cover
Contact Name
Akper HUSADA KARYA JAYA
Contact Email
akperhusadakaryajaya@gmail.com
Phone
+6285283507468
Journal Mail Official
astutygreace14@gmail.com
Editorial Address
RT.5/RW.18, Sunter Agung, Kec. Tj. Priok, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14350
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 28083253     EISSN : 3218640     DOI : https://doi.org/10.59374/jpmahkj.v7i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akper Husada Karya Jaya merupakan Jurnal pengabdian masyarakat yang fokus di ilmu kesehatan, yang berfungsi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan kesehatan masyarakat
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Tentang Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Gempa Bumi Di Rt.010/Rw.005 Pademangan Barat Jakarta Utara Labora sitinjak, Aprisisto L
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i1.413

Abstract

Latar Belakang: egala sesuatu yang diketahui berdasarkan pengalaman manusia itu sendiri dan pengetahuan akan bertambahsesuai dengan proses pengalaman yang dialaminya merupakan definisi pengetahuan (Mubarak,2012). Kesiapsiagaan merupakansalah satu proses manajemen bencana, pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam mengatasi bencana gempa merupakan salah satuelemen penting dari kegiatan penurangan resiko terjadinya bencana gempa (Firmansyah Rasni, &Rondhianto, 2014). Salah satufaktor utama penyebab timbulnya banyak korban akibat bencana seperti gempa bumi adalah karena kurangnya pengetahuankepala keluarga tentang bencana dan kesiapan mereka dalam mengantisipasi bencana tersebut. Metodologi Pengabdian:pengabdian ini dilakukan secara langsung terhadap 30 responden. Hasil: pengetahuan pra lansia mengenai vaksinasi covid 19,pendapat partisipan bahwa pendidikan kesehatan ini pentingdanperlu diterapkan karena dapat meningkatkan pengetahuan danmengubah pandangan pra lansia. Pengetahuan Terhadap Vakisnasi covid 19 yang cukup baik. Partisipan mengatakan bahwadirinya atau pra lansia merupakan kelompok yang rentanuntuk mengalami sakit atau terjangkit penyakit covid 19 sehingga perluuntuk divaksin. Tetapi masih terdapat pra lansia yang belum melakukan program vaksin karna khawatir akan efek sampingnya.Diharapkan pemerintahan dan tenaga kesehatan lebih baik lagi dalam memberikan pendidikan kesehatan terkait Vaksinasi covid19, sehingga pra lansia tidak ragu atau khawatir untuk mengikuti program vaksin.
Pengaruh Edukasi Sop Covid-19 Melalui Digital Video Dan Leaflet Terhadap Keberanian Ibu Membawa Anak Melakukan Imunisasi Dina Carolina, Astuti Lumbantoruan
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i1.414

Abstract

Latar Belakang: Menurut data dari WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit PengaruhPenkes Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Covid-19 Menjelang Inpartus yang sebenarnya dapatdicegah dengan melakukan imunisasi, dan tahun 2018 hanya ada sekitar 20 juta anak yang baru mendapatkan imunisasi dasarlengkap. Namun ketercapaian Imunisasi tahun 2019 akhir sampai dengan 2020 mengalami penurunan, rata-rata para ibu engganmembawa anaknya untuk melakukan imunisasi dikarenakan ketakutan yang luar biasa akan wabah covid-19yang sedang melandadi DKI Jakarta. Rasa takut para ibu di sebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan SOP Covid-19 di Faskes. Adabeberapa metode pendidikan kesehatan namun yang sesuai dengan kondisi di DKI Jakarta yang menerapkan PSBB dan kegiatanonline secara daring dari rumah adalah dengan pemberian Pendidikan kesehatan berupa leaflet digital dan video digital. Pemberianedukasi yang baik dan merata dirasa merupakan cara yang terbaik untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam memahami SOPcovid-19 khususnya untuk pemberian imunisasi sehingga menurunkan tingkat kecemasan ibu membawa anaknya ke faskes.Pengabdian ini dilakukan secara daring (online). 60 responden yaitu 30 group intervensi dan30 kontrol. Didapatkan data bahwakelompok intervensi sebelum dan setelah di lakukan implementasi hasilnya (sig 2- taied) 0,00 hal ini <0,005 menunjukan bahwaterdapat perbedaan sebelum dan setelah di berikan intervensi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Pra Lansia Mengenai Vaksinasi Covid 19 Di Wilayah Rt 06 Rw 09 Cakung Barat, Cakung Jakarta Timur Rosita Lubis, Sri Winingsih
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i1.415

