cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Motivasi berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fahlia Fahlia; Endang Mulyani
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 2 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.736 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i2.22679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berwirausaha mahasiswa dan perbedaan motivasi berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Samawa dilihat dari pendidikan, pekerjaan dan pendapatan orang tua. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Universitas Samawa dan  sampel penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2014 sebanyak 49 orang yang dipilih dengan teknik  probability sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik paramatrik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Samawa berada pada ketegori sedang (cukup kondusif) dengan persentase  (60,46%), (2) tidak ada perbedaan motivasi berwirausaha mahasiswa pendidikan ekonomi dilihat dari pendidikan orang tua antara tamatan diploma/sarjana, tamatan SMA/SMK/MA/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat dengan nilai signifikansi (p: 0,925 0,05), (3) ada perbedaan motivasi berwirausaha mahasiswa pendidikan dilihat dari pekerjaan orang tua antara wirausaha dan non wirausaha dengan nilai signifikansi (p: 0,000 0,005), (4) tidak ada perbedaan motivasi berwirausaha mahasiswa pendidikan ekonomi dilihat dari pendapatan orang tua antara pendapatan tertinggi, pendapatan sedang dan pendapatan terendah dengan nilai signifikansi (p: 0,9250,05).
Pembelajaran IPS dengan Strategi Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemandirian dan Kepedulian Siswa Raras Gistha Rosardi *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 1 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.269 KB) | DOI: 10.21831/socia.v10i1.5339

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Menguji perbedaan yang siginifikan pada hasil belajar kognitif, kemandirian dan kepedulian antara siswa; 2) Menguji keefektifan strategi Pemecahan Masalah untuk meningkatkan hasil belajar kognitif, kemandirian dan kepedulian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman DIY. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik  Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Strategi pembelajaran Pemecahan Masalah dan strategi pembelajaran Konvensional: 1) menunjukkan perbedaan hasil belajar kognitif, kemandirian dan kepedulian secara bersama-sama. 2) menunjukkan perbedaan terhadap hasil belajar kognitif. 3) menunjukkan perbedaan terhadap nilai kemandirian. 4) menunjukkan perbedaan terhadap nilai kepedulian. Kata kunci: strategi pembelajaran pemecahan masalah, hasil belajar kognitif, kemandirian, kepedulian
History Teaching in Vocational School Based on Curriculum 2013 Ajat Sudrajat; Dyah Kumalasari; Danu Eko Agustinova
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 2 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.527 KB) | DOI: 10.21831/socia.v16i2.30348

Abstract

The Curriculum 2013 is a learning guidance for schools in Indonesia. One among many schools that applied Curriculum 2013 is vocational school. Social sciences based majors also being taught in vocational school. One of them is Indonesian History. The major of history in vocational school is very strategic for internalizing national character values. Unfortunately, history teachers in vocational school don’t apply suitable way in their teaching. That’s understandable since students in vocational school focus on vocational majors. This research employs a descriptive qualitative method by utilizing some techniques of data collection such as observations, interviews and documentations. The aim of this research is to know teaching strategy which is suitable in vocational school. The benefit of this research is the finding of ideal teaching strategy for vocational school students. In this case, the object of research is SMK Negeri 3 Kudus. History teaching in vocational school can utilize teaching media and learning in historical site. Those two strategies have goal for easing students of vocational school in understanding material of history subject. Each of those strategies has advantages and downsides, so that combination of them can cover each others’ downsides.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN PEMAHAMAN KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH LOKAL PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FKIP UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Nur Aida Kubangun *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.318 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.3739

