir . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenjang karir perawat dengan kemampuan melakukan triase di IGD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan tehnik  total sampling. Alat ukur penelitian  menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi untuk mengukur kemampuan perawat melakukan triase. Analisis data menggunakan uji Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas  perawat memiliki jenjang karir PK 3 sebanyak 24 reponden (67,5%) dan median kemampuan  melakukan trise 5 dengan  rentang kemungkian skor 0-5. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenjnag karir perawat dengan kemampuan melakukan triase dengan (p=0,644).
Studi Kasus: Penerapan Latihan Batuk Efektif Terhadap Pola Nafas pada Pasien Asma di Ruang Instalasi Gawat Darurat Putri Puspita Sari; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/pm8ygt36

Abstract

Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Ada berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk menstasbilkan sesak salah satunya mengunakan tindakan non farmakologis yaitu teknik batuk efektif. Latihan batuk yang efektif adalah kegiatan perawat untuk membersihkan sekret jalan napas. Latihan batuk efektif diberikan terutama pada klien dengan masalah keperawatan, ketidakmampuan membersihkan jalan nafas secara efektif, dan resiko tinggi infeksi saluran nafas bawah berhubungan dengan akumulasi sekret jalan nafas yang sering disebabkan oleh penurunan kemampuan batuk (Puspitasari et al., 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi efektifitas teknik batuk efektif terhadap pasien dengan penderita asma. Metode Desain penerapa studi kasus dilakukan untuk mengeskploras masalah , tindakan teknk batuk efektif yang digunakan untuk menurunkan sesak pada pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat di RSU PINDAD KOTA BANDUNG. Hasil dari total 5 pasien (100%), klasifikasi pasien sesak meningkat ketika sebelum dilakukan teknik relaksasi dengan teknik batuk efektif menunjukkan bahwa 5 pasien atau 100% dalam keadaan sesak meningkat. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi dengan teknik batuk efektif kondisi berubah menjadi 3 responden masuk dalam klasifikasi asma sesak menurun (60%) dan 2 pasien (40%) masuk dalam klasifikasi asma sesak meningkat.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Pindad Bandung Erna Setiawan; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/e2q23t19

Abstract

Kecemasan (anxiety) merupakan gangguan emosional alamiah yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir yang mendalam dan terus-menerus. Intervensi medis untuk menyelamatkan nyawa dapat menimbulkan kecemasan, karena dapat mengancam integritas fisik pasien. Relaksasi Benson merupakan teknik relaksasi yang berhubungan dengan agama atau kepercayaan dengan ungkapan atau kata-kata yang mempunyai makna menenangkan dan diulang-ulang dengan irama yang teratur. Desain penelitian ini menggunakan tipe penelitian pre-experimental design dengan desain yang digunakan adalah tipe one group pretest-posttest, dimana peneliti melakukan observasi sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling pada pasien yang mengalami kecemasan di IGD RSU Pindad Bandung yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Hasil penerapan tindakan didapatkan kecemasan pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi Benson cemas sedang yaitu 5 responden (100%) dan tingkat kecemasan pasien sesudah dilakukan teknik relaksasi Benson nilai kecemasan ringan sebanyak 4 responden (80%) dan tidak cemas sebanyak 1 responden (20%). Diharapkan pasien yang mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat dapat menerapkan teknik relaksasi Benson dengan baik.
Studi Kasus: Efektivitas Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Sesak Nafas di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Pindad Kota Bandung Dwi Retnaningsih; Maudi Susanti
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/zfev8t12

Abstract

Sesak nafas adalah suatu kondisi dimana paru-paru kurang mendapat pasokan oksigen, sehingga kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi. Sesak napas adalah suatu kondisi kesulitan bernapas dan dada terasa sesak. Sesak napas merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan kematian saat ini apabila tidak segera dilakukan tindakan pengobatan. Sesak napas disebabkan oleh banyak hal. Kesulitan bernapas terjadi karena infeksi dari saluran pernapasan atau bisa terjadi karena kerusakan organ lain selain sistem pernapasan (Muttaqin, 2022). Tujuan : mengindentifikasi efektifitas pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien sesak nafas. Metode: penelitian ini menggunakan metode desain studi kasus. Subjek penerapan atau responden dilakukan pada 5 orang dengan Diagnosa medis yang berbeda. Hasil pengukuran saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowler, Responden 1 dengan Diagnosa Medis Asma, Responden 2 dengan Diagnosa Medis Sups Tuberkulosis, responden 3 dengan Diagnosa Medis Cronic Kidney Disease on HD, dan responden ke 4 dengan Diagnosa Medis Cronic Kidney Disease on HD, dan yang terakhir responden ke 5 Kardiomegali, Kesimpulan: terdapat pengaruh pada pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen dengan Diagnosa Medis yang berbeda.  
Peran Perempuan dalam Merawat Lansia Demensia: Analisis Family Burden di Wilayah Pasir Muncang Ferdinan Sihombing; Tuti Rosdiana; Reni Hertini; Bani Sakti; Lesta Livolina Simamora; Emilia Putri Parera
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/8fmnbm27