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease 2019 atau biasa yang sering di sebut dengan covid 19 telah ditetapkan sebagai pandemicglobal oleh World Helath Organization (WHO), Pemerintah Indonesia menghimbau masyarakat untuk melakukan programvaksinasi Covid 19. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telahmenerbitkan surat edaran kepada Kepala dinas kesehatan provinsi dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruhIndonesia Nomor: HK.02.02/II/ 1406 /2021 tentang percepatan pelaksanaan vaksinasi covid 19 pada kelompok pra lansia danhasil BPOM terkait vaksin covid 19 astra Zeneca. Penderita Covid 19 terbanyak berada di DKI Jakarta sebanyak 26.624kasus, JawaTimur 25.917 kasus, Jawa Tengah 10.765 kasus (WHO, 2020; BNPB, 2020). Di Indonesia sendiri sudah sebanyak 12.5 juta dosisvaksin Covid 19 yang sudah diberikan kepada masyarakat atau pada sekitar 8,5 juta orang pada pemberian dosis pertama dan dosiskedua. Di Indonesia sendiri sebanyak 1,454.836 masyarakat yang sudah di vaksinasi secara tuntas dan seluruh dunia sudahmencapai 81,648.743 masyarakat yang tervaksinasi secara tuntas (Our World In Data, 13 Maret 2021). Data Vaksinasi Covid 19dari Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) per 18 Februari, jumlah orang yang telahdivaksinasi tahap ke 1 sebanyak 1,164,144, dan tahap ke 2 ada 623,832 dari total sasaran vaksinasi secara nasional sebesar181,554,465. Metodologi Pengabdian: pengabdian ini dilakukan secara daring (online) 40 responden. Didapatkan pengetahuan pralansia mengenai vaksinasi covid 19, pendapat partisipan bahwa pendidikan kesehatan ini penting dan perlu diterapkan karenadapat meningkatkan pengetahuan dan mengubah pandangan pra lansia. Pengetahuan Terhadap Vakisnasi covid 19 yang cukupbaik. Partisipan mengatakan bahwa dirinya atau pra lansia merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami sakit atauterjangkit penyakit covid 19 sehingga perlu untuk divaksin. Tetapi masih terdapat pra lansia yang belum melakukan programvaksin karna khawatir akan efek sampingnya. Diharapkan pemerintahan dan tenaga kesehatan lebih baik lagi dalam memberikanpendidikan kesehatan terkait Vaksinasi covid 19, sehingga pra lansia tidak ragu atau khawatir untuk mengikuti program vaksin
Penerapan Latihan Isometrik Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Di Daerah Papanggo Egeria Dorina Sitorus, Reni Amiati
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i1.416

Abstract

Latar Belakang: Asam urat adalah produk metabolisme yang normal dari hasil pencernaan protein atau dari hasil uraian purinyang seharusnya dibuang lewat urin, tinja, atau keringat. Penyakit asam urat merupakan penyakit pada sendi karena kadar asamurat yang tinggi dalam darah. Tingginya kadar asam urat karena ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol proses kristalisasi asamurat yang menyebabkan keluhan nyeri, bengkak, rasa kesemutan. Keluhan tersebut sering dialami oleh penderita, sehinggapenderita sulit melakukan aktivitas. Latihan isometrik merupakan salah satu pengobatan nonfarmakologi utnuk membantumenurunkan kadar asam urat dalam tubuh serta dapat memperbaiki metabolisme tubuh. pengabdian ini dilakukan secara langsungpada 3 responden. Dalam durasi 5 hari diketahui bahwa terdapat penurunan kadar asam urat sebelum dan sesudah melakukanpenerapan latihan isometrik. Asam urat Tn.A sebelum dilakukan isometrik yaitu 9,1 mg/dl, asam urat pada Ny.T sebelum dilakukanisometrik yaitu 8.5 mg/dl, dan pada Ny.M sebelum dilakukan isometrik yaitu 8,5 mg/dl. Kemudian setelah dilakukan isometricasam urat pada Tn.Ayaitu 7,7 mg/dl, pada Ny.T yaitu 6,5 mg/dl dan Ny.M yaitu 5,7 ,g/dl.
Tingkat Pengetahuan OrangTua Dalam Pencegahan Tetanus Pada Anak Usia Toddler Didaerah Koja Jakarta Utara Nancy Febriani, Silpia Damayanti
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i1.417

