cover
Contact Name
Apolonia Antonilda Ina
Contact Email
lppmstibeth@gmail.com
Phone
+6281338386093
Journal Mail Official
lppmstibeth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kawi 11, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Elisabeth
ISSN : 30641721     EISSN : 30641721     DOI : https://doi.org/10.70378/s4ew4765
Core Subject : Health,
The JKE accepts articles in the field of health including: maternity nursing; health reproduction; holistic nursing; paediatric nursing; medical-surgical nursing; critical care nursing; emergency nursing; mental health nursing; community nursing; gerontic nursing; family nursing; nursing leadership and management; community nutrition; clinical nutrition; food service; and food science. We accept original research, review, case study, and editorial articles.
Articles 22 Documents
GAMBARAN SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MRANGGEN 2 PADA MASA PANDEMI COVID-19 kristiana prasetia
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.4

Abstract

Pada penderita Diabetes Melitus sangat diperlukan pemantauan pemahaman perilaku salah satunya adalah gambaran Self-Management, dalam melakukan Self-Management yang terdiri sari perilaku diet, Latihan fisik, pemantauan gula darah, perawatan kaki, dan melakukan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran Self-Management pada pasien Diabetes Melitus Pada Masa Pandemi COVID-19. Desain penelitian ini menggunakan Deskrptif Karena tidak melakukan intervensi dan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan Teknik consecutive samplingBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapat data bahwa berdasarkan usia yang paling banyak adalah usia 46-50 tahun berjumlah 36 responden (83,7%) berusia 51-55 tahun berjumlah 7 responden (16,3%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 23 responden (53,5%) sedangkan perempuan 20 responden (46,5%), berdasarakan tingkat Pendidikan paling banyak adalah SMA yang berjumlah 30 responden (69,8%) untuk yang SMP berjumlah 13 responden (30,2%), berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalag bekerka sebagai pedagang ,berdasarkan Riwayat penyakit keturunan paling banyak adalah tidak ada penyakit keturunan sebanyak 25 responden (58,1%) Pada Self-Management terdapat 17 responden (39,5%) melakukan dengan baik dan 26 responden (60,5%) melakukan dengan cukup Responden yang sudah melakukan Self-Management dengan baik ada 17 responden dan yang Cukup ada 26 responden
EFEKTIFITAS PERAN DUTA CUCI TANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PENGURANGAN RISIKO INFEKSI PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA- LACTAMASE (ESBL) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X SEMARANG Florentina Hardini
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang: Kolonisasi klebsiella pneumonia sebagai penghasil Extended Spectrum Beta- Lactamase (ESBL) bersifat resisten terhadap antibiotik. Menjadi masalah serius pada pasien rawat inap, berisiko meningkatkan morbiditas, mortalitas. Kejadian infeksi ESBL di ruang rawat inap area A Rumah Sakit X Semarang (2022) berjumlah 87 kasus. Transmisi kontak menjadi penyebab utama infeksi pelayanan kesehatan (Healthcare Associated Infections/ HAIs) dapat diputus rantai penularan dengan hand hygiene. Duta cuci tangan berperan sebagai promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan cuci tangan yang sangat sangat efektif mengurangi risiko infeksi ESBL. Tujuan: Peran duta cuci tangan sebagai continuitas improvement implementasi promosi kesehatan, meningkatkan motivasi, kepatuhan dan budaya 5 moment cuci tangan sehingga dapat menurunkan kejadian infeksi ESBL pasien rawat inap dan meningkatkan patient safety. Metode: Desain penelitian pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan data primer (wawancara petugas) dan sekunder (Hasil audit kepatuhan cuci tangan dan hasil kultur ESBL). Analisisi data uji t- test dan rancangan cross sectional pada 60 responden yang dipilih dengan tehnik purposive sampling. Kesimpulan: Peran duta cuci tangan meningkatkan kepatuhan 5 moment hand hygiene (p- value < 0, 005) terutama sangat signifikan pada moment I (p- value 0, 027) dan mengurangi kejadian infeksi ESBL 72, 2 % (14 kejadian ESBL).
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) LAKI-LAKI YANG BERHUBUNGAN SEKS DENGAN LAKI-LAKI (LSL) DALAM MENGHADAPI DOUBLE STIGMA DARI MASYARAKAT DI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS) ARJUNA PLUS SEMARANG Niken Setyaningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK   Laporan Kemenkes RI pada triwulan I tahun 2022 sebanyak 30,2% kasus baru HIV/AIDS tertinggi ditemukan pada kelompok homoseksual. ODHA LSL rentan mendapatkan double stigma yang menyebabkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengalaman ODHA LSL dalam menghadapi double stigma dari masyarakat di KDS Arjuna Plus Semarang. Desain penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis metode wawancara mendalam. Pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan metode Milles & Huberman dan divalidasi dengan triangulasi waktu dan sumber wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini ditemukan 8 tema: “Time is Healing” menggambarkan proses penerimaan identitas seksual bagi para gay; Coming out adalah pilihan pribadi, bukan paksaan bagi para gay; Masa terkelam membuat ODHA LSL merasa takut, cemas, putus asa, hingga ingin bunuh diri; Penerimaan secara utuh dari keluarga merupakan bentuk dukungan terkuat bagi ODHA LSL; Double stigma adalah lawan yang harus dihadapi ODHA LSL hingga saat ini; Pribadi positif menghasilkan sikap dan suasana hati positif di tengah pengalaman pahit yang pernah dialami; Bebas dari double stigma, bahagia, dan berguna adalah impian ODHA LSL; Cara pemenuhan bio-psiko-sosio-spiritual ODHA LSL di tengah double stigma yang mereka alami.       Kata Kunci                       Double stigma, ODHA LSL, Pengalaman
STUDI LITERATUR: TERAPI BUAH JERUK NIPIS UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL Niken Setyaningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.7

