cover
Contact Name
Roichatul Mabruroh, S.Pd., M.Pd
Contact Email
roichatulmabruroh03@gmail.com
Phone
+6287754239829
Journal Mail Official
roichatulmabruroh03@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 16, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur 66137.
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Prophetik : Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 29879086     EISSN : 29869323     DOI : https://doi.org/10.26533
Core Subject :
Jurnal Kajian Keislaman adalah Jurnal dengan dua jenis; penelitian dan ide konseptual. Penelitian ini terdiri dari laporan ilmiah yang meningkatkan pengetahuan tentang studi Islam dari enam topik. Ini dapat mencakup artikel yang melaporkan hasil studi penelitian kuantitatif atau kualitatif. Gagasan konseptual menerbitkan artikel-artikel yang secara konseptual relevan dengan kajian Islam sesuai dengan teori, model, atau posisi filosofis yang ada dalam kajian Islam tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Peran Kecerdasan Emosional Guru Dalam Mengatasi Bullying ilhambintang; Ma'mun Hanif
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/amzg7g03

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran penting kecerdasan emosional (KE) guru dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah. Bullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik siswa, sehingga memerlukan pendekatan komprehensif dari seluruh komponen sekolah, terutama guru. Kecerdasan emosional guru mencakup kesadaran diri, regulasi diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial di hipotesiskan sebagai variabel kunci yang memengaruhi efektivitas intervensi anti bullying. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic review) dengan menganalisis secara mendalam artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan mengenai kecerdasan emosional guru dan isu bullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih mampu: 1. mengenali tanda tanda awal bullying dan distres emosional pada korban dan pelaku, 2. membangun hubungan yang suportif dan penuh kepercayaan dengan siswa, 3. menerapkan strategis resolusi konflik yang tidak menghakimi dan berfokus pada restorasi atau perbaikan, 4. menjadi model peran dalam komunikasi asertif dan regulasi emosi. Disimpulkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional guru bukan hanya meningkatkan kinerja pengajaran, tetapi juga merupakan investasi krusial dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif dan bebas dari bullying. Sekolah di dorong untuk memprioritaskan pelatihan dan workshop yang berfokus pada peningkatan KE guru sebagai bagian dari kebijakan anti bullying.
Ekspektasi Kinerja Konselor Sekolah dalam Penanganan Masalah Pribadi–Sosial Siswa: Tinjauan Etika Profesi dalam Pendidikan Islam Parid Rilo Pambudi
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/3pz2xc93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konselor sekolah dalam menangani masalah pribadi-sosial siswa, serta mengkaji integrasi etika profesi dalam konteks Pendidikan Islam. Menggunakan metode literature review, penelitian ini menganalisis berbagai sumber yang relevan untuk mengidentifikasi tema-tema yang berkaitan dengan dukungan sosial, keterbatasan pelatihan konselor, dan pengembangan program dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berfungsi sebagai mediator yang vital dalam menyelesaikan konflik sosial dan masalah emosional siswa. Meskipun konselor memiliki peran yang strategis, banyak yang melaporkan kurangnya pelatihan yang memadai, menghasilkan kebutuhan akan penguatan dalam program pendidikan dan pelatihan. Selain itu, integrasi nilai-nilai etika dalam praktik konseling dapat meningkatkan kualitas layanan dan membantu siswa dalam pengembangan karakter. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan yang lebih komprehensif bagi konselor, pengembangan program dukungan yang efektif, serta kolaborasi yang lebih erat antara semua pihak di dalam lingkungan pendidikan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi kesejahteraan siswa.
Eksistensi Mahasiswa Uin Gusdur Pekalongan Dalam Menghadapi Era Disrupsi Digital Dan Kecerdasan Buatan : Analisis Tantangan Dan Peluang Mifta Ayu; Nur Khasanah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/y6949696

