cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Analisis Pendidikan Kewarganegaraan Di Kolombia Hidayatulloh, Muhammad Muslim; Rahmawati, Elly Nur; Samsuri, Samsuri
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 1 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i1.74664

Abstract

Tulisan ini mencoba memberikan pandangan terhadap konsep Pendidikan Kewarganegaraan di Kolombia sesuai kultur dan kompetensi kewarganegaraan nasional Kolombia yang dirancang untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai, serta mendeskripsikan perbedaan pemahaman, dengan melibatkan generasi muda dalam pengambilan keputusan bersama serta keterlibatan secara demokratis di sekolah. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Dengan menggali referensi melalui kajian teoritis terhadap dokumen-dokumen baik jurnal maupun buku yang berkaitan dengan topik masalah. Program Pendidikan Kewarganegaraan di Kolombia telah berusaha untuk menanggapi tantangan negara. Ini telah diakui bahwa pengetahuan fakta dan konsep tidak cukup untuk mengembangkan kompetensi sehingga membutuhkan cara penting dari belajar dengan berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku moral politik dalam pengembangkan sosial dan pribadi yang telah ditekankan menjadi lebih empatik.
Corpus Analysis Discourse Study (CADS): Diskusi "Klitih" melalui Media sosial Twitter Sebagai Ruang Publik Pada Tahun 2022 – 2023 Prabawati, Lina Putri; Nurhidayah, Siti; Elysa, Sepriza
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 1 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i1.76634

Abstract

Maraknya isu "Klitih" memang telah menjadi keresahan dan kegelisahan masyarakat di Yogyakarta, pasalnya kasus "Klitih" yang belakangan terjadi berkaitan dengan tindak penyimpangan seperti kekerasan dan penghilangan nyawa. Oleh karena itu, pada era digitalisasi seperti saat ini, sebagian besar masyarakat merepresentasikan kerasahan sekaligus aspirasinya pada media sosial salah satunya melalui Twitter atau yang saat ini disebut dengan X. Pada dasarnya tujuan atau fokus dari studi ini adalah untuk mengetahui perkembangan isu tentang "Klitih" yang terjadi di Yogyakarta yang dilihat  melalui diskusi masyarakat pada media sosial Twitter atau X. Studi akan mengidentifikasi mengenai tanggapan masyarakat terkait kasus "Klitih" di Yogyakarta sebagai bentuk dari advokasi digital  yang dilakukan melalui media sosial khususnya Twitter. Metode analisis data dilakukan menggunakan Corpus-Assisted Discourse Study (CADS) dengan menganalisis data cuitan atau tweet pada Twitter. Proses pengumpulan data diperoleh melalui scraping Twitter dengan menggunakan kata kunci terkait "Klitih". Hasil menunjukkan bahwa terdapat tiga wacana dominan yang muncul dalam diskusi atau pembahasan masyarakat mengenai kasus "Klitih" pada media Twitter, yaitu Pariwisata; Stakeholder dan Respon Masyarakat. Diskusi masyarakat yang terungkap memberikan pemahaman tentang kekhawatiran dan aspirasi yang perlu diperhatikan dalam penanganan " Klitih" di Yogyakarta melalui proses kerjasama antar stakeholder yang meliputi pihak kepolisian dan juga pemerintah.
Keberhasilan Daerah Transmigrasi SP 2 Sumber Makmur: Antara Harapan dan Realita.: Assessing the success of the SP 2 Sumber Makmur transmigration area: between expectations and realities Haryati Putri, Sri; Barjiyah, Umi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 22 No. 1 (2025): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketimpangan kepadatan penduduk di Indonesia menjadi perhatian pemerintah sejak masa kolonial yang berlanjut sampai pemerintahan era Soeharto. Daerah transmigrasi Sumber Makmur di Lalubi Gane Timur Halmahera Selatan memberikan contoh gambaran kehidupan para transmigran di daerah baru yang mengalami berbagai kesulitan dan hambatan untuk meningkatkan perekonomiannya. Beberapa tahun belakangan, Sumber Makmur dicanangkan sebagai daerah lumbung padi karena berhasil melakukan panen raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan melakukan wawancara dan observasi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat transmigran Sumber Makmur. Dari wawancara dan observasi ini diperoleh data-data tentang berbagai persoalan yang dialami masyarakat transmigran. Sebagai daerah lumbung padi nyatanya tidak seindah harapan masyarakat transmigran. Hasil panen yang melimpah tidak sepenuhnya terserap ke pasaran dan menumpuk di lumbung penyimpanan rumah masyarakat. Penyebab utama adalah infrastuktur jalan yang rusak parah menjadi kendala pemasaran hasil panen.
Global connections from Bandung: youth forum as a new pillar of city paradiplomacy: Koneksi global dari Bandung: youth forum sebagai pilar baru paradiplomasi kota Dermawan, Windy; Nurrahmadi, Ilham Shidqi; Affandi, RMT Nurhasan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 22 No. 1 (2025): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the forms and levels of youth participation in supporting the implementation of paradiplomacy in the City of Bandung through the Bandung Sister Cities (Basic) Youth Forum, particularly in the sister city relationship between Bandung and Braunschweig. Using a descriptive-analytical qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, online searches, and document reviews, and verified through triangulation techniques. This research is based on the participation theory by Cohen & Uphoff (1977) and Roger Hart's ladder of participation model (1992), as well as the concept of paradiplomacy by Kuznetsov and Tavares. The research results show that the participation of the Basic Youth Forum is classified as participation in implementation, where the youth are involved in the technical execution of paradiplomacy activities, but not yet in the planning or policy evaluation stages. The level of participation falls into the category of adult-initiated, shared decisions with youth, meaning the initiative comes from adult actors (government agencies), but involves youth in the decision-making process of activity implementation. These findings underscore the importance of strengthening participatory structures in regional paradiplomacy, including the formulation of concrete work plans to ensure that youth involvement is not merely symbolic. Thus, the Basic Youth Forum has the potential to become a strategic pillar in more inclusive and sustainable city diplomacy.