cover
Contact Name
Apriana Rahmawati
Contact Email
hipercci.jkki@gmail.com
Phone
+6281398444176
Journal Mail Official
hipercci.jkki@gmail.com
Editorial Address
Ruang Pendidikan dan Pelatihan, ICU RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh, Nomor 24 Senen, Jakarta Pusat.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia
ISSN : 30472865     EISSN : -     DOI : 10.66351
Core Subject :
Jurnal ini diterbitkan oleh Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dan bertujuan menjadi wadah ilmiah bagi peneliti, akademisi, praktisi, serta mahasiswa keperawatan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan penelitian yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis di rumah sakit, fasilitas kesehatan, maupun komunitas. Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia mencakup berbagai topik dalam bidang: - Keperawatan kritis dan intensif - Manajemen pasien emergensi - Keperawatan trauma dan gawat darurat - Keperawatan perioperatif - Etika dan kebijakan dalam keperawatan kritis - Pendidikan dan pelatihan keperawatan kritis - Peningkatan mutu dan keselamatan pasien - Inovasi teknologi keperawatan kritis
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
PENGARUH PEMBERIAN TINDAKAN PASSIVE LEG RAISING (PLR) TERHADAP PERUBAHAN MAP (MEAN ARTERIAL PRESSURE) PADA PASIEN SYOK HIPOVOLEMIK DI RUANG ICU RSUD TARAKAN JAKARTA: The Effect of Passive Leg Raising (PLR) on Mean Arterial Pressure (MAP) Changes among Hypovolemic Shock Patients in the Intensive Care Unit RSUD Tarakan Jakarta Siti Nurhayati; Aliana Dewi; Sari Narulita
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.41

Abstract

Passive Leg Raising adalah suatu teknik reversible yangmeningkatkan volume darah di jantung dengan cara meninggikan ekstremitas bawah setinggi 45 derajat. Passive Leg Raising (PLR) merupakan suatu teknik untuk memantau hemodinamik dan responsivitas cairan yang mudah untuk dilakukan. Prinsip kerja pada passive leg raising (PLR) ini hampir sama dengan fluid challenge. Hanya saja pada passive leg raising (PLR) tidak ada cairan yang diinfuskan ke dalam tubuh dan hemodinamik yang terpengaruh cepat kembali (reversibel), sehingga bisa menghindari risiko cairan yang berlebihan. Mengidentifikasi pengaruh passive leg raise (PLR) terhadap tekanan darah pada pasien syok hipovolemik di ruang Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan metode one group pre test – post testdesign dengan jumlah sampel 36 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian tindakan passive leg raise terhadap perubahan tekanan darah, dan memiliki pengaruh dengan peningkatan MAP (Mean Arterial Pressure). Dari data bahwa T-Hitung (3,647) > T-tabel (0,418) dan nilai p.Valuenya (0,007) < nilai alpha (0,05) yang berarti ada pengaruh antara Tindakan Passive Leg Raise terhadap MAP (Mean Arterial Pressure) pada Pasien Syok Hipovolemik Di Ruang ICU RSUD Tarakan. Saran perlu adanya penerapan dilakukan tindakan passive leg raise pada pasien syok hipovolemik yang mengalami penurunan MAP (Mean Arterial Pressure).
IMPLEMENTASI ORAL HYGIENE CARE (OHC) UNTUK MENCEGAH VENTILATOR-ASSOCIATED PNEUMONIA PADA KLIEN DENGAN MULTIPLE MYELOMA DI UNIT PERAWATAN INTENSIF: LAPORAN KASUS: Implementation of Oral Hygiene Care (OHC) to prevent Ventilator-Associated Pneumonia in a client with Multiple Myeloma in the intensive care unit: a Case Report Gita Bahari
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.42

Abstract

Multiple Myeloma (MM) adalah kanker darah yang berkembang di sel plasma di sumsum tulang, jaringan lunak seperti spons di bagian tengah tulang. Oral Hygiene Care diperlukan oleh pasien yang terpasang ventilasi Mekanik. Masalah Keperawatan yang muncul pada klien dengan MM di ICU adalah Gangguan ventilasi spontan, Metode yang diterapkan yaitu dengan melakukan tindakan keperawatan oral hygiene care. Tujuan dari implementasi ini adalah untuk mengurangi resiko terjadinya Ventilator-Associate Pneumonia (VAP). Tehnik pengumpulan data menggunakan metodologi keperawatan dengan subjek dalam laporan kasus ini satu orang pasien yang di rawat di ICU dengan terpasang ventilator. Implementasi keperawatan dengan melakukan oral hygiene care menggunakan obat kumur yang mengandung chlorhexidine 0,2%, menggosok gigi, bersamaan dengan penghisapan lendir dan memberi posisi kepala elevasi 30-45. Hasil yang didapat setelah 3 hari : rongga mulut bersih, sputum tidak purulent, kultur ETT tidak ada pertumbuhan kuman, suhu tubuh 36.5 – 37 c dan saturasi oksigen 98% tanpa peningkatan Fraksi Oksigen.
PERBANDINGAN VOLUME RESIDU LAMBUNG ANTARA PEMBERIAN NUTRISI ENTERAL GRAVI-TY DRIP DAN INTERMITTEN FEEDING PADA PASIEN PASCA LAPARATOMI DI ICU RSUD TARAKAN JAKARTA: Comparison of Gastric Residual Volume Between Enteral Gravity Drip and Intermittent Feeding in Post-Laparotomy Patients in the ICU of Tarakan Regional Hospital Jakarta Triyanto Triyanto; Widanarti Setyaningsih; Nurlelasari Harahap
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.43

