cover
Contact Name
Apolonia Antonilda Ina
Contact Email
lppmstibeth@gmail.com
Phone
+6281338386093
Journal Mail Official
lppmstibeth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kawi 11, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Elisabeth
ISSN : 30641721     EISSN : 30641721     DOI : https://doi.org/10.70378/s4ew4765
Core Subject : Health,
The JKE accepts articles in the field of health including: maternity nursing; health reproduction; holistic nursing; paediatric nursing; medical-surgical nursing; critical care nursing; emergency nursing; mental health nursing; community nursing; gerontic nursing; family nursing; nursing leadership and management; community nutrition; clinical nutrition; food service; and food science. We accept original research, review, case study, and editorial articles.
Articles 28 Documents
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Orang Tua dengan Anak Cerebral Palsy Usia Sekolah Andri Kenti Gayatina; Hilarius Wahyu Rosario; Apolonia Antonilda Ina
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/5f1gf439

Abstract

Pendahuluan : Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan nonprogresif yang menyebabkan gangguan pada perkembangan gerakan. Kasus CP mencapai 0,1% dari 863.402 jiwa. Artinya terdapat 863 orang penyandang CP pada tahun 2023 di Indonesia. Angka prevalensi CP di Jawa Tengah pada tahun 2023 mencapai 116 kasus. Penelitian tahun 2024 menunjukan 37 responden (100%) mengalami kecemasan tinggi. Pada tahun yang sama, penelitian yang dilakukan di Sulawesi Tenggara kepada 100 responden dengan ABK, mengalami kecemasan tinggi (47%). Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada orang tua dengan anak CP usia sekolah. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah  orang tua dengan CP usia sekolah di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 67 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil data dianalisis menggunakan analisis data univariat. Hasil: Responden yang mengalami tingkat kecemasan ringan adalah 59 responden dengan persentase sebesar 88,1%, kecemasan sedang berjumlah 6 responden dengan persentase 9%, sedangkan kecemasan berat terdapat 2 responden dengan persentase 3%. Kesimpulan: Sebagian besar orang tua dengan anak CP usia sekolah di YPAC Semarang mengalami tingkat kecemasan ringan.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Yohanes Tri Anugrahanto; Maria Suryani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/8pcfba83

Abstract

Non-adherence to medication is an important problem in the management of hypertension. Thos problem was founded in patient with various education level. However, the study about relationship between level of education and medication adherence is still inconclusive. This study aims to determine the relationship between level of education and medication adherence in hypertensive patients.The research design used was cross sectional. Ninety hypertensive patients at Mijen community health center was taken using convenience sampling technique. Data were obtained using the respondent's character questionnaire and the ProMAS (Probabilistic Medication Adherence Scale) questionnaire.The majority of respondents' education level is elementary school, as many as 26 respondents (28.9%). The majority of respondents' medication adherence level was moderate-high, as many as 45 respondents (50%). Spearman test results obtained r=0.236 and p-value= 0.025.There is a significant positive relationship between the level of education and the level of compliance with taking medication in hypertensive patients.
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Maternitas pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Gangguan Nyeri Akut di RS Santosa Hospital Bandung Kopo Gintan Rantika Pratama; Suyudi Wiranata; Niken Sukesi
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/sdxwxc44

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering menimbulkan nyeri akut pada ibu post partum sehingga memengaruhi mobilisasi, perawatan bayi, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi asuhan keperawatan maternitas pada pasien post sectio caesarea dengan gangguan nyeri akut di RS Santosa Hospital Bandung Kopo. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap dua pasien post SC dengan indikasi berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan rekam medis. Intervensi keperawatan berupa manajemen nyeri nonfarmakologis dengan teknik relaksasi napas dalam serta kolaborasi pemberian analgetik. Evaluasi dilakukan dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hasil menunjukkan pasien mengalami nyeri dengan skala 4 (0–10) pascaoperasi. Setelah diberikan intervensi selama 2–3 hari, terjadi penurunan skala nyeri menjadi 2, pasien lebih rileks, mampu melakukan mobilisasi ringan, dan mulai menyusui dengan nyaman. Intervensi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi napas dalam efektif mengurangi nyeri akut pada pasien post SC. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan maternitas.    
Promosi Koping terhadap Penurunan Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru Zakiyatul; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/fx5qxd80

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup panjang serta penggunaan obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping. Kondisi ini sering kali menyebabkan timbulnya stres pada pasien. Selain itu, tekanan psikologis yang dirasakan akibat depresi dan stigma sosial dari lingkungan sekitar dapat memperburuk kondisi mental pasien dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Slawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan metode ex post facto. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang menjalani pengobatan TB di poli penyakit dalam serta pelaksanaan penelitian selama dua bulan. Alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat stres adalah Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi promosi koping, sebagian besar responden mengalami tingkat stres sangat berat (60%). Namun, setelah intervensi diberikan, sebanyak 93,3% responden menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien TB paru. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi koping dapat menjadi strategi intervensi efektif untuk mengelola stres pada pasien TB. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman emosional pasien, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi fenomenologi, guna menggali makna koping dan stres dari perspektif pasien itu sendiri.
Studi Kasus: Penerapan Kombinasi Genggam Jari dan Nafas Dalam terhadap Tekanan Darah pada Pasien dengan Hipertensi di IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang Istriyani; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/yhcbx419

