cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Gambaran Kepentingan Politik Kelompok Komunis di Indonesia:Pemogokan Buruh di Delanggu 1948 Dyah Ayu Anggraheni Ikaningtyas *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 1 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.357 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i1.5337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai pemogokan buruh di Delanggu tahun 1948 dan membahas sikap pemerintah dengan adanya pemogokan buruh di Delanggu. Metode penelitian sejarah dengan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan penulisan. Sumber penelitian berupa arsip kepolisian koleksi Arsip Nasional Indonesia, Encyclopedie van Nederlansch-Indië, serta buku penunjang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemogokan buruh di Delanggu berkaitan dengan adanya pergerakan partai komunis, tidak hanya semata-semata persoalan perut kaum buruh. Kekecewaan kelompok komunis terhadap pemerintah Indonesia, dengan memobilisasi kaum buruh untuk melakukan aksi pemogokan. Aksi ini menambah suasana panas suhu politik kala itu. Pemogokkan di Delanggu menjadikan terbengkalainya perkebunan rosella dan kapas yang mensuplai bahan baku pembuatan karung goni. Gerakan yang ternyata juga bermuatan politik dari komunis ini mengakibatkan kerugian bagi pabrik karung goni tentu saja juga merugikan negara, karena pabrik karung goni Delanggu diambil alih pemerintah RI setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kata kunci: Buruh, Pemogokkan, Delanggu
Peran guru dan kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 3 Yogyakarta Ajmain Ajmain; Marzuki Marzuki
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.668 KB) | DOI: 10.21831/socia.v16i1.27655

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dan kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 3 Yogyakarta yaitu; (a) sebagi pendidik yaitu, peran yang berkaitan dengan tugas memberikan bantuan dan dorongan  terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarak; (b) sebagai teladan yaitu, guru menjadikan dirinya sebagai panutan bagi siswa (c) motivator yaitu, dengan adanya kemampuan guru dalam membangkitkan spirit, etos kerja, dan potensi yang luar biasa dalam diri peserta didik; (d) sebagai pengajar dan pembimbing yaitu, setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan pada siswa. Selain itu, peran kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa yaitu sebagai berikut: (a) manajer yaitu, sebagai penentu kebijakan yang mampu mengakomodir seluruh kebutuhan siswa terkait pendidikan karakter; (b) pemimpin yaitu, memberikan petunjuk dan pengawasan, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan berkomunikasi; (c) mendorong semua guru dan karyawan untuk menjadi model karakter yang baik bagi semua siswa.
ORIENTALISME DALAM PENGKAJIAN SEJARAH ALAM MELAYU Syed Farid Alatas *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.89 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3627

Abstract

Walaupun pelbagai contoh ketidakjituan atau ketidaksesuaian faham-faham, teori-teori dan andaian-andaian Barat telahpun diperhatikan dalam karya-karya kritis tentang kedudukan ilmu-ilmu kemasyarakatan di alam Melayu-Indonesia, akan tetapi apa yang dimaksudkan di aras fahaman dan empiris oleh kejituan dan ketidakjituan jarang telah menjadi perkara perbincangan ilmiah. Makalah ini bertujuan untuk memajukan pemahaman kita terhadap masalah kejituan ini dan menghurai-kan beberapa masalah yang masih menghinggapi pengkajian sejarah Nusantara ini. Masalah-masalah ini berkaitan dengan kenyataan Orientalisme yang berterusan menguasai pengkajian Melayu-Indonesia. Dalam makalah ini masalah Orientalisme ditakrifkan dan beberapa contoh apa yang dimaksudakan dengan pendekatan bukan Erosentris dihasilkan.
Partisipasi Masyarakat Kecamatan Kalibawang dalam Gerakan “Bela-Beli Kulon Progo” Felix Arberd Nur Kristianto *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 1 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.213 KB) | DOI: 10.21831/socia.v12i1.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasimasyarakat Kecamatan Kalibawang dalam Gerakan “Bela-Beli Kulon Progo” beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informanyaitu Bupati;Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Bagian Industri Disperindag dan ESDM, Kepala Bagian Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Staf bagian TI dan Humas, Staf Bagian Pengkajian Teknologi Pertanian Kantor KP4K, Kabupaten Kulon Progo serta Staf Bagian Keuangan, Staf Bagian Ekonomi Pembangunan, Pengumpul Pengolah Penyaji Data Pertanian (P3D) staf KP4K; Penyuluh pertanian staf Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kecamatan Kalibawang; Ketua kelompok tani; dan masyarakat. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaktif.Hasil penelitian: (1)Partisipasi masyarakat sudah kelihatan tetapi belum optimal, (2)Bentuk kegiatan partisipasi masyarakat adalah dalam menggerakkan sumber daya masyarakatnya, (3)Bentuk partisipasinya tergolong partisipasi mandiri,(4)Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam Gerakan “Bela-Beli Kulon Progo”. Kata Kunci:Partisipasi Masyarakat, Gerakan “Bela-Beli Kulon Progo”
Penerapan Model Pembelajaran STAD Kuis Kompetisi Kelompok untuk Meningkatkan Minat Belajar PKn Regeng Regeng
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 1 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.846 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i1.9909

