cover
Contact Name
Apriana Rahmawati
Contact Email
hipercci.jkki@gmail.com
Phone
+6281398444176
Journal Mail Official
hipercci.jkki@gmail.com
Editorial Address
Ruang Pendidikan dan Pelatihan, ICU RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh, Nomor 24 Senen, Jakarta Pusat.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia
ISSN : 30472865     EISSN : -     DOI : 10.66351
Core Subject :
Jurnal ini diterbitkan oleh Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dan bertujuan menjadi wadah ilmiah bagi peneliti, akademisi, praktisi, serta mahasiswa keperawatan untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan penelitian yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kritis di rumah sakit, fasilitas kesehatan, maupun komunitas. Jurnal Keperawatan Kritis Indonesia mencakup berbagai topik dalam bidang: - Keperawatan kritis dan intensif - Manajemen pasien emergensi - Keperawatan trauma dan gawat darurat - Keperawatan perioperatif - Etika dan kebijakan dalam keperawatan kritis - Pendidikan dan pelatihan keperawatan kritis - Peningkatan mutu dan keselamatan pasien - Inovasi teknologi keperawatan kritis
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
TOLERANSI KEBISINGAN TERHADAP RASA NYAMAN PASIEN DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU): Noise Tolerance To Patient Comfort in The High Care Unit (HCU) Yuni Astira Bariana; Aliana Dewi; Siswani Marianna
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.18

Abstract

Kebisingan merupakan suara yang tidak diinginkan dan mengganggu, sebagai penyebab stres lingkungan bagi kesehatan, kebisingan di rumah sakit meningkat dan menjadi faktor yang merugikan bagi kesehatan pasien dan staf. Penelitian ini bertujuan menganalisa toleransi kebisingan terhadap rasa nyaman pasien diruang high care unit (HCU). Metode penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif observasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 48 responden. Hasil penelitian menunjukan merasa bising 60,4%, merasa tidak nyaman 64,6% dan merasa bising dan tidak nyaman 82,8%, hasil uji chi square p=0,002 lebih kecil dari 0,05 artinya ada hubungan antara toleransi kebisingan terhadap rasa nyaman pasien diruang High Care Unit (HCU). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat kebisingan diruang HCU yang membuat pasien merasa tidak nyaman
PENERAPAN SWEDISH ABDOMINAL MASSAGE UNTUK MENGATASI KONSTIPASI PADA PASIEN KRITIS: Application Of Swedish Abdominal Massage To Treat Constipation In Critically Ill Patient Emil Huriani; Atikah Hazimah; Tiurmaida Simandalahi
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.19

Abstract

Latar beakang: Konstipasi merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit disebabkan oleh penurunan motilitas usus setelah terjadinya ketidakseimbangan elektrolit yang merusak kontraksi otot polos. Penyebab lain dari konstipasi yaitu pengunaan obat-obatan jenis opioid dan tirah baring. Untuk mengatasi konstipasi pada pasien kritis dapat dilakukan dengan swedish abdominal massage. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menejelaskan penerapan swedish abdominal massage terhadap pola defekasi pasien yang dirawat di ruang ICU Tulip RSUP DR M Djamil Padang. Metode: Metode penelitian adalah dengan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice. Penerapan swedish abdominal massage dilaksanakan satu kali sehari selama lima hari dengan durasi selama 15 menit yang mengalami konstipasi. Hasil: Hasil observasi menunjukan adanya pengeluaran BAB di mulai hari ke 5 yang artinya terjadi perbaikan pola eliminasi defekasi pada Tn M. Dapat disimpulkan bahwa swedish abdominal massage efektif dalam mengatasi konstipasi.
IMPLEMENTASI PERAWATAN MULUT MENGGUNAKAN CHLORHEXIDINE 0,2% PADA PASIEN DENGAN CHF DI UNIT PERAWATAN INTENSIF : LAPORAN KASUS: Implementation Of Oral Care Using Chlorhexidine 0,2% In Patients With Chf In The Intensive Care Unit: A Case Report Yuli Hertati Lumbantobing; Siswani Marianna; Mochamad Robby Fajar Cahya
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.20