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang memiliki angka kejadian tinggi di Indonesia. Kondisi ini termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap peningkatan angka kesakitan dan kematian, terutama akibat komplikasi pada sistem kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya berfokus pada penggunaan terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung melalui berbagai pendekatan nonfarmakologis, salah satunya teknik relaksasi genggam jari yang dipadukan dengan latihan pernapasan dalam. Studi kasus ini bertujuan mengimplementasikan kombinasi terapi genggam jari dan pernapasan dalam sebagai intervensi keperawatan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Partisipan terdiri atas lima pasien dengan hipertensi derajat I yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, meliputi rentang usia 36–55 tahun, tidak dalam kondisi hamil, serta tidak sedang mengonsumsi obat anti hipertensi. Intervensi diberikan sebanyak satu sesi selama 30 menit dengan melakukan teknik genggam jari secara bergantian pada setiap jari selama 2–5 menit yang disertai latihan pernapasan dalam secara perlahan dan terkontrol. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan alat pengukur tekanan darah digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada seluruh responden. Rerata tekanan darah sistolik mengalami penurunan dari 147 mmHg menjadi 138 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik menurun dari 92 mmHg menjadi 87 mmHg. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kombinasi kedua teknik relaksasi ini berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, serta mudah diaplikasikan dalam mendukung pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. 
Studi Kasus: Efektivitas Relaksasi Napas Dalam dan Pengaturan Posisi Nyaman terhadap Penurunan Nyeri Akut pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSU Pindad Bandung Saur Rohani; Teti Herawati Suganda; Neng Tita Kartini; Kris Novi Dianti; Adam Setiawan; Niken Sukesi
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/n3pfgt30

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan bedah obstetri yang sering menimbulkan nyeri akut pada periode postpartum awal. Nyeri pasca operasi yang tidak tertangani dapat menghambat mobilisasi, mengganggu istirahat, dan menurunkan kualitas hidup ibu. Studi kasus bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada lima pasien postpartum post sectio caesarea,, dengan masalah nyeri akut di RSU Pindad Bandung. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan seluruh pasien mengalami nyeri luka operasi dengan skala 4–8, disertai keterbatasan aktivitas dan peningkatan tanda vital. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik. Intervensi meliputi pemantauan nyeri dan tanda vital, teknik nonfarmakologis (napas dalam dan distraksi), edukasi, pengaturan posisi dan lingkungan, serta kolaborasi pemberian analgesik. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri, stabilisasi tanda vital, dan peningkatan kenyamanan dalam 24–48 jam. Manajemen nyeri komprehensif efektif menurunkan nyeri pada pasien post sectio caesarea dan mendukung proses pemulihan.
Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri Veronika Angel Saputri; Apolonia Antonilda Ina; Andri Kenti Gayatina
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/7tv5sa24

Abstract

Dismenorea adalah salah satu keluhan saat terjadi menstruasi berupa nyeri perut bagian bawah menjalar ke punggung dan paha. Kejadian dismenorea di Indonesia pada 2019 mencapai 64%. Di Kota Semarang tahun 2022 87,8%. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan kejadian dismenorea pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 05 Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 176 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner konsumsi fast food dan numeric rating scale. Kuesioner yang digunakan sudah valid dan reliabel dengan nilai Alfa Cronbach 0.965. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Karakteristik usia responden terbanyak adalah 13 dan 14 tahun masing-masing 44,9%. Konsumsi fast food mayoritas kategori ringan sebanyak 50,6%. Kejadian dismenorea terbanyak adalah nyeri sedang dengan 51,1%. Hasil penelitian konsumsi fast food dengan kejadian dismenorea pada remaja putri p-value 0,131. Tidak ada hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenorea pada remaja putri.
Literature Review: Efektivitas Penggunaan Early Warning System (EWS) dalam Keperawatan: Tinjauan melalui Perspektif Filsafat dan Paradigma Keperawatan Yeni; Priyanto
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/fx1dtw78

Abstract

Early warning score (EWS) adalah parameter yang digunakan untuk menilai perburukan kondisi fisiologis pasien yaitu mengidentifikasi dan merespon pasien yang datang dengan kondisi penyakit akut.Tujuan dari dari  Early warning score (EWS) Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan EWS dalam mendeteksi perburukan pasien di rumah sakit melalui tinjauan literatur sistematis yang dihubungkan dengan paradigma dan filsafat keperawatan. Metode yang digunakan adalah literature review  dengan pencarian artikel dari database PubMed, Google Scholar dan CINAHL selama kurun waktu 2020–2025. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan desain studi, populasi, variabel, instrumen, dan hasil penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa EWS terbukti  dapat dipakai sebagai prediktor luaran pasien termasuk Length of Stay (LOS), mortalitas, admisi  ICU dan implementasi sistem elektronik dalam penilaian EWS yang dapat meningkatkan efisiensi perawatan, memungkinkan intervensi yang lebih  cepat, dan berpotensi memperbaiki hasil klinis. Namun penilaian ini harus harus didasari dengan kepatuhan tenaga Kesehatan yang menggunakannya. Penilaian EWS yang tepat didasari dengan pengetahuan perawat karena dalam implementasi EWS membutuhkan critical thinking, dan kemampuan untuk menganalisis sebagai landasan dalam pengambilan keputusan.

Page 3 of 3 | Total Record : 28