Abstract

ABSTRAK   Peningkatan kolesterol total merupakan penyebab utama penyakit di negara maju dan berkemban. Pengelolaan kolesterol atau dislipidemia diperlukan strategi yang komprehensif untuk mengendalikan kadar lipid dan faktor metabolik lainnya seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Pengelolaan pasien dislipidemia terdiri dari terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis dengan memberikan obat antilipid dan terapi nonfarmakologis meliputi terapi aktivitas fisik, diet penurunan berat badan, dan menghentikan kebiasaan merokok untuk mencegah terjadinya komplikasi kolesterol. Jeruk nipis merupakan salah satu buah yang dipercayai mampu menurunkan kadar kolesterol. Penyajian buah jeruk untuk menurunkan kolesterol dapat disajikan dalam beberapa macam bentuk seperti jus, perasan jeruk, dikonsumsi langsung, dan yang terbaru adalah dengan cara infused water.  Literature review dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu. Pencarian literatur dalam literature review ini menggunakan google search, text book, hand book penelitan terdahulu dalam jangka waktu 10 tahun di mulai dari tahun 2010-2020. Berdasarkan 5 jurnal yang di review yang meneliti tentang pengaruh konsumsi buah jeruk nipis terhadap kadar kolesterol total telah membuktikan bahwa buah jeruk mampu efektif menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia. Konsumsi bauh jeruk nipis dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkoleterolemia.   Kata Kunci                          Buah jeruk, infus water, Kolesterol
HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI PASIEN PASCA STROKE DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG kristiana prasetia
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.8

Abstract

Pasca stroke merupakan suatu tahap yang akan dijalani apabila pasien telah mengalami stroke sebelumnya. Kecacatan yang ditimbulkan akibat stroke dapat berupa kelemahan anggota gerak dan kesulitan dalam berbicara. Salah satu penanganan pasca stroke yaitu rehabilitasi medik (fisioterapi). Perawatan memerlukan waktu yang panjang sehingga menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan penderita dan keluarganya. Faktor sosial ekonomi merupakan salah satu bentuk pemicu ketidakpatuhan menjalankan fisioterapi pada pasien pasca stroke. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik kuantitatif. Sampel menggunakan perhitungan slovin sebanyak 60 responden diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada 19-28 Agustus 2022. Data tingkat sosial ekonomi diperoleh dari pengisian kuesioner dan data kepatuhan menjalani fisioterapi  diperoleh dari observasi rekam medik. Uji Statistik menggunakan Chi squere untuk melihat hubungan tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan menjalani fisioterapi pasien pasca stroke. Hasil penelitian ini didapatkan p value 0,079 > 0,05 yang dapat disumpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan menjalani fisioterapi pasien paca stroke.
PENGALAMAN PENGASUH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN TIDUR ANAK CEREBRAL PALSY Andri Kenti Gayatina; Finoria Pinto; Eka Wahyuningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.17