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) adalah sindrom klinis kompleks di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Masalah keperawatan yang muncul pada klien laki-laki usia 60 tahun dengan CHF yang dirawat di ruang ICU RSUD Koja adalah gangguan ventilasi spontan dan hal tersebut menyebabkan klien terpasang ventilator yang berisiko menimbulkan masalah VAP. Metode yang digunakan adalah memberikan tindakan keperawatan yaitu perawatan mulut menggunakan chlorhexidine 0,2%. Tujuan penulisan untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan implementasi perawatan mulut menggunakan chlorhexidine 0,2% dalam mencegah VAP. Teknik pengumpulan data menggunakan metodologi keperawatan dan subyek dalam laporan kasus ini 1 orang. Hasil penerapan intervensi didapatkan mengguanakan alat ukur CPIS dengan nilai < 6, yaitu: Suhu 36,90C, Leucosit 12.000, FiO2 50%, secret trakea ada tidak purulen, foto thorak tidak ada infiltrat, hasil kultur sputum tidak ada pertumbuhan kuman, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi ini efektif dalam mencegah VAP.
SMART FLOW CHART DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN KERTAS DAN PELAYANAN DI ICU RSIY PDHI Sapto Rini; Sarwo Edhi Wibowo; Avif Istanto
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.21

Abstract

Fungsi utama dari flowchart adalah memberi gambaran jalannya sebuah program dari satu proses ke proses lainnya. Sehingga, alur program menjadi mudah dipahami oleh semua orang. Salah satu program yang menjadi dasar RSIY PDHI dalam membuat flow chart di ICU adalah dengan membuat flow chart dalam bentuk digital untuk memudahkan karyawan / staf di ICU RSIY PDHI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pemantauan, entry data, penyimpanan data serta akses dalam kebutuhan asuransi. Selain itu flow chart digital dapat meningkatkan efisiensi pengunaan kertas. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif analitik dengan crosectional dengan analisis menggunakan Uji chi square dengan mengambil jumlah sampel sebanyak 160 pasien sebelum penerapan smart flow chart digital dan setelah penerapan smart flow chart digital dilakukan pada 1 februari 2023 - 30 juli 2023. dari hasil analisis diperoleh nilai p-value = 0,000 (α<0,05), sehingga ada pengaruh efisiensi biaya sebelum penerapan smart flow chart digital dan setelah penerapan smart flow chart digital dengan nilai p < 0.05.
STABILITY AND WORKLOAD INDEX FOR TRANSFER (SWIFT) SCORE DI ICU RUMAH SAKIT SWASTA BANDUNG: Stability and Workload Index for Transfer (Swift) Score in The Intensive Care Unit of A Private Hospital in Bandung Maximillianus Fery Hidayat; Monica Saptiningsih; Lidwina Triastuti Listianingsih; Nanis Sri Sutatik; Dewi Kusumawati
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.22

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya unplanned ICU readmmision di salah satu rumah sakit swasta Bandung. Data di rumah sakit swasta Bandung selama 1 tahun 13,27% lebih tinggi dari standar internasional 4-6%. Maka diperlukan alat ukur SWIFT Score untuk memprediksi unplanned ICU readmmision. SWIFT score merupakan model valid untuk memprediksi unplanned ICU readmission. Tujuan: Mengetahui berapa SWIFT score di ICU rumah sakit swasta Bandung. Metode: Kuantitatif, desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Instrumen berupa daftar tilik dengan berdasar pada variabel SWIFT score dari Gajic, 2008. Sampel penelitian menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 312 rekam medis. Hasil:SWIFT score adalah model yang valid untuk memprediksi unplanned ICU readmission. Hasil analisa univariat didapatkan rata-rata SWIFT score di salah satu ICU rumah sakit swasta Bandung dalam satu tahun adalah 17,84 dan dihasilkan data lebih dari setengahnya responden (52,25%) penerimaan pasien ICU berasal dari ruangan, kurang dari setengahnya responden (49,1%) mempunyai LOS 2-10hari, hampir seluruhnya responden (91,6%) rasio PaO2/FiO2 berada pada nilai <400 dan ≥150, data kurang dari setengahnya responden (41,1%) memiliki GCS 11-14, lebih dari setengah responden (57,1%) memiliki PaCO2 <45mmHg. Kesimpulan: Rata rata SWIFT score dalam satu tahun pada November 2018-Oktober 2019 yaitu17,84. Peneliti menyarankan SWIFT score bisa digunakan untuk memperbaiki Standar Prosedur Operasional dalam proses pemindahan pasien dari ICU ke rawat inap, jika total skor ≥15 maka re-evaluasi kondisi pasien dan informasikan kepada penanggungjawab ICU untuk tindak lanjut, sedangkan SWIFT score < 15 pasien layak untuk pindah ke ruang rawat inap.
CEDERA REPERFUSI PASCA KATETERISASI JANTUNG PADA PASIEN STEMI BERUSIA 70 TAHUN Mutia Annisa; Abdul A. Wahyudin; Putri Z. Adiati; Muhammad F. Abror
JKKI Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i2.25