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperbaiki proses pembelajaran  melalui model  pembelajaran kooperatif  STAD kuis kompetisi kelompok untuk  meningkatkan minat  belajar PKn  pada  siswa kelas X Agribisnis Ternak Unggas (ATU) 2   di SMK Negeri 1 Pandak Menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reasearch). Dilaksanakan dalam dua siklus Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung saat pembelajaran. Indikator keberhasilan didasarkan pada rerata persentase peningkatan minat dari 25% menjadi 75%. Data dianalisis dengan statistika deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD kuis kompetisi kelompok dapat meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dilihat dari peningkatan rerata persentase minat siswa dalam pembelajaran PKn.Kata kunci : STAD kuis kompetensi kelompok, minat belajar, PKn
DEKONSTRUKSI PRANATA ERTURANG PADA PERKAWINAN SEMARGA (Studi Kasus Masyarakat Karo Di Berastagi) Novrasilofa S
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 2 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.494 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i2.12258

Abstract

Modernisasi dan globalisasi telah menyentuk seluruh aspek kehidupan sosial budaya masyarakat termasuk masyarakat Suku Karo di Berastagi.Salah satu budaya karo yang mengalami perubahan adalah pranata erturang.Pranata ini dipahami oleh kaum muda sebagai pranata yang kuno dan cenderung mengikat, sehingga saat ini kaum muda mengaplikasikan pranata tersebut sesuai dengan keinginannya yang dianggap sesuai dengan keadaan sekarang.Akibatnya secara tidak langsung kaum muda telah mendekonstruksi makna dari erturang tersebut sesuai dengan kapasitasnya saat ini.Akibatnya pranata tersebut sebagai sebuah struktur telah mengalami perubahan makna dan konsep.Perubahan ini juga akhirnya memunculkan perkawinan yang dianggap menyimpang bagi Suku Karo. Perkawinan semarga ini tentunya tidak dapat diterima oleh berbagai kalangan, oleh karena itu pelakunya berusaha untuk mensahkan hubungannya dengan berbagai cara.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnografi, selain itu untuk mendapatkan data dilakukan observasi, wawancara, serta studi dokumen tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kaum muda memahami pranata erturang saat ini dan bagaimana proses serta implikasi perkawinan semarga bagi para pelakunya. Penelitian ini menggunakan teori dekonstruksi dan strukturasi untuk membantu menjabarkan haasil penelitian.Kata kunci: Erturang-Generasi Muda-Perkawinan Semarga-Dekonstruksi-Karo
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dan Kebiasaan Menonton Televisi Pendidikan Dengan Nilai-Nilai Moral Ika Noviana, Aman *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.746 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i1.17846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) hubungan antara pola asuh orang tua dengan nilai-nilai moral, (2) hubungan antara kebiasaan menonton televisi pendidikan dengan nilai-nilai moral, dan (3) hubungan antara pola asuh orang tua dan kebiasaan menonton televisi pendidikan dengan nilai-nilai moral siswa kelas V SD se-Gugus Puren Condongcatur Depok Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif noneksperimental. Sampel penelitian yaitu 149 siswa kelas V SD se-Gugus Puren Condongcatur Depok Sleman. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan nilai-nilai moral yang ditunjukkan dengan r 0,812 rtabel 0,159 dan p 0,05. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kebiasaan menonton televisi pendidikan dengan nilai-nilai moral yang ditunjukkan dengan r 0,731 rtabel 0,159 dan p 0,05. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dan kebiasaan menonton  televisi pendidikan dengan nilai-nilai moral yang ditunjukkan  dengan r 0,841 rtabel 0,159 dan F 176,828 Ftabel 3,06.Kata kunci: pola asuh orang tua, kebiasaan menonton televisi pendidikan, nilai-nilai moral,