Abstract

Abstrack Digital technology and Artificial Intelligence (AI) have brought significant changes to higher education, including at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. These developments require students to adapt to increasingly technology-based learning dynamics. This study aims to examine the strategies students employ to survive and adjust amid the era of digital disruption and AI, with a particular focus on the various challenges and opportunities that arise in the academic learning process. This research uses a qualitative descriptive approach, supported by survey data collected from students across different study programs. The findings indicate that students demonstrate a high level of awareness regarding the urgency of adapting to digital technology to support their academic activities. Nevertheless, they still face several obstacles, such as limited training related to the utilization of AI, unequal access to technology, and emerging concerns about the dominance of technology in academia that may potentially diminish the human role. On the other hand, digital technology and AI also present substantial opportunities for students to enhance their digital literacy skills, academic productivity, and creativity, particularly through the use of innovative learning media and AI-based applications that support effective and efficient learning processes. Keywords: Student Existence; Digital Disruption; Artificial Intelligence   Abstrak Teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Perkembangan ini menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan dinamika pembelajaran yang semakin berbasis teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana strategi mahasiswa dalam bertahan dan menyesuaikan diri di tengah era disrupsi digital dan AI, dengan menitikberatkan pada berbagai tantangan serta peluang yang muncul dalam proses pembelajaran akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan data survei yang diperoleh dari mahasiswa berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap urgensi adaptasi teknologi digital dalam menunjang kegiatan akademik. Namun demikian, mereka masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan pelatihan terkait pemanfaatan AI, akses teknologi yang belum merata, serta munculnya kecemasan terhadap dominasi teknologi dalam dunia akademik yang berpotensi menggeser peran manusia. Di sisi lain, teknologi digital dan AI juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan literasi digital, produktivitas akademik, serta kreativitas, khususnya melalui pemanfaatan media pembelajaran inovatif dan aplikasi berbasis AI yang mendukung proses belajar secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Eksistensi Mahasiswa; Disrupsi Digital; Kecerdasan Buatan
Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Modern: Telaah Ontologi Niswah Atqiya Maulidya Niswah Atqiya Maulidya
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/5msdk777

Abstract

Abstract This article examines an ontological review within the philosophy of education and its relevance to the development of modern Islamic education. Ontology, as a branch of philosophy that studies the nature of being, serves as an essential foundation for understanding the reality of education, particularly concerning the nature of human beings, knowledge, God, and the aims of education. Through a library research approach based on the literature of educational philosophy and various contemporary studies on Islamic education, this article analyzes how an ontological understanding can strengthen the philosophical foundation of Islamic education amid the challenges of modernity. The findings indicate that Islamic education must be grounded in the principle of tawhid (the oneness of God), view humans as beings with an innate disposition (fitrah) encompassing physical, intellectual, and spiritual dimensions, and regard knowledge as a divine gift in which religious and general sciences are not dichotomized. The relevance of ontology in modern Islamic education is reflected in the development of holistic educational goals, the integration of values within the curriculum, the teacher’s role as a murabbī (educator and moral guide), and the formation of learners who are intellectually, morally, and spiritually balanced. This article concludes that an ontological approach can restore Islamic education to its authentic orientation, namely the formation of the insān kāmil (the complete human being), who is capable of facing contemporary developments without losing Islamic identity. Keywords: Ontology; Philosophy of Education; Islamic Education; Modernity   Abstrak Artikel ini mengkaji telaah ontologis dalam filsafat pendidikan serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam modern. Ontologi sebagai cabang filsafat yang membahas hakikat keberadaan menjadi dasar penting dalam memahami realitas pendidikan, khususnya terkait hakikat manusia, ilmu, Tuhan, dan tujuan pendidikan. Melalui penelitian studi pustaka terhadap literatur filsafat pendidikan dan berbagai kajian kontemporer tentang pendidikan Islam, artikel ini menganalisis bagaimana pemahaman ontologis dapat memperkuat fondasi filosofis pendidikan Islam di tengah tantangan modernitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan prinsip tauhid, memandang manusia sebagai makhluk berfitrah dengan dimensi jasmani, akal, dan ruhani, serta menempatkan ilmu sebagai anugerah ilahiah yang tidak terpisah antara ilmu agama dan ilmu umum. Relevansi ontologi dalam pendidikan Islam modern terlihat pada pengembangan tujuan pendidikan yang holistik, integrasi nilai dalam kurikulum, peran guru sebagai murabbī, serta pembentukan peserta didik yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan ontologis mampu mengembalikan pendidikan Islam kepada orientasi hakikinya, yaitu membentuk insan kamil yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Kata kunci: Ontologi; Filsafat Pendidikan; Pendidikan Islam; Modernitas.
Transformasi Maqāṣid al-Sharī‘ah: Analisis Komparatif Pergeseran Epistemologi Klasik–Kontemporer Afrizal Syahputra
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2025): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/4f6qtq93