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia turut meningkatkan prevalensi demensia yang berdampak pada kebutuhan perawatan jangka panjang oleh keluarga. Kondisi ini menimbulkan beban emosional, fisik, sosial, dan ekonomi, khususnya bagi caregiver perempuan di lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik caregiver perempuan dan tingkat beban keluarga (family burden) dalam merawat lansia dengan demensia di wilayah Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas caregiver adalah perempuan (86,7%) dan berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (65%). Sebanyak 75% responden mengalami beban ringan dan 25% mengalami beban sedang. Tidak ditemukan responden dengan beban berat maupun tanpa beban. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan dengan latar pendidikan rendah memegang peranan penting dalam perawatan lansia demensia, namun tetap berisiko mengalami tekanan jangka panjang. Diperlukan intervensi berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan keterampilan merawat, dan dukungan sosial untuk meningkatkan kapasitas caregiver serta menurunkan risiko family burden.
Studi Kasus: Pengaruh ROP terhadap Ansietas pada Pasien Pre Operasi di RSU Aro Kota Pekalongan Nur Kholidah; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/3agj6509

Abstract

Kecemasan merupakan masalah umum yang dialami pasien menjelang tindakan operasi, termasuk pada kasus hernia inguinalis lateralis. Kondisi ini dapat berdampak pada kestabilan fisiologis, hasil pembedahan, serta proses pemulihan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif (ROP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ROP terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSU Aro Kota Pekalongan. metode studi kasus aplikasi intervensi relaksasi otot progresif terhadap kecemasan pada pasien pre operasi. Sampel terdiri dari empat pasien yang akan menjalani operasi hernia inguinalis lateralis, dipilih secara incidental sampling. Intervensi ROP diberikan dua kali sehari sebelum tindakan operasi, dan tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi, dengan rata-rata skor sebelum ROP sebesar 18,17 dan sesudah ROP menurun menjadi 12,57. Hasil penerapan disimpula terdapat pengaruh signifikan ROP terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi dengan dilihat dari hasil kuesioner dan pernyataan responden. Kesimpulannya, teknik ROP terbukti efektif, praktis, dan aman untuk mengurangi kecemasan pasien sebelum operasi, sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan perioperatif.
Studi Kasus: Pengaruh Teknik Relaksasi Benson terhadap Kecemasan Pasien Preoperasi di RSU ARO Pekalongan Taufik Syarifudin; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/cqkyrv36

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering muncul pada pasien preoperasi. Kondisi ini dapat berdampak pada perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta menurunkan kesiapan pasien menghadapi pembedahan. Relaksasi Benson merupakan intervensi nonfarmakologis sederhana, murah, dan efektif untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap kecemasan pasien preoperasi di RSU ARO Pekalongan. Metode penelitian menggunakan.  Studi kasus dilakukan pada 4 pasien preoperasi yang memenuhi kriteria (usia ≥18 tahun, operasi elektif, skor HARS ≥14, kondisi stabil, bersedia ikut). Responden dengan gangguan kognitif, nyeri berat, hambatan komunikasi, atau menolak intervensi dikeluarkan. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. analisa membandingkan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi teknik relaksasi benson.
Studi Kasus: Pengaruh Posisi Semi Fowler terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang ICU RS Roemani Semarang Esta Catur Marganing Tyas; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/y9cg6m58

Abstract

Latar Belakang : Congestive Heart Failure merupakan kondisi ketidakmampuan jantung dalam memompa ataupun menyuplaikan kebutuhan metabolis dalam tubuh yang bisa menyebabkan terjadinya hipoksia. Hipoksia terjadi karena rendahnya transfer O2 dari paru ke aliran darah, yang dapat diketahui dengan melakukan pemantauan nilai saturasi oksigen. Pengaturan, posisi semi fowler Pada pasien Congestive Heart Failure dapat meningkatkan ekspansi paru paru sehingga oksigen lebih mudah masuk ke paru-paru dan pola pernapasan optimal. Tujuan : Studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode pemilihan kelompok eksperimen dengan rancangan one group with pre-post-test design terhadap 5 responden yang memenuhi kriteria pasien dengan Congestive Heart Failure di ruang ICU dengan saturasi < 95%. Kadar saturasi di ukur menggunakan oxymetri dan dilakukan sebelum dan sesudah diberikan interveni posisi semi fowler, pemberian posisi selama 10 menit.Studi kasus dilakukan di ruang ICU RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil : Studi kasus ini menunjukan hasil adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan posisi semi fowler terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure dengan nilai rata – rata saturasi sebelum intervensi 90% – 94% meningkat menjadi 97% - 99% setelah diberikn intervensi semi fowler. Kesimpulan : Dari hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi fowler sangat efektif dalam meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure di ruang ICU RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Sehingga posisi semi fowler ini dapat dijadikan rekomendasi intervensi keperawatan yang signifikan untuk manajemen sesak napas dan optimasi ventilasi paru-paru.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Murottal Qur’an Surah Al-Fatihah terhadap Tingkat Nyeri Anak Usia Sekolah pada Saat Pemasangan Infus di Ruang IGD RSUD Limpung Firdaus Firmansyah; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/y9f56413

Abstract

Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang sering menimbulkan nyeri pada anak usia sekolah, sehingga memicu kecemasan, penolakan tindakan, hingga risiko trauma psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Qur’an Surah Al-Fatihah terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di IGD RSUD Limpung. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan posttest only non-equivalent control group. Sampel terdiri dari anak usia 7–12 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan murottal Qur’an ±5 menit sebelum dan selama prosedur, serta kelompok kontrol tanpa intervensi. Tingkat nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol mayoritas mengalami nyeri sedang (75%) hingga berat (25%), sedangkan kelompok intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan (81,2%) dan sisanya nyeri sedang (18,8%). Analisis menggunakan uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi murottal Qur’an Surah Al-Fatihah efektif menurunkan intensitas nyeri anak saat pemasangan infus, mudah diterapkan, murah, dan tanpa efek samping, sehingga layak dijadikan intervensi nonfarmakologi dalam manajemen nyeri anak di rumah sakit.

Page 2 of 3 | Total Record : 22