Pengaruh micro teaching dan kegiatan ekstrakurikuler terhadap pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa Muhammad Arif Al-Fikri; Marzuki Marzuki
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.089 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.22668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh micro teaching dan kegiatan ekstrakurikuler terhadap pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian ini ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu 54 mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah micro teaching sekaligus juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa. Sumbangan efektif micro teaching sebesar 34,6%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa terhadap pembentukan karakter tanggung jawab mahasiswa. Sumbangan efektif kegiatan ekstrakurikuler sebesar 10,4%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan micro teaching dan kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa secara bersama-sama terhadap pembentukan karakter tanggung jawab, ditunjukkan dengan nilai F hitung (20,823) lebih besar dari F tabel (3,18) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, dengan sumbangan efektif sebesar 45,0%.
Metode Terapi dan Rehabilitasi Korban Napza di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Puji Lestari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3386.14 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui secara mendalam metode pembinaan dan penyadaran korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotoprika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif  deskriptif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan penyadaran korban penyalahgunaan NAPZA melalui metode Zikrullah. Zikrullah dimaksudkan sebagai alat penenang hati, penyembuhan segala penyakit hati, pembersih hati, dan sebagai alat peningkatan iman kepada Allah. Adapun materi rehabilitasi meliputi mandi malam atau mandi taubat, shalat-shalat wajib dan sunah, zikir, membaca Alqur’an, riyadlah, pengajian rutun mingguan dan bulanan, do’a-do’a, dan pembelajaran tentang keilmuan seperti Fiqh, Tauhid, Akhlak, dan Tashawuf. Kata Kunci: PP Suryalaya, Inabah, Rehabilitasi, NAPZA
Nilai dan etika pekerjaan sosial di dalam konseling hipnoterapi rohimi rohimi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.823 KB) | DOI: 10.21831/socia.v16i1.27369

Abstract

Dalam penelitian ini mengkaji tentang pelayanan konseling terapi (teraphy counseling) dalam praktik hipnoterapis di lembaga Ikatan Hipnoterapis Indonesia (IHI) Yogyakarta, dengan fokus penelitian bagaimanakah model pelayanan konseling Hipnoterapis dan bagaimakah nilai dan etika pekerjaan sosial terhadap klien di lembaga Ikatan Hipnoterapis Indonesia (IHI) Yogyakarta. Dan penelitian ini dilakukan dengan penelitian lapangan (field research), dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lebih actual dengan metode wawancara. Dalam penelitian ini, peneliti mendapat pemahaman baru terkait dengan ilmu hypnosis atau hipnoterapi ini, karena dari hasil penelitian dalam konseling hipnoterapis, seorang pekerja sosial lebih fokus pada terapi perorangan (Casework teraphy) yang bertujuan untuk memberikan penyembuhan kepada klien yang mengalami masalah mental atau psikolognya. Di lembaga lkatan Hipnoterapi Indonesia (IHI) Yogyakarta, telah menangani klien dan penyembuhan kepada klien dengan permasalahan yang sangat variatif. Seingga dimana cara pelayanannya melalui metode hipnotis, sehingga pada tahap ini, seorang terapis atau pekerjaan sosial benar-benar membawa kode etiknya di saat memberikan pelayanan, untuk menjaga martabat profesionalitasnya.

Page 7 of 23 | Total Record : 224