cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
EVALUASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU GEOGRAFI SMA DI KABUPATEN BANTUL Muhammad Nursa'ban, Suparmini, Sriadi Se *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.54 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3607

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh gambaran kompetensi Pedagogik guru Geografi SMA di Kabupaten Bantul pada tahun 2011 didasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan evaluasi model kesenjangan (discrepancy model of evaluation). Populasi penelitian ini yaitu guru geografi SMA di Kabupaten Bantul, dan sampelnya diambil secara acak dari kelompok sampel sebanyak 28 orang dari 49 Guru Geografi di SMA Negeri maupun Swasta di Kabupaten Bantul. Sumber data diperoleh dari Kepala Sekolah, Guru sejawat, dan Siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner. Teknik analisis data deskriptif secara kuantitatif maupun kualitatif sesuai dengan karakteristiknya. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa secara umum, kompetensi pedagogik guru geografi SMA di Kabupaten Bantul berdasarkan rata-rata penilaian Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa pada jawaban instrumen sudah pada kategori balk atau berada di sekitar skala 3, sedangkan hasil kiasifikasi kategori sturguess persentase tertinggi terletak pada kategori Cukup. Penilaian responden terhadap kompetensi inti 5 dan 10 dari kompetensi pedagogik guru geografi SMA di Kabupaten Bantul dalam kategori cukup (skala 2). Penilaian yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan penilaian oleh siswa terhadap kompetensi pedagogik guru geografi SMA di Kabupaten Bantul Kata Kunci: Evaluasi, kompetensi, pedagogik, geografi.
Muatan Pendidikan Lingkungan dalam Tayangan Jalan Sesama Budiman dan Muhsinatun Siasah * *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 1 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6616.901 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.5288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media pendidikan lingkungan di luar sekolah dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkungan pada anak-anak.Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi, objek penelitian adalah 10 tayangan Jalan Sesama yang ditayangkan selama Maret-April 2010.Penelitian ini dilakukan dengan menghitung frekuensi kemunculan pesan pendidikan lingkungan dalam setiap episode.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar koding.Data yang terkumpul dianalisis dengan membandingkan data hasil koding dari tiga orang pengkoding yang berbeda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan pendidikan lingkungan yaitu pengenalan flora dan dan fauna adalah pesan yang paling sering muncul, sebanyak 73,01%. Pesan tersebut paling sering muncul dalam segmen studio, yaitu sebanyak 38,67%. Pesan pendidikan lingkungan dalama tayangan Jalan Sesama lebih banyak disampaikan secara implisit dan menyatu dalam alur cerita, yaitu sebanyak 66,04%. Pesan-pesan pendidikan lingkungan sebagian besar disampaikan oleh tokoh pembantu, yaitu sebanyak 87,75%. Kata Kunci: pendidikan lingkungan hidup, anak-anak, televisi, Jalan Sesama.  
Keefektifan Metode Problem Solving dalam Pembelajaran Pkn untuk Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Nasionalisme di SMA Negeri 1 Suela Lombok Timur Ika Tijayanti, Marzuki *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 2 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.914 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i2.5302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode problem solving dalam pembelajaran PKn untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis dan sikap nasionalisme di SMA Negeri 1 Suela Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2013 dengan menggunakan analisis MANOVA faktorial dua jalur pada taraf signifikansi 5% (= 0,05). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan metode problem solving lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional; 2) sikap nasionalisme siswa yang belajar menggunakan metode problem solving tidak menunjukkan perbedaan rerata yang signifikan dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional; 3) kemampuan berpikir kritis siswa tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara rerata pada siswa yang tergolong cerdas interpersonal dengan siswa yang tergolong cerdas intrapersonal; 4) sikap nasionalisme siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara rerata pada siswa yang tergolong cerdas interpersonal dengan siswa yang tergolong cerdas intrapersonal; 5) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran dan jenis kecerdasan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa; 6) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran dan jenis kecerdasan terhadap pengembangan sikap nasionalisme siswa. Kata kunci: problem solving, jenis kecerdasan, berpikir kritis, sikap nasionalisme
Komparasi Kemandirian Siswa Berlandaskan Jiwa Entrepreneurship di SMK N 2 Mataram SAIFUL BAHRI
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 1 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.624 KB) | DOI: 10.21831/socia.v13i1.9902