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruang rawat khusus bagi pasien kritis yang membutuhkan penanganan dan observasi intensif, salah satunya pasien yang menjalani operasi laparatomi, dimana pasien ini membutuhkan perawatan khusus setelah menjalani operasi dimana dalam hal ini membutuhkan pemenuhan nutrisi melalui selang NGT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pemberian nutrisi enteral metode intermitten feeding dengan metode bolus pelan (gravity drip) terhadap volume residu lambung pada pasien pasca laparatomi di ruang ICU RSUD Tarakan Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024- Desember 2024. Jenis penelitian ini bersifat analitik kompararif dengan pendekatan secara cross sectional dengan teknik consecutiv sampling yakni sebanyak 31 responden, Hasil penelitian Uji statistic Mean Whitney U test diperoleh nilai p-value 0,0001 dengan significant alpha < 0,05 artinya ada perbedaan volume residu lambung pasien pasca laparatomi dengan pemberian nutrisi enteral intermitten feeding dan gravity drip di ICU RSUD Tarakan Jakarta. Saran untuk rumah sakit agar memberikan edukasi melalui seminar maupun workshop khususnya tenaga kesehatan perawat tentang metode pemberian nutrisi enteral intermitten feeding pada pasien pasca laparatomi.
PENERAPAN INTENSIVE SAFETY CHECKLIST (ISC) DALAM MENINGKATKAN ANGKA KESELAMATAN PASIEN DAN PELAYANAN UNGGULAN DI ICU RSIY PDHI: Implementation Of Intensive Safety Checklist (ISC) to Improve Patient Safety Rates And Excellent Services in The ICU Of RSYI PDHI Sarwo Edhi Wibowo; Sulastri Sulastri; Ikka Putri
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.44

Abstract

Intensive Safety Ceklist (ISC) adalah suatu alat atau dokumentasi yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan pasien selama pasien mendapatkan perawatan di ICU dengan mengurangi resiko kesalahan yang terjadi dengan melakukan pemeriksaan oleh Tim ICU sebelum, selama dan setalah pasien di rawat di ICU sebagai upaya untuk memasikan semua list yang diperlukan telah dilakukan dengan baik sehingga resiko kesealahan tidak terjadi. ISC adalah salah satu program unggulan yang menjadi dasar RSIY PDHI dalam membuat ISC di ICU. Tujuan ISC adalah untuk memudahkan dokter, perawat dalam pencatatan dan dokumentasi pasien selama mendapatkan perawatan di ICU. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pemantauan pasien sebelum, selama dan setelah pasien di rawat di ICU. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik dengan crosectional, analisis menggunakan Uji chi square, jumlah sampel yang diambil sebanyak 200 pasien sebelum penerapan ISC dan setelah penerapan ISC, Penelitian ini dilakukan pada 1 Desember 2024 - 1 Februari 2025. Dari hasil analisis diperoleh nilai p-value = 0,000 (α<0,05), sehingga ada pengaruh peningkatan angka keselamatan pasien sebelum penerapan ISC dan setelah penerapan ISC dengan nilai p < 0.05.
STUDI KASUS: PENTINGNYA PEMBERIAN HIPEROKSIGENASI SEBELUM TINDAKAN SUCTION PADA PASIEN TERPASANG VENTILASI MEKANIK: Case Study: The Importance Of Providing Hyperoxygenation Before Suction In Patients On Mechanical Ventilation Heru Noor Ramadhan; Tri Gunarti; Agustina Wulandari Putri
JKKI Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v3i1.45

Abstract

Latar belakang: Pasien dengan gagal napas yang menggunakan ventilasi mekanik berisiko mengalami penumpukan sekret dan penurunan oksigenasi saat suction. Studi ini bertujuan mengevaluasi efek hiperoksigenasi sebelum tindakan suction menggunakan metode Closed Suction System (CSS) pada satu pasien post-cardiac arrest dengan ventilasi mekanik. Metode: Metode studi kasus digunakan dengan pemantauan parameter vital, gas darah, dan hemodinamik selama dan setelah suction. Hiperoksigenasi dilakukan dengan FiO₂ 100% selama 2 menit sebelum suction. Hasil: Hasil menunjukkan SpO₂ tetap stabil (96–98%) tanpa desaturasi, serta tidak terjadi komplikasi seperti atelektasis atau VAP. Fluktuasi hemodinamik bersifat ringan dan terkendali. Penggunaan CSS dan protokol ventilasi protektif membantu menjaga stabilitas respirasi dan mencegah komplikasi. Kesimpulan: Hiperoksigenasi terukur sebelum suction efektif menjaga stabilitas oksigenasi dan hemodinamik. CSS direkomendasikan untuk praktik suction yang aman pada pasien kritis.

Page 3 of 3 | Total Record : 25