Abstract

Latar Belakang: Tetanus berasal dari kata Yunani "tetanus" yang berarti "kontraksi", yaitu penyakit akut yang ditandai dengankekakuan pada otot dan kejang yang dihasilkan oleh Clostridium Tetani dan dapat menimbulkan rasa nyeri biasanya di rahangbawah dan leher. Tetanus dapat dicegah. Tetanus lebih sering terjadi pada masyarakat yang kurang mampu atau ekonominyadibawah rata-rata, terutama di negara berkembang, namun hal ini tidak mengecualikan tetanus dapat berada di negara maju, (SisyRizkia, 2020). Pada tahun 2018, WHO melaporkan terdapat 10.301 kasus tetanus, dimana dilaporkan melalui WHO/Unicef.Pencegahan Tetanus yang paling utama dan paling dasar ialah pemberian Vaksin. Vaksin tetanus berasal dari toksin tetanus in aktifatau lebih dikenal dengan vaksin TT (tetanus toksoid). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengetahuanorangtua dalam pencegahan tetanus pada anak usia toddler di RT.004, RT.005 dan RT.016/RW.008 didaerah koja, Jakarta utara.Metode yang dilakukan pada penelitian ini ialah menggunakan teknik random sampling dengan mengambil 50 responden secaraacak di 3 RT tersebut yang memiliki anak usia toddler. Sebelum dilakukan penkes pada penelitian ini tingkat pengetahuan orangtuadidaerah tersebut mengenai tetanus hanya sekitar 20% dari 50 responden. Setelah dilakukan penkes tingkat pengetahuan orangtuadidaerah tersebut naik menjadi 50%.
Hubungan Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Menangani Kegawatdaruratan Pada Balita Dengan Kejang Demam Diwilayah Rusun Marunda Blok D1 Rt 015/Rw 007 Kecamatan Cilincing Jakarta Utara Susihar, Kartini
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i2.418

Abstract

Latar Belakang: Kejang demam merupakan kejang yang berkaitan dengan peningkatan cepat suhu dalaminti tubuh39℃. Kejangpada balita sering tidak diketahui orang tua paling utama ibu akibatnya ibu menjadi gelisah serta berkemampuan melaksanakanmetode yang salah dan membahayakan keadaan anak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibudalam menangani kegawatdaruratan pada balita dengan kejang demam di wilayah rusun marunda blok d1 rt 015/rw 007Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Metodologi Pengabdian: pengabdian ini dilakukan secara langsung terhadap 30 respondenHasil: Dari hasil pengabdian yang dilakukan 2 hari bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden ibu tentangpengertian, penyebab, tanda gejala dan pertolongan pertama saat terjadi kejang demam. Peneliti membedakan pendidikanresponden ibu. Hasil pengabdian disimpulkan bahwa hubungan pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu dalam menanganikegawatdaruratan pada balita dengan kejang demam di Wilayah Rusun Marunda Blok D1 Rt 015/Rw 007 Kecamatan CilincingJakarta Utara berada dalam kategori tinggi dengan rata-rata 80%
Penerapan Rebusan Jus Daun Karsen (Muntingia Calabural) Dalam Penanganan Pertama Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Di Papanggo Rizki P. Pratama, Murni
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i2.419

Abstract

Latar Belakang: : Diabetes melitus adalah terjadinya peningkatan kadar glukosa darah yang diakibatkan oleh penurunan sekresiinsulin yang progresif oleh restensi insulin (Suyono,2011). Mengkonsumsi air rebusan jus daun karsen adalah salah satu carapengobatan non farmakologi dengan cara merebus daun karsen menjadi jus, Manfaat air rebusan jus daun karsen itu sendiri untukmenurunkan kadar glukosa darah dan nyeri, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh mengkonsumsi airrebusan jus daun karsen penurunan nyeri dan kadar glukosa darah di wilayah Papanggo. Metodologi Pengabdian: pengabdian inidilakukan secara langsung kepada 25 responden menunjukkan adanya kerusakan organ pankreas yang mengakibat terjadinyaNyeri akibat kerusakan integritas kulit menjadi luka dan bengkak sebelum diberikan air rebusan jus daun karsen diukurmenggunakan skala nyeri deskritif dengan metode kuantitatif dengan cara pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadapresponden dengan pengisian kuisioner, lembar observasi, dan pengukuran skala nyeri deskritif. Nyeri luka yang disebabkan olehkerusakan jaringan yang menyebabkan terjadinya integritas kulit Ny.W sebelum diberikan air rebusan jus daun karsen skala nyeri3, sedangkan nyeri luka Ny.L sebelum diberikan air rebusan jus daun karsen skala nyeri 4. Kemudian ketika setelah diberikan terapiair rebusan jus daun karsen Ny.W menjadi skala nyeri luka 1, sedangkan Ny.L menjadi skala nyeri 1.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENGENAI BAHAYA MEMBERIKAN MP-ASI SECARA DINI Wayan, Dilla Apriyani
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i2.420