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kemandirian siswa yang berlandaskan jiwa entrepreneurship berdasarkan kategori gender, jenis pekerjaan orang tua, jumlah penghasilan dan program keahlian kelas XII di SMK Negeri 2 Mataram. Desain penelitian ini adalah expost facto dengan jenis penelitian komparatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji beda. Hasil uji beda kemandirian siswa yang berlandaskan jiwa entrepreneurship menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan (P.Sig(2-tailed)=0,000 α=0,05); (2) tidak terdapat perbedaan antara jenis pekerjaan orang tua siswa wiraswasta dan bukan wiraswasta (P.Sig(2-tailed)=0,759 α=0,05); (3) tidak terdapat perbedaan antara jumlah penghasilan orang tua siswa 0-2 juta, 2-3 juta, dan 3juta (P.Sig(2-tailed)=0,798 α=0,05); (4) terdapat perbedaan antara siswa program keahlian administrasi perkantoran, pemasaran, rekayasa perangkat lunak, dan usaha perjalanan wisata (P.Sig(2-tailed)=0,000 α=0,05).Kata kunci: kemandirian, siswa, jiwa entrepreneurship
Kondisi Sosial Politik Banyumas Sekitar Peristiwa 1 Oktober 1965 (1963-1966) Diki, Aman
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 2 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.052 KB) | DOI: 10.21831/socia.v12i2.12244

Abstract

Penelitian ini difokuskan terhadap kondisi sosial kemasyarakatan yang mencakup kebudayaan dan kondisi politik yang mencakup organisasi politik beserta aktivitasnya pada tahun 1963-1965. Selain itu juga akan digambarkan tentang perkembangan kondisi sosial politik pasca peristiwa 1 Oktober 1965 hingga tahun 1966 dengan fokus pada proses pembersihan PKI dan cara masyarakat menyikapi PKI. Penulis melakukan beberapa tahapan penelitian yaitu memilih topik, mengumpulkan sumber baik lisan maupun tulisan, melakukan kritik sumber, intepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial politik Kecamatan Banyumas pada kurun waktu 1963-1966 cukup stabil. Kemudian muncul organisasi politik yang berlatar belakang ideologi komunis dan nasionalis. Adanya kedua golongan membuat masyarakat terpecah. Kondisi ini berakhir setelah terjadinya peristiwa 1 Oktober 1965. Aksi pembersihan hanya membuat sedikit gejolak berupa kekerasan tanpa pembunuhan di Kejawar, serta intimidasi di Karangrau dan Papringan. Selain kejadian tersebut, mayoritas masyarakat Kecamatan Banyumas tetap tenang. Mereka tetap memperlakukan simpatisan PKI dengan normal karena adanya kepercayaan lokal yang membuat masyarakat Kecamatan Banyumas tidak bertindak negatif.Kata kunci: Kondisi sosial politik, komunis, nasionalis
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural Di SMK Negeri 2 Mataram Nurlaili Handayani, Taat Wulandari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 2 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.886 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i2.17642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui implementasi pendidikan karakter berbasis multikultural di SMKN 2 Mataram, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pendidikan karakter berbasis multikultural di SMKN 2 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik tringulasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis multikultural dilaksanakan melalui program-program sebagai berikut: a) komitmen manajemen sekolah; b) melalui tata tertib sekolah; c) pengintegrasian pada program intrakurikuler; d) pengintegrasian pada program ekstrakurikuler; e) budaya sekolah dan f) program jaringan kerja. Sekolah mengembangkan nilai-nilai karakter: nilai religius, mandiri, peduli lingkungan, berprestasi, toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, kompetitif dan cinta damai. Faktor pendukung antara lain: a) komitmen dan kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru, siswa, dan keterlibatan orang tua wali; b) dukungan pihak pemerintah dan swasta dalam jaringan kerja. Faktor penghambat antara lain: a) kebiasaan dan budaya lingkungan asal siswa yang berbeda; b) lingkungan masyarakat; c) lingkungan teman sebaya dan media elektronik; e) sarana prasarana yang belum lengkap; f) evaluasi program pendidikan karakter yang belum optimal, sehingga mempengaruhi proses penanaman karakter. Kata Kunci: pendidikan karakter, multikultural, multikultural di SMK
Jati diri orang asli papua dalam pusaran otonomi khusus di Provinsi Papua Barat Joseph Eliza Lopulalan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.048 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i1.20801