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini adalah perkembangan konsep maqāṣid al-sharī‘ah dari periode klasik hingga kontemporer dengan menekankan pergeseran paradigma epistemologis, metodologis, dan aplikatif. Dengan menggunakan pendekatan analisis komparatif, kajian ini menelusuri bagaimana pemikir klasik seperti al-Ghazālī dan al-Shāṭibī merumuskan kerangka maqāṣid yang berpusat pada perlindungan lima kebutuhan dasar manusia (al-ḍarūriyyāt al-khams) serta struktur hirarkis yang mengatur prioritas hukum. Sementara itu, pemikir kontemporer seperti Ibn ‘Āshūr, Yūsuf al-Qaraḍāwī, Jasser Auda, dan Ahmad al-Raysūnī menawarkan perluasan maqāṣid ke dalam bidang keadilan sosial, hak asasi manusia, tata kelola negara, dan etika modern melalui pendekatan interdisipliner dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan adanya titik temu berupa komitmen bersama pada kemaslahatan manusia, serta titik beda dalam lingkup tujuan, metode pembacaan realitas, dan orientasi aplikatif. Kesimpulannya, integrasi antara fondasi klasik dan rekonstruksi kontemporer diperlukan untuk memastikan bahwa maqāṣid tetap relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern.
Akselerasi Tata Kelola Lembaga Pendidikan IslamMelalui Sistem Informasi Manajemen Berbasis Cloud M Yusuf; Mohamad Sodik; M Faiq Faizin; Laily Nur Syayidah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2026): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/fhghqz56