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh metode instruksional dan konsep pemahaman tentang sejarah hasil belajar mahasiswa lokal. Penelitian ini dilakukan di Universitas FKIP Pattimura, dengan sampel 36 mahasiswa yang dipilih secara acak. Percobaan dilakukan menggunakan model faktorial 2 x 2. Analisis data mengungkapkan empat temuan, pertama, secara umum ada perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang diperlakukan dengan inkuiri oleh resitasi model yang ditunjukkan oleh 79,06 gt; 4.00 kedua, ada interaksi antara metode pengajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar sejarah lokal yang ditunjukkan oleh 64,09 4,15; pembelajaran 4,15 ketiga, ada perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki minat tinggi yang diperlakukan dengan inkuiri dibandingkan dengan resitasi, ditunjukkan oleh 0,45 It; 4,41 keempat, ada perbedaan dalam mempelajari hasil antara mahasiswa dengan minat rendah yang diperlakukan dengan resitasi dibandingkan dengan mahasiswa berminat rendah yang diperlakukan oleh inkuiri yang ditunjukkan oleh 0,93 It; 4, 41.
Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS di MTsN Model Selong Lombok Timur Zuhud Ramdani, Zamroni *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 1 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6551.144 KB) | DOI: 10.21831/socia.v11i1.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS, proses yang dilakukan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, dan faktor pendukung dan penghambat pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di MTsN Model Selong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para siswa dan guru IPS yang mengajar di kelas VII dan VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Para guru di MTsN Model Selong Lombok Timur sudah mengintegrasikan 18 nilai karakter menurut Kemendiknas. 2) Proses integrasi pendidikan karakter diupayakan guru melalui materi dan kegiatan pembelajaran IPS. 3) faktor pendukung pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS adalah: a) metode pembelajaran yang bervariasi, b) pembelajaran IPS sangat dekat dengan kehidupan nyata siswa, c) tenaga pendidik yang sudah bersertifikat guru profesional, d) pemahaman guru tentang pendidikan karakter cukup baik, e) evaluasi yang selalu diadakan oleh kepala sekolah dalam proses belajar-mengajar, dan f) sarana dan prasarana yang tersedia cukup memadai. Adapun faktor penghambatnya: a) minat siswa yang rendah terhadap pelajaran IPS, b) materi-materi IPS yang sangat kompleks, dan c) jam pelajaran yang tersedia sangat terbatas. Kata kunci:  integrasi, pendidikan karakter, pembelajaran IPS
Kebijakan Berbasis Politik Rekognisi dan Resolusi Konflik Etnik Suharno . *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 1 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.08 KB) | DOI: 10.21831/socia.v12i1.5320

Abstract

Indonesia, sebagai negara multikultural, memiliki potensi konflik yang tinggi diantara unsur pembentuk multikulturalisme nya. Dalam konteks politik terpusat, Kotawaringin Timur (Kotim) terbukti sukses dalam resolusi konflik etnis, yaitu konflik Sampit antara suku Dayak dan Madura pada tahun 2001. Konflik tersebut diselesaikan tanpa meninggalkan beberapa masalah yang signifikan. Berbeda dengan daerah lain misalnya Kalimantan Barat dan Ambon di mana resolusi konflik diintervensi oleh Jakarta, Kotim berhasil dengan memberlakukan Peraturan Daerah No 5 Tahun 2004 tentang Penanganan penduduk yang terkena dampak dari konflik etnis. Dalam Perda tersebut disebutkan hak-hak masing-masing pihak yang saling bertentangan diakui. Pengakuan politik harus diwujudkan atau termasuk dalam kebijakan publik (pemerintah atau negara), sehingga masing-masing pihak mendapatkan kepastian hukum. Dalam mempersiapkan kebijakan publik diperlukan partisipasi masing-masing kelompok sehingga produk kebijakan tersebut dapat dipahami dan diterima oleh semua kelompok. Pelaksanaan Peraturan melibatkan partisipasi maksimum warga, tokoh masyarakat dan anggota Pemerintah Daerah. Kata Kunci: peraturan daerah, resolusi konflik, pengakuan politik
Gawai Dayak sebagai Sumber Sejarah Lokal Tradisi Masyarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan Saiful Bahri
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 2 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2734.033 KB) | DOI: 10.21831/socia.v12i2.12236

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui internalisasi tradisi Gawai Dayak sebagai sumber sejarah lokal pada materi tradisi masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan, di kelas X SMAN 1 Kuala Mandor B, meliputi: (1) penyampaian materi oleh guru,(2)strategi pembelajaran yang digunakan guru, (3)pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Subjek penelitian 1 guru sejarah dan 9 siswa kelas X. Pengumpulan data dengan observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teknik kualitatif model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian: (1) penyampaian materi telah dilakukan guru yaitu menyisipkan tradisi Gawai Dayak sebagai sumber sejarah lokal dengan menjelaskan fakta-fakta sejarah mengenai tradisi Gawai Dayak. (2) strategi yang digunakan cenderung mengarah kepada strategi pembelajaran kontekstual yang berhasil meningkatkan minat belajar siswa. (3) pemahaman siswa terlihat dari keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran seperti tanya jawab, memecahkan masalah yang diberikan guru, menjelaskan dan menganalisis dengan baik, serta berdiskusi dalam kelompok.Kata kunci: tradisi gawai dayak,sumber belajar sejarah
TATUNG: PEREKAT BUDAYA DI SINGKAWANG Yulita Dewi Purmintasari dan Hera Yulita *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.477 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i1.15886