Abstract

Latar Belakang: Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan motorik atau kerusakan otak yang mempengaruhi fungsi motorik dan postur tubuh seseorang yang disebabkan oleh adanya gangguan pada otak yang berfungsi untuk mengontrol keterampilan motorik. Permasalahan pada CP adalah keseimbangan dan koordinasi pada motorik dan postur tubuh yang biasanya terlihat pada masa bayi atau pada anak usia dini. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa prevalensi CP berkisar 1,5-4 per 1.000 kelahiran hidup dengan jumlah penderita 40% penyandang disabilitas di dunia dengan standar  pelayanan kesehatan yang  masih rendah. Pola tidur pada anak CP yang sering berubah-ubah tentunya dibutuhkan upaya dari pengasuh dalam memenuhi kebutuhan tidur anak CP. Kebutuhan tidur anak CP di PACG Semarang tidak terpenuhi serta siklus tidur anak CP selalu berubah-ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh dalam memenuhi kebutuhan tidur anak CP. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bongsari Semarang dengan jumlah partisipan sebanyak 3 orang yang merupakan pengasuh yang melayani anak-anak CP. Pengambilan data dengan melakukan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil wawancara dibuat transkrip dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan empat tema yaitu perubahan pola tidur, mengisi kegiatan saat tidak bisa tidur, lama waktu tidur, upaya memenuhi kebutuhan tidur. Diharapkan adanya pelatihan tidur yang tepat harus dilaksanakan untuk memberdayakan anak CP dengan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri, sebagai tenaga medis, diharapkan terlibat dalam perawatan rehabilitatif anak-anak CP, dengan demikian berperan bersama dalam mendeteksi dan mengelola masalah tidur. Simpulan: Pengalaman pengasuh dalam menangani anak-anak CP, bahwa kebutuhan tidur mereka belum terpenuhi, seperti anak-anak sehat pada umumnya. Pola tidur anak-anak CP selalu berubah-ubah siklusnya.
Phubbing Dan Perilaku Marah Pada Remaja Des Inayah Wulandari; Ferdinan Sihombing; Maria Yunita Indriarini
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.19

Abstract

Ponsel dengan teknologi canggih telah mengubah budaya dan mengubah interaksi langsung antar manusia. Respons tinggi remaja terhadap teknologi ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, termasuk phubbing mengabaikan lawan bicara untuk fokus pada ponsel yang berpotensi memicu konflik personal.Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan phubbing dengan perilaku marah pada remaja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain deskriptif.  Sampel penelitian 259 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Spearman’s rank. Pengumpulan data menggunakan GSP (Generic Scale of Phubbing) dan Kuesioner Perilaku Marah. Hasil penelitian phubbing menunjukkan bahwa 169 responden (52,2%) berada dalam kategori sedang. Pada perilaku marah terdapat nilai rata-rata responden 4,25 (rentang nilai 0-13) yang artinya responden cenderung tidak marah. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara phubbing dengan perilaku marah pada remaja dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Disarankan kepada salah satu universitas swasta di wilayah Bandung Barat untuk melakukan edukasi mengenai phubbing, dampak negatif dan cara mengatasinya pada remaja.
Gambaran Kepuasan Perawat Tentang Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Swasta Bandung Maria Emilia Putri Parera; Mirary Syellawati; Lidwina Triastuti Listianingsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.21