Abstract

Tata kelola lembaga pendidikan Islam seringkali menghadapi tantangan pada aspek efisiensi birokrasi dan integrasi data yang masih bersifat konvensional. Di era transformasi digital, adopsi teknologi menjadi keharusan untuk menjaga relevansi institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis cloud sebagai katalisator dalam mengakselerasi kualitas tata kelola di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian terdahulu yang relevan dengan manajemen pendidikan serta teknologi cloud. Analisis data dilakukan melalui teknik reduksi, sintesis, dan penarikan kesimpulan teoretis. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SIM berbasis cloud mampu memangkas alur administrasi yang rumit, menekan biaya infrastruktur teknologi, dan menyediakan akses data yang transparan secara real-time. Selain itu, fleksibilitas teknologi cloud mendukung integrasi nilai-nilai amanah dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi secara lebih sistematis. Akselerasi tata kelola melalui teknologi cloud bukan sekadar pembaruan perangkat lunak, melainkan pergeseran paradigma menuju manajemen yang lebih lincah dan kompetitif. Lembaga pendidikan Islam perlu segera merumuskan kebijakan strategis untuk mengadopsi teknologi ini guna meningkatkan standar layanan pendidikan.
MANAJEMEN EVENT PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL DI CV GAMA PRIVATE CENTER SELOPURO BLITAR Untung Khoiruddin; Mohamad Sodik; Nur Yanah; Laily Nur Syayidah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2026): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/cdg0qp78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen event pada lembaga pendidikan nonformal di CV Gama Private Center Selopuro Blitar. Fokus penelitian ini meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi event serta faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan kegiatan. Event pada lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis tidak hanya sebagai kegiatan pendukung pembelajaran, tetapi juga sebagai media pengembangan potensi peserta didik, peningkatan kompetensi tutor, promosi lembaga, serta membangun citra positif lembaga di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pimpinan lembaga, ketua panitia, tutor, tenaga kependidikan, serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaan event di CV Gama Private Center Selopuro Blitar. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen event di CV Gama Private Center Selopuro Blitar dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan kegiatan dengan penyusunan konsep, tujuan, anggaran, dan strategi pelaksanaan; pengorganisasian melalui pembentukan struktur kepanitiaan yang terdiri atas penanggung jawab, ketua panitia, sekretaris, bendahara, sie acara, sie publikasi dan dokumentasi, serta sie perlengkapan; pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi antaranggota dan pelayanan kepada peserta; serta evaluasi melalui indikator jumlah peserta, tingkat kepuasan peserta, ketercapaian tujuan kegiatan, efektivitas penggunaan anggaran, dan dampak kegiatan terhadap lembaga. Faktor pendukung dalam pelaksanaan event meliputi dukungan pimpinan lembaga, kompetensi tutor, koordinasi tim yang baik, antusiasme peserta, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, perbedaan jadwal peserta, keterbatasan sumber daya manusia pada event berskala besar, dan kendala teknis saat kegiatan berlangsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen event yang baik mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, pengembangan kompetensi tutor, pengenalan program lembaga kepada masyarakat, serta penguatan citra positif CV Gama Private Center Selopuro Blitar sebagai lembaga pendidikan nonformal.
Dinamika Pembentukan Identitas Keagamaan Peserta Didik di Era Globalisasi Perspektif Pendidikan Agama Islam Murni; Usman
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2026): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/40v6by44

Abstract

Abstract Globalization has brought about significant changes to many aspects of life, including the formation of religious identities. Technological advances, social media, and the influx of global culture clearly influence how students understand and practice religious teachings. In the context of Islamic Religious Education, this phenomenon presents both opportunities and challenges. This study aims to analyses the impact of globalization on the formation of students' religious identities and to examine the role of Islamic Religious Education in responding to these dynamics. The approach taken is qualitative library research, examining various relevant sources, such as books and journals. The results indicate that globalization has had a positive impact, providing wider access to religious knowledge and fostering greater tolerance and critical thinking among students. However, it also has the potential to cause an identity crisis, weaken religious commitment, and encourage consumerist and individualistic behavior that contradicts Islamic values. Consequently, a contextual, innovative, critical, and adaptive approach is needed to help students develop a strong, moderate, and relevant religious identity.   Keywords: Globalization; Religious Identity; Students; Islamic Religious Education   Abstrak Globalisasi membawa perubahan signifikan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan identitas keagamaan. Perkembangan teknologi, media sosial, serta masuknya budaya global jelas memengaruhi cara peserta didik memahami dan mengamalkan ajaran agama. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, fenomena ini memberi peluang dan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap pembentukan identitas keagamaan peserta didik serta mengkaji peran PAI dalam merespons dinamika tersebut. Basis metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif dengan menelaah berbagai sumber yang relevan, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan dampak positif berupa terbukanya akses pengetahuan keagamaan yang lebih luas, meningkatnya toleransi, serta berkembangnya pola pikir kritis peserta didik. Namun, di sisi lain, globalisasi juga berpotensi menimbulkan krisis identitas, melemahnya komitmen keagamaan, serta munculnya perilaku konsumtif dan individualistis yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Konsekuensinya, perlu adanya transformasi yang kontekstual, inovatif, kritis, dan adaptif dalam membimbing peserta didik guna membangun identitas keagamaan yang kuat, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman.   Kata Kunci: Globalisasi; Identitas Keagamaan; Peserta Didik; Pendidikan Agama Islam