Abstract

Latar Belakang: Pemberian MP-ASI yang terlalu dini dapat menyebabkan bayi terkena infeksi pada saluran pencernaan.Pemberian makanan pada balita dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan ibu dan sikap yang dipengaruhi oleh budayaatau kebiasaan adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai bahaya pemberian MPASI secara dini dan dampak dari pemberian MP-ASI yang terlalu dini seperti usus tersumbat, kegemukan, penumpukan natrium,infeksi saluran cerna, dan tersedak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif pada 15 responden diAsrama DKI RT014 RW003 Kel.Semper Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas usia responden berada di rentangusia 22-25 (80%), berpendidikan SMA (80%), pada tingkat pengetahuan ibu tentang tersedak jika bayi diberikan MP-ASI dinidengan kategori tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 80%, sedang pada tingkat pengetahuan rendah sebanyak 6,7%. Tingkatpengetahuan ibu di Asrama DKI RT014 RW003 mengenai baya memberikan MP-ASI secara dini cukup tinggi yaitu 66,7%, namunmasih harus ditingkatkan. Ibu di Asrama DKI RT014 RW003 tetap perlu diberikan edukasi oleh lembaga terkait melalui posyanduataupun puskesmas setempat
Penerapan Air Rebusan Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Di Wilayah Rt 001/Rw 07 Kelurahan Papanggo Jakarta Utara Leo Rulino, Doliana
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i2.421

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik yaitu lebih dari 140 mmHgdan tekanan diastolik yaitu lebih dari 90 mmHg. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah salah satu tanaman obat herbal yangmemiliki banyak manfaat seperti untuk mencegah kanker, tekanan darah dan melancarkan buang air besar. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh dari penerapan air rebusan bunga rosella (hibiscus sabdariffa) terhadap penurunan tekanan darahpada penderita hipertensi di wilayah rt 001/rw 07 kelurahan papanggo jakarta utara. Penelitian ini menggunakan metodependekatan studi kasus dengan melakukan penerapan air rebusan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada 3partisipan yang mengalami hipertensi dari mulai tahap pengkajian, diagnosa, intervensi dan implementasi dan evaluasikeperawatan. Berdasarkan evaluasi selama 7 hari dari ketiga partisipan setelah dilakukan pemberian air rebusan bunga rosella.Pada Ny. N didapatkan hasil bahwa sudah tidak pusing, dan sudah tidak sakit dibagian tengkuk leher, jantung sudah tidak berdebardebar begitu cepat, tekanan darah 120/80 mmHg dan pada Tn. S sudah tidak sakit kepala, dan tengkuk leher sudah tidak terasaberat, tekanan darah 140/90 mmHg sedangkan pada Ny. L pusing sudah berkurang ketika bangun tidur, tengkuk leher tidak sakitlagi dan jantung sudah tidak berdetak cepat atau berdebar-debar, tekanan darah: 135/90 mmHg. Dengan terapi nonfarmakologiyaitu pemberian air rebusan bunga rosella setiap hari selama 7 hari berturut-turut diwaktu pagi hari dapat menurunkan tekanandarah.
TINGKAT PENGETAHUAN KLUB FUTSAL TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA DI WILAYAH LAGOA RT 001/ RW 018 JAKARTA UTARA Reni Amiati, Muhammad Fikri
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4 No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN MASYARAKAT AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
Publisher : AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jpmahkj.v4i2.422

Abstract

Latar Belakang: Cedera olahraga adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan,berolahraga, pertandinganolahraga ataupun sesudahnya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Klub Futsal Terhadap PertolonganPertama Cedera Olahraga Di Wilayah Lagoa Rt 001/ Rw 018 Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatankuantitatif. peimahaman reispondein terhadap metode rest uisia 21-35 tahuin seibeisar 75% dalam kateigori baik, pemahamanrespondein terhadap metode ice 21-35 tahun sebesar 90% dalam kateigori baik, pemahaman responden terhadap metodecompression usia 21-35 tahun sebesar 63,3% dalam kategori cukup, dan pemahaman responden terhadap metode elevation usia21-35 tahun sebesar 75% dalam kategori baik. pemahaman responden terhadap metode rest dengan pendidikan SLTA/SMAsebesar 45% dalam kategori kurang dan pendidikan perguruan tinggi sebesar 30% dalam kategori kurang, pemahaman respondeinterhadap metode ice dengan pengalaman 0-1 tahun sebesar 10% dalam kategori kurang, 1-2 tahun bermain diklub futsal sebesar40%dalam kategori kurang dan dengan pengalaman 2-3 tahun bermain diklub futsal sebeisar30% dalam kategori kurang,pemahaman respondein terhadap metode compression dengan pengalaman 0-1 tahun sebesar 6,7% dalam kategori kurang, 1-2tahun bermain diklub futsal sebeisar 20% dalam kategori kurang dan dengan pengalaman 2-3 tahun bermain diklub futsal sebesar36,7% dalam kategori kurang, dan pemahaman responden terhadap metode elevation dengan pengalaman 0-1 tahun sebesar 15%dalam kategori kurang, 1-2 tahun bermain diklub futsal sebesar 35% dalam kategori kurang dan dengan pengalaman 2-3 tahunbermain diklub futsal sebeisar 25% dalam kategori kurang

Filter by Year

2019 2026