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana seharusnya masyarakat adat Papua atau orang asli Papua menyadari identitas yang dilekatkan kepada mereka sekarang ini oleh penerapan otonomi khusus yang masih gagal menyejahterakan, memberdayakan dan memberi kesetaraan serta peran yang sesungguhnya bagi mereka di atas tanahnya sendiri sebagai aktualisasi jati dirinya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Mengupas resistensi yang dilakukan masyarakat adat sebagai bentuk distorsi jati diri orang asli Papua dalam kaitan dengan hak ulayat atas tanah yang menjadi jati dirinya, dan dualisme peran elit lokal yang merupakan putra asli Papua. Penerapan otonomi khusus Papua di Papua Barat yang gagal menjadi tuan di tanahnya sendiri akibat lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan penyimpangan terhadap mandat selaku putra asli Papua yang kerap menggunakan isu etnosentris dalam proses pemilihannya di kancah Pilkada serta minim kapasitas diri untuk tampil adil, layak, amanah, dan cakap Penelitian ini menawarkan kesadaran orang asli Papua untuk memetakan ulang transformasi nilai–nilai adat sehingga hak ulayat lebih memperhatikan aspek keberlanjutan hidup dengan peningkatan kapasitas diri dibanding aspek kebendaan dari tanah adat yang cenderung memberi citra buruk orang asli Papua.
Persepsi dan Sikap Mahasiswa Terhadap Pendidikan Karakter di Prodi Pendidikan IPS UNY Saliman, Anik Widiastuti, Taat Wulandari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3387.73 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5350

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi dan sikap mahasiswa terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di Prodi Pendidikan IPS, FIS, UNY. Jenis penelitian ini adalah Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2008 dan angkatan 2009 yang berjumlah 142 mahasiswa, dan diambil sampel sebesar 50% yaitu sebanyak 71 mahasiswa dengan teknik proportional random sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Prodi Pendidikan IPS terhadap pelaksanaan pendidikan karakter termasuk dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan 65% dari responden memiliki persepsi baik. Sikap mahasiswa Prodi Pendidikan IPS terhadap pelaksanaan pendidikan karakter termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan 67.60% dari responden memiliki sikap cukup baik. Kata kunci: persepsi, sikap, pendidikan karakter
Strategi KPU Kabupaten Bogor dalam Meningkatkan Partisipasi pada Pemilihan Umum Tahun 2019 Triana Pertiwi; Siti Rahmawati
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 2 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.412 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i2.21962

Abstract

Strategy of The General Election Commission (KPU) of Bogor Districts in Raising The Voters Participation on General Election 2019. The citizen's participation in politics that can be measurable is the citizen's behaviour in the election. The low level of participation is considered as an unfavourable sign that the government only serves the interest of some groups. The General Election Commission (KPU) as the election conventions plays a critical role as the facilitator between the candidates and the voters, they have to ensure the access of information and all the society's information necessities. Therefore, it needs to have the right strategy in raising the voters participation. The purpose of this research is to identify factors of the internal and external environments in raising the voters participation, to formulate the alternative strategies based on the internal and external factors and to define the right strategy that can be implemented by The General Election Commission (KPU) of Bogor districts. The research sample is chosen by using the nonprobability sampling method with a certain considerations (purposive sampling). The research methodology uses analysis of the IFE matrix, EFE matrix, IE matrix, SWOT and QSPM as the final decision the research resulting the main strategy that can be implemented, which is composing decisions the technique of election convention that is customized with Bogor district condition which based on the rules of regulations
KOMPENTENSI PENDIDIK ILMU-ILMU SOSIAL DALAM ABAD TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENYIAPAN GENERASI BERKARAKTER DI MASA DEPAN Amir Fatah
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.955 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3573

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak terlepas dad peran pendidikan. Hal ini karena pendidikan selama ini dipercaya mampu meningkatkan kompetensi, kemampuan, ketrampilan, serta daya saing SDM. Namun seiring dengan perubahan zaman, pendidikan juga dituntut untuk dapat menghasilkan generasi yang berkarakter dan berbudaya. Oleh karena itu menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan terutama bidang ilmu-ilmu sosial untuk dapat mewujudkan tuntutan zaman tersebut. Pemecahan masalah pendidikan dan sosial tidak akan terlepas dari peran pendidik. Hal ini karena proses pendidikan selalu melibatkan peran pendidik. Oleh karena itu kompetensi pendidik mutlak untuk selalu ditingkatkan dengan tujuan terwujudnya proses pendidikan yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten, berkemampuan, berketrampilan, berdaya saing, berkarakter dan berbudaya. Oleh karena adanya beberapa masalah berkaitan dengan kompetensi pendidik ilmu sosial baik itu rendahnya motivasi pendidik, rendahnya penguasaan terhadap pengetahuan, serta sarana dan prasarana yang terbatas, maka peranan pimpinan sekolah, teman sejawat, peserta didik, keluarga, dan pengambil kebijakan adalah mutlak diperlukan. Dengan keterlibatan pihak-pihak tersebut secara optimal maka diharapkan kompetensi pendidik dapat selalu ditingkatkan sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkompeten, berkemampuan, berketrampilan, berdaya saing, berkarakter dan berbudaya. Kata kunci: Kompetensi, Pendidik, Ilmu Sosial, Generasi, Berkarakter.

Page 8 of 23 | Total Record : 224