Abstract

Kepuasan perawat dalam pendokumentasi asuhan keperawatan dapat memberi bukti yang berharga tentang kondisi pasien dan pengobatannya. Salah satu faktor yang memengaruhi perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada klien adalah kepuasan kerja. Seseorang yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan memiliki perasaan positif tentang pekerjaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Indikator MSQ yang dipakai dalam penelitian ini antara lain: Ability utilization (kecakapan), Activity (bentuk aktifitas), Advancement (kemajuan dan pengembangan), Compensation (kompensasi), Co-workers (rekan kerja), Responsibility (tanggung jawab), Social service (perasaan sosial), dan Supervision- technical (bimbingan serta bantuan). Hasil penelitian didapat 54,7% responden menyatakan sangat setuju bahwa dokumentasi mampu melindungi perawat dari hukum, 78,1% responden menyatakan setuju dokumentasi mampu meningkatkan percaya diri perawat, 52,7% responden menyatakan tidak setuju dengan imbalan yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang dituliskan dalam pendokumentasian keperawatan, 44,8% responden tidak setuju jika proses dokumentasi memerlukan sedikit waktu. Pada variabel total kepuasan perawat sejumlah 141 (70,1%) responden puas dan 60 responden (29,9%) tidak puas. Peneliti menyarankan untuk mempertahankan standar dokumentasi keperawatan yang sudah ada dan mengevaluasi setiap setahun sekali untuk peningkatan standar dokumentasi asuhan keperawatan.
Studi Literatur : Terapi-Terapi Mobilitas Terhadap Tingkat Kemampuan Mobilitas Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca Stroke kristiana prasetia; Margareta Cinda; Niken Setyaningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.22

Abstract

Stroke adalah kerusakan otak akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Penurunan aliran darah ke otak dapat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kekakuan, atau perubahan sensasi, pada satu sisi tubuh. Dengan terapi mobilitas seperti mobilisasi dini dan sling terapi sedini mingkin, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan otot-otot anggota gerak dan meminimalkan kekakuan, serta mengurangi komplikasi. Satu bagian dari rehabilitas adalah mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui terapi-terapi mobilitas terhadap tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke. Penelitian literature review. Kriteria inklusi pasien pasca stroke, menggunakan desain quasi experimental studies, randomized conrol and trial, dan rondomized pilot study, tahun 2010- 2020 dalam bahasa indonesia dan inggris. Kriteria ekslusi Pasien bukan pasca stroke, deskriptif, korelasional, study fenomenologi, etnografi, grounded theory dan systematic review, diterbitkan kurang dari tahun 2010 dan bukan bahasa selain indonesia dan inggris. Berdasarkan tiga artikel yang telah dianalisis, menghasilkan 5 tema yaitu: terapi-terapi mobilitas pada pasien pasca stroke yang meningkatkan tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup. Selain meningkatkan tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup, terapi-terapi mobilitas dapat meningkatkan keseimbangan, aktivitas sehari-hari, nyeri bahu dan fungsi tubuh serta kemandirian fungsional pada pasien stroke. Terapi-terapi mobilitas seperti mobilisasi dini, sling terapi, sircuit class therapy trunk regimes, dan talocrural mobilization aman dan efektif serta dapat diterapkan dalam meningkatkan kemampuan mobilitas dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke
Tinjauan Literatur : Terapi Berbasis Spiritual Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Untuk Lansia kristiana prasetia; Cristina Dewi; Raimonda Vitani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/02n8q020

Abstract

Kurangnya dorongan atau motivasi terhadap lansia semakin memperparah adanya kualitas tidur dan hipertensi pada lansia. Terkadang orang-orang disekitar lansia tidak menyadari bahwa dorongan atau motivasi yang diberikan kepada lansia mampu memberikan pengaruh positif terhadap tingkat kesehatan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara spesifik terapi berbasis spiritual untuk meningkatkan kualitas tidur pasien hipertensi. Pencarian artikel menggunakan Google scolar, google , portal garuda, dll untuk menemukan artikel sesuai kriteria inklusi dan ekslusi kemudian dilakukan reviewer. Berdasarkan 10 jurnal atau artikel yang telah dilakukan review secara signifikan memberikan pengaruh terapi berbasis spiritual untuk meningkatkan kualitas tidur pasien hipertensi. Ketidakseimbangan hormon kortisol akan menyebabkan ketidakseimbangan hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal salah satunya adalah katekolamin yang terdiri dari epinefrin dan noreprinefrin yang bekerja pada saraf simpatis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan kualitas tidur terganggu. Terapi berbasis spiritual terahadap kualitas tidur dapat berkaitan satu sama lain sehingga ada pengaruh , hal ini terjadi karena kedekatan dengan Tuhan akan memberikan perspektif hidup yang baru dan mendatangkan kekuatan bagi manusia dalam menjalani hidup.

Page 1 of 3 | Total Record : 22