Abstract

Ilustrasi Kasus: Klien laki-laki (AA, 70 tahun) denganSTEMI Anterior Ekstensif menunjukan komplikasi rupturseptum ventrikel (VSR) setelah serangan jantung pertama.Sebelumnya, klien masuk rumah sakit tipe C dengan nyeridada aktual yang menjalar ke punggung. Klien diberikanobat reperfusi di sana sebelum dipindahkan ke rumah sakitkami. Setelah PCI, Ners memberikan bantuan terapeutikselama periode takiaritmia dengan evaluasi EKG yangdikenal “tombstoning”. Sayangnya, klien meninggalkarena syok kardiogenik pada hari ke-6 setelah mengalamiserangan jantung kedua. Pembahasan: Klien AA dilakukanstabilisasi hemodinamik pasca AMI diikuti VSR yangdicurigai sebagai penyebab perburukan klinis setelahserangan jantung pada hari ke-2 dan dikonfirmasi denganpemeriksaan ekokardiografi segera. Kesimpulan: Penulistidak hanya memperdebatkan terapi definitif untuk AMIanterior dan VSR, namun memperdalam pemahamanperan keperawatan dalam penatalaksanaan pasca PCI.Artikel ini diharapkan dapat meningkatkan sensitivitasdalam berkolaborasi untuk mendiagnosis dan merawatpasien dengan cepat guna mengoptimalkan hasil akhirpasien.
PENERAPAN IMPLEMENTASI SKINCARE BUNDLE DALAM TATALAKSANA CEDERA TEKAN DI RUANG PERAWATAN KRITIS : CASE REPORT Juanda Juanda; Dina Lestari; Fitria Widiati; Rosita Tampubolon; Dian Rahmadayanti
JKKI Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i2.26

Abstract

Cedera tekan merupakan permasalahan serius di seluruh dunia yang dapat meningkatkan mortalitas,morbiditas, pembiayaan, dan lama rawat di ICU. Dalamlaporan kasus ini mendiskripsikan tatalaksana cederatekan pada pasien berusia 41 tahun dengan cedera tekangrade dua di gluteal kanan dan kiri. Tatalaksana cederatekan dilakukan implementasi dengan SKINCARE Bundledan dilakukan selama 14 hari. Penggunaan SKINCAREBundle dalam tatalaksana cedera tekan dirasa cocokdipergunakan di ruang intensif karena sesuai dengankarakteristik pasien yang ada di ruang intensif dan cukupefektif dalam mengurangi derajat cedera tekan ataupunpencegahan cedera tekan diruang ICU.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN LUKA TEKAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN LUKA TEKAN Binah Binah; Aliana Dewi; Erika Lubis
JKKI Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i2.27

Abstract

Luka tekan merupakan salah satu masalah yang seringdialami oleh pasien yang dapat terjadi apabila pemberianasuhan keperawatan yang kurang tepat. Oleh sebab ituperan perawat sangat di perlukan untuk mencegahterjadinya luka tekan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahuai hubungan pengetahuan perawat tentangpencegahan luka tekan terhadap tatalaksana pencegahanluka tekan di ruang ICCU RSCM. Penelitian inimenggunakan diskriptif korelasi dengan rancanganpenelitian cross sectional dan tehnik pengambilan samplemenggunakan total sampling yakni sebanyak 22responden. Hasil analisa data menggunakan Univariat danbivariat dengan menggunakan chi square dengan p – value0,0016 dan r table sebesar 0.329 yang menunjukan adanyahubungan yang signifikan antara pengetahuan perawattentang pencegahan luka tekan terhadap perilaku perawatdalam pencegahan luka tekan di ICCU RSCM. Olehkarena itu di perlukan peningakatan pengetahuan perawatdalam tatalaksana pencegahan luka tekan dalam rangkameningkatkan mutu asuhan keperawatan.
STABILITY AND WORKLOAD INDEX FOR TRANSFER (SWIFT) SCORE DI ICU RUMAH SAKIT SWASTA BANDUNG Maximillianus Fery Hidayat; Monica Saptiningsih; Lidwina Triastuti Listianingsih; Dominika Lepan Tukan; Nanis Sri Sutatik; Dewi Kusumawati
JKKI Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i2.28