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam budaya, etnis, agama, bahasa, namun dapat bersatu dalam kemajemukannya. Hal ini merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kalimantan Barat merupakan  salah satu daerah rawan konflik yang sifatnya massif. Terlihat bahwa keberagaman etnis dan budaya di Kalimantan Barat selain merupakan kekayaan budaya juga menjadi salah satu sumbu pemicu konflik. Kota Singkawang merupakan daerah yang multi etnis. Etnis yang ada di kota Singkawang di antaranya adalah : etnis Cina, Melayu, Dayak, Jawa, Madura dan lain-lain. Meskipun terdiri dari berbagai etnis, namun kehidupan di kota Singkawang tidak pernah terjadi keributan antaretnis. Ruang budaya perlu dimanfaatkan lebih serius guna terciptanya keharmonisan antar-etnis dalam upaya meredam konflik. Wadah akulturasi Tionghoa dengan Dayak untuk berkolaborasi sebagai sarana nyata dalam rangka mewujudkan kerukunan yakni melalui Pawai Tatung yang merupakan upacara tahunan dalam merayakan Cap Go Meh di kota Singkawang, Kalimantan Barat.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBENTUK MAJALAH ELEKTRONIK DENGAN MATERI HIDROSFER UNTUK SISWA SMA KELAS X Dian Ardhina; Mukminan Mukminan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 1 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.608 KB) | DOI: 10.21831/socia.v14i1.19667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran geografi berbentuk majalah elektronik dengan materi hidrosfer yang layak dan efektif untuk siswa SMA kelas X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model pengembangaan Alessi Trollip yang meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap desain, dan tahap pengembangan. Setelah melalui tahap pengembangan awal dihasilkan produk awal multimedia. Tahap selanjutnya dilakukan evaluasi formatif untuk mengetahui kelayakan produk yang terdiri atas Alpha Test, Beta Test I, dan Beta Test II. Pada tahap akhir produk dilakukan evaluasi sumatif untuk mengetahui keefektifan produk berupa skor tes hasil belajar. Hasil penelitian ini adalah: (1) Multimedia pembelajaran geografi berbentuk majalah elektronik yang dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar berdasarkan validasi dari ahli materi, validasi dari ahli media, validasi dari guru geografi SMA kelas X, uji coba beta test I, dan uji coba beta test II. (2) Multimedia pembelajaran geografi berbentuk majalah elektronik dengan materi hidrosfer untuk siswa SMA kelas X yang dikembangkan efektif dan dapat meningkatkan penguasaan kompetensi mata pelajaran geografi, dibuktikan dengan peningkatan nilai hasil belajar siswa. Kata Kunci: multimedia pembelajaran geografi, majalah elektronik, keefektifan multimedia.
Peran teman sebaya dalam pembentukan karakter siswa Madrasah Tsanawiyah Yusuf Kurniawan; Ajat Sudrajat
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 2 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.476 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i2.22674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teman sebaya dalam pembentukan karakter siswa di MTs YAPI Pakem. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Analisis data menggunakan analisis model yang dikembangkan oleh Miles Huberman. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1. Teman sebaya memiliki berbagai peran penting bagi siswa MTs YAPI Pakem, yaitu: a. memberikan dukungan terhadap siswa, b. mengajarkan berbagai keterampilan sosial, c. menjadi agen sosialisasi bagi siswa, dan d. menjadi model atau contoh berperilaku bagi siswa lain. 2. Teman sebaya memiliki peran dalam membentuk berbagai karakter siswa, yaitu religius, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, bersahabat, peduli lingkungan, peduli sosial, membangkang, dan agresif.

Page 6 of 23 | Total Record : 224