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi olehtingginya unplanned ICU readmmision di salah saturumah sakit swasta Bandung. DatadirumahsakitswastaBandungselama1tahun 13,27% lebihtinggidaristandarinternasional 4 -6%. Makadiperlukanalat ukur SWIFTScoreuntukmemprediksi unplannedICUreadmmision. SWIFT scoremerupakanmodelvaliduntukmemprediksiunplannedICUreadmission. Tujuan: Mengetahui berapaSWIFT score di ICU rumah sakit swasta Bandung.Metode: Kuantitatif, desain deskriptif dan pendekatanretrospektif. Instrumen berupa daftar tilik dengan berdasarpada variabel SWIFT score dari Gajic, 2008. Sampelpenelitian menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 312rekam medis. Hasil:SWIFT score adalah model yang validuntuk memprediksi unplanned ICU readmission. Hasilanalisa univariat didapatkan rata-rata SWIFT score disalah satu ICU rumah sakit swasta Bandung dalam satutahun adalah 17,84 dan dihasilkan data lebih darisetengahnya responden (52,25%) penerimaan pasien ICUberasal dari ruangan, kurang dari setengahnya responden(49,1%) mempunyai LOS 2-10hari, hampir seluruhnyaresponden (91,6%) rasio PaO2/FiO2 berada pada nilai<400 dan ≥150, data kurang dari setengahnya responden(41,1%) memiliki GCS 11-14, lebih dari setengahresponden (57,1%) memiliki PaCO2 <45mmHg.Kesimpulan: Rata rata SWIFT score dalam satu tahun pada November 2018-Oktober 2019 yaitu17,84. Penelitimenyarankan SWIFT score bisa digunakan untukmemperbaiki Standar Prosedur Operasional dalam prosespemindahan pasien dari ICU ke rawat inap, jika total skor≥15 maka re-evaluasi kondisi pasien dan informasikankepada penanggungjawab ICU untuk tindak lanjut,sedangkan SWIFT score < 15 pasien layak untuk pindah keruang rawat inap.
PENGETAHUAN PERAWAT DAN PENERAPAN MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I DENGAN TINGKAT KEJADIAN LUKA TEKAN DI LAYANAN INTENSIVE CARE UNIT Fira Millenia Arinta; Ni Luh Putu Ekarini; Suratun Suratun
JKKI Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i2.29

Abstract

Latar Belakang: Pasien di ruang Intensive Care Unit(ICU) memiliki tingkat ketergantungan tinggi sehinggasulit mengubah posisi secara mandiri, menyebabkantingginya risiko luka tekan. Pengetahuan perawatdiperlukan dalam melakukan penilaian risiko luka tekanpada pasien, seperti membantu mereposisi pasien secaraberkala, mengatur posisi tempat tidur sehingga pasienaman dan mengurangi gesekan, serta menilai danmenyiapkan nutrisi yang baik untuk pasien. TujuanPenelitian: Menganalisa hubungan pengetahuan perawatdan penerapan mobilisasi progresif level I dengan tingkatkejadian luka tekan dilayanan intensive care unit. MetodePenelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif denganpendekatan cross sectional dengan jenis desaincrossectional study. Teknik pengambilan sampelmengunakan teknik simple random sampling dengan total88 responden. Teknik pengumpulan data menggunakanlembar kuesioner, lembar SOP, dan lembar observasikemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (X2).Hasil: Pada Penelitian ini didaptkan hasil P Value = 0,000< a 0,005 yang artinya ada hubungan antara pengetahuanperawat dan penerapan mobilisasi progresif level I dengantingkat kejadian luka tekan. Simpulan: Ada hubunganpengetahuan perawat dan penerapan mobilisasi progresiflevel I dengan tingkat kejadian luka tekan di layananIntensive Care Unit (ICU).

Page 2 of 3 | Total Record : 25